
Yunhoo menghirup udara segar menatap bangunan-bangunan tinggi yang masih terlihat ramai.
Papan iklan muncul di Beberapa Bangunan Tinggi , tetapi bukan Poster atau sesuatu barang yang di Iklankan.
Melaikan itu adalah sebuah Papan Layar besar yang menampilkan Beberapa Berita dan bahkan para Player yang memiliki Rank tinggi.
Selain itu, itu juga menayangkan Beberapa Kehebatan para Player dan bahkan Pertandingan mereka yang bertarung satu sama lain.
Tidak akan aneh melihat ini tapi meski begitu rasanya masih cukup aneh saja melihat nya langsung.
Di papan Layar besar itu juga tertea bacaan Turnamen Pertandingan Player Untuk Perekrutan Para Player yang Ingin masuk Guild dan juga Di turnamen itu dapat mendapatkan hadian sebesar 1 Juta Dolar.
Uang yang cukup banyak dan menggiurkan.
Yunhoo menatap itu dengan hawa segar dan kehangatan dunianya yang dia rindukan.
Sekarang pukul 12 tepat tapi rasanya matahari hari ini tidak begitu panas dan beberapa tertutup oleh awan yang tebal dan Lebat itu.
Awan itu putih dan Tidak ada tanda-tanda atau kehadiran akan tiba turunnya Hujan.
Yunhoo mengambil nafas lagi dan menghembuskannya lalu dia berjalan dan melihat keramaian yang masih ada di kota ini.
Bahkan meski dimensi kebebasan ada, dunia ini rasanya tidak sepi dan masih sangat ramai seperti biasanya.
Sangat aneh rasanya , padahal Yunhoo dulu berpikir kemungkinan akan semakin banyak orang yang pergi ke dimensi kebebasan dan membuat dunia ini menjadi sepi.
Tapi kenyataannya salah.
Dunia juga damai dan tidak ada apapun yang menggangu dunia selain beberapa kejahatan player yang menggunakan kekuatannya untuk berbuat kejahatan.
Terasa sangat nyaman meski pada dasarnya ini seperti balik ke dunia sebelumnya di mana kekuatan tidak ada tapi ini menjadi sedikit menyenangkan.
Meski sekarang kekuatan telah hadir dan banyak hal mengubah banyak pandangan dan teori teori yang awalnya tidak jelas adanya itu.
Yunhoo menatap ke sekitar dengan perasaan bingung sembari memegang dagu nya dan mengerutkan Dahi nya.
“Enakkan kemana dulu kita ya?….” Tanya Yunhoo yang dengan Bingung itu.
“Bagaimana kalau kita makan!” Ucap akila yang berbicara di samping Yunhoo.
Dia masih mengenakan pakaian yang sama hanya saja Jubah nya sekarang tidak menutupi bagian kepalanya.
“Hei kau akan gendut Jika kau terus makan secara rakus” ucap Yunhoo yang berbicara kesal ke akila yang hanya memikirkan Makanan dan makanan saja.
Sesekali naga yang bodoh ini Juga perlu di didik utuk membantu pikirannya yang sedikit lambat itu.
“Eh…. Aku tidak mau gendut!” Teriak Akila yang dengan wajah Imut nya itu mengerang.
“Kalau begitu maka kau sebaiknya menjaga Pola makan mu” ucap Yunhoo yang menutup Mulut akila dengan jari tunjuk nya.
“Jadi kau nurut dan menunggu Hingga Jam makan Oke?” Ucap Yunhoo yang merasa seperti merawan seorang anak yang sangat besar ini.
Rasanya dia dan Akila menjadi semakin dekat dan dekat Hingga dia lupa bahwa hubungannya dengan naga Mengerikan ini hanyalah Untuk membantunya memanjat menara.
Yunhoo yang Bingung masih berdiri dan menatap bangunan tinggi.
“Sial lagi lagi pasti harus ke sana dulu ya?…..” ucap Yunhoo yang memegang kening nya dan menatap gedung yang cukup besar yang di mana Guild Agh adalah tempatnya.
……
__ADS_1
Di lobby Perusahaan.
“Wow siapa gadis itu” ucap seseorang yang menatap akila dan Yunhoo berjalan.
“Sial bung, gadis itu sangat cantik! Siapa laki-laki itu! Aku seperti mengingatnya” ucap beberapa orang lagi yang memandang terpana ke akila.
“Oh! Aku tahu! Dia adalah orang yang dulunya mengalahkan Seorang Rank A dengan Mudah di Ruang Latihan” ucap teman nya yang berbicara itu.
“Sial dia juga tampan! Dia seperti mempunyai hawa yang sedikit berbeda” ucap seseorang yang berbisik memandang Yunhoo dan Akila.
Di sisi lain akila dengan wajah Bingung mendekat dan berbisik ke Yunhoo.
“Apa yang salah dengan mereka? Mereka membicarakan kita Yunhoo” ucap Akila yang berbisik itu .
“Biarkan saja, biarkan saja….” Ucap Yunhoo yang terus berjalan hingga saatnya Lift tiba dan memasukinya.
Dia memilih lantai dan menunggu hingga Lift itu sampai tepat pada Lantai yang dia Pilih.
Setelah itu Yunhoo berjalan memasuki Sebuah ruangan dan membuka nya dengan pelan.
“….”
“Oh…. Sepertinya aku datang bukan di waktu yang tepat” Ucap Yunhoo yang memandang Pak tua Kwon yang Sedang Telanjang dan ingin mengenakan pakaiannya.
“Oh…. Kau datang” ucap Pak tua Kwon dengan santai nya itu dan mulai mengenakan pakaiannya.
Akila di sisi lain yang ingin segera memasuki ruangan di tahan yunhoo dan menyuruhnya untuk menunggu sebentar.
“Aku tertidur dan pakaian ku cukup kotor, jadi aku sedang mengganti pakaian ku” ucap Pak tua Kwon itu yang meluruskan kesalahpahaman Yunhoo.
Yunhoo dengan ceoat menghembuskan nafasnya dan mengelus dadanya dengan pelan.
Pak tua Kwon juga telah mengenakan semua pakaiannya dengan rapih dan mulai duduk di sofa bersama Yunhoo.
“Hahaha, kau bercanda aku tidak akan berani selingkuh dengan Istri ku” ucap pak tua itu yang tertawa dan memandang Akila.
“Apakah dia teman mu? Kekasihmu? Atau istri mu?” Tanya Pak tua itu yang mendadak serius menatap Yunhoo.
“A-apa?” Ucap akila yang kaget dan juga cukup malu itu.
“Aku teman! Teman Yunhoo!” Ucap Akila yang menjawab pertanyaan itu dengan rasa malu nya dan bersikap selayaknya remaja yang menggemaskan.
“Oh kita menjadi teman?” Tanya Yunhoo yang memegang dagu nya dan memasang wajah serius dan mengangguk pelan.
“Apa apaan reaksi mu! Kita sudah pasti teman bukan!” Ucap akila yang menarik Kuping Yunhoo dengan kencang.
“Awwwww! Ini menyakitkan akila!” Ucao Yunhoo yang teriak dengan sakit itu.
“Fufufu, jadi begitu, jadi temanmu ini bernama akila ? “ tanya Pak tua itu.
“Ya, dia sebelumnya pernah ke sini bukan? Dia waktu itu berada di belakang ku Juga” ucap Yunhoo.
“Apakah begitu?… aku tidak cukup mengingatnya” ucap pak tua itu yang berpikir dengan keras dan hanya menemukan wajah Yunhoo dalam Ingatannya.
“Sudahlah, aku datang ke sini Juga karna aku ingin bersantai, tapi karna aku tidak tahu ingin kemana jadi aku mampir ke sini “ ucap Yunhoo yang bersandar dan menaruh kedua lengannya bersandar di Sofa itu.
Pose Yunhoo terlihat sedikit keren dengan kaki nya yang bersilang dan kedua tangannya berada di sisi samping nya masing masing dan bersandar di belakang sofa nya dengan tepatnya dia berada di belakang bahu Masing masing lengan yunhoo.
“Oh?…. Apakah sekarang tempat ku menjadi tempat untuk bersantai?” Tanya Pak tua kwon yang tersenyun ramah itu ke Yunhoo.
__ADS_1
“Ya kau tahu, aku terkadang sedikit sulit menentukan harus kemana aku sekarang” ucap Yunhoo yang malu malu dan menggaruk-garuk kepalanya.
“Ya kau tak perlu ragu untuk datang, sebetulnya ada sedikit masalah Juga yang ada di sini” ucap pak tua kwon yang memegang kepalanya dengan peradaan lelah nya
“Kau sebaiknya tidak memaksakan dirimu pak tua” ucap Yunhoo itu yang menatap pak tua kwon yang kelelahan itu.
“Ya aku hanya sedikit terlalu banyak berada di ruang kerja dengan sedikit jarang melakukan peregangan” ungkap Pak tua Kwon yang menghela nafasnya dan melakukan pergerakan tangannya yang kaku.
“Ah aku memiliki ide yang bagus” ucap Yunhoo yang menjentikkan jari nya dengan wajah bersinar dan dengan ide cemerlang nya.
“Mari turun” ucap Yunhoo yang berdiri langsung dari sofa nya.
“Turun? Kemana kita akan pergi?” Tanya Pak tua Kwon.
“Ke tempat yang cocok Untuk diri mu sekarang” ucap Yunhoo yang menjawab dengan aneh dan Mulai berjalan.
Pak tua Kwon hanya bisa tersenyum dan mengikuti Yunhoo yang selalu bersikap se-enaknya itu.
……
Di ruang Latihan Guild Agh.
Yunhoo berdiri dengan kedua tangannya di saku Overcoat nya dan menatap Pak tua Kwon yang berdiri di depannya memegang Sebuah Pedang yang ada di ruang latihan ini.
Beberapa anggota Guild Agh menatap Pak tua Kwon dan Yunhoo yang begitu mencolok itu dan semua pandangan serta beberapa bisikan suara-suara orang terdengar dari arah manapun.
Pak tua Kwon menatap Bingung dan membuka mulutnya.
“Apa yang akan kita lakukan? Jangan Bilang?….” Tanya Pak tua Kwom yang Bingung itu dan sedikit ragu untuk melanjutkan ucapannya.
“Seperti yang kau pikirkan, kita akan berlatih, kebetulan aku juga membutuhkan peregangan karna tubuh ku cukup kaku akibat beberapa Luka yang ku derita dari Tantangan Sebelumnya” ucap Yunhoo yang mulai menggoyangkan kepalanya dengan beberapa suara nyaring dan nyaman yang terdengar dari leher leher nya yang berbunyi.
“Tantangan? Apakah itu menara? Lantai berapa menara yang Habis kau lewati?” Tanya Pak tua Kwon yang mengibas dan memotomg-motong Udara di depannya untuk mengurangi kekakuan dan melakukan pemanasan kecil untuk tubuhnya.
“Ah itu masih di lantai kecil, lantai 10” ucap Yunhoo yang berbicara acuk tak acuh dan mulai meregangkan kembali tubuh nya dan melakukan pemansan seperti orang normal.
Benerapa orang menatap mereka dengan sinis dan Bingung dan beberapa juga kagum.
“Kau dengar? Lantai 10? Gila!!! Siapa orang itu?” Ucap seseorang yang menatap Yunhoo dan membuat wajah kaget.
“Gila! Dia bohong ya? Lantai 10? Sial siapa nama orang itu!” Tanya beberapa orang yang cukup heboh dan menayksikam Yunhoo yang berwajah tampan dan menawan itu.
Dia juga mempunyai aura yang begitu Kuat dan lembut serta wajah mulus dan putih yang cukup menarik banyak orang.
“Kau memang selalu menjadi orang Gila ya?” Ucap Pak tua Kwon itu yang memandang Yunhoo dan menghela nafasnya.
“Bahkan di sini, hampir sedikit orang yang bahkan telah mencapai lantai 5 ke atas dan kau Bilang Baru sampai lantai rendah? Dan itu lantai 10?” Ucap Pak tua kwon yang tertawa terbahak bahak itu dan menyeringai lebar dengan candaan Yunhoo.
“Baiklah kau memang seperti ini, sekarang….bisakah kita mulai?” Ucap Pak tua Kwon itu yang Mulai memegang pundak nya yang terasa berat dan membuat nya sedikit lebih ringan.
“Tentu, tapi aku ingin bertanya sesuatu, berapa level mu?” Tanya Yunhoo .
“Meski aku terlihat seperti ini tapi aku bukanlah seorang pemalas, tentu saja Lebel ku adalah Level 42” ucap pak tua Kwon yang tersenyum bangga.
“Kalau begitu kau bisa mulai Pak tua” ucap Yunhoo yang mulai menarik nafas dan menghembuskannya lagi lalu mengeluarkan kedua tangannya dan menaruh nya di setiap sisi Tubuh nya.
Semua orang yang berada di ruang latihan sekarang tidak latihan, melaikan menonton.
Mereka mengalihkan semua mata dan pandangan mereka sejenak untuk menonton Yunhoo dan Guild Master mereka yaitu Pak tua Kwon itu.
__ADS_1
Hanya dalam sekejap Pedang Yang berada di tangan Pak tua itu bergerak dengan Mana yang mengalir di Bilah pedang nya. Pedang itu bukan pedang kayu atau bahkan pedang palsu, itu pedang yang cukup baik dan lebih baik dari pedang Awal yang di dapatkan di Tutorial. Itu mempunyai bilah yang tajam meski penampilannya hanya Pedang polos tanpa apapun atau riasan apapun.