Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Apakah kau ingin kekuatan


__ADS_3

Untuk Membantu mandukung author Jangan Lupa Berikan** Like Tinggalkan Komen dan Berikan Vote pada karya author ,Setiap dukungan dari kalian akan membantu menyemangati author dan membuat author lebih bersemangat lagi Dalam Membuat Karya-karya lainnya dan Bab selanjutnya.**


🌿🌿🌿🌿☘️☘️☘️☘️☘️


Kekuatan…


Jika di pikir dengan baik bukan bantuan tetapi kekuatan.


Kalimat yang sering di gunakan oleh Iblis yang menawarkan Kekuatan kepada Para player, dan di mana mereka termakan oleh asutan itu dengan ucapan kuat dan mati di tangan Iblis itu sendiri.


Sangat banyak cerita di novel-novel yang menceritakan dimana para player termakan hasutan itu dan menjadi budaj para iblis.


Mereka menjadi mainan yang di gunakan para iblis dengan omonh kosong semacam kekuatan.


“Sial aku memang terlalu gegabah ,apakah aku menandatangani kontrak atau semacamnya dengan iblis?” Ucap Yunhoo dalam hatinya sembari memegang kepalanya dan menggelengkan nya.


Jika yang di tawarkan bantuan, itu berbeda dengan yang di tawarkan kekuatan.


Bantuan adalah semacam bantuan yang di berikan kepada player yang kesusahan oleh seseorang atau semacamnya.


Tetapi jika yang di tawarkan kekuatan itu bisa menjadi banyak macam hal di artikan.


Pertama bisa saja itu kekuatan yang di berikan seseorang dengan menandatangani kontrak atau semacamnya dengan mereka.


Biasanya kontrak itu akan aktif ketika mereka bersekapat antara kedua belah pihak itu.


Masalahnya adalah kekuatan ini di berikan oleh siapa?


Jika itu iblis Yunhoo akan terlalu sangat sial untuk dapat menerima ini.


Jika dia benar benar menjadi mainan iblis, sangat sulit untuk lepas dari kontrak, bahkan Yunhoo sendiri tidak memahami bagaimana melepas kontrak itu.


Mungkin di awal mereka terlihat setara dan adil, tetapi ketika semuanya telah semakin larut Yunhoo hanya akan menjadi wadah bagi iblis -iblis itu.


Terlalu sial baginya meratapi nasih nya yang biasanya di penuhi keberuntungan.


Pikirannya kacau untuk hanya memikirkan apa yang telah dia lakukan.


“Mungkin perasaan ini adalah perasaan bersalah di mana tidak sengaja melakukan sesuatu yang tidak senonoh ketika sedang mabuk dan menyesalinya.”


“Sial ini keterlaluan” ucap nya dalam hati ya masih dengan kekesalan dan pemikiran yang kacau.


Meski Yunhoo berusaha untuk tetap Tenang yunhoo juga teringat akan sesuatu.


Ketika dia menciptakan dimensi ada satu pesan sistem yang mengingatkan nya.


‘Keberadaan tingkat atas mulai memperhatikannya’ itulah kalimat itu.


Ketika kalimat itu muncul di ingatan nya, sulit baginya untuk sedikit tenang dan tetap dalam kondisi optimis.


Meski Yunhoo menyakinkan dirinya untuk tetap optimis dan tetap berpikir yang masuk akal, ketika tebakan itu benar, itu benar benar menyakitkannya.


Kontrak dengan iblis….


“Fu*k ****!” Batin Yunhoo mencela dirinya dan emosi .


Yunhoo memutuskan untuk berhenti sejenak dari pikirannya dan kembali mengecek semua keadaan ketika dia telah kembali ke Rumahnya.


Jiwoo dan Jinhoo yang tidak memahami kenapa Muka master mereka nampak kesal hanya bertanya tanya dan melihat master mereka seperti menggeram dan beraut wajah kesal.


Mereka masih fokus menyembuhkan Yunhoo dengan segenap Kekuatan mereka , Luka yang ada di tubuh Yunhoo tidak bisa di anggap terlalu remeh karna Energi Gelap itu terlah mengikis tubuhnya dan membuat nya menjadi tercemar oleh energi kegelapan.


Untuk menghilangkan energi itu ,atribut Jiwoo yang adalah kemurnia dan cahaya, cukup bermanfaat untuk menyembuhkan dan menghapus energi energi jahat itu.


Jinhoo yang di lain sisi hanya bisa merapal mantra juga membantu menyembuhkan cidera dalam dan Luar tubuh master nya dengan sihirnya.


Sihir penyembuhnya adalah sihir tingkat 3 yang masih cukup kecil, tetapi penyembuhan nya masih tergolong efektif dengan kemampuan nya itu.


Kemampuan Mana besar yang ada di dalam tubuh Jinhoo juga membantunya dalam menggunakan Sihir dalam waktu Lama.


Bagi Jiwoo dan Jinhoo yang di berkati Mana dan mempunyai Banyak Mana dan sirkuit mana dari makhluk lainnya, sungguh hebat dan juga beruntung.


Meski begitu bagi mereka yang adalah guardian dari Ras manusia bernama Kim Yunhoo ini.

__ADS_1


Bagi mereka hal terpenting bukan mempunyai kekuatan dan mana banyak.


Tetapi untuk bisa selalu ada di sisi master mereka dan membantunya dalam segala hal di mana master mereka butuhkan.


Bagi mereka Yunhoo adalah dunia mereka sendiri.


Mereka begitu tidak ingin untuk berpisah dan selalu tidak senang ketika master mereka di hina.


Kali ini mereka juga melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Yunhoo.


…..


Beberapa jam setelahnya.


1 jam telah terlewati, dan skenario telah berakhir.


Sekarang Jiwoo, Jinhoo, dan Yunhoo yang baru muncul tepat di Kota Pusat , mulai bergerak berangkat secara tersembunyi kembali ke kediaman yunhoo.


Yunhoo sekarang berada di bawah bayangan Jiwoo di lindungi kekuatan bayangannya.


Meski Yunhoo tidak memiliki luka serius untuk tidak sadarkan diri, yunhoo telah melewati cukup banyak hal dan memutuskan Untuk tidur dan meminta Jiwoo untuk membawanya dalam bayangannya.


Sekarang di pusat kota yang ramai ini banyak wartawan dan kameramen yang merekam semua kejadian dan kemunculan player.


Seperti biasa itu terlalu heboh dengan banyaknya pertanyaan dan kenunculan kamera di mana-mana.


Mungkin bagi Player hal paling di takuti Bukan lagi monster tetapi para wartawan yang terlalu tergila gila menyiarkan dan menanyakan para player.


Jiwoo dan Jinhoo mulai segera bergerak bersembunyi dengan baik di banyaknya orang dan segera terbang jauh menuju kediaman Yunhoo.


Hanya dalam berapa menit Mereka telah tiba dan sampai di kedimama Yunhoo.


Jiwoo memasukinya membuka pintu rumah mereka dan menuju ke kamar.


Jinhoo di sisi lain berjalan ke arah dapur dan menyiapkan makanan untuk mereka.


“Master, Sekarang telah tiba di kediaman Master” ucap Jiwoo pelan yang berdiri tepat di depan kasur besar Kamar Yunhoo.


“Ugh…. Apakah sudah selesai? Cukup cepat” ucap yunhoo yang bangun keluar dari bayangan dan berdiri.


“Jiwoo kau bisa istirahat dan berbaring di sini, kau telah bekerja keras” ucap Yunhoo yang menyuruh Jiwoo berbaring di sampingnya.


“Baik master” jawab jiwoo singkat dan berbaring lemah di kasur itu.


Mungkin hal paling membuat Yunhoo lemah adalah kasur ini, entah berapa kali dia berbaring, itu benar benar sangat nyaman.


Itu juga membuatnya teringat masa-masa di mana Yunhoo si pengangguran tanpa pekerjaan yang kerjaannya hanya berbaring dan membaca novel.


Baginya dulu kasur seperti tubuhnya yang begitu hangat dan selalu menemani nya.


Meski kasur nya dulu tidak sebagus sekarang, itu benar benar sangat nyaman dan membawa banyak kenangan indah.


Hari hari yang di lalui Yunhoo dan hari-hari di mana Yunhoo bertumbuh terus semuanya di mulai dan di catat di kasur itu seakan akan itu adalah Buku catatan masa hidupnya.


Mungkin Jika kasur itu dapat berbicara Yunhoo tidak akan segan bahwa menyebutkan Teman atau sahabat karib yang selalu menemani nya.


Satu-satunya penyesalan yunhoo sekarang adalah bahwa dia sedikit menjadi terlalu sibuk itu swbwnarnya tidak menyenangkan nya.


Siapapun orangnya akan menjadi jauh lebih suka menganggur dan menyantai, tetapi jika menjadi pengangguran membuat Yunhoo mati dengan cepat itu Juga tidak menyenangkan untuk nya yang masih menunggu Volume terbaru dari novel kesukaannya.


Jika di pikir lagi Menganggur itu cukup menyenangkan, apa lagi Jika menganggur dengan memegang duit yang sangat banyak, tidak perlu repot akan duit lagi dan bisa hidup dengan damai dan bersantai.


Jika Skenario Berakhir mungkin Yunhoo sedikit membayangkan bagaimana dia hidup tenang dan nyaman.


“Aku menantikan bagaimana Kehidupan ku nantinya di masa mendatang “ Ucap Yunhoo dengan menghela nafasnya.


“Apakah Master memiliki suatu impian di masa depan atau hal yang ingin di lakukan?” Ucap Jiwoo bertanya ke Yunhoo.


“Hal yang ingin di lakukan? Entah lah…. Mungkin membaca lebih banyak novel dan komik? Tetapi jika berbicara tentang hal yang di inginkan aku juga masih ragu untuk menjawab degan benar…. Aku bahkan tidak mengetahui bagaimana isi hati ku dan apa yanh ku Inginkan dengan baik.”


“Meski aku menyukai membaca dan Melihat komik dan hal lainnya, mungkin di hati kecilku terdalam ,aku juga masih memiliki keinginan lain yang begitu ingin ku rasakan dan ku lakukan”


“Meski begitu aku masih ragu hal apa itu yang membuat ku bimbang dengan isi hati ku sendiri, mungkin juga ini perasaan rapuh yang sulit di mengerti bagi para manusia lainnya?” Ucap Yunhoo sembaru mendesah dan mendecakkan Lidahnya.

__ADS_1


“Lagi pula entah apa yang terjadi di masa depan, satu harapan ku adalah bahwa aku bahagia.” Ucap nya dengan raut wajah sedih .


“Master pasti akan bahagia, karna aku akan mengabulkan apapun yang master inginkan” ucap Jiwoo dengan serius.


“Hahaha, kau benar benar orang yang baik Jiwoo. Mungkin kau akan menjadi lebih baik lagi di masa depan nanti.” Ucap Yunhoo sembari tertawa dan mengelus kepalanya.


“Meski aku bahagia dengan semangat mu, aku juga menginginkan kebahagian mu dan Juga Jinhoo. Mungkin kalian masih tidak mengerti banyak ,tetapi meski kalian menganggap cukup bahagia hanya bersama ku, aku berharap kalian menemukan Hal lain yang kalian sukai dan inginkan” ucap Yunhoo lagi dengan nada lembut nya seperti seorang yang begitu rapuh akan kehidupannya


“Um….. apakah master akan senang Jika Jiwoo dan Jinhoo menemukan hal lain yang di sukai?” tanya jiwoo ke Yunhoo.


“Ya aku cukup senang selama kalian bahagia.” Ucap Yunhoo sembari tersenyum.


“Ya…. Asalkan kau bahagia aku senang Jiwoo” ucap mya lagi dengan suara yang pelan.


Dengan ucapan lembut itu Yunhoo tertidur dengan nyenyak dan Jiwoo yang kaget menatap Yunhoo sudah tertidur ,berbalik dan menatap wajah Yunhoo yang tertidur itu.


“Aku pasti akan membuat Mu bahagia master, tentu dengan Diri ku dan Jinhoo yang hadir di dalam kebahagian itu” ucap Jiwoo sembari memencet pipi Yunhoo yang imut dan gemas itu.


“Hei jiwoo!, makanan telah siap!” Ucap Jinhoo yang masuk membuka pintu dan menatap Jiwoo.


“Shutt! Master sedang tidur, mari makan berdua” ucap Jiwoo yang berdiri berjalan dan menutup mulut Jinhoo dengan jari tunjuknya.


“Mari makan” lanjut jiwoo sembari menarik tangan Jinhoo dan menutup pintu kamar di mana Yunhoo tertidur.


“H-hei! Kenapa kau menarikku! Aku bisa jalan sendiri sial!” Ucap Jinhoo yang kesak di pegang Oleh Jiwoo.


“Kikiki, kau begitu takut dengan ku hingga kau berpikir kau akan terluka bukan dengan sentuhan ku?” Ucap Jiwoo yang tertawa meledek Jinhoo.


“Hah? Kau pikur cahaya mu lebih kuat di banding kegelapan ku? Mau kau coba? Aku sangat senggang akhir akhir ini” ucap Jinhoo sembari menarik tangan nya dengan energi hitam nya.


“Oh kau begitu tak ingin kalah dan memerkan Energi jelek mu itu ya?” Ucap Jiwoo sembari tersenyum mendekatkan wajahnya ke Jinhoo.


“Hah! Apa maksud mu brengs*k!” Ucap Jinhoo sembari memperlihatkan energi itu di depan mata Jiwoo.


“Huh jelek sekali, aku takut ketika aku memperlihatkan energi ku kau akan mati karna terlalu suci energi ku” ucap Jiwoo dan berbarik duduk di Meja makan.


“Dasar sialan bilang saja kau takut bukan?” Ucap Jiwo sembari duduk di sebrang meja dan Menatap Jiwoo.


tinbanJinhoo memukul meja dan berdiri dari tempat duduk nya.


“Kalau kau begitu takut bertarung dengan ku bagaimana Jika kita bertarung di atas meja ini!” Ucap Jinhoo sembari memukul meja makan itu dengan kencang.


“Hoh?…. Boleh , bisakah kau jelaskan lebih detail?” Ucap Jiwoo dengan memegang dagu nya dan memasang Ekspresi tertarik.


“Kalau begitu kita akan bertarung makan dengan level pedas yang ada di meja ini!” Ucap Jinhoo sembaru memperlihatkan banyak makanan mulai dafi nasi , ikan, sayur, dll.


Semua nya cukup lengkap dengan porsi yang cukup banyak.


Jinhoo juga pergi kulkas mengambil cabai dan Botol saos dengan isi full merah.


“Bagaimana? Kita akan makan, makanan yang sama dan dengan level pedang yang terus meningkat, yang duluan menyerah akan kalah dan di larang menggunakan apapun entah itu Kemampuan, mana dll” ucao Jiwoo sembari tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke Jiwoo.


“Bagaimama? Kau takut? Apakah kau sampai ingin ke toilet hanya karna mendengar kompetisi ini?” Tanya Jinhoo dengan ekspresi meledek Jiwoo .


Jiwoo berpikir menatap makanan itu dan cabai serta botol saos itu.


“Kikiki, bocah bodoh ini ingin menantang ku ya?” Ucap Jiwoo dalam hati nya sembari tersenyum kecil dan membuka mulutnya.


“Aku menerima nya” ucap jiwoo dengan tegas dan mendekatkan wajahnya ke Jinhoo.


“Aku takut kau akan kalah di babak ke tiga” ucap Jiwoo ke Jinhoo dan memegang dagu Jinhoo dengan jari jari nya.


“Cih…. Kau semakin sombong jika di lihat -lihat, justru sepertinya kau lebih mirip iblis ketimbang Malaikat seperti diri mu sekarang”


“Begitu ya? Berarti kau memang iblis bodoh yang bahkan tidak pantas mendapatkan Ras iblis , mungkin lebih baik kau terlahir menjadi Goblin dengan telingan yang di potong dan mata yang tertebas?” Ucap Jiwoo sembari tertawa membayangkan wajah Jinhoo yang seperti Goblin.


“Dasar sialan, kau begitu ingin mati ya?!!!” Ucap Jinhoo sembari mengerutkan kening nya dengan kesal dan mengepalkan tangannya.


Jinhoo: (╬ಠ益ಠ)


Jiwoo: (★^O^★)


“Bagaimana kalau kita langsung mulai? Sepertinya di awal pun kau sudah pasti kalah langsung menyerah bukan?” Ucap Jiwoo sembari memasang wajah arogan dan sedikit Cool.

__ADS_1


“Cih malaikat bus*k , ku pastikan kau kalah dan menghancurkan martabat bus*k mu itu” ucap Jinhoo sembari mulai menuangkan Makanan mereka ke piring Jiwoo dan Dirinya.


__ADS_2