Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Budak Jinhoo


__ADS_3

“Hei Jiwoo, aku ingin menemui seseorang apakah kau bisa menemaniku?” Tanya Jinhoo ke Jiwoo.


“Hm?…. Ada apa? Apakah kau mengenal seseorang?” Tanya Jiwoo yang bingung ke Jinhoo.


Jiwoo duduk di Sofa bersama Jinhoo dan memakan cemilannya.


Jinhoo di sisi lain berdiri sembari memegang dagunya dan berpikir.


“Anu neh jiwoo, sebenarnya aku memiliki Budak” ungkap Jinhoo sembari menegang dagu bya dengan tangannya .


“A… apaaaa!!!” Teriak Jiwoo yang kaget dan membuka mulut lebar-lebar.


“T-tunggu kau bercanda bukan?… budak kau bilang? Siapa budak mu itu?” Tanya Jiwoo dengan raut serius memelototi Jinhoo


“I-itu… ketika aku mengejerkan Tugas dari Master, aku tidak sengaja membuatnya menjadi budak dengan taruhan” ucap Jinhoo sembari menggaruk garuk pipinya.


“Oh…..” ucap Jiwoo dengan wajah pucat terdiam menatap Jinhoo


Jiwoo: ^_^|||


“H-hei sudahlah bukankah itu tidak penting, aku melakukan ini juga demi kebaikan master, dengan begitu kita bisa menguras apapun tentang nya entah harta nya, hatinya, jiwa nya, atau bahkan tubuhnya” Ucap Jinhoo yang bersemangat itu


“Oh…. Apakah kau menjadi gay dan menyukai tubub pria?” Ucap Jiwoo yang jijik dan memegang tubuhnya dengan tatapan jiji ke Jinhoo


“H-hei aku tidak bilang aku gay! Kau ini asal bicara! Sudahlah temani aku, kebetulan karna master tidak ada bukankah akan baik jika kita bermain main sebentar dan menguras dunia nya?… kebetulan dia adalah orang yang kaya” ucap Jinhoo dengan mata penuh bintang itu yang bersemangat dan mengacungkan jempolnya


“D-duit?” Tanya Jiwoo yang matanya penuh semangat dan berbintang bintabg seperti anak kecil itu.


“Y-ya dia memiliki banyak duit” ucap Jinhoo sembari sedikit menjauh dari Jiwoo yang nampak aneh itu.


“Kyaaaaa! Gasken! Mari jalan kita kuras duitnya!” Ucap Jiwoo yang bersemangat dengan mata penuh kegembiraan dan wajah penuh senyuman.


Jinhoo: ^_^|||


“Apakah malaikat ini otak nya rusak? Kenapa tiba tiba dia mirip iblis ketimbang malaikat” batin Jinhoo sembari terdiam dab menghela nafasnya.


“Baiklah mari pergi” ucap Jinhoo yang pergi mengambil kunci mobil dan mulai mengendarai mobil yang ada di garasi Yunhoo.


……


Setelah berjalan cukup jauh melewati banyak tempat dan melihat banyak bangunan, Jiwoo dan Jinhoo hadir dan berdiri di depan sebuah Guild.


Guild itu adalag Pedang Darah Milik Dari Dohan Byuek.


“Apakah kira harus masuk ke gedung ini?” Tanya Jiwoo yang berdiri di samping Jinhoo menggunkan Kacamata Berlensa hitam dengan jaz.


Jiwoo juga memegang sebuah minuman Boba di tangannya dan berdiri tidak jauh dari Jinhoo.


Jinhoo dan Jiwoo terlihat begitu mencolok hingga merwka bisa di bilang terlihat seperti artia atau anak konglomerat


Hawa jiwoo dan Jinhoo serta wajahnya.


Mereka terlihat begitu menarik perhatian banyak orang.


Untuk menghindari perhatian yang berlebihan Jinhoo segera memasuki Guild itu dan pergi ke meja Resepsionis dari Guild itu.


“Ada yang bisa saya bantu tuan?” Tanya seorang pegawau ke arah Jinhoo.


“Saya Ingin bertemu Dengan Guild master di sini” ucap Jinhoo.


“Maaf, apakah tuan sudah membuat Janji?” Tanya pegawai itu.


“Telpon saja dia dan Dia akan segera tahu bahwa aku ingin bertemu dengannya” ucap Jinhoo.


Jinhoo jelas merasakan kehadirannya karna Kontrak Budak nya dan kepemilikan atas kehidupan dari Guild Master itu.


“Baiklah mohon tunggu sebentar” ucap pegawai itu sembari segera menelepon ke Guild masternya.

__ADS_1


Setelah cukup lama menelepon Mereka di izinkan masuk dan Jiwoo serta Jinhoo menaiki Lift dan masuk ke lantai 30 tepat di mana Guild master berada.


Lantai 30 tidak banyak yang ada dan itu hanya langsung menuju ke ruang Guild master langsung.


Seluruh lantai 30 adalah ruang dari Milik Guild master itu.


Jiwoo dengan cepat sampai di lantai 30 itu.


Ting! Suara dari Bel Lift berbunyi dan Pintu lift terbuka


Sosok Dohan Byuek yang tidak asing lagi di mata Jinhoo berdiri memegang secangkir Wine yang indah itu


Jinhoo berjalan memasuki Ruang yang indah itu dab menatap Dohan Byuek yang cuek itu.


“Master mu datang tapi kau begitu cuek ya?” Ucap Jinhoo menatap dohan Byuek.


Jinhoo mengeluarkan Gelas dan menuangkan Wine yang ada di Meja tepat di depannya itu.


Ruangan ini indah dia besar dengan furnitur nya yang lengkap.


Mulai dari hiasan, meja dan bahkan karpet yang terbuat dari rumput.


Beberapa bintang bintang yang ada di atap ruangan dan beberapa Foto .


Ruangan ini terasa berada di rumah di banding di kantor.


Meski begitu perbedaan paling mencolok adalah bahwa ruangan ini begitu indah dan di tata dengan baik.


“Oh, jadi aku harus memanggil mu master dan menyambut mu juga ya?” Dengan raut kesal Dohan menatap Jinhoo sembaru meminum segelas wine nya.


Jiwoo yang di lain sisi hanya Minum boba menatap mereka berdua yang seperti sedang melakukan drama perfilman yang membosankan dengan dialog yang begitu canggung.


“Benar, jadi sekarang panggil aku master” ucap Jinhoo memprovokasi Dohan.


Dohan hanya bisa menurut dan memanggil nya master.


“Jadi master ada apa datang ke sini?” Tanya dohan ke Jinhoo.


Di hidupnya bahkan dia tidak pernah Berpikir bahwa seorang Dohan Byuek menjadi budak dari orang yang tidak dia kenal ini.


“Cih cih cih, kau begitu tidak sopan, kebetulan aku ingin sesuatu” Ucap Jinhoo sembari Merentangkan tangan nya dan telapak tangannya.


“Apa itu?” Tanya Dohan yang Bingung yang melihat tangan Jinhoo itu.


“Aku ingin uang, kebetulan aku butuh dalam Jumlah besar, aku ingin membeli sesuatu yang penting” ucap Jinhoo tanpa sedikitpun ******** di hatinya


Jiwoo hanya menonton melihat keganasan iblis itu yang memeras budak nya.


“B-baiklah, ini…” Ucap dohan sembari melempar kartu.


“Kartu ini memiliki setidaknya 50 Juta Dolar” ucap Dohan sembari menghela nafasnya.


“Oh murah hati sekali, baiklah aku terima, ouh ya kebetulan aku senggang bagaimana Jika kita main lagi? “ Ujar Jinhoo menatap Dohan.


“Benar karna kau menjadi budak, bagaimana jika taruhannya pelepasan budak? Jika kau kalah maka kau harus menambahkan 50 Juta lagi” ucap Jinhoo sembari tersenyum ramah.


“Kikiki, baiklah aku setuju” ucap Dohan yang sangat senang dan juga marah.


Dia begitu senang hingga amarah nya ikut meluap .


Dia menantikan hari di mana dia bisa bebas lagi.


Bahkan meski ini pertama kalinya dia meminta dan bergerak seperti master nya, dia juga begitu benci hidup dengan kekangan ini.


“Baiklah mari mulai, permainan apa itu?” Tanya Dohan.


Dohan duduk di sebrang mya meletakan Gelas wine itu dan duduk dengan Kaki nya yang menyilang.

__ADS_1


“ ini mudah, aku hanya akan bermain pernainan Gunting Batu kertas, tapi aku di sini hanya akan menggunakan Batu atau kertas menggunkaan Tangan kanan ku” ucap Jinhoo sembari duduk dan menyenderkan kepalanya di tangannya.


“ baiklah bagaimana apakah kau siap?” Tanya Jinhoo dengan senyuman nya dan duduk sepweti seorang yang sangat menguasai trik ini.


Dohan di sisi lain juga sedikit bingung dan bimbang, memang benar dua dapat unggul bisa menggunakan Gunting batu dan kertas, tetapi itu juga sama saja bahwa dia tetap bisa kalah.


Dohan masih belum memahami apa trik yang di mainkan oleh Jinhoo.


Jika dia menggunakan batu maka dia akan kalah dengan kertas sebaliknya Jika dia menggunakan kertas maka dia akan kalah dengan Gunting.


Sebenarnya dengan Hilangnya Gunting itu memang tidak dapat berakibat banyak kepada permainan.


Hanya saja jika dia ingin aman dia hanya perlu menggunakan kertas dan dia tidak akan kalah bahkan meski dia menggunakan kertas juga.


Jinhoo tidak memiliki Gunting jadi jika dia takut akan jebakan dia hanya perlu memastikan nya dengan menggunakan kertas.


Tapi apakah ini benar?…..


Meski permainan ini hanya gunting batu dan kertas kenapa hawanya begitu mengerikan ?…..


Perasaan aneh akan sesuatu terasa pada tubuhnya.


Firasatnya tidak baik dan dia memiliki Firasat ada sebuah Trik lagi yang di sembunyikannya.


Tapi Jika kita menggunakan Kontrak itu akan sedikit aman dan tidak akan ada hal aneh atau trik yang dapat di gunakan Olehnya.


“Aku setuju, tapi mari buat perjanjian agar tidak melanggar nya” ucap Dohan.


Jinhoo setuju mengeluarkan sebuah kertas perjanjian yang di beli di sistem Shop nya.



Jika pihak Dohan menang dia akan secara utuh di bebaskan dari ikatan budak dan tidak terikat oleh Pihak lainnya.


Dengan Bebasnya Pihak Dohan , Pihak lain tidak lagi di Perbolehkan Mendekati Pihak Dohan dan berhubungan Dengan Pihak Dohan lagi.


Jika Pihak kedua menang maka Pihak Dohan sebagai Yang kalah akan membayar 50 Juta dan tetap akan menjadi Budak dari Pihak Kedua.


Di permainan Gunting Batu kertas, Pihak Kedua hanya di perbolehkan Menggunakan Batu dan Kertas dengan Tangan Kanannya.


Ketika Pihak Kedua menang Duit 50 Juta harus segera di berikan Tanpa penundaan Lebih Lanjut


“Bagaimana kau senang?” Ucap Jinhoo bertanya ke Dohan.



Dohan memegang kertas perjanjian itu dan Menatap semua isi dari perjanjian itu.


“Baiklah mari buat perjanjian” ucap Dohan.


Dohan mengeluarkan pisau kecil menyata Tangannya dan membiarkan darahnya tertetes di Kertas itu.


Jinhoo juga menyayat tangannya dengan Pisau kecil dari bayangan dan menuangkan darahnya ke perjanjian itu.


Perjanjian segera bersinar dan pesab sistem muncul di antara keduanya.


“Oh benar, permainan ini hanya akan berlangsung Satu Ronde, jadi gunakan dengan baik “ Ucap Jinhoo sembari tersenyum.


“Tentu aku akan menggunakan nya sebaik mungkin” Jawab Dohan dengan wajah yang Penuh keringat itu.


Dia begitu tidak tenang dan cukup kaget dengan situasi ini.


Dohan merasa cukup senang tapi juga cukup kaku dan tidak tenang.


Ronde ini hanya ada satu, jika dia kalah maka kesempatan seperti ini dia tidak tahu kapan akan datang lagi.


Dia begitu tidak dapat tenang, jantung nya berdebar sangat kencang seakan akan dia akan mati tepat saat ini juga.

__ADS_1


Ini benar benar perasaan yang aneh, kenapa ya?….


Dia bahkan tidak mengerti kenapa dia merasakan ini..


__ADS_2