
Untuk Membantu mandukung author Jangan Lupa Berikan** Like Tinggalkan Komen dan Berikan Vote pada karya author ,Setiap dukungan dari kalian akan membantu menyemangati author dan membuat author lebih bersemangat lagi Dalam Membuat Karya-karya lainnya dan Bab selanjutnya.**
🌿🌿🌿🌿☘️☘️☘️☘️☘️
Beberapa jam berlalu dan banyak tes telah di mulai.
Jika di pikirkan wajah dua orang yang mengikuti tes ini terlihay sangat buruk.
Jiwoo yang matanya suram berbaring lemah di meja seperti malaikat lesu yang di buang oleh dewa nya.
Sedangkan Raja itu seperti kehilangan Jiwa nya dan mati rasa dengan semunya.
Wajah nya muram dan pucat serta kulit nya menjadi sedikit hitam.
“Agh… ini …. Ini membuat ku gila” sembari dengan lesu masih berbaring Raja itu bergumam tidak jelas .
Jiwa nya terasa seperti melayang di atas kepala nya dan berterbangan kemana mana.
“Hei pak tua bukankah ini berlebihan, aku memang menuruti mu tapi jika kita lanjut lagi sepertinya aku harus membunuh mu” jawab Jiwoo dengan lemah letih lesunya.
Yunhoo tersenyum berdiri dan berjalan membalikan mereka dan berbicara.
“Sepertinya kalian terlalu menikmatinya, apakah kau lupa dengan Penjaga yang sebelumnya datang dan terkaget melihat kalian bermain seperti anak kecil?” Ucap yunhoo sembari tertawa.
“H-hei ini salah mu!” Sembari bergumam seperti orang yang sedang mabuk Raja itu menyalahkan Yunhoo dengan raut muka nya yang sangat lucu.
Jiwoo berdiri mengangkat raja yang lemah itu.
“Sudahlah cepat berikan pengakuan mu! Apakah kau ingin aku terus menunggu?” Ucap Jiwoo dengan kesalnya.
“B-baiklah kau lulus, sial ini benar benar membuat ku khawatir tapi apa apaan ini! Kau bahkan memenangkan semuanya!” Ucap Raja itu dengan raut wajah pucatnya.
Raja :( ̄  ̄|||)
“Ya itu kan karna aku pintar” jawab Jiwoo dengan mudah.
[Ujian Pengakuan Wilayah Ke 3 Berhasil!]
[Tahta Wilayah Ke 3 Telah diberikan!]
[Raja Mengakui Anda sebagai Raja berikutnya!]
[ Menguasai 3 Wilayah Sky Palace telah berhasil!]
[ Memulai menghitung Kontribusi!]
[ Apakah Anda akan menyembunyikan Kontribusi Anda?]
Dalan sekejap pesan sisten muncul dan menyerbu Yunhoo.
Pesan itu tidak hanya ke dirinya tetapi beberapa Juga di kirimkan ke semua player.
3 wilayah telah berhasil Di Kuasai.
Sekarang skenario akaj berakhir.
“Sembunyikan Kontribusi”
Yunhoo mengklik sembunyikan Kontribusinya dan beberapa pesan muncul lagi di ikuti oleh pemberitahaun Kontribusi dan urutan urutannya.
“Sekarang wabah kelaparan hilang dan skenario berakhir” Gumam Yunhoo pelan sembari menghembuskan nafasnya.
“Master sepertinya skenario ini telag selesai” ucap Jiwoo mendekat ke Yunhoo.
Semua wilayah terhenti dan raja di depan mereka juga membeku seakan akan cerita mereka di hentikan.
Yunhoo juga menatap dari kaca besar kastil itu san memperhatikan semua orang membeku seakan akan dunia berhenti.
“Ini fenomena yang aneh, apakah dunia skenario memang seperti ini?” Ucap Yunhoo sembari memperhatikan sekitarnya.
“Aku tidak tahu master ,tetapi sepertinya kehidupan Ini adalah sesuatu yang di buat-buat” Ucap Jiwoo dengan raut wajah seriusnya.
“Hm…. Aku tak tahu tetapi sepertinya kita akan mengetahuinya suatu saat nanti” jawab Yunhoo sembari memalingkan wajahnya.
“Sudah saatnya kita pergi “ ucap Yunhoo sembari menatap Jiwoo.
Jiwoo mengangguk dan Bayangan Mulai menyelimuti tubuhnya lagi dan tubuh Jiwoo kembali ke dalam bayangan Yunhoo.
……..
“Aku bener benar tidak salah lihat kan?” Ucap tiytiz sembari berdiri memegang dagu nya.
[ Skenario Menguasai 3 Wilayah Sky Palace Telah Berakhir!]
[ Hadiah akan di berikan kepada semua player!]
__ADS_1
“Apakah itu Hyung yang menyelesaikannya?” Ucap Namwoo sembari berpikir dan membopong Yunhwa yang berusaha bangun dengan wajah yang berantakan itu.
“Hyung? Siapa itu? Apakah kau mengetahui sesuatu?” Tanya Tiytiz ke Namwoo yang membopong Yunhwa.
“Itu adalah kakak ku” Ucap Yunhwa yang masih sempoyongan.
“Itu loh yang sebelumnya berbicara aneh dan berwajah tampan dan berpenampilan seperti asisiten” sela namwoo sembari menjelaskan Detail wajah Yunhoo sebelumnya.
Tiytiz berpikir sebelum menjawab dan merespon otak lemotnya itu.
“Ah, apa maksud mu orang yang menyuruh saling membunuh itu?” jawab Tiytiz sembari berpikir.
“Ya itu dia” Jawab Namwoo singkat.
“H-h..hei Kakak ku bwuaaa.. bukan …. Owanhh.. aanehh!” Ucap Yunhwa sembari menunjuk nunjuk dengan kondisi nya yang tidak stabil.
Wajah nya sangat kacau dan kepala nya terasa sakit.
Yunhwa terlihat seperti mabuk tapi nyatanya kepalanya terasa begitu sakit dan tubuhnya begitu banyak luka.
Energi Mana di dalam tubuhnya juga begitu sedikit dan kehabisan Mana dalam Jumlah cukup besar.
“Sudahlah Yunhwa sebentar lagi kita akan Pulang dan tidurlah dengan tenang” Ucap Namwoo sembari menutup Mulut Yunhwa dan mengajak nya berjalan.
“Huft… dua orang yang aneh…” Ucap kecil Tiytiz.
“Aku setuju” Jawab Yuu Mina yang muncul secara mendadak di samping Tiytiz.
“Ah! Kau mengaggetkanku!” Ucap tiytiz sembari memegang dadanya dengan kondisi kaget.
“Ada apa? Kenapa kau tidak bersamanya?” Tanya Tiytiz sembari menatap Namwoo yang membopong Yunhwa berjalan.
“Tidak, aku hanya merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku” jawab Yuu Mina dengan wajah muramnya.
“Jika kau nendapatkan dirinu dalam keadaan linglung cobalah untuk menceritakannya kepada seseorang yang dekat dengan mu, mungkin dia dapat membantu mu” jawab Tiytiz sembari tersenyum menatap Yuu Mina.
Yuu Mina menatap Tiytiz dan memalingkan wajahnya.
“Terimakasih” ucap Yuu Mina sembari meninggalkan tiytiz dan menyusun Namwoo.
Tiytiz hanya menghela nafasnya dan berbalik menatap para pemimpin yang tersisa, mereka berbicara dengan cukup gembira sembari menatap Kastil yang kacau itu.
‘Huh kastil yang mengerikan…..’ batin tiytiz ,sembari mengingat kejadian pemenggalan kepala yang mengerikan itu.
…………
Kali ini Yunhoo merasakan sedikit perasaan aneh di hatinya.
Mungkin dia terlalu larut dalam kenikmatan dunia, dia memahami bahwa ini bukankah kenyataan. Meski fiksi menjadi nyata bukan berarti semuanya menjadi berubah bukan?…
Kenyataan akan tetap ada dan selama kenyataan itu di anggap ada, bahkan kekuatan super yang muncul ini semuanya bisa meluruskan kesalah pahamannya.
Kali ini sesuatu benar benar mengganggunya.
Yunhoo berpikir apakah selama ini dia salah?…
Meski hidupnya berubah dengan adanya berubahan dunia, apakah dia bisa tetap tersenyum di atas banyaknya penderitaan orang?….
Bukankah dia terlalu egois?
Berapa banyak yang menderita? Dunia seperti ini?…. Apakah ini hanya dunia sementara yang di ciptakan skenario?
Apakah semuanya hanyalah palsu dan permainan yang di susun untuk menciptakan suasana yanh menyenangkan?…
Dia tidak memahaminya.
Sekeras apapun pikirannya, memahami hal seperti ini adalah hal yang manusia sepertinya tidak dapat memahaminya.
Manusia…. Lagi dan lagi.
Lagi lagi terkendalan satu hal.
Apakah manusia begitu lemah dan rapuh?…..
Mengapa hanya manusia yang tidak dapat memahaminya?….
Perasaan campur aduk itu begitu kuat, itu mengguncang perasaan dan banyak hal-hal yang melibatkan urusan dan perasaan nya.
Baginya yang hidup sangat buruk di dunia ini meski dunia berubah dan dia hidup menjadi lebih baik sekarang.
Perasaan aneh ini… tidak kunjung baik.
Berapa kali pun atau ratusan kali pun perasaan manusia begitu rapuh untuk dapat memahaminya.
Apakah tujuan semua ini?
__ADS_1
Apakah dunia ini hanya cangkang kosong untuk hiburan ?
Apakah dunia ini panggung bagi mereka orang-orang di atas sana?…
Yunhoo tidak dapat memikirkannya.
Untuk dapay berpikir di situasi ini dia begitu sulit.
Baginya menjaga kesadarannya saja untuk tetap berpikir positif saja sudah begitu sulit.
Dia tidak tahu apakah ini efek skill.
Baginya mungkin ini terasa begitu aneh.
Mengapa?….
Yunhoo sendiri tidak paham.
Apakah dia marah karna dunia terasa seperti lelucon?
Ataukah dia marah karna nyawa manusia di permainkan?…
Dia tidak memahaminya.
Terkadang dia cukup sedih ,berpikir bahwa tidak ada yang dapat memahaminya dengan baik.
Lagi dan lagi dia hanya bisa menghela nafas dan menahan semua rasa di dalam hatinya.
Mencari jawaban di masa yang akan datang ,meski dia tidak dapat memahaminya, setidaknya dia ingin berusaha memahaminya.
Memahami dan mencari tahu makna dari tujuan dan kehidupannya.
Terkadang di saat seperti ini pun dia tidak mengerti apa tujuan kehidupannya.
Meski dunia berubah dan skenario yang tidak masuk akal ada terkadang pikirannya seperti di dominasi oleh sesuatu yang membuatnya berjalan sendiri.
Bahkan terkadang dia juga berpikir aneh mengapa dia harus menjalani skenario ini.
Beberapa manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing..
Mereka terkadang menginginkan kesuksesan dan kehidupan bahagia.
Tetapi itu sebelum adanya skenario dan sistem.
Kesuksesan dan kebahagian di artikan menjadi banyak cara.
Terkadang ada yang bisa tertawa dan hidup dengan nyaman sudah menganggap mereka bahagia dan cukup sukses.
Mereka memiliki titik yang berbeda beda.
Dan sekaranh titik baru yang tidak di ketahui juga muncul kembali.
Titik baru yang mengubah banyak sudut pandang orang.
Tapi apa ?…. Dia tidak mengerti apa tujuan hidupnya.
Jika dia berpikir untuk menjadi kuat harus sekuat apa dia berjalan dan mencari kekuatan ini?
Benar… bukankah pada akhirnya dia hanyalah pengangguran yang suka membaca novel?…
Pada awalnya bagi Yunhoo dapat membaca novel saja bukankah sudah lebih dari cukup?
Dia cukup bahagia membaca novel yang di tulis orang lain, bahkan cerita cerita yang mereka buat sangat menarik baginya
Tapi mengapa?….. yunhoo merasa ini semua begitu hampa dan tidak benar….
Apakah ini juga efek skill?
Apakah pikirannya yang kacau tidak dapat melihat situasi dengan benar?…
Yunhoo tidak memahaminya .
Sembaru menghela nafasnya di udara sejuk yang berhembusan itu.
Angin kencang bertiup di iringi pesan sistem yang muncul.
Pesan itu memberi tahunya bahwa pengembalian player akan di mulai.
Dalam hitungan mundur itu.
Yunhoo sekali lagi menatap semua keindahan wilayah ke tiga Sky Palace ini.
Dia berharap suatu hari nanti bisa bersantai dan kembali melihat wilayah ini dengan mata kepala nya sendiri.
Wilayah ke 3 Sky Palace yang begitu indah dengan kehangatan dan senyuman warganya.
__ADS_1
Mungkin di masa depan Jika negara ini memang nyata … mungkin… mereka akan menjadi lebih makmur dan bahagia.
Dengan senyumannya ,cahaya menutupi tubuh Yunhoo dan menghilangkan Dirinya.