
Yunhoo mematap diam memandang dari kejauhan yang sangat jauh dari barisan bersama akila.
“Woah pertunjukannya akan di mulai.” Ucap Yunhoo yang makan dengan santai dan mematao banyaknya Orang yang berjuang itu.
“Bukankah ini terlalu Brutal?” Ucap akila yang menatap dengan Bingung mayat di bawah Yunhoo yang menjadi Tempat Duduk untuk Yunhoo.
“Eh…. Benar ya ini memang cukup tidak patut di tiru, tapu kau bisa duduk di sini loh, kulit nya sangat nyaman.” Ucap Yunhoo yang duduk di bawah seseorang itu dengan perasaan tidak bersala apapun.
Yang yunhoo sekarang duduki adalah orang besar seperti Orc dengan badan Hitam dan beberapa tato.
Dia mempunyai rambut Gondrong dengan Gigi lancip layaknya orc.
Yang membedakan adalah bahwa dia tidak memiliki Kulit Hijau tetapi hitam .
“Hm…” akila menatap sedikit Jijik dan mulai duduk mengikuti Yunhoo.
“Ah! Kau benar ini nyaman” ucap akila yang langsung mempunyai wajah cerah dan berbintang itu.
Dia mulai menonton seperti yang Yunhoo bilang sembari memakan cemilan yang ada di tangan Yunhoo.
“Benar benar menjadi tontonan yang layak.” Ucap Yunhoo mengunyah makanan nya .
Kali Ini Semua orang sudah bersiap melawan Ghost itu.
Yunhoo sendiri sudah mematap Ghost itu sejak awal dan melihatnya.
Ghost yang ada di sisi Yunhoo juga sayangnya ikut terhisap dan membantu Ghost itu yang sekarang bervevolusi
Meski sangat di sayangkan tapi Yunhoo membiarkannya.
Demi pertunjukan yang menarik mereka harus sedikit di Uji.
Selain demi kebaikan mereka sendiri mereka juga akan menjadi cukup kuat melawan beberapa Bos lain di lantai berikutnya.
Meski Yunhoo tidak berniat menguji tapi dia di sini Juga sekaligus karna cukup lelah.
Jika bertanya mengapa Yunhoo malah memilih diam, jawabannya adalah karna dia lelah.
Melakukan Raid tanpa istirahat dan hanya istirahat sehari itu terlalu berlebihan.
Mengingat kehidupan Yunhoo yang dulu, dia begitu menyukai kehidupan yang malas malasan dan tanpa ambisi.
Meski terdengar Konyol tapi menjadi pengangguran nyatanya sedikit menyenangkan.
Tidak perlu repot melakukan pekerjaan dan bisa melakukan apapun dengan bebas.
Bisa bersantai dan bahkan bisa tidur dengan nyenyak dan selalu di ranjang.
Ini adalah hal Nikmat yang dirinya dulu rasakannya.
Hanya saja satu masalah adalah bahwa duitnya habis dan tidak memiliki banyak uang.
Yunhoo sangat Ingin bermalasan, mungkin ketika dia Sudah mencapai Tujuannya untuk menaiki Menara ini , dia akan bersantai dan kembali menjadi pengangguran.
Hanya saja pengangguran yang kali ini akan berbeda.
Dia akan membeli rumah besar dan tinggal di sana bersama sama teman-temannya.
Dia juga akan memiliki istri dan anak.
Mungkin itu akan seru.
Dia akan terus berjalan dan menghabiskan waktunya tanpa bekerja.
__ADS_1
Untuk itu sepertinya Yunhoo harus sedikit bekerja keras.
Demi kehidupan damai dan tenang Mungkin dia juga harus sedikit berusaha Untuk membuat dirinya Kuat dan tidak ada yang mengusiknya
Dengan begitu dia akan tenang dan Hidup damai bersama Istrinya
“Hah…. Mengkhayal begitu menyenangkan tapi juga menyeramkan….” Ucap Yunhoo dalam batinnya dan menghela nafas.
Meski di bilang itu adalah harapan Yunhoo, dia juga sedikit paham itu tidak akan tercapai dengan mudah.
Selain itu dia Juga harua mempunyai sumber daya dan juga banyak hal lainnya.
Kali ini dia harua memastikannya.
Dia akan menjadi pengangguran layaknya seperti dirinya dulu, tapi yang membedakan adalah pengangguran yang kaya dan Juga Kuat.
Mungkin itu akan menyenangkan.
Pengangguran yang Kaya dan Kuat.
Membayangkan nya saja Yunhoo cukup senang dan terdengar keren.
Itu mungkin akan keren tapi itu akan memakan waktu yang cukup panjang.
Kali ini Yunhoo harus fokus
Untuk masa depannya dan Juga Quest nya.
“Mari fokus menonton lagi” ucap Yunhoo.
“Tapi apakah tidak apa apa? Kau hanya menonton loh” tanya akila sembari memasang ekspresi Bingung dengan apa yang Yunhoo Inginkan.
“Tidak apa-apa, karna aku di lantai ini hanya berfokus untuk memcari sebuah Barang” ucap Yunhoo yang bersantai dan mengselonjorkan kakinya agar tidak kaku .
“Apakah itu item yang waktu itu kau tanya di Pedagang Informasi?” Tanya akilq.
“Heh…. Apakah kau kesal? Fufufu, masa mencari sebuah item saja tidak bisa” ucap akula mengevek Yunhoo.
“Kalau begitu bagaimana Jika kau Mencarinya?” ucap Yunhoo dengan kesal.
“Tidak mau!” Ucap akila membuang wajah nya dan menyilangkan tangannya dengan cemberut.
“Heh bilang saja kau tidak bisa!” Ucap Yunhoo membuat wajah acuh tak acuh dan kesal itu
“Heh bagi ku! Itu mudah!” Ucap akila dengan kesal seperti remaja puber yang tidak Ingin kalah.
“Begitu? Coba cari” ucap yunhoo yang menunjuk ke kerumunan orang dan menyuruh akila mencarinya
“Kagh…. Kau meremehkan ku ya?” Ucap akula dengan serius membuat wajah melotot nya di bawah Jubah hitam itu.
“Fufufu, bagaimana jika kau mencobanya? Itu adalah Item Bernama Magic key, dan berdasarkan informasi itu ada di seseorang.” Ucap yunhoo memberikan sedikit petunjuk ke akila dan bersandar sembari menonton Para pejuang yang berjuang melawan Ghost itu.
Akila mencibir kesal dan memasang ekkpresi cemberut nya lalu mengembungkan pipinya.
“Baiklah! Kau akan menyesal!” Ucap akila dengan pede nya dan Mulai memasang mata nya lebar lebar.
Matanya dalam sekejap berubah layaknya mata naga dengan Pupil besar dan warna yang menjadi lebih cerah dan terang.
Di bawah Jubah itu, mata nya terasa begitu menakukan dan terlihat hanya seperti sosok mata yang terlihat jika di Lihat dari luar.
Tekanan dari tatapan nya itu bahkan bisa mengguncang dengan serius Bangunan dan Dungeon di mana mereka berada.
Akila menahan kekuatannya dengan paksa dan berusaha mati-matian untuk tidak melakukan hal Konyol dan hanya berfokus untuk mencari sebuah Item
__ADS_1
Beberapa orang yang merasa tiba tiba aneh dan gempa itu mulai memperhatikan sekotar mereka dengan Bingung dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
Serangan juga sejenak berhenti karna tekanan dan aura yang Kuat.
Meski begitu , itu langsung berlanjut lagi di ikuti oleh reda nya gempa dan berjibun jibun serangan dari Ghost itu yang menunggu.
Beberapa orang kewalahan dan bagian para ksatria menghancurkan sembari menahan serangan yang datang.
Para supporter juga mendukung dan membuat semacam Penghalang transparan besar yang melindungi barisan dari para prajurit yang berperang di bagian depan.
Yunhoo di sisi lain masih mengunyah dan memakan cemilannya dengan nyaman menatap akila yang diam dan terus menatap dan membuka matanya lebar lebar.
1 menit berlalu.
Di mana semua orang masih sibuk bertarung, akila di sisi lain masih terua melotot dan bahkan tanpa ngedip sekalipun.
2 menit berlalu.
Akila masih dengan posisi sama membuka matanya lebar kebar dengan perasaan yang berat dan beberapa bekas hitam dan kerutan di bawah matanya.
3 menit berlalu.
Akila masih terus menatap dan tidak memalinhkam pandangannya ke semua orang yang berperang itu.
Bahkan 3 menit adalah waktu yang sangat sangat banyak dan lebih dari cukup bagi seorang selevel Akila, meski begitu dia yang terus melotot kali ini bahkan selama 3 menit masih belum menemukan apapun kali ini.
Yunhoo dalam ekspresi diam sembari memakan cemilanmya memgambil beberapa tatapn ke arah akila dan berbicara.
“Ada apa? Bukankah sudah saat nya kau menyerah?” Ucap Yunhoo.
“Tidak! Aku tidak akan nyerah” jawab akila dengan wajah jelek dan mata yang terus berusaha melotot itu.
Bahkan tanpa berkedip sedetikpun itu mustahil bahkan untuk seorang Yang sudah mencapai Level akila
Ini adalah kekalahannya karna dia tidak bisa menahan kedipan mata dan memcari hanya dalam sekali kedip.
Selain itu yang lebih menyebalkan bukan Cuma dia gagal mencari hanya dalam sekali kedip tapi dia juga gagal menemukan barang nya.
Ini membuat akila frustasi karna telah berusaha keras tapi tidak menemukan apapun.
Yunhoo di sisi lain hanya tertawa menatap akila yang berusaha keras dan memegang pundak nya lalu menyuruh ya untuk lebih santai.
“Tenang, aku punya tebakan bahwa dia menyembunyikannya di Inventory sistem jadi sabarlah hingga keajaiban muncul” ucap Yunhoo yang berbicara ke akila.
Akila membalikkan wakahnya dan memperlihatkan tatapan bertanya tanya dan tidak masuk dari ucapak Yunhoo itu.
Wajahnya bahkan seakan akan bisa di baca dia sedang memikirkan dan berbicara apa.
“Kau gila? Kau pikir keajaiban seperti itu akan ada? Tidak masuk akal! Orang gila! Berharap pada keajaiban ada itu tidak mungkin!” Kata kata yang jelas terpampang di wajah akila yang dengan cemberut dan wajah anehnya itu menatap Yunhoo dengan kesal.
“Cih, aku mengaku bahwa aku tidak menemukannya tapi kau berharap pada keajaiban itu tidak mungkin! Kau pikir kau anak keberuntungan Takdir yang dapat melakukan keajaiban?!” Ucap akila menghela nafasnya dengan kesal seperti remaja yang begitu tidak percaya akan Keajaiban.
Yunhoo tersenyum dan menghela nafasnya.
“Aku tidak begitu percaya pada keajaiban tapi aku percaya bahwa mereka ada dan itu memang bisa di terjadi” ucap yunhoo dengan suara lembut dan halus.
“Bukankah itu sama saja?” Ucap akila dengan Bingung membuat wajah bertanya-tanya nya.
“Tidak itu sedikit berbeda.” Ucap Yunhoo dengan senyuman halus sembari terus memakan cemilan nya.
“Baiklah baiklah aku tidak paham, jadi bagaimana kau akan mencarinya?” Tanya akila.
“Aku hanya akan diam dan melihat dulu dari sini, aku juga masih memikirkan harus melakukan apa.” Ucap Yunhoo mengunyah dengan keras makanan di tangannya dan memberikan sisa nya kepada akila.
__ADS_1
Akila mengambilnya dan memakan makanan yang di berikan Yunhoo sembari menatap ke arah di mana pertarungan masih berlanjut itu.
“Begitukah? Baiklah aku juga penasaran bagaimana Lantai 10 ini berlanjut jadi aku akan membantu sebisaku “ ucap akila sembari membawa makanan ke mulut nya dan mengunyah nya dengan lembut.