
Dagger kecil Yunhwa mendarat Tepat di Perut Mayat itu dan membelah perut nya dengan dagernya.
Darah keluar.
Meski darah itu terlihat busuk dan sangat tidak segar.
Cairah cairah berwarna Hitam Juga keluar.
Meski begitu wajah Mayat itu tanpa ekspresi dan menatap Yunhwa yang tepat di depan Matanya.
Wajah Yunhwa di pegang dengan erat di angkat Oleh mayat itu.
Yunhwa berusaha keluar menyerang dengan Dagger kecil itu dan mengerahkan serigala.
Tapi lagi-lagi serigala itu mati seketika dan serangan gagal.
Kepala Yunhwa di tekan sangat keras .
Yunhwa merasakan tekanan kuat dan energi tidak enak yang terus menekannya.
Kepalanya terasa ingin pecah dan pandangan nya menjadi tidak jelas.
Yunhwa yang terus menekan dan berusaha keluar dari Genggaman Tangan Mayat itu tidak bisa berkutik lagi dan tidak sadarkan diri.
Mayat itu melempar Yunhwa dan Yunhwa tergelatak Jatuh di Tanah yang datar itu dengan kencang.
Namwoo yang menatap itu Sangat marah dan mengeluarkan Perisainya.
“Sialan! Apa yang kau lakukan brengs*k” Ucap Namwoo dengan kesal.
“Tunggu!” Mari kita serang secara bersamaan! Kita tidak akan bisa mengalahkannya” Ucap Tiytiz sembari menatap Mayat itu yang berbalik menatap mereka.
“Elbirz Dwin, berubahlah jadi Manusia serigala, dan Kim Jangso Fokuskan Buff kepada Ku dan Park Jangsun”ucap tiytiz dengan serius.
“Kau namamu siapa” Ucap tiytiz bertanya ke Namwoo.
“Namwoo” Jawab Namwoo dengan simple tanpa ingin pusing .
“Sepertinya kau Pengguna perisai, jadi kau Di depan bersama ku “ Ucap Tiytiz menatap Namwoo.
Namwoo hanya mengangguk tanpa pusinh dan bersiap.
“Dimhyun Jin, kau Menyerang di sisi lain dan membuat Mayat itu kerepotan, biarkan aku dan yang lainnya mengurus bagian depan”
“Jingu, toloh support dengan panah mu” ucap Tiytiz sembari tersenyum ke arahnya.
“Oh ya, sisanya yang belum ku sebutkan mohon bantuannya dengan pemikiran kalian sendiri dan inisiatif kalian, lakukan yang terbaik!”
“Bukan demi aku atau siapapun, tapi demi bertahan hidup! Lakukanlah yang terbaik” Teriak Tiytiz dengan kencang dan menggengam pedang nya dengan erat.
“Sekarang mari Mulai kembali” dengan wajah serius dan amarah yang meluap tiytiz mengalirkan Mana di setiap Tubuhnya dan menguatkan tubuhnya.
Pedang nya juga di kuatkan Olehnya dan Mulai bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
Buff yang di berikan Kim Jangso benar-benar efektif, jika di pikirkan mungkin ini adalah kekuatan yang hebat .
Tapi itu belum cukup.
Lawan mereka.
Ini adalah monster di atas monster.
Dia adalah sesuatu yang sangat kuat bagi mereka sekarang.
Meski tidak mungkin mengalahkan nya.
Setidaknya….
…. Mereka ingin berjuang hingga darah penghabisan mereka.
Bukan demi 10.000 ribu orang yang berada di luar.
Hanya demi bertahan hidup.
Hanya demi itu, mereka harus membakar semua semangat mereka dan amarah mereka.
__ADS_1
Lakukan yang terbaik seakan akan mereka sedang meluapkan amarah mereka dan mencabik cabik dunia.
Benar hanya ini satu satunya cara.
Bahkan Jika mereka tahu mereka akal kalah.
Mereka akan mencoba.
Mencoba melihat apakah kesempatan dan keajaiban itu memang nyata.
Serangan demi serangan meluncur seakan akan membabi buta menyerang mayat itu.
Panah juga meluncur cepat menyerang ke arah mata Mayat ith.
Untuk mengalihkan pandangan nya Panah terus di luncurkan.
Dengan kecepatan panah yang sangat cepat itu, dia terus menlu cur dengan kekuatan dasyat nya terbang ke arah Mayat itu.
Eyliz Hoollim Menerjang melempar 5 belati ke arah Mayat itu yang berusaha menangkap anak panah yang terbang ke arahnya.
5 belati yang di Lemparkan itu mengandung Kekuatan Mana dan Racun pelumpuh untuk melumpuhkan Mayat itu.
Eyliz Hoollim Juga bergerak secepat Kilat menyerang daru sisi samping dengan belati nya.
Sayangnya serangan itu di tangkis dan Eyliz Mundur.
5 belati yang di Lempar itu mendarat di Belakang Punggung Mayat itu.
Mayat itu marah mengeluarkan aura kuat nya sekali lagi.
Belati belati yang tertanam di tubuhnya hancur menjadi debu dan anak panah yang di tembakan Hancur satu persatu.
Tubuhnya yang terkena efek Racun itu melumpuh sejenak dan tidak dapat bergerak dengan benar.
Meski begitu kekuatan nya menekan semua orang yang ada di depannya.
Kali ini mayat itu mengalirkan Mananya Dan Membuat Ledakan Mana besar di depannya.
Ledakan itu di tahan oleh perisai Park Jangsun Dan Namwoo .
Beberapa barang di kastil itu juga hancur dan berantakan.
Kastil ini menjadi pertumpahan darah yang begitu mengerikan.
Kastil dengan Darah gelap yang selalu hadir di setiap sisi kastil ini.
Bau busuk dan mayat yang tercium.
Ini benar benar kastil terburuk yang pernah ada.
Mayat itu mulai berlari menuangkan Pukulan kencang dengan ledakan Kekuatan Mana di pukulannya.
Park Jangsun dan Namwoo berusaha menahan menggunakan Barier terkuat mereka dan Mana yang mengalir di setiap Sisi perisau mereka.
Kekuatan dan daya ledak nya terlalu kuat untuk bahkan bisa di tahan.
Perisai yang menahan itu hampir hancur dengan retakan kecil di bagian sisi perisai nya.
“Cih… Hei perisai ini tidak akan bertahan Lama” Ucap Park Jangsun berbicara ke belakang mereka yang di sana tepat berdiri player lainnya.
“Itu sudah pasti bukan?…. Kekuatan pukulan nya saja sekuat itu dan kau berharap itu bertahan?” Ucap Eyliz Hoollim dengan raut muka Jijiknya.
Park Jangsun:(¬_¬;)
“Bersiap dan jangan lengan! “ Ucap Tiytiz sembari Bergerak mengayunkan Pedang nya lagi.
Pedang nya bergerak seperti kilat membabi buta menyerang.
Ilmu pedang nya yang payah itu dan gerakan nya yang buruk.
Meski begitu dia terus menyerang , meski dia menyadarinya.
Dia juga paham bahwa sehabis skenario ini pandanganya akan berubah dan dia harus belajar ilmu pedang dengan benar.
Ya…. Dia bukan dewa.
__ADS_1
Semenjak kekalahan itu dia menyadarinya.
Dia bukan dewa…
….. dia hanya manusia yang di liputi kesalahan.
Betul ini akan menjadi titik balik baginya.
Dia berusaha keras untuk bertahan dan memulai semuanya dengan benar.
Titik balik ini..
Dia harus bisa bertahan di titik balik ini.
Serangan itu bertubi tubi bergerak ke mayat itu.
Mayat itu menghindar semua serangan itu seakan akan itu terlalu mudah baginya.
Benar kecepatan Mayat itu bahkan lebih cepat di banding Tiytiz.
Meski tubuhnya sudah banyak luka dan buruk.
Kecepatannya dan ketepatan nya menghindar seperti makhluk hidup yang sempurna.
Ini benar benar mengerikan!
Bilah pedang Tiytiz mengarah Ke mata Kiri Mayat itu dan bergerak menusuk ke arahnya.
Sebelum tepat sampai hingga matanya, Mayat itu memecahkan Pedang itu menjadi puing-puing dan melemparnya dengan keras mendarat ke tanah .
“Kugh!”
Tiytiz terjatuh terpapar lemah di bawa tanah.
Tanganya lemas dan darah mengalir di sekujup kepalanya.
Itu sangat sakit hingga membuatnya tidak dapat menahan rasa sakit itu.
Kepalanya terasa ingin pecah dan otaknya bergetar tidak karuhan.
Kekuatan yang menghantam kepalanya dengan keras.
Itu sungguh menyakitkan.
Pandangan pudar, otaknya tidak berjalan dengan baik, dan semua inci di kepalanya terasa sangat sakit tak karuhan.
Meski Tiytiz berusaha menahan, itu terasa sangat sakit .
Tenaganya juga sudah mulai habis.
“H-hei bukankah ini saatnya kita kabur?” Ucap Dimhyun Jin Dengan Raut wajah penuh kepanikannya.
“Kau lihat? Monster itu masih segar bugar!” Lanjut Dimhyun Jin dengan keringat mengalir di sekujur Tubuhnya.
Mayat itu berjalan mendekat ke sisa player lainnya.
“Jangan panik dan serang terus!” Ucap Namwoo dan berdiri menghalangi dengan perisai nya.
Namwoo berdiri tepat di depan mayat itu dengan perisai menahan pergerakan Mayat itu.
“H-hei apa yang kau lakukan!” Ucap Eyliz Hoollim Menatap Namwoo bergerak sendiri menahan mayat itu.
Mayat itu menatap ke bawah melihat ke namwoo.
Tangan mayat itu di aliri mana sekali lagi dan pukulan mendarat kencang di perisai nya.
Namwoo terjatuh dan terpental .
Perisainya hancur tanpa sisa dan Mayat itu bergerak lagi lanjut berjalan ke sisa sisa player itu.
Semuanya tidak dapat bergerak dan hanya diam tanpa melawan.
Mereka benar benar sangat takut dan tidak mampu berdiri melawan lagi.
Monster ini terlalu mengerikan!
__ADS_1