Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Memulai Rencana


__ADS_3

Lee Jina membawa Yunhoo sengan mengikat nya dengan sebuah tali.


Itu bukanlah tali biasa dengan Kerentangan dan kelembakan yang mudah di rusak.


Tali itu selain Kuat juga di dapatkan dari shop sistem yang di Beli dengan menggunakan Coin Yunhoo.


Meski tidak memakan banyak Coin , tapi untuk mempertahankan kebenaran dan akting sempurna selain harus membuat beberapa Luka, yunhoo Juga harus mengikat tubuhnya dengan Tali itu.


Akila di sisi lain bersembunyi di bayangannya, dan Lee Jina fokua membawa Yunhoo .


Melewati bamyak tempat dan Kota yang panjang, akhirnya Lee Jinaa tiba di tempat Gudang Kumuh di Dekat Hutan yang juga ada sebuah Rumah besar sepeeri mansion yang tidak jauh dari sini.


Lee Jinaa membuka Gudang kumuh dan Gelap itu, lalu menyalakan sepercik lampu kecil .


Pemandangan yang terakhir kali Lee Jinaa Lihat sudah menghilang di situ, dan hanya menyisahkan Tatapan Hyun Dahyo yang duduk di Kursi bersih di tengah percikan darah dari Hasil banyak Siksaannya itu.


Selain bau Darah beberapa bau yang tidak mengenakan juga tercium.


Selain bau Darah, bau Gosong, dan bahkan bau mayat .


Semuanya campur aduk dan membuat kegilaan Bau yang tidak teratur di Ruangan ini.


Yunhoo meski menjaga tubuhnya tidak sadar, dia juga Melihat dan memperhatikan sekitarnya.


Bukan dengan Penglihatan matanya tapi dengan sesuatu yang lain.


Bukan juga dengan bantuan Mana.


Yanh dia Lihat di sini adalah dengan bantuan penglihatan Jiwa-jiwa yanh sangat banyak terkumpul si Gudang ini.


Bisa di bilang tempat ini seperti Sebuah Pemakaman dan penyiksaan yang Gila.


Bahkan Jiwa-jiwa di sini yang Yunhoo Kendalikan semuanya mempunyai kebencian yang dalam kepada Hyun Dahyo.


Lee Jinaa di sisi lain Juga berjalan dengan santai tanpa kegugupan.


Meski dia juga ragu dan takut, ke-profesionalan Seorang Assasin tidak bisa di ragukan lagi bahwa dia pandai dan mahir.


Dia menjaga ekspresi dan Ketegangannya lalu Juga mengatur suara nya dan aura nya.


Keahlian terhebat seorang assasin yang mengerikan yang membuat mereka begitu sulit di bedakan .


Karna mereka begitu pandai memainkan Ekspresi dan menjaga semua kerahasian mereka.


Lee Jinaa melempar Yunhoo di Bawah kaki nya dan tidak Jauh dari jarak Diri nya ke Yunhoo.


“Perlihatkan adikku dan kau dapatkan dia” Ucap tegas Lee Jinaa.


“Tentu, tapi kita tidak bisa melihatnya di sini, sebelum itu aku ingin mendapatkan Orang itu dulu” ucap Hyun Dahyo yang Menyeringai dan menjilat Sebuah Pisau tajam.


“Tidak, aku tidak akan memberikannya” jawab Lee Jinaa dengan keras kepala.


“……”


“Kau…. Begitu ya?…. Jadi kau sudah berani…”


“Baiklah ikuti aku” ucap Hyun dahyo yang menghela nafasnya.


Dia memegang sebuah Kunci aneh dan mengarahkannya seakan akan membuka Pintu di udara yang Kosong.


Sebuah Pintu dengan cepat terbuka.


Hyun dahyo Mulai menuntun dan mengajak Lee Jinaa Masuk.


Lee Jinaa Juga membopong Yunhoo yang dalam Kondisi tidak sadar itu.


Mereka melewati kastil gelap yang begitu Tenang dan aneh itu lalu ke sebuah penjara bawa tanah.

__ADS_1


Penjara bawah tanah itu sangat bau, dan berisik, serta banyak suara dan tangisan dari banyak orang.


Ini seperti sebuah penjara manusia yang mempermainkan Nyawa banyak orang dan memperlakukannya seakan akan mereka budak.


Tidak banyak yang ada di sini dan rata-rata mereka semua juga sudah hampir mati mengenaskan.


Yang Yunhok dengan di sini adalah suara tangisan dan juga kebencian dalam yang membuat aura Gelap menumpuk di seisi Ruangan dan penjara bawah tanah itu.


Dalam Kondisi itu, Yunhoo Juga mengumpulkan semua Jiwa dan mengontrol nya dengan baik.


Kali ini Yunhoo Juga bisa mengetahui bahwa Jiwa yang bisa dia Kontrol sangat banyak hampir Hingga Membuatnya Bisa mengontrol semua Jiwa yang dia Inginkan.


Selain iti perasaan pengendalian yang ameh juga dia rasakan seakan akan dia dewa kematian yang bisa memutuskan mati dan Hidupnya Jiwa yang telah dia Kontrol.


Meski kehidupan berarti itu adalah pengontrolan Yunhoo, tapi jika kematian itu maka dia akan benar-benar mati.


Meski Yunhoo tidak yakin apakah itu akan menuju ke kematian ‘Sebenarnya’ atau sesuatu yang lain.


Setelah berjalan cukup jauh di Lorong , Hyun dahyo berhenti sejenak di sebuah Lorong besi yang memenjarakan seorang Lelaki Yanh cukup muda.


Dia berusia 19-20 tahunan dengan wajah yang cukup sedih dan pucat.


“Kyung-so!” Teriak Lee Jinaa.


“Kakak!” Jawab cepat Lee Kyung-so yang awalnya Pucat itu.


Dengan terhalang Oleh gerbang yang memenjarakam Kyung-so Lee Jinaa menatap Kyung-so sembari memegang jeruji besi yang terhalang Oleh sesuatu Yang aneh yang bahkan tidak dapat di hancurkan.


“Lepaskan adikku” seru Lee Jinaa.


Dengan jawaban dari Lee Jinaa itu Hyun Dahyo tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Jangan bercanda! Aku telah melakukan banyak untuk mu! Jadi lepaskam adikku!” Ucap nya dengan serius.


Yunhoo berada di posisi tidak jauh dari lee Jinaa tapi dalam Kondisi di bawah lantai yang kotor yang mana Jinaa sedang berfokus Marah kepada Hyun Dahyo.


Hyun dahyo di sisi lain tertawa kencang dengan delusi Lee Jinaa dan banyak Ucapannya itu.


“Kak!! Kakakk! Pergi kak!” Terkak Kyung-so yang memotong omongannya itu.


Kyung-so menatap dan melihat wajah jahat Dari Hyun dahyo itu yang terlihat sangat jahat dan Licik itu.


Dia dengan tegas menyuruh Lee Jinaa untuk pergi meninggalkannya.


“Hooh…. Adik yanh penyayang dan kakak yang juha penyayang … sungguh Ironis” ucap Hyun Dahyo yang tersenyum itu.


Dia dengan cepat mengempaskan Kepala Hyun Dahyo dengan kencang untuk membanting nya ke bawah.


Dengan tekanan dan kecepatan itu, seharusnya kepala yang sangat keras bahkan dari seorang player se-profesional dan sekuat Lee Jinaa pun akan tewas dan hancur.


Tujuan hyun dahyo membawanya bukan untuk membebaskannya, tapi untuk membuat Adiknya melihat dengan kedua matanya bahwa sang Kakak tersayangnya mati di depan Matanya.


“Kak!!” Dengan suara yanb kencang itu Lee Jinaa Tersadar dan menghindar .


Meski kepalamya hampir sekali Menabrak Tanah dengan Kencang. Dia dengan cepat mengambil Posisi yang lebih baik dan menghindar Cukup Jauh dari Hyun Dahyo.


“Menghindar?….. kau benar-benar yang terbaik Lee Jinaa” ucap Hyun dahyo yang menjilat Bibirnya dengan hawa aneh dan menjijikan itu.


“Kau! Kau berniat membunuh ku dasar bajingan!” Tegas lee Jinaa yang memaki dengan kesal.


“Kau sudah tidak berguna untukku, melihat mu mati dan adikmu yang putus asa adalah yang terbaik” jawab Hyun Dahyo dengan ekspresi yang benar-benar menjijikan itu.


“Oh….” Ucap suara seseorang yang mengheningkan Ruangan itu secara mendadak.


Bukan suara Lee Jinaa atau Hyun Dahyo.


Bukan Juga suara Lee Kyung-so.

__ADS_1


Itu adalah suara Yunhoo yang memegang Geruji itu dan menatao Lee Kyung-so di depannya.


Tidak dengan posisi di Ikat dan terikat, yunhoo berdiri sembari berpikir dengan Memegang Jeruji itu.


[Prisom Will]


Memenjarakan Makhluk Hidup dan mengunci Kekuatan Inti Mana mereka.


Detail: Cara membuka hanya bisa di lakukan dengan Izin dan Kunci Yang di Miliki Pemilik penjara.


“Kau!…… kenapa kau bisa lepas?….” Dengan tegas dan ekspresi yang aneh Hyun dahyo bertanya seolah olah dia adalah orang Yang bingung.


“Kukuku,meski kau lepas pun jamgan harap kau bisa kabur! Karna kalian berdua akan mati dan ku siksa di sini” dengan hawa yang aneh Hyun Dahyo memelet dan mengeluarkan sebuah Pisau Kecil .


Itu Bukan belati tapi dua pisau kecil yang dia pegang di tangannya.


“Hm…. Jadi apa tujuanmu membawa ku? Hyun Dahyo” ucap Yunhoo yang bertanya itu.


Lee Jinaa Di sisi Lain memdekat dan berusaha dengan keras menghancurkan Geruji dan penjara itu, tapi yang di sayangkan meski dia berusaha dengan kemampuannya, itu tidak berhasil seakan akan ada barier yang melindungi Geruji itu dengan baik.


Yunhoo di sisi lain memandang Lee Jinaa yang Khawatir sembari Menunggu jawaban dari pertanyaan Yunhoo ke Hyun Dahyo itu.


“Hahahahah, tujuan?…. Awalnya aku hanya Ingin Membuat pelajaran dan mengajarkan adikku yang Bodoh, tapi karna ada Hadiah aku jadi Ingin mendapatkan semuanya!” Dengan tawa jelek dan Juga suasana hati yang bagusnya itu dia tertawa kencang.


“Jadi kau orang yang rakus ya…. Siapa orang yang memberiku hadiah?” Tanya yunhoo lagi.


“Seseorang yang Berkuasa dan berada di atas ku” ucap Hyun Dahyo yang menjilat Bilah tajamnya.


“Begitu kah?….. hm….” Ucap Yunhoo yang berpikir dan menatap Hyun Dahyo.


“Hahaha Bocah Bodoh ini membunuh Dark?…. Omong Kosong ! Rank C sepertinya memberikan hadiah yang sangat besar dan menggiurkan seperti itu! Aku pasti akan memdapatkannya dan menyiksanya secara kejam !” Batin Hyun Dahyo itu.


Yunhoo menatap dan mendengarkan semua Isi hati Hyun Dahyo dengan Kemampuan Readersnya dan berdiri tegak.


Satu lengan Kirinya memegang Jeruji itu dan sebuah Api hitam Muncul.


Lee Jinaa Di Buat sedikir menyingkir dan menjauh dari hadapan Yunhoo.


Itu adalah Api Hitam yang selalu sama Untul Yunhoo.


[Hell Fire]


Kemampuan api Yunhoo satu-satunya yang dapat membakar material apapun .


Hanya dengan serentik Hell Fire kecil Yunhoo, jeruji itu langsung hancur dan meleleh serta api hitam yang Kuat itu Mulai mendominasi dan membuat tekanan yang Kuat Untuk ke sekitar.


Melihat Jeruji yang terbuka itu, lee Jinaa Membawa Adiknya yang berada di penjara itu dan memegang nya dengan erat sembari membawa adiknya keluar.


“B-bagaimana bisa! Api apa itu!” Tanya Hyun Dahyo yang Bingung.


“Tidak akan Kubiarkan!” Dengan jawaban tegas.


Hyun dahyo Mulai melempar salah satu Pisau nya dan mengganti senjatanya lagi dengan Sebuah Sarung tangan Cakaran yang tajam dengan Bilah.


Dia mulai berlari melewati Yunhoo dengan cepat menuju Ke arah Lee Jinaa dan Kyung-so itu.


“Kalian kabur saja” ucap Yunhoo dengan santai yang tahu bahwa Hyun Dahyo telah hampir dekat dengan Lee Jinaa.


Lee Jinaa yang menatap Hyun Dahyo mendekat dan melempar pisaunya itu mengeluarkan belatinya, dan Pisau yang tajam itu terpental dengan Pentalan dari Belatinya yang menangkis pisau itu.


“Kak ! Ayo cepat!” Dengan suara Kyung-so yang menarik Lee Jinaa itu.


Mereka berdua berlari lahi berusaha menghindar.


Tapi Karna Hyun Dahyo terlalu dekat, ruang Untuk kabur pun tidak ada .


Lee Jinaa berhenti memegang belatinya dan melihat Cakar tajam yang berada di depan matanya.

__ADS_1


Tapi hanya dalam sekejap Cakar itu berhenti seakan-akan waktu di hentikan dan Tanpa sebab dan apapun, Hyun dahyo jatuh dan tersingkir menabrak tanah di bawah tubuh nya dengan kencang.


Mendengar Ucapan Dari Yunhoo Juga, lee Jinaa kabur tidak memikirkan apa yang terjadi dan meninggalkan Mereka semua di tempat itu.


__ADS_2