Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Punya PR


__ADS_3

Setelah meminta doa restu kepada kedua orang tua mereka. Baik Qia maupun Fira kembali ke suami masing-masing. Setelah itu Fajar menghampiri dua menantu pilihannya dan berkata. "Aku serahkan mereka berdua kepada kalian. Abi sangat percaya kalian pasti bisa membimbing mereka berdua. Qia dan Fira adalah anak perempuan Abi yang sangat Abi sayangi. Jika mereka lalai, ingatkanlah! Tapi, Abi mohon jangan bentak atau pukul mereka. Karena sedari kecil, Abi tidak pernah memarahi bahkan memukul mereka. Jika suatu saat kalian sudah tidak cinta lagi kepada mereka. Bilang sama Abi. Biar Abi jemput mereka dan membawanya pulang kembali."


Ucapan Fajar terdengar begitu gemetar. Mulut pria itu tampak tidak mampu menahan kelu. Air mata seorang ayah untuk kebahagiaan kedua putrinya.


"Abi tidak perlu khawatir, saya akan menjaga dan memperlakukan istri dengan baik sesuai ajaran Rasulullah. Inshallah saya akan menjadi suami taat yang selalu menyayangi dan menjadi imam yang baik untuknya. Serta menjaga kehormatan istri saya. Terima kasih banyak Abi sudah mengizinkan saya untuk menjadikan putri Abi sebagai pendamping hidup saya." ucap Adam dengan mantap. Meskipun usianya lebih muda dari Qia. Tapi, Adam tetap menunjukkan kedewasaannya serta tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Seperti apa yang pernah Ayahnya ajarkan.


"Kamu lahir dari rahim wanita. Jangan pernah sakiti hati seorang wanita. Hati wanita itu ibarat kaca, jika sudah retak maka sulit sekali untuk memperbaikinya. Mereka makhluk perasa. Pesan Ayah, dengan siapapun nanti kamu menikah. Ingat, jangan pernah menyakiti atau sampai mengkhianati istrimu. Dia rela meninggalkan keluarganya demi kamu, dia rela mengorbankan masa-masa bahagia bersama teman-temannya demi kamu, belum lagi nanti melahirkan anak-anak kalian. Lantas, tidak ada alasan bagi seorang suami untuk tidak memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kepada istrinya. Ayah mengatakan ini, karena Ayah pernah menyakiti hati seorang wanita yang tulus dan Ayah sangat menyesal. Jadi, Ayah tidak ingin kesalahan terulang lagi padamu, Nak!"


Sama halnya dengan Amir. Pemuda itu pun meminta doa restu dan terima kasih kepada Fajar.


"Abi juga tidak perlu khawatir, saya juga akan menjaga istri dengan baik. Sama halnya seperti yang dikatakan oleh Adam. Kami adalah pria yang bertanggung jawab dan melaksanakan perintah Rasulullah untuk membahagiakan istri. Doa Abi untuk kami adalah sebuah harapan besar untuk kami menuju ke Jannah Nya. Mengarungi bahtera rumah tangga sakinah mawadah warahmah." ucap Amir dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Fajar menangis bahagia. Ia rangkul kedua menantunya dengan bahagia. Semua yang ada di ruangan itu terlihat begitu terharu. Baru kali ini hati seorang Ayah bergetar ketika melepaskan kedua putrinya menikah.


"Abi percaya. Semoga Allah selalu memberkahi pernikahan kalian, diberikan keturunan shalih dan shalihah, Aamiin!"


"Aamiin Allahhumma Aamiin!"'


Setelah acara pernikahan di gelar. Pasangan pengantin baru itu pun pulang ke rumah suami masing-masing. Qia pulang ke rumah Adam dan Fira pulang ke rumah Amir.


Sesampainya Qia di rumah mertua. Ia disambut hangat oleh keluarga. Lela terlihat begitu bahagia dengan kehadiran sang menantu yang tiba di rumah. Mengingat sudah larut malam setelah menggelar pesta pernikahan. Lela pun memerintahkan Adam untuk membawa istrinya istirahat.


"Qia Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja. Sepertinya kamu sangat lelah hari ini. Adam! Bawa istrimu ke kamar, biarkan dia istirahat. Kasihan, sudah seharian ini dia menemui tamu undangan. Kamu juga harus istirahat!" titah sang Ibu.

__ADS_1


"Kok istirahat sih, Bu? Bukannya Adam punya PR ya?" ucap Adam sambil malu-malu.


"PR?" Lela membulatkan matanya.


Sementara itu, Agung yang berdiri sedari tadi akhirnya buka suara.


"Halah kayak nggak tahu si Adam saja. Bilangnya punya PR, tapi sebenarnya dia mau buatin kita cucu!" ucapan Agung seketika membuat Qia semakin malu. Ia pun menutupi senyumnya dengan tangan mendengar ucapan mertuanya.


Apalagi Adam, ia terlihat garuk-garuk tengkuknya dan cengar-cengir.


"Hehehe, tuh Ayah pinter beud. Minta doanya saja, biar Adam bisa." sahut pemuda itu. Sontak Qia menatap suaminya dan bertanya, "Bisa apa?"

__ADS_1


Adam terkejut dan tersenyum, "Eh ... itu, bisa ... bisa buka segel, gembok, kunci, eh ... salah itu loh apa sih namanya. Duuhhh jadi malu. Udah ah nanti aku jelasin di kamar, ayo!" Adam seketika menggandeng tangan istrinya dan membawanya ke kamar pengantin.


__ADS_2