
Setelah selesai nya skenario #7 , para player yang berhasil menyelesaikan Skenario di kembalikan ke tempat asal mereka. Dunia yang menjadi sunyi kembali ramai, berbeda-beda kembalinya player yang menyelesaikan skenario itu. Karna banyaknya server di setiap Negara tidak semua player kembali di waktu yang bersamaan.
Sementara itu Yunhoo yang kembali dari skenario muncul di kerumunan Kota di sambut oleh banyak Orang muncul.
Tidak hanya Yunhoo beberapa player lainnya juga hadir , sorakan para warga sangat banyak dan beberapa wartawan juga menanyakan para player yang kembali.
Semua di siarkan di televisi dan Berbagai Acara tv.
Yunhoo yang terkerumun di antara banyak nya player berusaha keluar dengan tenang dan pergi meninggalkan Area itu.
Terlalu banyak orang yang hadir dan dengan munculnya player yang tiba-tiba juga membuat jalanan yang awalnya di kenakan tidak dapat di kenakan karna munculnya player yang sangat banyak.
Wartawan dan para reporter juga datang dengan kamera mereka.
Bahkan hanya dalam hitungan menit, papan berita sistem Juga mulai berhamburan banyaknya berita yang hadir dan menghiasai papan Berita itu.
“Aku tak habis pikir bahwa antusias para wartawan begitu tinggi.” Ucap yunhoo dengan kesal dan menghela nafas nya.
“Sebaiknya mending aku beristirahat sebentar, apakah ada Cafe di dekat sini ya?” gumam Yunhoo sambil berjalan dengan kedua tangan di sakunya.
Yunhoo berjalan memutari Kota dan mengelilingi beberapa tempat untuk mencari Cafe.
Setelah melihat cafe , yunhoo masuk memesan segela Cafe hangat dan duduk.
“Ah ini nikmat sekali” Ucap Yunhoo sembari menseruput Cafe Hangat itu.
“Oh maaf menggangu” Ucap Seorang Wanita yang menatap Yunhoo dan berdiri tidak jauh darinya.
“Ah ya, apakah kau mencari tempat duduk? Aku tidak keberatan jika kau ingin duduk” Ucap Yunhoo sembari terus meminum Cafe Hangat itu.
“Baiklah aku terima saran mu terimakasih” Ucap Wanita itu dan duduk di sebrang Yunhoo.
Yunhoo melirik kecil wanita di depannya dengan salah satu matanya.
Wanita yang cukup menawan dengan Rambut dan Mata Ungunya.
Dia cukup tinggi dengan badan elegan dan langsing.
Tidak terlalu banyak make up di wajahnya mungkin sekilas dia terlihat seperti anak konglomerat yang cukup kaya.
Wanita di depan Yunhoo yang merasa ada seseorang melirik nya ,dia menatap dan melihat sekitarnya dengan aneh.
Yah dia cukup lucu dengan sikapnya yang lugu itu.
“Apakah kau seorang player?” Tanya Yunhoo mencairkan suasana yang cukup canggung itu.
“E-eh… y-ya aku player” jawab nya dengan gagap.
“Hum… sepertinya kau cukup gugup, apakah ini pertama kalinya kau menjalani skenario?” Lanjut Yunhoo bertanya ke wanita itu.
Wanita itu mengangkat wajahnya dan membenarkan Rambutnya yang panjang itu.
“Tidak, tapi sepertinya saya memang cukup Gugup” jawab Wanita itu.
“Fufufu, kau cukup lucu. Baiklah jika ada sesuatu yang mengganjal mu mungkin di masa depan aku dapat membantu mu” Ucap Yunhoo sembari berdiri memegang Segelas Cafe nya.
“Karna aku player mungkin di masa depan kau butuh bantuan ku atau saran , aku dapat membantu mu. Jangan lupa hubungi aku” Ucap Yunhoo menaruh secarik kertas kecil dengan Nomor telepon nya di sana.
Yunhoo pergi meninggalkan Cafe itu dan berjalan sembari melanjutkan Minumnya.
“Fufufu, dia terlihat cukup hebat” ucap Wanita itu sembari tertawa kecil dengan lucu dan mengambil kertasnya.
…….
__ADS_1
“Hm…. Kenapa aku melakukan itu ya jiwoo?” Ucap Yunhoo bertanya dengan raut wajah serius ke Jiwoo.
“Apa maksud tuan? Apakah maksud tuan adalah kertas itu?” Tanya Jiwoo dengan raut wajah tertekan.
Setelah lepas dari Cafe itu Yunhoo pergi untuk menenangkan Pikirannya dan bersantai, tetapi setelah dia mengingat kejadian di Cafe itu dia merasa sedikit aneh.
“Ya! Kenapa aku melakukan itu ya?” Tanya Yunhoo dengan wajah serius ya lagi.
“Mungkin karna tuan mengasihani nya?” Jawab Jiwoo sembari berkeringat dan tertekan.
“Tidak -tidak apakah memang begitu? Aku tidak merasa begitu!” Lanjut Yunhoo masih dengan ekspresi seriusnya.
“Mmm… apakah master jatuh cinta?” Ucap Jiwoo pelan dengan ragu-ragu.
“C-cinta kau bilang?” Ucap Yunhoo shock dengan kalimat Jiwoo.
“Sial…. Apakah aku memang jatuh cinta?… tidak-tidak bahkan ini baru pertama kalinya aku meluhatnya dan aku sudah jatuh cinta kau bilang?” Ucap Yunhoo sembari mengigit gigit tangannya.
“Sial apakah ini cinta pandangan pertama?” Lanjut Yunhoo sembari bertekuk lutut dengan ekspresi seriusnya.
“Tidak! Aku yakin ini pasti ada kesalahan!” Ucap Yunhoo sembari duduk membenarkan posisi badannya dan Menggigit Jempol nya.
“Master bukankah itu baik jika master menyukai seseorang? Aku berpikir mungkin bahkan master tidak menyukai wanita dan menyukai lelaki” ucap Jiwoo sembari memegang dagu nya dengan jari -jarinya.
“Hah! Kau pikir aku siapa! Aku masih sangat waras dan sehat!” Ucap Yunhoo sembari memukul kepala Jiwoo.
“E-eh… maaf master jika aku salah” ucap Jiwoo sembari menunduk dan mengintropeksi dirinya.
“Sudahlah aku lelah mari pulang” ucap Yunhoo sembari berjalan meninggalkan Jiwoo.
Jiwoo mengangguk dan berlari mengikuti Yunhoo dari belakang.
……
“Hm… jika di pikirkan Guild master Dolper juga tidak ada di sini? Apakah dia masih melakukan skenario? Atau dia sudah di beri tempat tinggal?” Ucap Yunhoo sembari berpikir sejenak.
“Lupakan lah, bagus jika dia tidak ada di sini” lanjut Yunhoo sembari merentangkan tangan dan kakinya.
Skenario ke 7 berakhir begitu cepat dan lagi lagi Semuanya terasa begitu aneh baginya.
Entah kenapa dia seperti tidak menikmati skenario ini.
Bagi Yunhoo kemajuan skenario yang awalnya dia inginkan begitu cepat telah maju tetapi entah kenapa rasanya begitu aneh.
“Apakah karna aku tidak menyusun dengan baik ya? “ gumam dalam hatinya.
Jika di pikirkan kembali Yunhoo selalu berpikir dunia ini novel bahkan di Skenario-skenario yang dia lalui dia sangat banyak terbantu dari novel-novel yang ia baca.
Terkadang bahkan dia menganggap seperti di dalam novel dan menuntunnya menjadi cerita yang menarik.
“Lalu jika di susun lagi, bukankah seharusnya banyak orang juga bisa memahami nya dengan baik? Pembaca novel bukanlah ratusan atau puluhan orang”
“Jumlah mereka banyak bukan? Jadi seharusnya begitu ya? Tapi kenapa aku merasa begitu aneh ya?…” ucap Yunhoo sembari berpikir dan memasang wajah murah.
“Hum.. yang terbaik semuanya selesai dan aku hanya perlu memikirkan Skenario selanjutnya” ucap Yunhoo dengan membalikkan badan dan memeluk Bantal menutupi wajahnya.
“Menyebalkan” sembari bergumam lagi Yunhoo menutup matanya dan tertidur.
Esok hari
Yunhoo bangun dengan baju berantakan dan rambutnya yang kusut.
Yunhoo pergi ke kamar mandi untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Rambut nya yang bersih dan muka nya yang tidak kusut lagi terlihat begitu indah.
Setelah itu Yunhoo ke dapur untuk segera membuat sarapannya di ikuti Jiwoo yang keluar dari bayangan bersama Jinhoo yang mengikutinya.
“Master biar aku dan Jinhoo yang membuatkan makanan!” Ucap Jiwoo sembari menyeret Yunhoo duduk di sofa dan menunggu masakannya.
“Baiklah “ jawab Yunhoo sembari duduk di sofa dan memegang Ponselnya.
Layar ponselnya terbuka dan Chapter Terakhir dari Bab Novel yang dia baca terlihat.
Yunhoo membacanya dengan raut wajah yang cukup senang dan terus membacanya.
Mungkin baginya keindahan itu sendiri terdapat di cerita yang begitu indah di ceritakan dan di gambarkan di ponselnya ini.
“Hah… ini sangat seru” Ucap Yunhoo sembari terus menyekrol Chapter Novel selanjutnya.
Jiwoo dan Jinhoo yang berfokus memasak makanan cukup fokus dan bekerja sama dengan baik.
Terkadang jika di lihat mereka seperti Kakak dan adik yang begitu akur tetapi di sisi lain tidak begitu akur.
Melihat Jiwoo dan Jinhoo yang memasak dengan Perasaan gembira dan senang, membuat Yunhoo yang memperhatikan nya tersenyum dan melanjutkan membaca Novelnya.
Setelah menghabiskan makanannya Yunhoo,Jiwoo dan Jinhoo Duduk di balkon menikmati angin yang indah.
“Hm… cukup membosankan “ ucap Yunhoo sembari memakan cemilan kecil.
“Apakah master ingin keluar?” Tanya Jiwoo ke Yunhoo.
“Tidak aku sepertinya akan tetap di sini” jawab Yunhoo .
“Master apakah lebih baik master pergi? Bukankan di rumah terlalu membosankan? Biarkan aku dan Jiwoo yang menjaga rumah” Ucap Jinhoo dengan senyumannya dan mengambilkan kunci Mobil .
Kunci itu di berikan kepada Yunhoo dan Jinhoo menarik Jiwoo mengikutinya.
“Bersenang senanglah master!” Ucap Jinhoo sembari terus mendorong Jiwoo.
Jiwoo yang tidak mengerti marah tetapi nurut mengikuti ucapan Jinhoo.
“Fuh… dasar kalian” Ucap Yunhoo sembari menghela nafasnya.
“Baiklah cari cari angin tidak begitu buruk” Ucap Yunhoo sembari berdiri dan memasuki garasinya.
Yunhoo menaiki mobilnya dan pergi keluar dengan mobilnga .
Angin kencang dan udara segar di pagi hari terasa begitu hangat untuknya.
Kota yang ramai dengan papan Iklan dan beberapa poster Player dan berita berita yang tercantum di poster itu.
Bagi Yunhoo pemandangan Ini tidak buruk juga, bahkan dia yang menikmati ini sangat menyukainya bisa melihat dan menyaksikan Udara Segar ini.
Terkadang bahkan baginya dia yang awalnya pengangguran tanpa pekerjaan, cukup bersyukur dapat memiliki hal yang sekarang ini dia miliki.
“Benar aku tak harus merepotkan dan membuat pikiran ku kacau, bukankah seharusnya sekarang waktu yang tepat memikirkan rencana Skenario berikutnya dan langkah selanjutnya menghadapi skenario.” Ucap Yunhoo dengan memuji dirinya sendiri.
“Baiklah mati nikmati waktu ini dulu dan kita akan bahas skenario selanjutnya “ Ucap Yunhoo dengan senang dan mengendarai Mobilnya lebih cepat.
……
Ruang putih .
Sekarang tepat Pukul malam hari yunhoo duduk bermeditasi bersama Jinhoo, Jiwoo, dan Hyuerin yang bertiga bermeditasi juga. Hyuerin yang tidak muncul cukup lama terlihat masih begitu cantik dengan pesona nya, dan dia bahkan terlihat sedikit berbeda entah karna Dimensi yang menyatu di dalam tubuhnya atau tidak, tetapi wajahnya sedikit berbeda dan terlihat lebih cerah.
Yunhoo masih bermeditas dengan tenang mengatur sirkuit yang mengarah ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
Jika manusia memiliki sedikit sirkuit, berbeda ketika itu Jiwoo dan Jinhoo yang pada dasarnya makhluk kelas atas. Ketika malaikat atau Iblis Hidup ,mereka memiliki sirkuit yang banyak dan melebihi Manusia. Meski terkadang bakat menentukan semuanya bukan berarti iblis tidak berbakat akan lebih rendah sirkuit mana nya di dalam tubuh mereka.