Dunia Baru Untuk Pembaca

Dunia Baru Untuk Pembaca
Jinhoo


__ADS_3

Yunhoo keluar dari Mobil menggunaka setelan rapih Dengan jaz dan kemeja yang bersih dan rapih itu.


Yunhoo berdiri keluar bersama Jiwoo yang berada tepat di belakang nya.


Rambut putih nya yang terang dan wajah nya yang bersinar cukup menarik banyak perhatian beberapa orang di bandara.


“Terimakasih Kyoung-so”


“Tentu , pak presdir menitipkan beberapa patah kata, dia bilang untuk melakukan yang terbaik”


Sembari mengacung kan jempol dan mengedipkan salah satu matanya Kyoung-so tersenyum melambai dan pergi.


Yunhoo berjalan dengan kacamata berlensa hitam itu dengan gagah dan keren seperti sebuah artis papan atas .


Beberapa orang memansang Yunhoo dan Jiwoo yang terkagum dengan penampilan mereka.


“Woah, apa apaan itu! Tampan sekali!”


“S-sayang! Apa aku tidak tampan!”


“Tidak tidak, sayang ku lebih tampan”


Salah satu Pasangan dengan mesra kembali berjalan dan bermesraan seperti sepasang Adik kakak yang tidak bisa di pisahkan.


“Huh… di mana tempatnya ya”


“Apa master tidak mengerti?”


“Y-ya ini pertama kalinya aku naik pesawat”


“Dan ini juga pengalaman baik bahwa aku bisa naik pesawat dan melihat langit langit indah itu!!!”


Dengan antusias tinggi Yunhoo berteriak seperti anak kecil yang bersemangat dan kembali dengan wajah serius berjalan memasuki bandara lebih jauh lagi.


Yunhoo membenarkan kacamata berlensa hitam itu dan berhenti di tengah tengah bandara dan menatap seseorang di depannya.


“Kenapa kau meninggalkan ku di rumah sakit itu?”


Suara itu dramatis dan lembut berbeda dengan suara biasanya yang kasar dan tidak tampak hidup.


Dia seperti menyalurkan hatinya berbicara dari hati ke hati dengan serius dan menatap yunhoo.


“Aku hanya tidak ingin menggangu reuni keluarga yang membahagiakan itu”


“Terus kenapa kakak meninggalkan kita?”


Yunhwa dan Namwoo juga keluar mengikuti dan berbicara kepada Yunhoo.


“Setelah banyak berpikir aku hanya memilih bahwa aku akan melakukan Ini sendiri”


“Bukankah kau yang bilang bahwa ini berita yang membahagiakan?”


“Hm?… ya itu tidak salah tapi kesembuhan Ibumh dan kesehatan nya lebih penting Bukan”


“Jadi minggir, aku hanya akan melakukan nya sendiri”


“Tidak! Aku akan ikut!”


“Hah… kenapa kau bersikeras untuk ikut?”


Yunhoo menghela mafas menaikkan kepala nya dan menatap ke arah Yuu Mina.


“T-tidak aku hanya ingin ikut dengan mu! Dan membantu mu!”


Sembari malu malu sedikit dan berbicara dengan kaku yuu mina mengeluarkan suara lembut mga lagi.


“Dan, aku juga ingin berterimakasih”


“Hah… baiklah baiklah. Mari jalan”


Yuu Mina tersenyum menundukkan kepala nya dan berdiri lagi dengan senyuman yang berbeda saat dia menundukkan kepalanya.


[Kemampuan Readers Anda Meningkat!]


[Syarat Utama Kemampuan Tambahan Readers Telah Terpenuhi!]


[efek Baru di tambahkan!]


Yunhoo menatap bingung pesan Sistem yang datang dan merasakan perubahaan dan aliran yang bergerak di sekitar tubuh nya.


Yunhoo menghapus semua sistem itu dengan tangan Kanan nya dan Berjalan memasuki bandara lebih dalam.


……


Jinhoo duduk di bangku dengan penyamaran nya.


Dia tampak seperti seorang pria cukup tua dengan kumis dan jenggot kecil di dagu nya.


Jinhoo duduk memegang kertas dan pulpen melihat semua catatat yang dia tulis.


“Huhu, kau cukup pintar dan sangat licik juga, kau membuat tampak tidak terlihat ada sesuatu yang mencurigakan bahkan kau juga sangat tenang tanpa melakukan apapun”


“Apakah kau berpikir kau tidak akan di ketahui?”


“Huhu, pria yang menarik . Untuk misi pertama ku pria Bernama Dohan Byuek ini benar benar menarik.”

__ADS_1


“Perebutan Perusahaan kecil ya? Hahaha, aku sungguh tertawa dengan lelucon kecil ini,hanya perebutan Perusahaan kecil ya…. “


“…. Baiklah saat nya Menyelidiki lagi”


Jinhoo menghilang di bangku dan berdiri mengenggam permen di Tangan kanan nya.


Jinhoo berdiri di gedung cukup tinggi menatap dengan mata kosong ke arah Dohan Byuek yang keluar dari perusahaan.


“Lagi lagi jam 13.00 ya ?”


“Mungkin untuk beberapa orang kau tidak terlihat mencurigakan bahkan kau juga tidak pergi kemanapun “


“Jadi di mana Wanita itu?”


“Bukti bahkan tidak ada untuk menemukan markas dan penyekapan wanita itu”


“Benar benar di rancang dengan baik jika ada mata mata, mereka bahkan tidak akan mengetahui dengan gerak gerik Laki laki sepertinya yang pandai menyembunyikan rasa Senang nya”


“Huhu, tapi kau salah untuk menyembunyikan rasa senang bagaikan Iblis di depan ku”


Jinhoo menatap Sekeliling melihat aura kehitaman dan beberapa bayangan Jiwa jiwa yang merasakan kesenangan Menyiksa itu.


Jinhoo memegang dagu nya dengan ekspresi senyuman dan memberikan. Sedikit tatapan mengintimidasi dari kejauhan.


!!


Dohan Byuek menatap ke gedung tempat Awal Jinhoo berdiri dan melihat tidak ada siapapun di sana.


“Aku sungguh merasakan Niat yang mengerikan”


Membalikan kepalanya lagi Dohan Byuek memasuki Mobil dan pergi.


Jinhoo yang menyamarkan diri nya dan mulai kembali lagi mewujudkan dirinya yang menghilang tadi.


“Betul, besok adalah hari untuk menyelamatkan wanita itu. Aku tidak ingin lama lama hanya untuk menyelamatkan seorang wanita .”


“Kira kira ekspresi seperri apa yang bisa kau gambarkan di wajah yang pandai bersembunyi itu?… aku sangat menantikannya”


Suara itu di ikuti ketawa Jinhoo dan Jinhoo menghilang menjadi potongan kertas kertas kecil dan hilang tanpa sisa.


Pagi hari.


Dohan Byuek bangun pergi mandi menggunakan pakaian rapih mengatur rambut nya yang basah itu.


Dohan Byuek keluar dengan pakaian rapih dari rumahnya memasuki mobil dan pergi ke kantor perusahaan nya.


Tidak ada yang berbeda bagi nya hari hari nya.


Hari harinya sama sama membosankan dan itu adalah keseharian dari Guild master Pedang darah.


Menurut mu apa lagi hal yang tidak membosankan selain ini?


Meski di bilang dia adalah Player tapi pekerjaan nya sungguh memakan waktu yang banyak di dalam kantor yang lesuh dan tanpa kehidupan itu.


Dohan Byuek memasang wajah cemberut nya Memalingkan wajah nya ke arah Kaca mobil menatap pemandangan indah itu.


“Hah, harus sampai kapan aku tetap menjaga nya seperti itu”


“Tuan, Anda harua tetap bersabar untuk menjaga Keadaan Nona hingga pewaris Benar benar di serahkan kepada Anda”


“Cih ini sungguh memboaankan”


‘Aku sungguh ingin merobek mengkuliti wanita sok polos itu dan menatap wajah putus asa nya ketika dia tidak sadar akan tempatnya’


Sembari menahan rasa ingin membunuh nya Dohan Menghela nafas mengatur pernafasan nya dan Masuk ke perusahaan yang berada di depannya.


Hari yang membosankan akan di mulai lagi meski begitu baginya yang hidup telah lama seperti ini ini tidak begitu membosankan.


Dohan berjalan menaiki Lift perusahaan dan memasuki lorong lorong perusahaan mencari ruangan nya.


Krak!


Pintu di buka dan Dohan Masuk ke dalam ruangan yang penuh Dengan kebosanan dan tumpukan kertas itu.


“????”


“Oh kau datang”


Jinhoo dengan penampilan Kumis dan Jenggot nya duduk dengan kedua kaki mya di atas meja Dari milik Guild master Pedang darah ini.


“K-kau siapa kau”


“Ah membosankan, apa kau penting untuk menanyakan itu? Apa kau juga akan menanyakan asal ku? Tempat ku lahir? Dan bahkan hingga tempat tinggalku?”


“K-kau!”


“Kenapa? Kau ingin membunhh ku? Kau bisa mencoba nya”


“Bagaimana? Apa kau ingin membunuh ku? Kebetulan aku menemukan sebuah barang yang ku cari”


Jinhoo menyeringai dan terkikik mengeluarkan Eunkyung dalam keadaan yang tidak sadarkan diri dan terluka di seluruh tubuh nya.


“Menarik bukan? Adik mu sendiri kau buat seperti ini hanya karna kau takut pewaris itu di rebut oleh adik mu”


‘Sial siapa dia? Dia berhasil masuk ke ruangan ku tanpa ketahuan dan mendapatkan Eunkyung dan ku sembunyikan di ruang rahasia ku’

__ADS_1


‘Dan juga kenapa dia begitu berani? Dia datang sendirian? Hahaha apakah dia meremehkan aku yang seorang player ini?’


“Hah! Terus kenapa? Masalah buat mu? Kau iri ya?”


“Orang berjenggot dan tua seperti mu apakah kau iri dengan kekayaan keluarga ku?”


“Hahahaha, orang bodoh yang masuk tanpa rencana dan masuk ke sarang Naga sendirian apakah dia begitu iri dengan hidup ku”


Jinhoo menundukan kepala nya dengan raut wajah sangat marah dan murka nya itu.


Eskpresi nya gelap dan mata nya menjadi hitan hampa tanpa apapun.


“Kenapa? Kau menunduk? Apakah kau baru menyadari kebodohan mu?”


“Hahahahahaha, sadari lah tempat mu dasar bodoh!”


“Ah begitu kah?”


୧༼ಠ益ಠ╭∩╮༽


Jinhoo mengangkat kepala nya ekspresi nya yang sangat marah dan menyeramkan itu menghilang dengan raut wajah bosan dan kesal dengan omongannya.


Jinhoo juga memberikan jari tengah nya dan tersenyum ketawa melihat Dohan yang marah.


“Kenapa? Aku bosan, aku kira kau akan menyerang ku? Apakah kau begitu takut hingga tidak berani menyerang ku?”


“Bukankah gawat Jika aku membawa nona ini? Bagaimana? Masih ingin diam?”


“Hahahaha begitu ya”


Dohan sembari tersenyum menatap Jinhoo,tangan kiri nya berusaha menelepon dan bersembunyi untuk memanggil para anak buahnya.


“Hah… kau memberikan senyuman yang jelek untuk hari indah ini sialan!”


Jinhoo tiba dengan cepat menggerakan tangan nya ke arah kepala Dohan dan membanting nya ke bawah.


Dohan yang melihat Jinhoo tiba tepat di depannya dan tangan yang ingin mendorong kepalanya dengan cepat mengerahkan kedua tangannya dan melindungi dirinya.


Ponsel Dohan hancur dan dohan terdorong cukup jauh .


Ugh….


“Oh? Kau menelepon anak buah mu ya?”


“Ide yang bagus tapi sepertinya untuk keluar dari ruangan ini saja kau tampaknya tidak bisa loh?”


“Hah?!”


Dohan menggenggam Pintu dan mendorong nya.


Tapi sengatan Pelindung menyerang tangan nya dan pandangan nya tiba tiba berubah.


Sebuah Pelindung biru yang menyelimuti ruangan ini terlihat.


Ini seperti barier yang menjebak untuk tidak membiarkan Dohan keluar.


“Bagaimana? Kau takut? Atau kau senang? Perasaan mana yang sekarang ada di hati mu? Beri tahu aku sekarang!”


Jinhoo tersenyum kencang ketawa dengan tawa jahat nya itu menyeringat dengan buruk dan menatap Dohan byuek yang menatap diam seperti melihat orang gila


‘Dia benar benar gila, tapi aku senang. Beginilah seharusnya hidup sialan’


“Hahaha dasar sialan kau menggerakan hati ku yang telah rapuh dan kehidupan busuk ini, bagaimana Jika kita mencoba duel yang menarik”


“Oh itu kedengeran menarik apa itu?”


“Bagaimana dengan panco? Jika aku menang aku akan mengambil Eunkyung, jika aku kalah… hm… “


“Bagaimana Jika kau menjadi budak ku?”


Jinhoo tersenyum memberikan tawaran sembari memegang dagu nya dengan wajah menyeringat seperti iblis kecil yang jahat itu.


“Bukankah itu tidak adil, itu tidaklah sepadan dengan harga nya”


“Apakah harta keluarga mu tidak sepadan dengan nyawa Adik mu?”


“Jika begitu maka aku tidak akan mengikuti permainan itu”


‘Sial si brengsek ini, kemana pula orang-orang bodoh itu? Kenapa mereka belum Juga datang?’


Sementara itu.


“Hm? Apa apaan ini? Apakah Bos sedang mabuk?”


“Oh? Apakah kau mendapatkan pesan itu juga?”


“Ya, tapi apa apaan pesan ini? Kenapa dia mengirimkan pesan seperti ini?”


Dua orang yang duduk dengan penuh keringetan di ruang latihan menatap ponsel nya dan melihat pesan yang di kirim bosnya.


[Anj*ng lu semua anj*ng]


“Apakah kau berpikir dia telah menjadi gila?”


“Hahaha mana mungkin bukan? Pria yang kalem itu menjadi gila dan mengetik ini?”

__ADS_1


Beberapa orang juga melihat dan tertawa melihat isi teks itu dan melanjutkan latihan mereka.


__ADS_2