Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Pertarungan Terakhir


__ADS_3

“Ini….. “ ungkap Yunhoo dengan kaget menatap Lich itu.


Yunhoo menyipitkan matanya dengan rasa cukup mendebarkan dan menatap Lich itu.


“Aku tidak bisa mendekat, itu adalah energi kematian, sebelumnya aku bisa mendekat karna aku , bergerak dengan cepat, tapi jika energi kematian itu seperti ini akan sangat sulit untuk ku melawan atau bahkam memdekati nya” ucap Akila yang menggoyangkan kepalanya dan tangannya yang kaku itu.


“Hm…. Ini benar-benar kuat” ucap Yunhoo menatap energi itu yang mulai berputar dan bergerak ke arah Yunhoo.


Yunhoo menghindar ke samping dan akila juga menghindari ke sisi sampingnya.


Kali ini energi itu bergerak lagi, dan setiap dia menyentuh sesuatu atau bahkan menggores nya ,itu akan hancur seperti Abu dan terlihat begitu mengerikan.


Seperti Dark magic yang juga sama mengerikan daya hancur nya, tapi energi ini adalah energi yang sangat kuat.


Energi kematian tidak akan bisa di Kontrol oleh orang yang hidup, alasannya karna tubuh mereka akan hancur dan Jiwa mereka akan tertelan kekuatan Kematian sendiri jika mereka mencoba nya


Dan ini juga menjadi satu satu ya hal yang membuat energi ini kuat.


Selain misterius nyatanya akan sangat sedikit yang bisa mendapatkan Kekuatan Kematian ini, terutama bagi mereka yang Hidup.


Yunhoo tersenyum karna dia bisa melihat Kekuatan hebat , meski dia cukup senang tapi dia juga tidak bisa bertahan terlalu lama.


Selain membahayakan tubuh, itu juga akan berefek bagi 12 pemimpin yang sedang tertidur karna halusinasi itu.


Itu juga akan membahayakan beberapa orang yang selamat dan membuat nya tidak cukup baik karna terkena Energi kematian.


Karna energi Ini di Buat menjadi serangan itu menjadi cukup mengerikan dan juga menjadi penghancur yang hebat.


Dark magic untik berlindung dan energi kematian Untuk menyerang.


Kombinasi yang hebat dan juga mengerikan.


Meski mereka mendekat energi kematian itu sendiri lah yang menyulitkan nya.


Yunhoo menatap diam ke atas ruangan dan berjalan membawa pedang nya dengan baik.


“Kau tahu kan apa yanh harus kau lakukan?” Ucap Yunhoo ke akila .


Akila berdiam dan mengangguk mengerti lalu melihat Yunhoo berjalan ke arah di mana energi kematian berputar putar membuat ratusan duri di atas langit dan membuat badai yang berputar putar di mana energi kematian itu lah yang menjadi pusat kekuatan mereka.


Yunhoo menutup mata nya dan mengambil nafas yang dalam dan menghembuskannya lagi.


Di ikuti hembusan nafas Yunhoo, energi kematian itu Juga di Lepas dan ratusan Duri serta Topan yang terlihat seperti Tombak itu menerjang ke arah Yunhoo.


Yunhoo menutup matanya dan membuka nya, lalu berlari kencang menghindari satu demi satu duri dan melompat serta berputar-putar menghindari energi kematian itu.


Goresan energi itu menghancurkan beberapa pakaiannya dan membuat nya robek dan menjadi cukup jelek.


Hanya dengan berada dekat di energi kematian itu bahkan tubuh Yunhoo menjadi gemetar dan merasakan perasaan tidak menyenangkan.


Yunhoo mulai melompat ke udara dan melompat lagi seperti ada sebuah penopang di udara kosong itu.


Dia menahan pijakan kaki nya yang melompat lompat di udara itu dengan Angin-nya dan mulai melompat tajam dan mengarakan pedang nya dengan arahan menusuk ke Lich itu.


Dia melapisi Holy Light yang terang itu dan menambahkan serta memaksimalkan Mana yang keluar untuk memperkuat Holy light nya.


Dalam keadaan di mana kegelapan mendominasi hanya dalam 2 detik Holy Light langsung mendominasi dan menghapus semua energi di sekitar Yunhoo.


[ Acceleration Lv.6 di aktifkan!]


Dengan tambahan Acceleration nya dan angin-nya, dia terbang menujuk bawah dan mengarakan bilah lancip di ujung pedang nya untuk menembus Dark Magic yang menghalangi Lich itu.


Krak!

__ADS_1


Seperti barier yang pecah suara tertusuknya Lich itu juga terdengar.


Di ikuti Dark magic yang menyebar dan menghilang tanpa tersisa karna Sinar dari Holy Light yang Sangat terang itu.


Seakan penguasa Dungeon nya mati dan dungeon itu menyadarinya, ruangan mulai bergetar lagi dan Obor-obor menyala dan mati secara aneh.


Hingga saat nya kembali stabil, obor kembali menyala dan Cairan cairan yang seperti Kolam lendir juga melompat melompat membuat ledakan seperti Lava yang meledak ledak di Dasar Gunung ber-api.


Ruangan mulai terdistorsi dengan aneh dan kegelapan yang ada mulai menghilang.


Ruangan menjadi sepi dan Roh-roh perlahan-lahan juga Menghilang.


Yunhoo menatap pedang nya yang menusuk Lich itu dan lich itu Juga perlahan menghilang dengan wajah kesal mya.


Akila di sisi lain Juga telah memberikan beberapa perlindingan ke para Supporter dan 12 pemimpin yang telah cukup aman dan menunggu mereka sadar.


Yunhoo berjalan dengan pedang nya dan menatap Lich itu yang menghilang menjadi debu dan bertial tiap angin kecil dan berhembusan ke atas langit-langit ruangan.


Yunhoo berjalan dan menaruk Senjata nya dan berjalan menuju Sebuah Tiang Obor yang masih cukup nyaman dan berdiri tegak.


Yunhoo bersandar ke tiang itu dan menatap benerapa sayatan kecil di tubuhnya.


“Hah…. Ini memakan Mana yang besar” ucap Yunhok yang bersandar lelah itu dan memegangi beberapa lukanya.


Baju nya juga telah Sobek dan hancur cukup parah.


Keadaan tubuhnya tidak cukup baik dan juga karna yunhoo sangat dekat dan beberapa kali terkena goresan dan luka dari Energi kematian itu membuat Jiwa nya menjadi sedikit aneh.


Dia juga bisa melihat dengan jelas Jiwa nya yabg bergetar dan mengalami kerusakan dari campuran energi Kematian yang mengikis Jiwa nya.


Meski tidak mematikan itu menyakitkan entah kenapa dan membutuhkan Penyembuhan langsung.


“Jiwoo, tolong ya” ucap Yunhoo Berbicara pelan ke bayangan Yunhoo itu.


Tubuh nya yang menawan dan indah dengan wajah nya yang tampan itu berdiri di depan Yunhoo yang tertidur pulas dengan Pucag dengan beberapa Luka yang cukup parah.


Berbeda dengan sayatan pedang dan energi biasa, energi kematian membawa kerusakan yang Parah untuk tubuh dan membutuhkan perawatan dan Penyembuhan yang cukup baik


Akila juga mulai memghampiri Yunhoo dan menatap Jiwoo.


“Sepeertinya Itu cukup parah, apakah Yunhoo akan baik-baik saja?” Tanya akila yang khawatir seperti remaja puber pada umumnya.


Jiwoo berdiam sejenak dan menoleh ke akila.


“Entahlah, taoi aku akan melakukan yang terbaik Untuk Master” Ucap Jiwoo dan Mulai menyembuhkan Yunhoo dengan Energi Suci nya itu.


Berbeda dengan Holy Light kstaria yang mempunyai kekuatan Suci juga.


Kekuatan Suci jiwoo lebih murni dan Juga benar benar hebat.


Dia membuat cahaya ke-emasan terang dan memyembuhkan setiap luka luka Yunhoo.


Dia menyalurkan ke seluruh tubuh Yunhoo energi suci nya dan membantu Mana nya masuk secara pelan dan merata ke seluruh Tubuh Yunhoo untuk perlahan lahan memyembuhkannya.


“Ini….., kau, apakah kau malaikat?” Tanya akila yang menatap Jiwoo.


“Apakah kau baru menyadarinya?” Tanya Jiwoo ke akila yang melihat wajah akila cukup kaget dan keheranan.


“Tidak aku juga memiliki sedikit kecurigaan bahwa kau Bukan Guardian biasa.” Ucap akila yang megang kepalanya yang tertutup Jubah itu .


Dia berdiri menatap kekacauan hasil peperangan itu dan menatap seluruh ruangan yang rasanya sunyi dan sepi.


“Ini menjadi semakin sunyi, tapi Juga menenangkan” ucap akila dalam batinnya yang menatap telapang tangannya dan membuka nya mengarah ke atas.

__ADS_1


Dia menolehkan pandangannya ke langit-langit ruangan yang rasanya ada hembusan angin kencang Mulai bertiupan menandakan sesuatu yang baru.


………


Beberapa jam kemudian.


Di dalam Kamar penginapan Di Kota Lantai 10.


Yunhoo membuka pelan matanya menepuk dada nya yang rasanya sangat sakit itu.


Tubuh nya telah kembali menjadi lebih baik meski dadanya terasa sangat sakit dengan aneh.


Luka-luka goresan nya juga telah menghilang .


Yunhoo bangun dari ranjang di kamar nya itu dan menatao kamar kecil .


Ini adalah kamar dengan satu ranjang dan satu jendela di sebelah kanan tembok di dekatnya.


Ada juga sebuah laci laci kecil yang menyimpan beberapa buku dan pena serta Meja di pojok Kiri dekat jendela dengan bangku nya.


Yunhoo duduk pelan berusaha memaksimalkan penglihatannya yang masih kabur itu untuk melihat keluar jendela.


Setelah beberaoa menit berlalu , dia menatao cahaya terang yang menyilaukan dan mulai menjadi lebih baik.


Sebuah pemandangan Kota terlihat seperti Kota kerajaan dengan banyak nya rumah.


Sebuah Istana Juga terlihat dari jendela di sini meski Yunhoo memandang nya dari Ranjang nya.


Udara berhembusan dan angin juga cukup kencang.


Kastil itu besar dengan Bendera yang berkibar di atas kastil itu.


Bendera itu Bergambar Pedang panjang dengan Ksatria yang menunggangi kuda yang memegang pedang itu.


Pedang itu mempunyai sebuah Logo besar yang Mirip seperti pedang Milik Pemimpin Ksatria sebelumnya yang berbentuk seperti Salib .


Yunhoo berdiri menatap Kota yang ramai dan Bisinh itu dari jendela di kamar nya.


Dia menatap pelan dan lembut dengan Wajah nya yang cukup tersenyum menatap Keindahan Kota ini.


Beberapa Kereta Kuda berjalan di sekujur kota dan beberapa lainnya terlihat seperti seorang petualang dengan pedang dan beberapa Orang yang seperti penduduk Kota ini.


Banyak Juga terlihat Player yang berkeliaran di Kota ini dan berbagai macam ras mulai dari Seseorang yang terlihat kecil dengan Dua kuping seperti kelinci dan ras ras lain seperti titan atau bahkan barbarian.


Yunhoo kembali ke belakang tidak melihat siapapun di sini.


“Jiwoo?” Ucap yunhoo yanh bertanya kehadiran Jiwoo.


Jiwoo tidak menjawab atau bahkan merespon panggilan Yunhoo dan Sebaliknya.


Jinhoo yanh berada di bayangan Yunhoo Mulai keluar dan tubuh Jinhoo yang di tutupi bayangan mulai terlihat jelas secara merata dengan pakaian Hitam nya itu.


“Jinhoo? Di mana Jiwoo?” Tanya Yunhoo.


Jinhoo berdiri di depan Yunhoo membantu Yunhoo duduk di ranjang nya kembali dan menciptakan segelas Air .


Dia Memberikannya ke Yunhoo dan Yunhoo meminumnya.


Mulut nya dan tenggorokannya yang kering rasanya kembali menjadi lebih baik dan menjadi cukup baik lagi karna meminum air yang cukup segar itu yang di ciptakan Oleh sihir Jinhoo.


“Jiwoo sekarang sedang mencari Informasi dan juga berkeliling bersama Akila, Master” ungkap Jinhoo yang berdiri dengan sikap dan Posisi nya yang berbicara dengan Baik.


“Begitu ya?…. Di mana ini?” Tanya Yunhoo ke Jinhoo.

__ADS_1


“Ini berada di Kota Lantai 10 sekaligus tempat untuk Tantangan Lantai 11” ucap Jinhoo.


__ADS_2