
Seketika Fajar dan Laila melihat ke arah layar monitor, sang dokter menunjukkan bahwa sudah ada kantong embrio yang terbentuk, dan di sana juga menjelaskan jika usia kandungan Laila sudah ada 4 Minggu.
"Selamat untuk Pak Fajar, Bu Laila mengandung dan usia kehamilannya sudah 4 Minggu, kantong embrio sudah terbentuk, Pak Fajar dan Bu Laila bisa melihatnya, dia masih sangat kecil sekali," ucapan dokter Erna tentu saja membuat pasangan suami istri itu sangat bahagia.
"Istri saya hamil, Dok? Alhamdulillah ya Allah," Ucap syukur seorang Fajar yang teramat bahagia mendengar jika sang istri sedang mengandung buah cinta mereka. Fajar memeluk istrinya dan tak henti-hentinya ia mencium tangan Laila.
"Terima kasih banyak, Sayang. Terima kasih!" ucap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca. Laila pun tak kalah bahagia, wanita itu terharu melihat layar monitor yang memperlihatkan kantong embrio yang sedang berkembang, janin yang masih berukuran sangat kecil itu sungguh membuat Laila semakin kagum dengan ciptaan yang maha kuasa.
Manusia berasal dari sesuatu yang hina, lalu disempurnakan sedemikian rupa hingga menjadi segumpal daging, hingga akhirnya lahir ke dunia sebagai bayi yang suci. Sungguh kekuasaan Allah tidak ada yang menandinginya, tak patut manusia untuk berbuat sombong. Karena sebenarnya mereka adalah kecil di mata Allah.
"Subhanallah, terima kasih banyak atas karunia terbesar ini ya Allah. Engkau berikan kepercayaan kepada hamba untuk menjadi calon ibu, mudahkanlah hamba dalam menjaga dan merawat anugerah yang telah Engkau berikan ini, karena sesungguhnya semua ini adalah kepunyaan Mu, Allah yang maha segalanya," Laila bersyukur dalam hatinya. Ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, air mata bahagia itu pun jatuh dari sudut matanya.
__ADS_1
"Jangan menangis, seharusnya kamu berbahagia, kita diberikan kepercayaan untuk menjadi orang tua, setelah ini kita memiliki tanggung jawab besar kepada anak-anak kita, didikan yang baik agar anak-anak kita memiliki budi pekerti yang luhur, dan aku percaya jika istriku pasti bisa menjadi ibu yang baik," Fajar mengusap air mata sang istri saat dirinya melihat wajah Laila yang sedang menangis.
Laila tersenyum dan berkata, "Aamiin, semoga kita bisa menjadi orang tua yang bertanggung jawab kepada anak-anak kita, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat."
Sang dokter ikut terharu mendengar percakapan antara suami istri itu, jarang sekali pasiennya yang datang mengatakan demikian saat mereka tahu jika sang istri sedang hamil, yang sering terjadi adalah mereka bahagia dan senang saja karena diketahui telah hamil. Tapi, berbeda dengan pasangan Fajar dan Laila, mereka bukan hanya senang tapi mereka juga memikirkan masa depan dan pendidikan rohani untuk anak-anak mereka, agar kelak putra putri mereka bukan hanya berguna di dunia tapi juga berguna di akhirat kelak.
Setelah pemeriksaan USG selesai dilakukan, sang dokter memberikan resep vitamin untuk Laila agar kondisi kandungannya semakin sehat. Sudah bisa dipastikan Mama Ida pasti sangat bahagia saat mendengar berita kehamilan sang menantu.
"Tentu saja, Dok. Saya pasti menjadi istri dan bayi kami dengan baik. Terima kasih banyak."
Dokter Erna kemudian memberikan resep itu kepada Fajar, setelahnya mereka pun berpamitan kepada sang dokter.
__ADS_1
Fajar dan Laila beranjak untuk keluar dari ruangan dokter. Di saat yang bersamaan, datang seorang suster dengan terburu-buru, sang suster menghampiri dokter Erna seolah ada sesuatu yang genting.
"Maaf, Dok. Pasien di kamar Anggrek 11 atas nama Bu Ratna mengalami kejang, Dok!"
"Apa, Bu Ratna kejang? Baiklah ayo kita ke sana!"
Rupanya apa yang dikatakan oleh sang dokter, seketika membuat Laila terkejut karena dokter Erna menyebut nama Ratna.
"Ratna??"
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1