
Sudah 10 menit berlaly dan suara hentakan Kaki Yunhoo yang awalnya santai semakin bergerak dengan kencang.
“Hei ini sudah lewat 5 menit” ucap Yunhoo itu yang terus menghentakan kakinya seakan akan ingin membuat Pria itu terintimidasi dengannya.
Tatapan Yunhoo juga semakin melotot dengan kesal seakan akan ada api di Kedua matanya itu.
Hawanya juga berubah, dengan di selimuti kemerahan dan amarah yang keluar di wajahnya yang menunggu dengan kesal itu.
Yunhoo diam menarik Kerah baju pria itu yang berbaring dengan kesal dan membangunkannya.
“Heey… l-lepaskan manusia!”
“Manusia! Manusia! Sebutkan apa yang ingin kau sampaikan, harus berapa lama lagi aku menunggu?” Ucap Yunhoo yang berteriak kesal.
“Huh…. Kau manusia yang tidak ramah, baiklah aku akan memberi tahumu” ucap pria itu yang mendadak menjadi santai dan terlihat lebih bugar lagi.
“Baiklah jelaskan” ucap Yunhoo itu yang menunggu dengan kesal.
“I-itu… baiklah aku harap kau tidak terkejut, pertama Para panantang Lainnya mati, dan tidak ada penantang yang selamat bahkan ketika mereka berjalan lebih jauh lagi” ucap pria itu.
“Baiklah itu sudah bisa ku prediksi, tapi apa alasan mereka mati?” Tanya Yunhoo yang berkerut itu.
“Itu….. mereka… mereka sangat mengerikan! Iblis itu! Iblis oru terlalu mengerikan!” Teriak Pria itu yang memegang kerah pakaian Yunhoo itu.
“Bisakah kau jelaskan dengan baik?” Tanya Yunhoo yang melepaskan gengaman kuat pria itu.
“Awalnya aku dan penantang Lainnya masuk ke area tandus ini, awalnya tidak ada yang berubah dan berbeda.”
“Aku berjalan dengan santai bersama yang lainnya sembari mencatat semua Informasi apapun yang kita dapatkan.”
“Hingga aku menemukan sesuatu yang aneh.”
“Aneh?….” Gumam Yunhoo yang bertanya itu.
“Ya, aku menemukan sesuatu yang aneh di tengah tanah tandus yang luas itu, dan semua penantang yang Jumlahnya banyak itu menatap dan melihat tanah aneh itu bersama yang lainnya”
“Awalnya ku pikir itu terlihat biasa, tapi tanah aneh itu benar benar sangat aneh, dia ada di tengah luasnya tanah tandus yang seakan akan tertimpa sebuah Meteor yang besar dan tanah itu seakan akan terjatuh dan membuat lubang yang luas”
“Lubang itu tidak seperti sebuah Lubang yang Bolong ke bawah tanah, itu hanya seperti membuat dataran itu seperti lebih rendah dari dataran Sekitarnya dan membuatnya seperti terkesan aneh selayaknya Tempat dan tanah yang tidak jelas.”
“Di tengah tanah itu yang membuat semuanya tampak aneh berdiri sebuah Portal Panjang yang aneh dan tanpa di sadari banyaknya Penantang di sana Mulai meneliti dan melihat kesekitar termasuk ke portal itu.”
“D-dan… d-dan yang lebih me-menyeramkannya lagi….” Dengan gemetarannya itu pria itu menahan suaranya yang membuat tubuhnya gemetar dengan kuat itu.
“Baiklah lupakan, jangan lanjutkan, aku tahu itu berat, tetapi kau harus menyampaikan Semua cerita mu dan observasimu ke Ksatria itu “ ucap Yunhoo itu yang memegang tangan pria itu yang gemetar.
“Ini tampak tidak baik tapi untuk mempunyai salah satu Bukti dan Informasi sudah cukup untuk memberikannya ke Ksatria itu.” Ucap Yunhoo dalam hatinya yang membuat wajah serius itu.
“Kalau begitu Seberapa Banyak Monster yang ada di sana ?” Tanya Yunhoo.
“A-aku tidak tahu, ketika aku melihat hanya ada sebuah Kematian dan cakaran yang cepat, aku langsung kabur karna terlalu takut.” Ucap Pria itu yang berusaha dengan pelan menggambarkan nya tetapi begitu bingung untuk menjelaskannya.
“Jadi kau tidak melihat Monster apa itu?” Tanya Yunhoo yang menyipitkan matanya dan mengerutkan Hidung nya.
“Ya, tetapi aku yakin bahwa yang Ku lihat hanya satu Monster” ucap pria itu yang sangat yakin dengan pendiriannya itu.
“Begitukah?….. itu sedikit mengerikan Jika membayangkan 1 Monster membantai hampir total 90 Penantang” ucap Yunhoo yang sedikit berkedut itu dan keheranan.
“Ini aneh tapi membuat Ku penasaran, tentu saja jika bisa mendapatkan Bukti yang cukup maka aku akan mendapatkannya.” Gumam Yunhoo dalam hati nya itu sembari menatap Langit Biru yang Tampan Normal itu.
“Baiklah-baiklah, bisakah kau menunggu, kau sebaiknya pergi dan menunggu Portal terbuka, itu akan memakan waktu tidak lama lagi” ucap Yunhoo yang memandang pria itu .
“Apa? Lalu apa yang kau lakukan manusia?” Tanga pria itu.
__ADS_1
“Aku ingin mendapatkan sebuah Bukti dulu” ucap Yunhoo yang memandang ke arah dimana sebelumnya mereka melewatinya.
“Tidak ! Itu berbahaya” teriak Pria itu yang menolak Yunhoo pergi.
“Aku tidak akan melakukan Hal berbahaya” ucap Yunhoo yang dengan santai berjalan.
“Ingatlah Untuk Menunggu” ucap yunhoo yang berjalan pergi itu.
“Sial…. Hey! Lupakan! Mari menunggu bersama ku!” Teriak pria itu yang berteriak ke Yunhoo.
Yunhoo yang berjalan hanya melambai tanpa memberikan balasannya itu.
Pria itu di sisi nya menatap dari jauh memandang Yunhoo yang pergi itu.
“Ah sial….. baiklah Aku hanya perlu memberikan Informasi, jadi aku tidak peduli “ ucap pria itu yang meninggalkan Dan berbalik.
Itu menjadi dua sisi ke arah yamg berbeda di mana mereka berjalan sesuai tujuan mereka masing-masing.
Yunhoo di sisi lain juga berjalan dengan santai Lalu mengaktifkan Kekuatan Wind nya.
[Kemampuan Wind Lv.7 Diaktifkan!]
Yunhoo melayang di Udara tinggi dan terbang dengan santai seakan akan Angin mendorongnya di setiap sisinya.
Dia berjalan terus menatap Bidang Tanah luas tanpa apapun dan yang ada hanya tanah tandus biasa.
“Jika para Prajurit manusia Ingin Ingin ke sini, mungkin selain perbutuhan makannya yang di butuhkan sangat banyak, air pun juga begitu.” Ungkap Yunhoo itu yang dengan rasa kantuknya berjalandi udara tinggi.
Dia terua terbang Hingga mencapai sebuah Lubang atau lempengan besar di tanah yang ngebuatnya terlihat seperti Jurang yang cukup dalam.
Yunhoo sedikit menurunkan ketinggiannya lalu mengambil Ponselnya.
Dia turun menatap kesekitarnya itu.
Yunhoo menatao dan menyebarkan Mana nya.
Dia juga tidak melihat Monster sepanjang Jalannya itu yang dia telusuri dari Langit-langit udara yang tinggi.
Karna Tanah ini tandus dan Kosong ini sejujurnya sangat mudah melihat seseorang.
Tetapi yunhoo dari Tadi tidak melihat seseorang bahkan di tanah yang kosong ini.
Ini menyebalkan karna dia tidak biaa melihay Monster itu, tetapi menghadapi Tantangan dengan tanpa rintangan sedikit lebih baik.
Jujur saja melawan Monster itu membosankan sebenarnya dan juga melelahkan.
Tetapi sensasi bertarung mungkin kadang sedikit menyenangkan meski rasanya menyebalkan terkadang.
Yunhoo hanya biaa dengan tenang menatap pelan lalu menurunkan ketinggiannya lagi.
Dia dengan jelas kali ini melihat Portal di tengah-Tengah Tanah yang mempunyai Lubang atau Jurang besar ke bawah itu.
“Huft…. Lupakan, sekarang waktunya Memotret”
Dengan perasaan tenangnya dia memegang Ponselnya yang sedikit lemot itu dan segera memilih Kamera untuk segera Memotret.
“Baiklah waktunya memotret”
Yunhoo mengklik Tombol Potret nya itu dan sebuah foto telah tersimpan di Ponselnya.
Dia memfoto beberapa kali lagi untuk membuat Penggambaran yang jelas untuk Penyerahan Bukti dan Hasil Observasinya itu.
Yunhoo yang telah dengan selesai Memfotonya lalu pergi meninggalkan Tempat itu.
__ADS_1
Dia pergi dengan santai dengan Kemampuan Anginnya itu meninggalkan Tempat Tantangan itu.
…….
“Hah….. aku yakin Manusia itu pasti telah mati” ucap pria bermata Hijau itu yang bersantai di Pohon Hijau dengan tenang.
Dia menatap pelan udara dan pepohonan yang berhembusan dengan kencang itu di ikuti angin yang bertiupan.
Udara di sini cukup nyaman meski Aura Hitam dan tidak nyaman masih terasa jelas di sekitar Hutan ini.
Dia bersantai di bawah Pepohonan yang nyaman itu dengan Gumaman nya itu.
Dia berusaha dengan tenang menyibukan dirinya untuk menghindari ketakutannya itu.
Bahkan terkadanh dia sedikit merinding untuk memikirkan Monster itu akan ada di belakangnya.
Itu akan menjadi pengalaman terburuk Jika dia bisa melihatnya Monster itu.
Jujur bahkan meski tidak melihat jelas Monster itu, perasaan takut itu dengan jelas terpapar hingga ke tubuh-tubuhnya.
Dia berusaha tenang menenangkan dirinya yang Ketakutan itu dengan hawa nyaman dan angin kencang di Hutan lebat ini.
Kebetulan Tempat dia menunggu tepat dan pas di Tempat awal mereka muncul.
Ini akan menjadi tempat istriahat Yang Nyaman Untuknya selama beberapa hari ini.
Dia menutup Pelan matanya dengan posisi Kaki nya berselonjor lurus dengan Badannya di topang di Pohon besar.
Dia menaruh kedua tangannya di perut nya dan bersantai menutup matanya itu.
Krak!
“Hah!!”
“Kenapa kau selalu datang dengan mengagetkanku?” Teriak kesal pria itu yang bangun.
“Kenapa kau selalu begitu? Padahal aku hanya datang dengan biasa” ucap Yunhoo itu yang bersantai dan duduk di bawah Pohom dan dedaunan yang banyak.
“Kau selamat” ungkap pria itu yang dengan wajah datarnya.
“Ya, karna aku Cuma mengambil Bukti untuk Informasi yang lebih lengkap”jawab Yunhoo dengan datarnya.
“Jadi sekarang hanya kita berdua?” Tanya pria itu dengan kesalnya bergumam.
“Ya, apa kau tidak senang?” Tanya Yunhoo yang diam meluruskan Kaki nya dan menatap ke Langit yang Mulai menjadi gelap.
“Tidak , aku cukup senang kau ada di sini .” Jawab pria itu yang dengan lemah menjawab.
“Baiklah, apa kau menunggu di sini sendirian dari tadi?” Tanya Yunhoo dengan santai sembari memandang langit.
“Ya, tapi aku tidak bisa cukup tenang karna mengingat kejadian Pembantaian itu” ungkap Pria itu yang cemberut kecil dan merenung pelan.
“Tidak perlu di pikirkan, anggap saja kau beruntung dan selamat dari Situ” ucap Yunhoo yang berbicara seakan itu bukan hal luar biasa.
“Kenapa kau berbicara begitu?” Tanya pria itu yang Bingung.
“Menurut ku , keberuntungan Juga Bagian dari kekuatan yang tersembunyi” ucap Yunhoo yang membalikkan wajahnya dan menatap Pria itu dengan senyuman.
“Kau pandai berkata-kata”ucap pria itu yang menghela nafasnya dan menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya untuk bersandar.
“Bukankah kau juga terkadang berpikir Keberuntungan Juga sebuah Berkah dan Kekuatan tersembunyi?” Ucap Yunhoo itu yang membuat wajah seakan akan Kesal dan Jijik itu.
“Kau tidak perlu membuat wajah seperti itu, aku juga percaya dengan kata-katamu” ucap pria itu dengan helaan pelan dari Nafas panjangnya itu.
__ADS_1
“Kalau begitu mari Istirahat, kau tidur saja duluan, aku akan berjaga” ucap Yunhoo yang memandang langit itu.
“Baiklah, mohon bantuannya manusia” pria itu menutup matanya pelan dan mulai Untuk tertidur.