
Untuk memdapatkan dan Melihat Jiwa secara Utuh dan mendapatkan penglihatan yang baik, dia harus mengaktifkan Skillnya.
Meski rasanya aneh, tapi Skill ketika di aktifkannya dia bisa melihat Jiwa jiwa dari beberapa orang yang mati yang hanyut dan terdiam di beberapa Tempat di Restoran ini.
Banyak pegawai yang mati dan Jiwa jiwa mereka selain ada yang Menghilang, beberapa juga ada yang masih hadir di sini .
Itu berjumlah 5 Jiwa yang masih dalam Kondisi kebingungan dan terdiam di udara.
Jika di gambarkan Mungkin Jiwa itu terlihat seperti sebuah Roh yang melayang.
Tidak seperti manusia , tapi seperti sebuah Roh yang terdiam di udara dengan pucat.
Yunhoo tidak memperhatikan mereka lebih lanjut lagi dan mulai mencari Dan melihat sekitarnya.
Dia mulai menemukan sebuah Jiwa yanh terlihat dengan bentuk manusia yang bersembunyi tidak jauh darinya.
Dia seperti melihat sebuah tubuh transparan yang memperlihatkan Jiwa di balik sebuah tempat.
Yunhoo Mulai membuat Tebasan angin yang tajam dan melemparkannya ke arah dimana Jiwa itu terlihat.
Jiwa itu seakan akan menghindar dia menghilang lagi melewati serangan Yunhoo dan lagi-lagi dia tidak terlihat.
Yunhok karna tidak bisa melihatnya dengan matanya secara fisik, yang bisa dia perhatikan adalah jiwa nya.
Dia melihay jiwa itu dan mencari Jiwa itu.
Kecepatan wanita itu sangat cepat Hingga Yunhoo tidak bisa melihatnya dengan matanya.
“Apa-apaan itu? Dia menghilang?” Batin Yunhoo yang terus menatap sekitarnya.
Ini membuat Yunhoo merasakan perasaan yang hebat melihat lawan yang hebat lagi yang dia temui.
Dia baru pertama kali kesusahan mencari seseorang sesusah ini.
“Sudah ku tebak pasti dia assasin ya…” ucap Yunhoo yang menyeringai sembari menutupi mulutnya yang tersenyum.
Wanita itu yang bersembunyi di sebuah Meja yang tidak jauh terus menahan dan menyembunyikan hawa keberadaannya.
Dia memegang tiga sebuah Bom racun, dan juga campuran perusak penglihatan.
Dia juga memegang belatinya dengan erat dan mulai mempersiapkannya.
Dia menatap Yunhoo yang berdiri masih terus berusaha mencarinya itu.
Setelah beberapa detik hingga timing nya cukup tepat di mana Yunhoo menghadap ke arah sebaliknya itu.
Wanita itu melempar 3 buah Bom nya itu .
3 buah bom oru meledak tepat di Belakang Yunhoo dan wanita itu Mulai berlariaj menembus udara beracun itu yang menyebar.
Dia memegang belatinya dan melempar beberapa belati kecil ke asap yang menutupi itu.
Dia berlari memutar dan mulai memasukinya.
Dia menatap dan melihat Yunhoo yang berdiri itu di adap yang lebat dan mulai mengarahkan belatinya dengan cepat.
Mana terkumpul di belatinya dan belatinya Mulai mengarah ke arah tepat di belakang leher Yunhoo.
Titik yang dapat langsung membuat Yunhoo tewas di tempat.
Belati itu mulai bergerak cepat dan wanita itu mengarahkan dan menusuk belati itu tanpa ragu ke Yunhoo.
Sehsss!
__ADS_1
Angin dalan sekajap terhempas dan semua asap beracun menghilang.
Seperti sebuah aura yang kuat angin berhempasan dengan kencang.
Perbedaannya di sini adalah bahkan Hempasan angim yang kencang dalam sekejap itu di buat oleh Kekuatan angin Yunhoo yang membuat hantaman angin dan mementalkan seluruh udara seperti sebuah aura yang meledak dengan Kuat.
Belati itu tertahan seperti sebuah Belati yang mengenai Barier tak terlihat.
Itu di tahan oleh sebuah angin kecil di ujung lancip belati itu.
Yunhoo berbalik menatap wanita itu yang masing memegang belati itu.
Yunhoo memukul dengan kencang perut wanita itu hingga dia pingsan di tempat.
Belati itu terjatuh tidak jauh dari wanita itu, dan wanita itu pingsan dengan wajah yang sedikit kesakitan akibat pukulan Yunhoo.
“Huft…. Seorang assasin yang terampil, siapa yang menyuruh mu kira kira?” Tanya Yunhoo yang berbicara dengan dirinya sendiri sembari memegang belakang lehernya.
Dia berbicara dengan jujur dan memujinya.
Karna ini pertama kalinya Yunhoo melihat Assasin yang begitu terampil.
“Sangat di sayangkan mempunyai kekuatan seperti ini untuk di sia-siakan, hah sial…. Mau dimanapun beberapa orang gila Juga pasti akan ada ya? Penampilannya juga cantik, jadi kenapa dia menjadi seorang pembunuh?” Tanya Yunhoo yang memandang wanita itu.
Dia berjongkok memegang rambut wanita itu dan melihat wajah nya yang anggun itu.
“Mari kita Lihat apa yang ada di dalam Ingatanmu”
……..
Menelusuri lorong yang terjang dan dalam di antara banyaknya putaran Rekaman seperti film dan kaca-kacam Memory itu
Yunhoo menjelajahi memory yang hadirnya belum mama dari hari ini.
Mulai dari perasaannya yanh campur aduk itu hingga dia memasuki gudang gelap dengan sebuah cahaya kecil yang terlihat.
Dia melihat wajah yang sudah dia Lihatnya berkali-kali hingga rasanya kesal itu.
Wajah sari Hyun Dahyo itu terlihat dengan jelas dari sisinya.
Wajah yanh menyebalkan dan juga psikopat gila yanh terus suka membunuh dan menyiksa.
Di situ dia mendapagkan Misi Untuk membunuh Yunhoo.
Dia juga melihat adiknya orang itu sendiri yang bahkan dia siksa tanpa ampun.
Setelah itu Yunhoo keluar dari bagian memory itu dan terdiam di banyaknya tumpukan memory dan dunia ingatan itu
“Alasan….. pasti ada alasan nya, dia bersikpa tidak tenang dan tidak menyukainya seakan ingin terus membunuhnya tapi tidak dapat melakukannya.”
“Dan alasan itu adalah adiknya?…..” ucap Yunhoo yang berpikir memegang sebuah ingatan yang begitu mencolok dari dalam Dunia ingatan itu.
Itu sangat mencolok dan mempunyai karakteristik yang menawan dan bersinar terang.
Hanya dari sebuah Lingkaran bulat, yunhoo memutar ingatan itu tanpa memasukinya seperti sebelumnya.
Dia melihat seorang anak Laki-laki yang berusai 13 tahun yang bermain dengan wanita di dalam
Ingatan itu.
Dia mempunyai sebuah kalung berwarna Hijau yang adalah sebuah Giok dan juga mempunyai senyuman yang lebar dengan rambut Hitam dan Mata Biru muda yang tenang.
Anak laki-laki itu tersenyum dan selalu bermain serta menarik wanita itu.
__ADS_1
Mereka terlihat Hidup bahagia dan tenang serta menjalani keseharian yang begitu menyenangkan tanpa adanya hal-hal yang mengganggu mereka.
Hingga mimpi dan ingatan yang indah itu pun berakhir ketika mereka menyatakan janji untuk Hidup bersama dan bahagia bersama.
Yunhoo yang melihat semua kepingan Memory itu memutuskam mematikan Mana nya dan keluar dari dunia ingatan itu.
Dia melihat Restoran dengan api yang Mulai menghilang serta beberapa puing-puinh yang hancur.
Dia Juga melihat meja serta hal lainnya hancur tidak karuhan.
Yunhoo berdiri memegang penat kepalanya dalam banyak nya iringan masalah yang datang dan Muncul.
“Sial , jika ingin datang menghibur seharusnya tidak merepotkanku juga bukan?…. Apakah ini pantas di sebut sebagai penjahat Jika seseorang mengetahui ini?” Batin Yunhoo yang menkerut kesal dengan erangan menyebalkan nya.
Ini jadi tidak menyenangkan bagi Yunhoo tapi dia Juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan takdir yang berputar dengan aneh di sekeliling nya.
Dia memegang rambutnya dan jidat nya itu sembari mengkerutkam bibir nya .
“Sial seharusnya aku memang tidak perlu membuat masalah” ungakap Yunhoo dengan tatapannya ke Wanita yang pingsan itu lalu menoleh dengan kesal
“Arghh sial!”
Yunhoo memegang Wanita itu lalu menggendong nya di Pundaknya.
Dia memegang dengan erat dan membawanya.
Dia berjalan dengan santai sembari membawa orang itu dan menatap ke arah api yang masih cukup banyak di sekitar akila dan pak tua Kwon.
Di sisi lain akkla yang terus memegang barier Menurunkan tangannya sejenak lalu menghempaskan udara seakan akan mendorongnya dengan gaya yang keren secara Horizontal dari sisi kiri ke kanan.
Api langsung dengan cepat Menghilang di depannya dan Yunhoo terlihat dengan wanita di Pundak nya.
“Huaaa! Mengagetkan saja” teriak histeris Jinggi yang menatap Yunhoo.
Yunhoo melihat Jinggi yang terjatuh dengan senyuman manisnya yang terlihat begitu menyeramkan itu.
Di sisi lain ahyun menatap Yunhoo sembari memegang pakaian Ayahnya dengan ragu-ragu itu.
Pak tua Kwon berdiri di depan menatap Yunhoo yang memegang wanita itu dengan perasaan aneh.
“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Pak tua Kwon.
“Aku akan melakukan pekerjaan lagi, sigh…. Sial aku pasti tetap akan datang 3 hari kedepan jadi aku harus pergi sekarang… bisakah kau mengurus hal ini?” Tanya Yunhoo.
Dengan perasaan gemetar akila memegang erat pakaian ayah nya dan berusaha dengan keras membuka suaranya.
Dirinya terlalu malu dan bahkan tidak sanggup menatap Yunhoo
Pak tua Kwon di sisi lain mengangguk mengerti dan melihat Yunhoo yang berterimakasih dan Pamit.
Ahyun berusaha keras berbicara tapi tidak satupun suaranya terdengar dunia dan tidak terbuka.
Dia berusaha keras tapi dirinya masih terlalu takut dan juga malu.
Dia malu mengakui dosanya dan kesalahannya.
Dia menatap Punggung Yunhoo dan Akila yang pergi dari atas gedung yang tinggi itu dan menghilang begitu saja dengan bayangan Hitam yang menghilang secara tiba-tiba di tempat Yunhoo Berada sebelumnya
Dalam jarak yang tidak jauh Yunhoo juga masih berada di sebuah gedung yang cukup tinggi itu.
Dia menatap Bulan indah dengan bintang-bintang menyala.
Dia menaruh wanita itu yang berada di Pundaknya, dan menyentil Dahi nya dengan Jari Nya yang di tambahkan Kekuatan Mana kecil di jari tengah nya.
__ADS_1
Puak!! Bunyi sentilan.