
“Pertama ronde ini hanya satu, jika aku menggunakan Kertas itu adalah Pilihan terbaik untuk melihat apakah dia benar benar memiliki trik atau tidak, tetapi Sebaliknya, jika trik itu benar-benar ada apa yang akan terjadi? Aku tidak bisa kalah dan diam seperti ini. Aku harus melakukan terbaik untuk dapat kebebasan ku kembali, tapi bagaimana caranya? Apakah dia akan menggunakan Kertas? Benar biasanga orang akan memggunakan kertas di awal bukan? Tapi bagaimana Jika dia menggunakan Batu?…” ucap Dohan dalam hatinya yang terus bimbang dan terombang ambing.
Dia begitu bingung untuk memilih apa , pertama ini memang permainan, tetapi ketegangan ini bukan lagi layaknya seperti permainan yang di nantikan dan di mainkan dengan penuh senyuman.
Memikirkan nya saja membuat Dohan gila, gunting, kertas, dan batu.
Mana yang dia pilih?
Jika dia milih kertas dia memang aman tapi dia sedikit takut akan ada trik yang tidak dia pahami.
Ketika dohan menggunakan Gunting, bisa saja Orang ini akan menggunakan batu.
Memang tidak mudah tapi aku berharap di situasi ini aku bisa membaca pikirannya.
Dohan begitu berharap tetapi dia sadar bahwa dia tidak dapat melakukan harapan itu.
Dohan menatap Jinhoo yang tidak membuat ekspresu tegang sama sekali dan hanya menikmati Wine indah nan enak itu .
Wine itu begitu lembut tetapi Juga begitu Nikmat.
“Baiklah mari mulai” Ucap lentang Jinhoo.
Dohan tidak bisa berkutik lagi.
Permainan segera di mulai.
Waktu di ruangan terasa benar benar lambat baginya.
Dia bahkan bisa berpikir sangat cepat serasa dunia berputar terlalu lama.
Dohan tidak memahaminya tetapi dia melihat ruangan dan pergerakan semuanya terasa begity lambat.
Dalam kecepatan Pikirannya yang meningkat dia mengkalkulasi semua kemungkinan dan memilih pilihan terbaik di saat seperti ini.
Kontrak di buat berarti melanggar tidak akan bisa terjadi.
Jika begitu Dohan juga mengerti bahwa kontrak itu sangat ampuh dan tidak mungkin orang bisa melanggarnya.
Dalam pikiran yang cepat itu Jinhoo yang seakan akan mulai menyiapkan tangannya mulai membuat jantungnya berdebar lagi sangat cepat.
Waktu benar benar melambat , detak jantungnya begitu berdebar dengan cepat dan keras .
Orang mungkin akan salah paham mengira dia menemukan seseorang yang di cintainya.
Biasanya orang akan berdebar sangat cepat Jika dia menemukan seseorang yang dia cintai.
Tapi kali ini berbeda.
Ketegangan yang ada ini, membuat jantungnya berdebar begitu cepat.
“Baiklah mari mulai, mana tangan mu” ucap Jinhoo yang sudah bersiap meregangkan tangannya.
Dohan ikut meregangkan tangannya dan bersiap untuk memulai.
“Baiklah aku akan menghitung waktunya” Ucap Jiwoo yang dari tadi hanya menonton saja.
“Oh, siapa dia?” Tanya Dohan.
“Dia? Oh dia teman ku” ucap Jinhoo dengan singkat tanpa memberi tahu lebih lanjut.
“Baiklah kalian berdua siap” ucap Jiwoo bertanya ke kedua belah Pihak.
“Ya!” Jawab keduanya dengan tegas.
1….
….2
3!
__ADS_1
Hitungan itu selesai dan tangan mereka mulai naik .
Dohan yang dengan kondisi berpikir keras terus mengkalkulasi dan menghitung apa yang mungkin akan di keluarkan Jinhoo.
Dalam kecepatan Pikirannya yang terasa maksimal itu dia mulai menatap Tangan Jinhoo.
“Baik, aku akan menggunakan Kertas!” Ucap Dohan dengan penub percaya diri.
Meski dia berpikir bagaimana pun ,dia hanya bisa memikirkan kertas untuk melihat bagaimana hasil nya.
Dia akan cukup puas jika seri, jadi dia dapat memastikan bahwa Jinhoo tidak curang atau melakukan Trik.
Dalam waktu singkat, waktu yang terasa lambat bergerak cepat kembali dengan normal di pandangan Dohan dan melihat hasil dari Permainan itu.
[ Seri!]
[ Kertas Vs Kertas!]
“Baiklah aku akan menghitung mundur lagi” ucap Jiwoo.
Jiwoo mulai menghitung mundur kembali waktu dan memulai pernainan yang seri itu.
Kali ini Tidak ada yang berbeda, dia cukup yakin tidak ada trik apapun lagi.
Dia hanya perlu menang dan dia perlu memikirkan apa yang akan dia pilih nanti.
Batu… mungkin pilihan baik untuk memilih batu tetapi ketika dia tadi memilih kertas sepertinya tidak cukup menyakinkan jika dia memilih batu.
Memang tidak mustahil dia memilih batu tapi di sini Dohan memikirkan dan berfikir apa yang di pikirkan lawannya.
Itu terlalu sulit untuk hanya dapat bisa menebak apa pikiran lawan.
Untuk dapat melihat apa yang di pikiran nya, dia hanya perlu memastikan nya lagi.
Jika dia memilih batu maka dia pasti akan kalah kali ini.
Karna aku akan tetap memilih kertas.
Kedua tangan mereka bergerak dan Dohan menggunakan kertas di tangannya.
Dohan menutup matanya tersenyum dan mulai membuka matanya.
“A-apa?!” Jawab kaget dohan menatap dan melihat jinhoo.
Jinhoo menggunakan tangan Kirinya dab mengeluarkan gunting , dia tersenyum sembari memerkan tangan gunting nya itu .
“Kau kalah” ucap jinhoo meledak nya.
“A-apa?! Tapi bukankah itu pelanggaran?” Ucap dohan.
“Pelanggaran? Coba kau lihat pesan sistem.” Ucap Jinhoo sembari tersenyum itu.
“I-ini….” Dengan kaget Dohan menatap pesan sistem.
[ Kekalahan!]
[ Kertas Vs Gunting!]
“Kau tidak melupakan perjanjian bukan?…. Aku kan menulis hanya tangan kanan yang tidak bisa menggunakan Gunting.” Ucap Jinhoo dengan wajah penuh kegirangan itu dan membuat Mental Dohan melemah.
Jinhoo mengeluarkan kartu yang tadi di beri itu.
“Tolong tambah 50 Juta nya Budak tercinta ku” sembari mengangkat kakinya ke meja dia menyandarkan tubuhnya ke Sofat.
“Kugh….. b-baik” jawab Kesal dohan dan mulai mengambil kartu itu.
Dia menempelkannya di Ponsel nya dan membuka ponselnya secara bersamaan.
Hanya dalam berapa menit Saldo Kartu itu terisi dan bertambah 50 Juta di ikuti Bukti dari Ponsel yang di perlihatkan kepada Jinhoo.
__ADS_1
Jinhoo cukup senang memuji Dohan dan mengambil kartunya.
“Terimakasih, aku akan mampir lagi kapan-kapan, sebaiknya kau tidak merindukanku terlalu dalam.” Ungkap Jinhoo meledak dan melambaikan tangannya.
Dia pergi lewat lift bersama Jiwoo dan turun ke lantai dasar.
“Kukuku, ini begitu menyenangkan, mendapatkan 100 Juta ternyata begitu mudah” ungkap Jinhoo yang terkikik dengan gila dan tertawa tanpa henti.
“Kau benar benar iblis” ucap Jiwoo mengambil kartu itu.
“H-hei! Kembalikan kartunya!” Ucap Jinhoo yang kesal itu.
“Tidak, aku akan memegangnya” jawab Jiwoo sembari menahan tangan Jinhoo yang terus berusaha mengambilnya.
Mereka bercekcok di lift sempit itu hingga lantai dasar.
Wajah mereka yang awalnya tampan dan gagah itu menjadi sedikit bonyok dan penuh luka.
Kartu masih tetap berada di Tangan Jiwoo dan Jinhoo hanya bisa mengikuti dengan kesal.
……
“Hoam… aku lelah” Ucap yunhoo yang tiba di rumahnya dan berbaring di kamar.
“Oh ya?…. Kemana dua orang itu? Apakah dia pergi?” Ucap Yunhoo sembari bertanya tanya di mana Jiwoo dan Jinhoo.
Yunhoo juga meregangkan badannya dan mulai mengambil nafasnya.
Badannya terasa lelah, dia hanya beristirahat seharu tetapi dia langsung bertarung lagi.
Penggunaan Mana-nya yang berlebihan Juga membuag diri Yunhoo mengalami penurunan Mana.
Yunhoo ingat dengan jelas bahwa Mana -nya awalnya telah mencapai 99.
Tetapi sekarang dia merasa bahwa Mana-nya tidak tersisa banyak akibat penggunakan berlebihan dari kekuatannya.
Karna Penyatuan yang belum sempurna Juga membuat mana yang pulih hanya sebagian dari Mana sebelumnya
Mana Yunhoo sekarang berada di 75 itu adalah mana aslinya yang benar benar di Jumlahkan dari Total sirkuit dan Total dari Inti mana-nya
Yunhoo membuka Portal Ruangan Putih dan memasukinya.
“Hyuerin, bagaimana perkembangannya?” Tanya Yunhoo ke Hyuerin si penjaga Dimensi di dalam Tubuhnya
“Master, alangkah baiknya untik segera menyatukan Dimensi ini” ucap Hyuerin masih sama dengan jawaban jawaban sebelumnya.
Memang lebih cepat lebib baik.
“Baiklah aku akan berusaha semaksimal mungkin, tapi aku akan bermeditasi dulu di sini” Ucap Yunhoo sembari berbaring.
Karna dia terlalu lelah bermeditasi dengan posisi duduk membuat Punggung nya sakit.
Yunhoo memilih berbaring tidur dan menutup matanya.
Dia menyedot dan menarik sekumpulan mana Di ruangan itu dan Memasujkan nya ke dalam Tubuhnya.
Dia membuat itu berputar dan menyatukannya dengan baik.
Bukan hanya untuk memasukan secara kosong tetapi Juga meningkatkan Sirkuit Mana-nya.
Meski susah karna Inti-nya adalah Dimensi khusus tapi membentu Sirkuit Tambahan memang dapat di lakukan meski susah untuk menyatukan Ke Inti-nya.
Yunhoo bekerja keras untuk bermeditasi dan Mengontrol mana.
Penggunakan mana akan jadi lebih penting di Masa depan, dia harus merawat Tubuh dan mengontrol Mana-nya Dengan baik
Dalam berapa Jam dia sudah bermiditasi.
Selain Untuk melatih Tubuh Dan Mana.
__ADS_1
Bermeditasi Juga membantu nya sedikit untuk jauh lebih tenang dan mengosongkan Pikirannya.
Itu membuatnya jauh lebih baik dan berpikir lebih positif.