Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Zona Tantangan Per-Minggu


__ADS_3

“Kau yakin apa yang kau Ucapkan benar?” Tanya Kakek itu yang menatap Tajam dengan serius seakan akan tidak menerima sebuah Kebohongan.


“Apakah kau Ingin aku menggambarkan mantra itu di sini?” Tanya Yunhoo yang tidak berbohong dan bersiap membuat Dan menggambar Pola di Udara Kosong di depannya.


“Baiklah aku tidak meragukan kejujuranmu, aku tak menyangka kau akan sampai seperti ini tapi bisakah kau berjanji?” Ucap Kakek itu menatap Yunhoo.


“Berjanji? Baiklah selama itu janji yang bisa ku lakukan maka akan ku lakukan” ucap Yunhoo yang berpikir sembari memegang dagu.


“Jangan pernah menggunakan Mantra mu sembarangan, aku tak tahu bagaimana kau memandangnya tapi Kau adalah orang yang berbakat Nak, Mungkin tidak Butuh Waktu Lama Untuk kau bisa menjadi Penyihir yang hebat, tapi setidaknya bisakah kau berjanji Untuk tidak menggunakan Sihir mu dengan sembarangan?” Tanya Kakek itu yang menatap Yunhoo sembari menatap dengan serius.


“Itu…. Baiklah tapi jika ada bahaga bolehkan aku menggunakannya?” Tanya Yunhoo yang menatap Kakek itu.


“Tidak masalah, selama kau menggunakannya Untuk Hal baik dan Bukan kejahatan.” Ucap Kakek itu yang tersenyum dan mengelus Yunhoo.


“Baiklah , Master aku harus pergi karna ada sesuatu bisakah aku pergi?” Tanya Yunhoo.


“Baiklah kau bisa pergi” ucap kakek itu yang membuka sebuah Portal aneh di depan Yunhoo.


Dia menendang Yunhoo masuk ke Portal itu dan melambaikan tangannya.


Yunhoo yang merasa kesal itu menatap dengan rasa kesalnya ke arah kakek itu.


“Sial! Ini bukanlah salam yang benar kakek tua!” Ucap Yunhoo itu.


Kakek itu hanya tertawa melihat Yunhoo yang berputar putar kesulitan dan terbawa Aruh aneh dari Portal yang di buat kakek itu.


…..


Hanya dalam berapa defik berikutnya Yunhoo terbangun sembari memegang Buku Yang sama yang dia pegang dengan Kondisi nya yang tertutup.


Dia menatap Hyuerin yang berada di pangkuan paha nya yang tertidur dan melihat akila yang masih bermeditasi dengan tenang.


“Huft…. Ini gila. Kakek tua itu pasti tidak Berbohong Bukan?” Ucap Yunhoo yang menatap telapak tangannya itu.


Dia mengepalkan tangannya itu yang rasanya aneh mendengar kalimat itu.


Berbakat?…..


Dia tidak pernah memikirkan diri nya berbakat terkadang dia bahkan merasa aneh dengan Skill yang dia dapatkan ketika Awal bencana itu ada.


Membaca?


Siapa yang tahu bahwa skill membacanya bisa membawanya sampai di sini.


Dia tidak pernah sekalipun menganggap dia berbakat tetapi Jika beruntung maka dia pikir itu kalimat yang cocok untik dirinya.


Dia terkadang awalnya berpikir apakah Kemampuannya adalah hal yang membahagiakan.


Meski ini berkaitan dengan Kehidupannya yaitu membaca tetapi siapa orang gila yang akan senang ketika kemampuan Membaca Di dapatkan ketika Musuh nya semuanya adalah Monster gila yang aneh yang merepotkan.


Dia awalnya juga tidak tahu bahwa kemampuan membacanya bisa membuatnya sampai di sini.


Dia pikir kemampuan membacanya adalah Kemampuam untuk membaca Sebuah tulisan dengan cepat saja.


Tapi yang tidak dia sangka adalah semua efek setiap kenaikan Level Skillnya.


Sekarang total ada 10 Efek di skill Readersnya yang membuatnya Bisa sampai di sini.


Meski lucu tapi ini juga termasuk kemampuan dalam memperoleh keberuntungan.


Entah apa ini yang di maksud anak emas takdir tapi dia tidak pernah berpikir dirinya adalah anak emas Takdir.


Dia tidak yakin dan juga tidak Mungkin dirinya yang seperti ini di Anggap anak emas takdir.

__ADS_1


Musuhnya semakin Kuat dan Hal seperti ini sendiri tidak bisa di anggap menjadi kesenangan.


Tujuannya panjang dan tentu saja Mungkin di saat sekarang dia bisa di katakan cukup Kuat.


Tapi siapa yang tahu di masa depan? Mungkin saja musuh sekuat Akila akan datang dan Bahkan musuh yang Jauh lebih kuat lagi.


Lagian di sini Dan dunia ini Dewa sendiri Pun bisa mati apa yang bisa di anggap Kuat ketika seorang Dewa yang posisinya berada di Puncak Kekuatan di anggap bisa mati oleh seorang Player yang berjuang dari Nol.


Yunhoo mengdekur lemah dan menghela nafas panjang.


Dia mengelua pelan kepala Hyuerin yang tertidur itu.


Hyuerin yang lemah itu bangun karna elusan lembut dari Yunhoo dan membuka matanya.


“M-master?” Ucap Hyuerin yang malu dan sedikit panik.


“Tenanglah dan tetap seperti ini, aku tidak masalah” ucap Yunhoo yang mengelusnya pelan.


“Master sepertinya Anda sedikit berubah?” Ucap Hyuerin itu.


“Ah? Hahaha begitukah?…. Apakah aku menjadi lebih baik atau Buruk?” Tanya Yunhoo yang malu itu.


“Tentu saja master adalah yang terbaik!” Senyum Hyuerin yang cemberut dan kesal itu.


“Baik baik terimakasih Hyuerin” ucap Yunhoo yang mengelus pelan lagi Rambut Indah dan Panjang Hyuerin itu.


“Bagaimana perkembangan Penyatuanmya?” Tanya Yunhoo.


“Itu tetap sulit, meski Perkembangannya berjalan itu sangat sulit untuk berkembang lebih jauh lagi.” Ucap Hyuerin yang cemberut dan sedih.


Yunhoo berpikir dengan memegang dagu nya dan menatap ke Sekitar Ruangannya.


“Baiklah sudah ku duga, aku akan mencari tahunya nanti tentang Item yang kemungkinan Akan membantu ku, bisakah kau mengurus Masalah Dimensi Dan pengaturan Mana ku saat aku memcari itu?” Ucap Yunhoo ke Hyuerin.


Hyuerin mengangguk seperti anak kecil yang imut itu dan Yunhoo tersenyum.


“Maaf aku harus segera pergi” ucap Yunhoo


Yunhoo berdiri menghampiri Akila dan menyadarkannya yang sedang berfokus itu.


“Mari pergi” ucap Yunhoo.


Hyuerin di sisi yunhoo Juga mulai masuk tubuh Yunhoo dan Akila perlahan lahan bangun dan membuka matanya.


“Secepat ini?” Tanya Akila.


“Ya besok kita harus melakukan Sesuatu apa kau Lupa?” Ucap Yunhoo yang merentangkan dan menglurkan tangannya untuk menggapai akila.


Akila menggengam tangan Yunhoo dan bangun mengikuti Yunhoo yang membuka sebuah Portal Itu.


Portal itu langsung dengan cepat menghubungkan Rumah Yunhoo ,dan Yunhoo bergerak menatap Jiwoo dan Jinhoo yang tertidur.


Yunhoo langsung Ke kamar nya dan mencari tempat Tidurnya yang empuk.


“Waktunya tidur”. Ucap Yunhoo.


Akila di sisi lain menatap diam dan merasakan rasa lapar di perutnya.


“Yunhoo aku kapar bisakah kita pergi membeli makan?” Ucap Akila.


Yunhoo yang baru saja tertidur di ranjang yang empuk itu menatap akila dan membalikan badannya.


“Baiklah mari Pergi keluar, kebetulan sekarang waktu Malam yang pastinya akan ada beberapa penjual makanan” ucap Yunhoo yang menatap Jam di dinding Kamarnya.

__ADS_1


Akila dengan senyumannya kembali menjadi remeja yang bersemangat dan memeluk Yunhoo.


Yunhoo hanya bisa menghela nafas panjang melihat sifatnya yang tidak berubah.


Dia keluar mengambil Kunci Mobil nya dan pergi menaiki Mobil Sport nya yang berwarna Merah terang.


Mobil ini mempunyai dua pintu dengan Beberapa Fungsi lainnya selayaknya Mobil mewah pada Umumnya.


Yunhoo keluar dengan Mobilnya bersama akila yang duduk di sebelah Kursinya.


Kebetulan Mobil ini hanya muat untuk dua orang dan akila duduk di sebelahnya dengan santai menatap Jalan raya yang terlihat dengan pemandangan langit malam yang indah.


Di langit malam dan malam yang tenang itu udara berhembusan dengan kencang di ikuti angin Malam yang dingin dengan Cahaya Bintang dan Rembulan Yang indah.


Yunhoo melihat Kota yang terlihat Indah dari pemandangan Jalan di depannya itu yanh bersinar terang dengan Indah.


Itu benar-benar keren melihatnya dari Mobil dan tempat Yunhoo berada.


Yunhoo terus mengemudi dengan santai untuk terus melanjutkan perjalanannya ke Kota yang tidak jauh lagi darinya.


Mobil itu melaju dengan cepat Dan terus melaju ke ke Kota besar yang menjadi Tempat Pusat Yang sangat ramai ini.


…….


Esok hari.


Yunhoo bangun dari kamarnya menatap dirinya yang lesuh dan lemah.


Dia mandi , lalu membangunkan Jiwoo dan Jinhoo serta akila.


Dia juha menyuruh Jiwoo dan Jinhoo Untuk masuk ke bayangannya dan dengan cepat merapikan Pakaiannya.


Dia mengenalan setelan simple kali ini dengan Kemeja putih, sarung tangan Hitam dan Celana Hitam panjang .


Yunhoo juga mengenakan Dasi Hitam panjang untuk menemank kemeja putihnya itu di tambah Sebuah Jam kecil di tangan Kirinya.


Dia tidak mengenakan tambahan lagi dan sudah Mulai bersiap berjalan dengan akila.


Kebetulan karna setelan akila sudah rapih dia hanya tetap menggunakan pakaian yang sama dan hanya bangun Untuk nenyegarkan Muka dan menyiram air ke wajahnya.


Yunhoo keluar dari Rumahnya dengan akila dan menatap Mobil yang cukup besar menjemputnya.


Jendela Kaca Mobil itu terbuka dan sosok Yang hadir di situ tidak lain adalah Pak tua Kwon yang menyapa Yunhoo.


“Pagi”


Yunhoo menatapnya dan berjalan ke Pintu yang terbuka dan memasuki Mobil nya dengan akila.


“Pagi juga, apakah kau sudah siap?” Tanya yunhoo yanh menyeringai meledek itu.


“Fufufu, sangat di sayangkan tapi pantai itu akan menjadi tempat yang sangat ramai” ucap Pak tua Kwon yang tertawa menyeringai itu.


“Aku telah menempatkan Setidaknya 100 Member Guild yang ada di sana, tentu saja aku memilih yang terbaik dan Juga kau harus tahu tetapi di sana akan ada banyak Guild besar dan Orang-orang lainnya yang berebut untuk datang” tegas Pak tua itu yanh tersenyum seolah memberikan semua tamparan dan tantangan yamg ada jelas dari kalimatnya.


“Oh?…. Jadi ini persaingan? Ini memyenangkan tapi masalahnya kita tidak tahu apa yang ada di sana” tegas Yunhoo yang berpikir dengan bingung dan menjawab nya sembari menutup mulutnya.


“Itu adalah masalah Untuk semua orang dan Bukan hanya Untuk mu “ ucap Pak tua itu yang membuat ekspresi meledek dan menatap kesal Yunhoo.


“Hahaha , kau benar, itu bukan hanya masalah Untuk ku saja bukan?….” Ucap Yunhoo yang tertawa itu.


Itu menjadi Perbincangan yang Bodoh dengan candaan yang rasanya tidak ada Kelucuannya sama sekali.


Akila di sisi lain malah merasakan bosan dan kesal karna hawa yang tidak menyenangkan menghantuinya.

__ADS_1


Yunhoo yang mengetahui Mood Akila cukup Buruk hanya bisa memintanya Untuk segera tiba dengan cepat dan menyetir jauh lebih cepat lagi.


Setelah tiba, itu tidak datang tepat di tepi pantainya, karna keramaian yang sangat banyak itu, yunhoo hanya bisa turun cukup jauh dari Tepi pantai dan melanjutkannya dengan perjalanan kaki.


__ADS_2