Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Penjelasan


__ADS_3

"Jadi kau hanya menyelesaikan skenario tapi setelah keluar itu sudah terjadi selama 1 tahun?"


"Ya, ini aneh tapi aku yakin begitu, aku hanya keluar dan tepat setelah itu sudah banyak yang berubah"


"Aku juga cukup penasaran tapi apa kalian tahu player yang menjalani skenario lainnya?"


"Mereka juga ada, tapi mereka datang setelah 3 bulan perbuhana dunia dan hanya kau yang menghilang selama satu tahun"


"Ya ini memang cukup di sayangkan tapi tidak apa apa "


'Aku bahkan tak mengira bahwa ujian dan tes ku akan berjalan sangat lama '


"Jadi di mana mereka? Apakah mereka telah menemukan Skenario selanjutnya?"


"Skenario untuk sekarang adalah menghabisi cukup banyak dungeon dan farming ."


"Itu adalah skenario yang mereka bilang dan bahwa akan ada sesuatu terjadi selanjutnya, ini memang ambigu tapi begitulah telah berlalu hingga saat ini"


"Jadi begitu , farming kah…."


"Hm… baiklah aku sudah memahami cukup situasi nya ini memang cukup merepotkan kedepannya tapi tujuan kita juga tidak bisa hanya diam dan tidak bergerak."


"Kau tahu bukan pak tua? Kita akan semakin sibuk"


"Begitulah"


Pak tua itu tersenyum dan menatap yunhoo.


"Ini adalah rekening mu"


"Rekening? Ouh apa kau membuatkan ku rekening?"


"Ya, ini adalah rekening yang berisi uang bersih dan semuanya milikmu"


"Ouh itu menyenangkan, jadi berapa isi yang ada di atm ini?"


"10 Juta Dolar"


"Apa?"


Yunhoo tersedak cukup kaget dan menatap dengan bingung ke pak tua itu.


"Apa? Apa itu tidak sesuai dengan keinginan mu? Jika kurang aku dapat menambahkan nya lagi dua kali lipat"


Yunhoo tersedak lagi untuk kedua kali nya dan terheran heran dengan hal yang membuatnya cukup kaget.


"Hahah, tidak ini cukup yah untuk kedepannya kau bisa mengirim nya lagi ke sini"


"Itu mudah"


Pak tua itu menjawab dengan simple dan tersenyum sangat percaya.


'Uang ini sangat banyak bukan?…'


'Siapa yang menyangka bahwa aku memiliki uang segini seumur hidupku. Yah ini akan jadi jumlah yang sangat sedikit untuk seorang Hunter kedepannya.'


'Tidak jika dikit itu hanya untuk kalangan hunter yang sangat kaya, bagi hunter atas jumlah segini saja bahkan cukup banyak'


'ini patut di syukuri meski begitu tujuan ku masih sangat panjang'


"Ouh ya, apa kau tahu mengenai batu yang ada di dalam tubuh monster dan di jatuhkan di sekitar monster dungeon?"


"Ini memang pertanyaan yang terburu buru, tapi apakah kau mengetahui apa itu?"


'…? Apakah itu mungkin batu itu?'


"Apakah kau memiliki contoh batunya?"


"Ah itu ada sangat banyak dan kau bisa mengeceknya kapanpun"


"Baiklah mari antar aku ke sana"


"Baiklah mari ikuti aku"


Pak tua itu keluar bersama Yunhoo berjalan menuju ke lift dan turun ke ruang bawah tanah .


…..


"Apakah ini lab penelitian?"


"Ya, aku mempekerjakan peneliti untuk meneliti di bawah sini"


"Ya itu cukup baik, jadi di mana batu itu?"


Yunhoo berjalan mengikuti pak tua itu memasuki sebuah ruangan penelitian besar dan beberapa batu terang terlihat.


Itu sangat banyak dan jumlah mereka ada ribuan dan ratusan.


Batu biru yang berbentuk seperti kristal.


Ya ini bisa di bilang kristal bukan sebuah batu.


Kristal kecil seukuran genggaman tangan dengan warna biru.


'Sudahku duga kristal ini adalah benda itu'


"Apakah kau tahu kristal apa ini?"


"Yah itu adalah kristal mana, kau tahu mana bukan?"


"Ya aku sedikit memahaminya"


"Kalau begitu itu mudah, kristal mana ini adalah benda yang sanbat berharga dan berisi mana yang cukup banyak ,tergantung pada tingkat kristal ini"


"Kristal ini sangat berharga dan di masa depan akan terus tetap berharga"


"Karna itu akan mulai mempengaruhi seluruh dan seisi dunia."


"Hm.. tapi apa fungsi lebih tepat untuk kristal ini?"


"Itu dapat di ekstrak ke senjata dan memperkuat senjata atau hal hal lainnya dengan mana"


"Bukan hanya itu , itu juga dapat memerkuat tubuh dengan mana dan bermeditasi dengan mana dari kristal ini"


"Ini mungkin info yang tidak di ketahui untuk sekarang, tapi itu akan segera di ketahui, jadi kau sudah tahu harus melakukan apa bukan?"


"Hahaha, tentu aku tahu. Terimakasih. Kau benar- benar pandai dan mengetahui banyak hal"

__ADS_1


"Yah tidak usah khawatir karna perusahaan ini juga adalah perusahaan ku, jadi kau harus menjalani perusahaan ini dengan baik"


"Baiklah, aku pasti akan menjalani perusahaan ini dengan baik"


Pak tua itu tersenyum dan menatap ke semua peneliti yang bekerja.


"Baiklah aku tahu kau akan sibuk jadi, temui aku besok beraama preman itu"


"Baiklah, luangkan waktumu untuk istirahat"


Pak tua itu tersenyum dan melambaikan tangannya.


'Yah dia memang pria tua yang cukup baik'


Yunhoo hanya tersenyum tanpa membalikkan sedikit mukanya.


...


"Pak presdir apakah itu tamu bapak?"


"Ya , dia tamua terpenting ku."


"Oh?…. Itu cukup mengagetkan tapi siapa pria muda itu hingga di bilang dengan tamu terpenting?"


"Haha, aku tak bisa memberi tahu"


"Huhu, itu pasti tamu yang sangat penting, apakah presdir ke sini untuk mengcek dan melihat hasil penelitian?"


"Ini sangat di sayangkan tapi kita masih belum cukup mengetahui tentang kristal itu"


"Tidak, itu tidak perlu karna aku telah mengetahuinya"


"Oh?… apakah direktur benar benar mengetahuinya?"


"Ya, itu adalah kristal mana"


Singkatnya presdir menjelaskan cukup panjang kepada kapal peneliti tersebut.


Peneliti itu dengan wajah serius dan cukup kaget mendengarkan dan memalingkan wajah nya ke bawah sembari menaikkan tangan nya ke dagunya.


"Ini benar-benar berita besar, barang ini… siapa yang tahu itu benar- benar barang yang penting"


"Ya, ini akan memakan waktu cukup lama lagi tapi aku ingin kalian mencari tahu cara menggunakan dan membuat alat yang lebib efisien untuk kristal ini. Karna ini akan menjadi sangat penting kedepannya"


"Hahah. Serahkan kepadaku"


Kepala penelitian tersebut tersenyum menatap para peneliti dan mulai mengumpulkan mereka semua.


Presdir meninggalkan ruangan dan kembali ke ruangan nya.


…..


"Master aku masih penasaran tetapi siapa pria itu ?"


"Pak tua itu? Yah dia cukup beruntung bertemu dengan ku. Dia mungkin akan cocok untuk membantu ku di bidang yang aku tidak dapat lakukan"


"Apa! Master serahkan segalahal kepada ku! Aku bisa melakukan apapun untuk master!"


Jiwoo berbicara memandang yunhoo dengan tatapan kecewa dan ketidakpuasa dirinya sendiri.


"Tidak apa apa, tidak semua hal harus kuserahkan kepadamu bukan? Tenang saja kau akan bisa membantuku di masa depan Jiwoo"


Yunhoo tersenyum dan berjalan keluar dari perusahaan.


"Ah!"


Jiwoo terdiam menatap Yunhoo.


"Ada apa master?"


"Aku, sangat lapar"


"Ah, maaf karna tidak mengetahui keinginna master, aku akan segera membelikan makan untuk master!"


"Hey hey, tidak perlu begitu. Kita makan bareng saja dan pergi ke restorant okey?"


"Dan juga aku ingin kau bersikap lebih tenang dan tidak merasa terus selalu bersalah, jika kau salah maka belajarlah dan jangan ulangi kesalahan itu"


"Baik!"


Jiwoo tersenyum dengan tenang dan merasakan semangat tinggi untuk berjuang.


'Ugh… reaksi jiwoo terlalu membuatku tidak nyaman'


Yunhoo hanya mendesah dan berjalam bersama jiwoo memasuki restorant dan memesan makanan yang cukup banyak


"Apakah kau menikmatinya jiwoo?"


"Ya , ini sangat enak master."


Jiwoo makan di depan saya dengan mulutnya yang terkena noda makanan dan terus lanjut memakan .


Yunhoo juga sama memakan dan terus memakan seperti orang yang kelaparan.


Tatapan beberapa pelanggan terheran heran dan yunhoo hanya fokus makan dengan jiwoo menghabiskan porsi makanan yang telah di beli.


…..


"Apakah dia juga belum ada di sini?"


3 orang menatap kamar kosong dan melihat sekeliling kamar itu.


"Apakah kau yakin? Kenapa setiap hari kau ke sini? Aku yakin dia sudah mati"


Seorang wanita dengan suara cukup keras dan kasar berbicara.


"Hei kau, kau tidak bisa begitu! Kau harus menjaga perasaanya!"


Suara pria yang terdengar cukup lembut membela dan berbicara dengan marah ke wanita itu.


"Hah… kalian berhentilah bertengkar kita tidak akan tahu. Mungkin saja dia masih hidup"


"Ya kau benar, meski begitu itu mungkin hanya 1% bukan?"


"Bahkan jika begitu aku akan menunggunya"


"Baiklah mari pergi"

__ADS_1


Ketiga orang itu berjalan keluar dari kamar itu dengan ekspresi yang cukup sedih.


"…."


"…."


"…"


Ketiga orang itu berhenti menatap dua orang pria berjalan tepat di depannya dan mengobrol dengan asyik.


"K-kakak?"


Yunhwa berbicara pelan menatap sosok yunhoo dan Jiwoo yang berjalan di depannya.


"Oh? Yunhwa? Apa yang kalian betiga lakukan.? Bahkan Yuu mina dan Namwoo?"


"Kakak!"


Yunhwa berlari dengan kencang memeluk Yunhoo dengan erat.


"Hei kau , kenapa kau kaya begini. Kau sudah bukan anak kecil lagi bukan?"


"Ugh…. Tapi kakak berjanji untuk membuat ku kuat bukan?"


"Ya, tapi kau sudah cukup kuat"


"Tidak, aku tidak cukup kuat!"


Yunhwa mendecakkan lidah nya dan mengembungkan pipinya dengan ekspresi cukup kesal.


Yunhoo mengangkat tangan nya tersenyum pelan dan mengelus kepala nya.


"Baiklah, baiklah"


"Dan juga kalian berdua kenapa kalian bersama Yunhwa?"


"Ah itu, bisakah kita jelaskan di dalam ruangan ?"


"Oh, baiklah"


Yunhoo berjalan bersama yang lainnya memasuki kamar sempit itu.


…..


"Baiklah jadi bisa kalian cerita bagaimana kalian bisa bersama?"


"Itu, pertama aku bersama Kakak Namwoo dan Kak Mina pergi ke ujian bersama untuk mengambil Ujian hard"


"Setelah mengalami tiga tes ujian kita memanggil guardian dan mendapatkan 3 guardian"


"Setelah itu kita di pindahkan bersama dengan penberitahuan sistem dan beginilah jadinya"


"Ouh, begitukah, yah ini cukup menyeleraskan semua ini"


"Lalu kakak! Kenapa kakak menghilang selama satu tahun! Apa kakak tidak tahu betapa aku mengkhawatirkan kakak dan terus memikirkan kakak!"


"Ya aku juga mengalami situasi ku sendiri"


Yunhoo singkat cerita menceritakan detail tentang situasi bagaimana ia mengikuti tes meskipun dia menyembunyikan dan hanya menceritakan detail kecil tentang dia mengikuti ujian dan secara tiba tiha keluar dan kaget bahwa 1 tahun telah berlalu.


"Ya begitulah jadi kau paham bukan?"


"Ugh… kenapa kakak bisa terjebak selama satu tahun! Apa kakak jangan jangan mengambil ujian very hard hah!"


Yunhwa menatap tatapan tajam dan dingin ke arah Yunhoo.


"Hahaha, baiklah lupakan.. jadi kalian sudah di sini semua bukan"


"Bagaimana jika kita pindah ke tempat yang lebih lega?"


"Sebelum itu apakah itu adalah Guardian master?"


"Ouh dia? Ya dia guardian ku, dia adalah Jiwoo. Jiwoo tolong sapa mereka"


Jiwoo dengan ramah tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Aku Yunhwa"


"Aku Yuu mina salam kenal"


"Aku Namwoo, Kim Namwoo"


"Salam Kenal saya Jiwoo"


Jiwoo tersenyum dan dengan hangat memegang ketiga tangan mereka untuk salam perkanalan yang singkat itu.


"Kakak Jiwoo dia benar benar sangat tampan!!"


Yunhwa memancarkan aura berbinar dan tatapan ingin mengendus dan memeluk jiwoo.


"Hei, jangan begitu. Kalian harus dekat dengan dia . Dia akan ada kedepannya bersamaku"


"Huhu, siapa yang mau dekatakan dengan kau!"


"Tapi aku tidak bilang kau berdekatan dengan ku"


Yuu mina hanya memalingkan muka nya dengan datar


'D-dia tampan sekali'


Namwoo yang menatap Jiwoo tersenyum dan mulai mengangkat suaranya.


"Semoga kita akan berteman dengan baik"


Jiwoo tersenyum dan membalas.


"Aku juga berharap begitu"


'Seperti yang ku duga, hanya namwoo yang sedikit waras meski begitu…tatapan apa itu yang seperti melihat junioritas?'


Hah….


Yunhoo menghela nafas dan menggelengkan kepala nya.


"Baiklah ini memang sedikit cepat tapi apa kita bisa berbicara lagi di tempat yang lebih luas?"


"Ya, mari pergi ke rumah ku"

__ADS_1


Namwoo berbicara dan membimbing yunhoo dan yang lainnya pergi.


__ADS_2