
Di sisi lain di sebuah Reruntuhon Yang begitu Usang dan hancur.
Akila berjalan dengan santai menelusuri Lorong demi lorong yang panjang.
Tidak berbeda jauh dari struktur bangunan yang sama seperti Yunhoo.
Semuanya hampir menyamainya dengan masing-masing di setiap Reruntuhan memiliki Golem dan 3 ruangan.
Sekarang akila sedang duduk dengan santai di atas kepala Golem yang telah hancur dan menjadi puing-puing itu.
Kali ini akila sudah menyelesaikan total 5 Runtuhan yang di suruh oleh Yunhoo.
Tidak ada hal berbeda lainnya.
Dia berjalan memasuki reruntuhan, menghancurkan, dan mencari.
Hanya mengulang satu hal yang sama.
Di perkirakan itu mencapai 10 menit dengan masing-masing satu menit setiap reruntuhan dan satu menit perjalanan menuju reruntuhan lainnya.
Kali ini Akila telah berhasil mencapai Reruntuhan terakhir dan Menyelesaikannya semuanya.
Di masing-masing reruntuhan, akila juga menemukan 5 Kunci yang di mana Quest ini terpenuhi.
Kunci itu juga telah menyatu dan Akila memegang nya di tangan kirinya sembari duduk di kepala Golem yang hancur.
“Sepertinya aku tidak pantas mengucapkan bahwa dia adalah oranh yang beruntung” ucap akila yang tersenyum dan sedikit tertawa.
Ini sungguh lucu.
Jika akila tidak membantunya , Yunhoo pasti tidak akan bisa menyelesaikan Lantai Ke 8 ini.
Akila tertawa lucu dan tersenyum.
Dia tidak bisa membayangkan Bagaimana wajah dan perasaan Yunhoo ketika dia tahu bahwa kunci itu ada di akila.
Bagi akila ini Lucu untuk melihat Yunhoo yang selama ini dia anggap beruntung ternyata malah mengalami kesialan nya itu.
Sungguh lucu dan mengasyikan.
Bagi Akila ini benar-benar pengalaman yang menarik.
Akila tersenyum kecil memgangkat kunci di tangan Kiri nya dan melempar lalu menamgkapnya kembali.
“Baiklah aku akan pergi untuk menuju ke Gunung ke 10 “ sembari tersenyum dengan rasa antusiasme nya yang tinggi itu.
Akila menghilang dan pergi dari reruntuhan itu menyisahkan ratusan Puing-puing golem yang hancur.
…….
“Kau bercanda bukan? Apakah aku begitu tidak beruntung? Ini sudah reruntuhan ke 7! “ ucap yunhoo yang memukul tembok dengan perasaan frustasi nya
Dia begitu kesal dan juga marah.
Dia juga sedikit tenang karna dia mengirim Akika ke 5 reruntuhan lainnya.
Meski begitu apa? Kenapa dia begitu tidak beruntung hari ini.
Yunhoo merasa sepertu keberuntungannya Hilang dan hanya menemukan segelintir Golem menyebalkan yang terus mengganggunya.
Sudah reruntuhan ke 7 dia sekaranh menyelesaikannya.
Kalai ini menyisahkan Tiga Reruntuhan lagi untuk menyelesaikan san mencaru Kunci.
Meski dia tidak berharap akan memakan waktu lama tapi ini sudah lewat beberapa jam setelah Yunhoo mencari banyaknya Reruntuhan.
Kali ini waktunya menyisahkan 1 jam 30 menit.
__ADS_1
Sangat lama dan memakan waktu karna Golem terus menerus menekan dan mengganggu Yunhoo di setiap Reruntuhan
Pertama sia tertipu karna itu adalah Tombol warna hitam yang sia anggap akan membawanya hadiah atau kunci.
Tapi setelah itu reruntuhan lainnya Juga menyisahkan hal sama.
Itu tombol tapi dengan warna yang berbeda-beda.
Pada awalnya Yunhoo curiga tapi dia tetap memutuskan memencet tombol itu karna itu satu-satu nya Petunjuk.
Setelah itu dia di tipu dan reruntuhan lainnya pun begitu.
Meski Yunhoo ingin tidak memencet nya, dia takut bahwa dia akan melewati kunci yang ternyata malah ada di reruntuhan yang dia tidak pencet tombolnya karna berpikir itu akan menjadi Golem yang bangun dari tidur nya.
Setelah melewati cukup bamyak Yunhoo telah mencapai 10 total Reruntuhan.
Seperti yang Yunhoo duga.
Itu semua zonk
Sungguh mengerikan untuk menghabiskan banyak waktu untuk bertempur dengan Golem jelek yang menyebalkan
“Sialan liat semua rambut dan pakaian ku? Ini terlalu parah!” Ucap Yunhoo.
Dia menatap wajah nya yang di penuhi kotoran dan debu serta pakaiannya yang beberapa kali tergores.
Karna itu Yunhoo menggunakan kekuatan bayangannya Untuk membuat pakaian meski itu masih lah tidak cukup nyaman.
Bagi Yunhoo pakiaan asli lebih nyaman ketimbang yang hanya di buat semirip dan sedetail Mungkin dengan pakaian bayangan.
Yunhoo berjalan keluar menatap Sebuah Hutan lebat dengan Pandangan yang Mulai menuju gelap.
“Akila pasti telah mendapatkan Kunci nya.” Ucap Yunhoo yang berjalan memberssihkan semua penampilannya dan debu dengan Kemampuan anginnya dan pergi terbang.
Bagi Yunhoo terbang dengan kemampuan dan Skill anginnya tidak begitu nyaman dan praktis.
Karna dia menggunakan Skill nya, itu di aktifkan dan menyuruh Yunhoo Untuk mengontrolnya.
Itu tidak nyaman untuk Yunhoo.
Jika dalam kondisi bertarung dengan Musuh yang berada di langit, sudah di pastikan itu tidak akan nyaman .
Dia harus mengontrol penggunaan Mana-nya dan mengatur keimbangan anginnya saat bertarung.
Terlebih lagi Yunhoo juga tidak bisa bebas berdiri atau bertarung di langit.
Selama Yunhoo hanya memakai mua untik terbanh ini mwmang lebih dari cukup.
Tapi mau bagaimanapun, Skill angin tetap menjadi angin.
Memang tidak cocok Untuk Skill angin di buat sebagai skill yang menjadi kemampuan utama dalam melakukan pertarungan tempur di udara.
Meski itu juga hanya menjadi pikiran yunhoo yang belum terjadi dan tidak tahu kapan akan terjadi, dia juga berpikir memang dia pasti akan membutuhkannya suatu hari nanti.
Bagi Yunhoo satu-satu nya jalan paling menarik adalah dengan bisa menggunakan Sihir.
Yunhoo yakin alternatuf terbaik selain mempunyai item terbang adalah dengan bisa menggunakan sihir.
Ketika Yunhoo membaca Novel dan Komik, sihir selalu menjadi suatu hal yang membuat Yunhoo kagum.
Bukan pedang atau pun tombak, bukan juga kemampuan perisai atau pun Support.
Bagi yunhoo hal paling menarik yang bisa menggabungkan semua unsur menjadi keajaiban adalah Sihir.
Yunhoo terkadang memang melihat pembangunan sihir yang berbeda-beda tiap cerita dan dunia novel.
Ada yang sihir nya sangat hebat dan bervariasi.
__ADS_1
Ada juga yang sihir nya hanya semacam atribut seperti api , air, Tanah, angin.
Dan ada juga macam macam sihir yang memiliki pembentukan yang beda beda di setiap dunia novel yang ia baca.
Bagi Yunhoo itu adalah hal menarik.
Dia juga penasaran seperti apa sihir di dunia ini , meski dia sudah melihat nya itu hanya sihir-sihir kecil yang bahkan Yunhoo sendiri tidak mengerti sihir seperti apa.
Bagi Yunhoo dia ingin memperlajarinya dengan baik. Dengan begitu itu Juga akan menjadi hal baik untuknya karna bisa mempunyai kemampuan sihir dan kendali atau ilmu sihir.
Sekarang dia harus fokus.
Magic key.
Dia harus mendapatkannya.
Bagaimanapun caranya dia harus mendapatkannya.
Dan kali ini dia harus segera menjadi lebih cepat lagi untuk bisa mencapai lantai 10.
Musuhnya akan menjadi semakin kuat, dan Rintangannya akan panjang.
Perjalanannya di sini bukan hanya untuk bisa mencapai dan mendapatkan Magic key.
Karna dia juga memiliki Qeust untuk masuk dan memasuki Dunia bawah, dia harus menjadi dan semakin bertambah Kuat lagi.
Untuk itu yunhoo akan berjuang dan lebih berjuang lagi Mendapatkan apa yang dia inginkan.
Kali ini sebagai Kim Yunhoo dia harus melakukannya dengan baik.
Yunhoo berjalan menatap Rembulan Indah yang bersinar semakin terang .
Yunhoo yang sudah berjalan dan terbang Cukup jauh menatap Akila duduk diam bersandar di puncak Gunung yang sedikir lebih luas yang menampakkan keindahan Pegunungan dan Hutan.
Itu bersinar terang tapi gelap dan dengan beberapa Cahaya Kecil Mana yang bersinar di setiap Atas Hutan.
Itu seperti Kunang kunang yang indah dengan bintang yang menyinari langit terang.
Dalam keindahan itu Akila menatap Yunhoo dan mengalihkannya lagi ke langit.
“Bukankah kau suka pemandangan ini?” Tanya akila.
“Ya aku menyukai pemandangan yang indah ini” ucap Yunhoo yang berdiri sembari memasuki Tangannya ke Kantung di mantel nya.
“Apakah kau akan melanjutkannya?” Tanya akila.
“Ya aku harus melanjutkannya.” Ucap Yunhoo.
“Itu adalah hal yang selalu di katakan Oleh orang Yang akan mati.“ ucap akila.
“Kau khawatir?….. aku tak akan mati, lagi pula perjalanan ku masih panjang.” Ucap Yunhoo tersenyum.
“Ketika aku sudah sampai di Lantai 45…. Aku akan mentraktir mu makanan yang lezat sebagai Ucapan perpisahan dari ku” ucap Yunhoo yang tersenyum.
“Perpisaha kah?…..” ucap akila yang merenung kecil dengan wajah sedihnya.
“Kau tidak perlu bersedih begitu, kau bisa menemukan ku lagi seperti biasanya jika kau menginginkannya, aku tak tahu apa yang terjadi pada mu, tapi kau harus tumbuh dewasa bukan?…. Kau harus kembali dan menemui keluarga mu” ucap Yunhoo yang mengelus pelan kepala Naga kecil yang bodoh itu.
Meski dia terlihat dewasa, hati nya masih terlalu rapuh dan mungil seperti bayi yang baru lahir.
Dia terkadang imut tapi juga menyeramkan.
Itu membuat Yunhoo cukup sedih jika nanti dia akan berpisah dengan akila, meski begitu dia harus Melanjutkan ini, dia juga berterimakasih kepada akila karna dia membantu dirinya untuk melangkah dan melangkah lagi.
Meski nanti dia akan berpisah, yunhoo berjanji bahwa dia akan menemui nya lagi dan mentraktirnya makanan lezat, entah berapa lama dia akan bertemu lagi, dia akan berjanji dalam dirinya .
Entah dia akan berubah seperti apa sifatnya, di mata Yunhoo akila akan tetap sama, dia akan terus mengingatnya. Mengingat dan mengingat perjalanan panjang menuju lantai 45 yang memakan waktu entah seberapa lama nantinya
__ADS_1