
“Kakak! Mari bertemu segera! Aku akan segera ke sana jadi kakak bisa menunggu ku!” Ucap yunhwa yang tersenyum dan menutup telpon nya.
Dia memasang ekspresi serius dan marah ke Namwoo.
“Kak, kenapa kakak tadi mengambil ponsel nya” Ucap Yunhwa yang berubah menjadi galak itu dan mulai menatap Namwoo dengan ekspresi menyeramkannya.
Dia manatap serius sembari mengeluarkan amarah yang begitu mengerikan.
“Aaahhh!! A-aku hanya merindukan Hyung!!” Ucap Namwoo yang tersiksa itu dan Bersujud memohon.
‘H-hyung! Aku merindukan mu!’ batin Namwoo sembari Menangis kecil dan menunduk meminta maaf ke Yunhwa
“Tenanglah Yunhwa, kau tidak harus marah begitu” ucap Yuu Mina yang merelai Permusuhan itu.
Namwoo dalam batin nya bersyukur dan berterimakasih kepada Yuu Mina dan berdiri.
Yunhwa menghela nafasnya dan memasang ekspresi cemberutnya.
Dia mengembungkan Pipinya dengan kesal dan berjalan .
Yuu mina mengikuti dari belakang di ikuti Namwoo yang tersipu sedih dengan wajah merah nya sembari meneteskan air mata seperti bayi yang bodoh.
…..
“Ini enak sekali! Hei kenala di dunia mu makanan begitu lezat! Ini benar benar yang terbaik!” Sembari memakan Makanan dalam Junlah banyak itu Akila terus memakan di Tumpukan Makanan yang di pesan Yunhoo.
Untuk menenangkan Naga bodoh ini dia juga harus berusaha dengan keras agar dia tidak membuat masalah di dunia nya.
Setelah Makan cukup banyak Palayan datang lagi dengan beberapa Minuman yang di Pilih Oleh akila.
Untuk menghilangkan Rasa penasarannya tentang apa Saja Minuman dan bagaimana Rasanya dia memesan cukup banyak Minuman yang dia beli.
Yunhoo terkadang bahkan bingung perut nya sebesar apa untuk dapat menampung makanan yang banyak itu.
Tumpukan piring Juga sudah begitu Menumpuk padahal Dia harusnya bertemu dengan Yunhwa dan yang lainnya di sini.
Yunhoo hanya bisa menghela Nafasnya melihat Akila yang Memiliki Nafsu Makan sangat Tinggi.
Setelah memakan cukup banyak Tak lama kemudian Yunhwa dan yang lainnta tiba.
Mereka dengan tampilan rapih mereka menyala yunhoo.
Namwoo yang dalam keadaan Pucat juga terus menrengek aneh san mendekat dekat Yunhoo.
Di sisi lain Yunhwa yanh kesal menarik narik Namwoo menjauh dari Yunhoo dan memeluk Yunhoo.
“Kakak! Apakah kakak pergi ke Dimensi Kebebasan?” Tanya Yunhwa dengan khawatir ke Yunhoo.
“Ya, aku pergi, apakah kau sudah memasukinya?” Tanya Yunhoo ke Yunhwa.
“Aku dan Yunhwa telah memasukinya, itu adalah tempat yang bagus dan Indah” Ucap Yuu Mina yang berdiri dengan anggun berbicara.
Rambut nya yang panjang juga di Ikat oleh sepotong kain kecil yang membuat Gaya rambut nya terlihat Begitu indah dengan sepasang anting kecil si telinganya.
“Oh? Itu adalah hal bagus, aoakah kalian Telah menaiki Menara ?” Lanjut Yunhoo bertanya ke Yuu Mina dan Yunhwa.
“H-hyung!! Itu begitu menyulitkan! Bisakah kita menaiki menaea bersama sama?” Tanya Namwoo yang cemberut dan lesuh itu.
“Ada apa? Kenapa kau begiru lesu?” Ucap Yunhoo bertanya ke namwoo.
“I-itu….. itu karna aku kak” ucap Yunhwa membuka suara sembari menggaruk-garuk pipinya dengan ragu.
“Ada apa?” Tanya nya lagi.
“I-itu, ketika aku sedang menelepon Kak Namwoo mengambil Ponsel ku secara paksa dan itu membuat ku kesal! “ jawab Yunhoo sembari cemeberut san mengerutkan Bibirnya.
Dia mencibir menatap Namwoo dengan kesal.
__ADS_1
“Huhu, kau tidak boleh begitu Yunhwa, jadi jangan lakukan itu oke?” Ucap Yunhoo mengelus pelan kepala Yunhwa.
Yunhwa mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke Dada Yunhoo.
Dia meneluk dan mendekat erat dengan Yunhoo .
Di sisi lain Akila yang menatap Mereka sembari menggunakan Jubah sedikit kesal dan Tetap diam tanpa berbicata sepatah katapun.
“Duduklah dan makan” Ucap Yunhoo yang tidak melihat situasi meja itu.
Pandangan semua orang berubah ke arah meja di mana Tumpukan Piring berdiri tinggi menumpuk dengan sisa sisa makanan.
“Ah…” ucap Yunhoo yang tidak sadar itu dan mengelus ngelus pelan rambut belakangnga.
Yunhoo memanghil pelayan untuk menyuruh membersihkannya dan memesan menu baru.
Di sisi lain akila duduk diam di sebrang mereka yang terasa tidak terlihat dan tidak di perhatikan itu.
Dia cukup kesal dengan Tingkah Yunhoo dan kawan kawan nya yang tidak memerhartikannya.
Akila yang cukup kesal itu membuka suaranya.
“Apakah masih lama?” ungkap suara akila yang cukup dingin dengan hawa yang di penuhi rasa Benci.
Yunhoo yang merasakan rasa benci dan amarah yang dingin iru menjadi pucat dengan beberapa bulu kuduk nya yang berdiri tegak.
Ini bahkan rasanya Lebih menyeramkan ketimbang Melihat hantu atau apapun.
“Eh?…. Siapa itu kakak” ujar Yunhwa dengan wajah sinis menatap Akila yang menggunakan Jubah itu.
“Ah,i-i-tu… dia adalah teman ku ya teman ku! Namanya adalah Akila jadi berteman lah dengan baik!” Ucap Yunhoo yang ragu ragu itu.
“Dia terlihat begitu Bodoh dengan akting bohong mya yang payah” ucap Yunhwa, Yuu mina dan Namwoo dalam batinnya menatap Yunhoo yang terlihat begitu bodoh itu.
“Hm…. Aku Yunhwa senang mengenal mu” ujar Yunhwa yang mengulurkan tangannya.
Tangan itu saling bersentuhhan dan bersalaman dengan ramah.
“Akila., hanya akila” ucap Akila dengan rasa percaya diri yang tinggi dan nada yang cukup amengintimidasi.
“Baiklah ini adalah Yuu Mina dan dia adalah Namwoo, jadi akila semoga bisa akrab dengan kami!” Ucap Yunhwa yang tersenyum ramah dan memiringkan kepalanya.
Mereka mulai duduk di bangku yang di sediakan dengan beberapa makanan yang baru saja tiha dan di siapkan.
“Baiklah kalian silahkan makan” ucap Yunhoo yang tersenyu sembari menawarkan Yang lainnya untuk makan.
Yunhwa yang dengan rasa lapar nya mulai mengambil piring yang di penuhi makanan itu dan mengambil sendok serta garpu nya.
Dia memakan lahap dengan semangat yang Tinggi.
Di Ikuti Yuu Mina yang memakan dengan cukup rasa lapar juga dia ikut memakan nya dengan postur yang cukup baik dan tidak terlalu sembrono seperti Yunhwa.
Dia memakan masih dengan tampilan anggun nya dan tidak membiarkan citra nya buruk.
“Ya… dia adalah wanita dewasa…” batin Yunhoo sembari tersenyum.
“Jadi apakah Kakak Akan pergi bersama?” Tanya Yunhwa Yang sembari memakan Makanan itu di tangannya dan berbicara ke Yunhoo.
“Tidak, aku di sini hanya Untuk menyapa, aku rasa kita tidak akan bertemu dalam waktu yang cukup panjang.” Ucap Yunhoo sembari menahan suara nya yang terlihat cukup sedih juga.
“E-eh? Apakah kakak ada suatu urusan?” Tanya Yunhwa yang kaget itu.
“Y-ya! Hyung! Mari selesaikan bersama saja!” Ucap Namwoo.
“Sepertinya itu hal yang sulit, Tapi jangan Khawatir aku pasti akan menemui Kalian lagi.” Ujar yunhoo yang tersenyum.
Dia memasang wajah ramah dan senyuman Tulus kepada semua nya.
__ADS_1
“Aku tidak tahu berapa lama tapi aku pasti akan menemui kalian lagi, entah selama apa aku pasti akan menyempatkan waktu untuk bertemu, selagi aku tidak ada aku harap kau hidup dengan baik Yunhwa.” Ucap Yunhoo yang tersenyum ke arah Yunhwa.
“Ya! Aku pasti akan hidup dengan baik kak!” Ucap Yunhwa yang berteriak dengan percaya diri dan tersenyum sedih.
“Itu menyenangkan Untuk di dengar.” Ucap Yunhoo.
Mereka melanjutkan makan sembari memebahas beberapa hal lucu dan candaan-candaan Konyol.
Hinga larut malam berganti Yunhoo dan yunhwa berpisah.
Yuu mina juha cukup terlihat sedih dengan wajah nya yang terlihat cukup sedih itu.
Meski dia jarang Untuk mengekspresikan Sedih nya tapi Untuk Yunhoo, dia merasa sedih untuk tidak bisa bertemu dengannya lagi.
Yunhoo juga hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya dan pergi bersama akila.
Yunhoo pergi berjalan memutari Kota dan berdiri di atas gedung tinggi Kota itu.
Dia memandang pemandangan Kota Yang Indah bersama akila .
Kota yang di warnai beberapa warna Cahaya Putih dan beberapa Pamtulan Cahaya lainnya.
Itu benar-benar indah.
Di ikuti pemandangan Lamgit yang indah.
Itu adalah pemandangan Terbaik yang pernah Yunhoo Lihat.
Melihat langit sudah menjadi cukup baik tapi melihat pemandangan yang indah dengan tambahan pemandangan Kota dari atas langit. Itu benar benar indah.
Yunhoo sedikit mengetahui kenapa dan apa alasan banyak orang kaya begitu menyukai mempunyai bangunan Tinggi pencakar langit.
Selain pemandangan nya Yang indah, mereka serasa bisa melihat semua nya dari atas dan itu benar-benar henat.
Melihat keindahan Kota dari atad gedung mewah dan tinggi.
Itu seperti pemandangan Penguasa yang melihat Kotanya.
Benar-benar indah dan menakjubkan.
Akila yamg memandang itu juga terdiam dan berdiri dari atas gedung menatap ke kota-kota dan bangunan tinggi itu.
“Indah….” Ucap akila yang tersipu melihay keindahan pemandangan Kota di Malam hari itu.
Yunhoo tersenyum merasa seperti sedang membesarkan anak kecil yang baru pertama kali melihat pemandangan indah ini.
“Ya ini indah, dan itu akan terua semakin indah.” Ucap Yunhoo yang mengarahkan pandangannya ke langit-langit.
“Master saya di sini!” Ucap Jinhoo yang datang seperti assasin dan hadir dua belakang Yunhoo.
“!!” Akila cukup kaget san mengarahkan pandanganya ke belakang dengan instan.
“Siapa dia?” Tanya Akila.
“Ah? Dia adalah G…..” Ucap Yunhol dengan bimbang dan ragu ragu sebelum melanjutkan lagi.
“Ah dia adalah Guardian ku.” Ucap yunhoo yang melilih Jujur ketimbang berbohong lebih jauh.
“Guardian? Apakah itu berarti kau memiliki dua guardian.” Tanya Akila yang bingung.
“Ya begitulah” ucap Yunhoo dengan nada ragu nya.
“Sudah ku duga kau memang manusia spesial “ucap Akila sembari memegang dagu nya dan berpikir.
“Ya aku rasa aku tidak se-spesial itu.” Ucap Yunhoo sembari menggaruk-garuk kepala nya dengan rasa malu.
“Tidak! Kau sangat spesial!” Ucap Akila yang menegaskan dengan tegas untuk menyadarkan Yunhoo.
__ADS_1
Yunhoo hanya bisa tertawa kecil dan menatap langit-langit.