
“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Bukankah kau bilang kau sedang Mencari Item yang kau butuhkan Untuk Dimensi mu?” Tanya Akila.
“Ya, apa kau mengetahui sesuatu tentang Item penyatuan?” Tanya Yunhoo ke akila .
“Hm…. Jika kau bertanya tentang Item penyatuan aku rasa aku tidak begitu tahu, tapi apakah memang ada Item yang dapat menyatukan Dimensi dengan tubuh? Bukankah itu tidak masuk akal?” Ucap Akila yanh bingung dan Juga heran dengan otak Yunhoo.
Dia baru pertama kali bertemu Yunhoo dan dia juga baru pertama kali melihat manusia yang memiliki dua Guardian, selain itu dia Juga memiliki Dimensi khusus dan itu ada di dalam Tubuh nya.
Akila benar-benar tidak habis pikir bahkan otak nya terasa bergerak sangat lama untuk memproaes apa yang terjadi.
“Apakah kau itu semacam Orang yang di berkati Dewa?” Tanya Akila dengan wajah serius memelototi Yunhoo.
“Tidak tidak, bahkan aku tidak begitu menyukai dewa , kenapa juga aku bisa di berkati Olehnya.” Ucap Yunhoo yang berbicara dengan perasaan ragu dan Juga Gugup.
Dia berbicata tentang Fakta tapi dia juga memang merasa dirinya terlalu memiliki takdir yang baik untuk bisa di katakan di berkati dewa.
Meski begitu di dalam takdir yang baik itu juga terdapat banyak takdir buruk yang Akila tidak mengetahuinya.
Ketimbang di berkati dewa mungkin dia lebih menyukai istilah bahwa takdir itu sendiri yang seperti mendekat dengannya .
Itu seakan akan dia dapat mengontrol takdirnya secara bebas tapi juga dengan keterbatasan yang ada.
Berbeda dengan orang yang kadang tidak dapat mengontrol takdir nya dan terkadang takdir mereka di tentukan oleh Pilihan yang adaz
Berbeda dengan Yunhoo.
Itu seakan akan cabang jalur mua sangat banyak dan menentukan jalur mana yang akan dia pilih dengan bebas.
Kebebasan ini lah yang yunhoo juga sukai.
Meski dia tidak yakin tapi jika di bilang dia di berkati dewa, dia malah tidak meyakini keyakikan itu, yunhoo lebih meyakini bahwa dirinya di sukai Takdir ketimbang di berkati Dewa.
Baginya dewa tidaklah seramah dan sebaik itu.
Yunhoo juga mengerti bahwa dewa memang nyata setelah melihay Dimensi kebenasan yang di dalamnya bamyak hal tidak masuk akal secara naluriah.
Meski begitu dia juga tidak menyukai istilah atau kalimat seakan akan dewa memberkatinya.
Padahal dia selalu berpikir dewa tidak pernah memperhatikannya bahkan memberkatinya.
Mungkin jika dia di berkati dia tidak akan pernah menjadi pengangguran seperti dirinya sebelumnya.
“Aku harus mencari Item itu, tapi sebelum itu aku ingin pergi ke pelelangan, aku berharao aku menemukan sesuatu yang menarik” ucap Yunhoo.
“Kenapa kau tidak melihat perlelangan di Shop Sistem ?” Tanya Akila.
“Jika kau ingin aku juga bisa membawa mu ke perlelangan yang cukup ramai di hadiri di Dimensi kebebasan..” ucap Akila yang bertanya tanya dengan pendapat Yunhoo.
“Kau bilang kau akan membantu ku kan? Tapi jika aku meminta itu kau berarti tidak akan mengabulkan permintaan ku yang lain bukan?” Ucap Yunhoo yang berjalan ke di pinggiran Kota melintasi Jembatan layang tinggi di tengah Lautan yang panjang.
“Ya itu kurang lebih akan seperti itu” ucap Akila yang berpikir memegang pipinya.
“Jika begitu maka aku lebih memilih menolak, karna aku membutuhkan Bantuam Mu Untuk memanjat menara Hingga ke lantai 45.” Ucap Yunhoo yang berjalan dengan tangan nya berada di saku celananya dan tersenyum.
“Eh…. Itu … bukankah ith terlalu berlebihan untuk memanjat menara Hingga lantai 45.” Ucap Akila yang cukup kaget .
“Bukankah kau bilang ingin membantu ku? Lantai berapa kau di menara?” Tanya Yunhoo.
“Em…. Mungkin itu lantai 51.” Ucap Akila yang sedikit ragu.
“Kalau begitu maka tidak masalah bukan? Kau hanya perlu membantu ku sedikit untuk menaiki lantai lantai ini.” Ucap Yunhoo.
“Baiklah itu juga akan menjadu petualangan yang menarik jadi aku menantikannya” ucap Akila.
__ADS_1
Yunhoo tersenyum dan berbicata pelan dengan lembut.
“Kau harus menantikannya, karna itu akan menjadi petualangan paling hebat sepanjang masa.” Ucap Yunhoo Tersenyum dan melanjutkan perjalanan panjang.
Akila tersenyun mendekat ke arah yunhoo dan sedikit berlari dan terus mengobrol sembari mengabisi malam hari berjalan di kota yang panjang.
…..
Setelah mengabisi malam panjang berjalan , Yunhoo keesokan hari nya duduk dan makan di sebuah Restorant kecil dan memesan makanan hangat untuk pagi hari.
Dia dan akila tidak tidur seharian dan itu menguras cukup tenaga untuk berjalan mengitari Kota yang panjang seharian.
Jam Perlelangan adalah Malam tepat hari ini dan itu Pukul 7 Malam tepat.
Jika mempertimbangkan Kedatangan Tanpa undangan iru pasti akan segera di usi tepat sebelum dapat memasuki perlelangan.
Meski begitu Yunhoo memutuskan untuk diam dan tidak memikirkan hal lain.
Setelah memakan beberapa Makanan dan membeli beberapa Cemilah ,hari berlalu menjadi Larut dan senja mulai turun menjadi Gelap.
Langit malam penuh bintang yang mewah di hiasai dengan indah dan menawan.
Yunhoo mengenakan setelan Jaz rapih dengan Dasi dan Celana panjang Full Hitam.
Di sisi Lain akila mentranformasi Tubuhnya menjadi manusia Sepenuhnya dan menyembunyikan Tanduk nya.
Dia mengenakan Black Tulle Dress Yang indah dengan beberapa Tambahan Kedan kemewahan seperti Anting dan Kalung.
Dia juga menggunakan Tas Indah dengan beberapa Gelang Kecil penuh dengan hiasan yang indah tergeletak di Tangan mungilnya.
“Uh…. Aku rasa ini tidak di perlukan, ini begitu menyeskan” ucap akila yang terlihat menawan itu.
Yunhoo menatap diam dan pucat melihat nya.
“Kau tak perlu memaksakannya, aku memang membelikan ini agar kau terlihat lebih cantik untuk tidak di remehkan, tapi Jika kau tak Ingin maka tak apa untuk tidak menggunakannya.” Ucap Yunhoo sembari tersenyum dengan tulus tanpa perasaan menekan atau memaksa.
“Apa aku cantik?” Tanya Akila yang terlihat malu itu.
“Ya kau terlihat cantik” ucap Yunhoo sembari tersenyum.
“B-baik lah aku akan berusaha sebaik mungkin untik tidak menyusahkanmu.” Ucap Akila yang tersenyum dan tersipu malu.
Yunhoo hanya mengangguk dan membantu Akila berjalan pelan.
Dia menggunakan High Heels Hitam yang bercampur dengan Dress nya.
Dalam keadaan yang cukup susah berjalan karna tidak terbiasa itu.
Yunhoo menggandeng dan menggenggam tangannya dengan erat dan membantunya berjalan.
Setelah beberapa putaran berjalan dan beberapa langkah kaki, Naga Polos dan Muda itu sudah terbiasa dengan Mudah dan menjalani perjalanan yang sedikit lebih baik meski beberapa terkadang kesusahan dan suka terpeleset.
Yunhoo tidak menunda waktu lagi dan dia berjalan menuju Kediaman Perlelangan yang akan di selenggarakan .
Itu tepat tidak jauh dari tempat nya dan hanya beberapa meter di depannya.
Itu adalah Rumah besar Yang Indah dengan Beberapa Pelayan dan Penjaga yang ada di depannya.
Beberapa mobil terpakir rapih di halaman Rumah besar itu dan Sebuah Air mancur kecil yang memutari kediaman terlihat di situ.
Yunhoo berjalan memasuki Kediaman Mansion besar itu yang di jaga oleh banyak penjaga itu.
“H-hei apakah kau sudah menantikan perlelangan ini? Aku menantikannya, kira kira item apa yang akan ada ya?” Ucap beberapa Wanita yang berjalan bersama Wanita lainnya.
__ADS_1
“Ya! Aku juga menantikan nya, aku ingin sekali mendapatkan Item berguna untuk Membantu ku !” Ucap wanita bersemangat yang saling berbondong-bondong datang.
Bukan hanya itu beberapa pria tampan di ikuti pengawal dan beberapa sekertaris nya juga terlihat.
Mulai dari para Pemimpin Guild atau bahkan Para player Rank tinggi semua nya di undang Ke pelelangan ini.
“Seperti yang ku duga, selalu tampil mewah ya…. Kehidupan ini benar benar membuat ku bisa merasakan bagaimana orang-orang kaya semuanya Tampil dan bekerja.” Ucap Yunhoo yang merapikan Dasi dan jaz nya.
“Baiklah mari kita masuk” Ucap Yunhoo berjalan bersama Akila dan mulai Memperhatikan Postur wajah dan Ekspresinya menjadi lebih Dingin.
Dia berjalan dengan hawa yang cukup keren dan menatap Penjaga yeng menghalang nya.
“Tiket Anda Tuan.” Ucap penjaga itu Yang cukup ramah dan memberhentikan Yunhoo.
“Panggil Penyelenggara Perlelangan ini dia akan membukakak Pintu untuk ku.” Ucap Yunhoo.
“Maaf , apakah tuan Punya janji dengan Nona besar?” Ucap Penjaga itu yang bertanya ke yunhoo.
“Kau bisa memanggil nya, aku hanya ingin masuk ke Perlelangan.” Ucap Yunhoo.
“Maaf tapi jika tuan tidak memiliki Undangan , tuan tidak bisa masuk ke sini.” Ucap Penjaga itu.
“Hei! Apa perlu aku membunuh nya? Dia tampak begitu mengesalkan.” Ucap Akila yang menarik baju Yunhoo dan berbisik ke arahnya.
“Tidak, itu tidak perlu .” Ucap Yunhoo berbisik pelan.
“Eh.. siapa orang itu? , ya! Dia tamoak nya tidak memiliki tiket masuk, tapi dia cukup tampan!” Ucap beberapa wanita memerhatikan Yunhoo dan akila.
Yunhoo hanya bisa memegang kepala nya yang terasa sakit itu.
Dia memang sudah bisa memprediksi bakal begini tapi jika Eunkyung tidak ada di sini dia pasti tetap tidak akan bisa masuk.
“Bisakah kau Memanggil Pemimpin Perlelangan ini, dia pasti mengenal ku.” Ucap Yunhoo yang mengotot berbicara kepada penjaga itu.
“Tuan Anda tisak bisa masuk silahkan pergi.” Ucap penjaga itu yang menghadang dan mendorong Dada Yunhoo.
“…..”
“Begitu kah, aku cukup sabar jika memang tidak bisa masuk tapi kau tidak perku mendorong ku bukan?” Ucap Yunhoo menatap dingin dengan suara yang cukup mengintimidasi menatap penjaga itu.
Dia membenarkan Keras baju nya menatap sinis dengan Hawa dan Niat membunuh nya.
Bukan hanya dia tapi akila juga menatap dengan tatapn kosonh seakan akan ingin membunuh nya sekarang juga
“Tunggu tuan, sepertinya pemuda ini tersesat, dia adalah Kenalan ku? Bisakah aku membawanya masuk?” Ucap Seorang Pemuda tampan berambut pirang dengan pakaian rapih.
Dja mempunyai mata yang berwarna sama dengan rambut nya dengan kulit putih dan Tinggi.
“Ah tuan Hyun Lee maafkan atas kelancangan saya.” Ucap penjaga itu dan membiarkan Mereka masuk.
Yunhoo hanya bisa diam dan menatap Pemuda Berambut Pirang itu yang berjalan.
“Kenapa kau menolong ku” ucap Yunhoo bertanya sembari berjalan menelusuri Lorong bersama akila, dan Hyun Lee.
Dia tiba di teater besar dengan Beberapa bangku panjang yang berjajar hingga ke lantai atas.
Itu mempunyai masing-masing tablet besar di Kursi mereka yang menampilkan Acara dan beberapa Tampilan Item yang akan segera di jual.
Yunhoo duduk bersama Akila dan Hyun lee.
Hyun lee tersenyum dan menjawab pertanyaan Yunhoo.
“Aku merasakan Perasaan Takut Dari mu.” Ucap Nya yang membuat Yunhoo diam dan Kaku.
__ADS_1