Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Yuu Mina (3)


__ADS_3

Ayah Yui mina menggengam Pisau yang jatuh menatap Yui Mina yang tarkalar dengan tubuh nya yamg gemetar.


Sekarang kondisi terbalik.


Yang awalnya Ayahnya yang tubuh nya gemetar dan tidak percaya diri.


Sekarang terbalik menjadi Yuu Mina yang gemetar dan Di penuhi Rasa takut.


Ayah Yuu Mina penuh dengan kebencian , rasa sakit yang dia rasakan dan rasa kesal nya di penuhi hingga puncak puncaknya.


“Sakit, sakit! Dasar sialan aku akan menggorok leher mu dan menjual mayat mu kepada mereka!”


Ayah Yuu Mina berlari menusuk ke arah Badan yuu Mina.


Yuu Mina dengan takit menatap Pisau itu datang dengan tubuh nya yang gemetar.


Pak!


Sebuah kaki menendang Tangan ayah Yuu Mina dan 2 polisi Datang membuka Rumah Yuu Mina.


Kaki itu adalah Kaki Milik Seorang detektif.


“Ah, kau akan di Hukum atas tuduhan Percobaan Pembunuhan!”


Detektif itu melihat dan menatap ayah Yuu Mina yang terkapar dengan tubuh lesu nya itu.


Darah terus mengalir dari tubuh nya dan dia berusaha tetap berdiri sembari memegang pisau di tangan kanan nya.


Dua orang Polisi itu menodongkan Pistol ke arah ayah Yuu Mina dan Seorang detektif mengeluarkan Surat Identitas nya sembari memegang rokonya.


“Menunduklah dan menyerah , lalu aku akan mengurangi hukuman mu di penjara”


Ayah Yuu Mina mengigit Bibir nya dan menatap Pak detektif itu.


“Hahahah, dasar Bodoh.”


Ayah Yuu Mina tertawa terkikik kikik dan menutup wajah nya sembari tertawa dengan tangan nya.


Yuu Mina menyaksikan itu dari Kejuhan menatap Ayah nya yang semakin menjadi jadi.


“Aku memberikan mu peringatan! Menyerah dalam hitungan 3 detik!”


Hitungan dengan cepat di mulai dari detektif itu.


“Kikiki, mati saja bodoh!”


Pisau melayang dengan cepat dua lempar oleh ayah Yuu Mina ke salah satu Polisi itu.


Pisau itu mengenai dada Kiri Salah satu Polisi dan membuat nya jatuh.


Pelatuk Polisi yang jatuh itu tertekan dan peluru menuju dengan cepat melayang ke atap ruangan dan polisi itu terjatuh.


Salah satu polisi itu mengigit bibinya dan mengarahkan Pistol nya ke arah Kaki Ayah Yuu Mina.


Dar!


Satu tembakan menembus kaki ayah Yuu mina.


Polisi itu dengan eskpresi gemetar dan sedikit ketakutan menatap ayah Yuu Mina yang Masih berdiri dengan Kondisi seperti Itu.


“Sial tembak kaki nya lagi!”


Detektif itu bergerak menuju ayah Yuu Mina dan menggengam tangannya untuk mengunci nya dengan borgol.


“….?”


Dengan wajah pucat dan kulitnya yang lesu Detektif itu memgangkat wajah ayah Yuu Mina.


Dia sangat kaget menatap wajah nya menyaksikan darah yang berceceran di wajah nya dan kulit yang pucat serta badan yang kurus.


Dia menatap Memegang denyut nadi Ayah Yuu mina.


Salah satu Polisi itu membantu mengangkat polisi lainnya dan membantu mengobati Luka salah satu polisi itu.


“Sial! Panggil tim lainnya dan polisi dia sudah meninggal!”

__ADS_1


Suara detektif itu menggema dan sangat keras untuk se isi ruangan itu dan yuu Mina menatap dan mendengarkan dari Kejauhan melihat ayah nya yang mati.


Yuu Mina bergerak ke arah Ibunya dan memeluk ibunya.


“I-ibu!”


“Ibuu!”


“Paman! Tolong! Kumohon bantu ibu saya!”


Tidak ada keraguan dan bahkan rasa peduli nya terhadap kematian Ayah nya.


Pak detektif itu yang sedang menelepon buru buru menatap ke arah Ibu Yuu Mina dan Melihat bahwa kondisi nya sangat kritis.


Yuu Mina hanya bisa menunggu menyaksikan pak detektif yang mulai mengisolasi rumahnya dan membersihkan barang bukti.


Yuu Mina benar benar tidak paham, bagaimana bisa Seorang Polisi datang?


Bahkan setelah melewati ini dalam beberapa tahun polisi sendiri tidak pernah datang dan membantunya.


Beberapa hari terlewati.


Hari hari itu penuh dengan pertanyaan dari pihak polisi dan detektif itu mengenai ayah nya.


Yuu mina menceritakan semua dan memberikan jawaban seakan akan dia mengerti.


Mulai dari ayah nya yang pecandu narkoba dan judi.


Dan ayah nya yang selalu memukul ibunya dan menyiksanya.


Bahkan hingga percobaan untuk membunuh dia dan menjual mereka berdua.


“Nak,siapa nama mu?”


Detektif itu menatap dengan wajah sedih nya menyaksikan anak kecil itu tumbuh dengan salah dan dewasa melebihi umurnya


“Yuu Mina”


“Yuu mina kah?”


Janji itu menggema dan hari itu benar benar hari yang mengubah sepanjang hidupnya.


Kembali ke waktu sekarang


“Jadi ibumu sekarang sakit dan sedang masa masa kritis?”


“Ya , ibuku telah sakit lebih dari 3/ 4 umur ku”


“Apa? Ini benar benar sudah sangat lama?”


Namwoo terkejut memandang Yuu Mina dengan eskpresi Nya yang sangat terkejut.


Yuu Mina masih dengan ekspresi tertekan nya dan memasang sedikir ekspresi sedih dan berharap.


“Ya aku sudah tahu bahwa akhirnya akan seperti ini”


Ekspresi dan suara nya sangat sedih dan matanya terlihat hampa .


Yunhoo memegang pundak Yuu Mina dengan senyuman di wajah nya dan memandang Yuu Mina.


“Ini bukan waktunya untuk sedih, mari lihat ibumu”


“Betul kak! Siapa tahu aku bisa membantu!” Yunhwa berbicara dengan lantang dan menyemangati Yuu Mina


“Itu mustahil, bahkan aku sudah membeli ramuan dan menuangkan nya ke ibuku tapi itu tidak berhasil”


Ekspresinya masih penuh kekecewan dan kesedihan sembari menundukan kepala nya.


(# ̄0 ̄)(Ekspresi Yunhwa)


“K-kak jangan kecewa dulu mari kita cari solusi bersama!”


“Jangan sedih coba antarkan aku ke sana”


“B-betul siapa tahu kakak Yunhoo Bisa membantu!”

__ADS_1


“Baiklah “


Yuu mina berdiri dengan ekspresi sedikit berharap dan berjalan keluar dari apartemen itu.


……


“Paman kenapa paman di sini”


“Hahaha, aku harus menyaksikan bukan? Ini saat saat terakhir ibumu”


Seorang pria yang cukup tua dengan wajah keriput nya dan jubah panjang berdiri menatap dari jendela ke arah Ibu Yuu Mina yang berada di dalam ruangan.


“Paman tidak seharusnya ke sini kondisi paman bahkan Juga Cukup parah”


“Tidak apa apa Yuu Mina, aku harus minta maaf kepadamu karna aku kau menjadi seperti ini”


“Tidak paman tidak salah”


Yuu Mina menundukan wajah nya dan menatap ke arah Ibunya.


“Maaf paman dia adalah teman teman ku”


“Oh? Teman? Kau memiliki teman yang cukup baik sepertinya”


Pria yang cukup tua itu tersenyum dan menatap ke arah Yunhoo dan yang lainnya.


“Ini adalah Mantan Detektif yang mengasuh ku, nama nya Hijin Oh “


“Ah , senang bertemu dengan Anda pak Hijin”


“Ya! Sedang bertemu dengan Anda kakek tua!”


“H-hei Yunhwa kau tidak seharusnya berbicara seperti itu”


“Senang bertemu dengan Anda saya Jiwoo”


‘Ah sepertinya memang dari semua ini yang paling sopan adalah Jiwoo’


Yunhoo hanya bisa menghela nafas melihat tingkat Yunhwa dan Namwoo.


“Apakah ini adalah Ibumu?”


“Ya”


“Bisakah kau ceritakan sedikit apa itu penyakit ibumu?”


“Aku benar benar tidak tahu”


“Oh, apakah anak muda ini dapat membantu Ibu Yuu Mina?”


Mantan detektif itu menatap Yunhoo tersenyum kecil dan menatap ke arah kaca.


“Orang itu telah Koma Sangat lama mungkin berkisar 15 tahun lebih”


“Ya, ibuku adalah Korban kekerasan dari Ayah ku”


“Ah begitu ya”


“Maaf Mina, aku seharusnya datang lebih cepat”


“Paman aku tidak tahu kenapa paman menyalahkan diri paman tapi aku rasa paman tidaklah salah jadi jangan terlalu menyalahkan diri sendiri paman”


Yunhoo mengela omongan Yuu Mina dan berdiri di depan Pintu ruangan.


“Aku hanya berharap kalian tidak saling menyalahkan atas apa yang bukan kalian perbuat “


Sembari memasang senyum dengan ekspresi kesedihan kecil Yunhoo masuk bersama Jiwoo.


Detektif itu tersentak dan bergerak dengan panik menatap Yunhoo.


“Tunggu paman, aku tidak tahu tapi sepertinya teman ku bisa mengecek apa masalah Dan penyakit ibuku, aku berharap bahwa dia dapat menyembuhkan nya”


Sembari menahan detektif itu dia menatap Ibunya dari kejauhan.


Yunhwa dan Namwoo mendekat dan menyemangati Yuu Mina

__ADS_1


__ADS_2