Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Karena Ratna


__ADS_3

Fajar pun membuka suara. "Jujur saja, sebenarnya kami sudah menjodohkan putri pertama kami dengan seorang pria pilihan kami. Tapi, jika Allah meridhoi si Fira bisa kita jodohkan dengan Adam, bagaimana?"


Spontan, Fira pun membantahnya.


"Nggak-nggak, Abi. Fira nggak mau. Fira dan Adam itu udah berjanji nggak bakalan ada hubungan lebih, iya kan Bro! Kami berdua itu cuma temen, Bi. Lagian ya Adam tuh nggak bakalan demen sama Fira. Begitu juga dengan Fira. Fira tuh lebih suka cowok yang kalem, lembut. Nggak pecicilan kayak dia. Aduhhh maaf banget loh Tante, pak Ustadz. Nggak bermaksud menjelek-jelekkan Adam, tapi beneran kita tuh cuma temenan doang."


Mendengar pengakuan dari Fira. Fajar pun menghela nafasnya. "Hmm dasar anak muda. Memangnya siapa yang bakal jadi mantunya pak Ustadz. Masa iya Ummi kalian? Ya pastinya kamu lah. Tuh katanya kamu ngefans sama ustadz Agung, giliran ditawari jadi mantunya kamu malah nolak. Bagaimana sih, tuh Adam juga nggak jelek-jelek amat, cakep dia meskipun lebih cakepan Abi di waktu muda dulu!" seloroh Fajar sambil bercanda.


"Aduhhh Abi. Tuh putri Abi yang satunya pasti mau lah kalau nikah sama Adam. Iya kan, Kak?" seru Fira menggoda sang kakak. Karena Fira tahu jika Qia sebenarnya juga tertarik pada Adam. Karena diam-diam Fira tahu jika keduanya saling pandang.


"Apa sih, Fira!" sahut Qia yang terlihat memerah kedua pipinya.


Fajar pun membalas ucapan anak bungsunya. "Kakakmu itu udah ada calonnya, si Amir. Nah nanti malam kita bakalan membicarakan pernikahan mereka."

__ADS_1


Adam pun lemas seketika saat mendengar ucapan dari Fajar jika ibu dosen incarannya akan dijodohkan dengan pria lain.


"Waaahhhh selamat ya untuk Bu Qia. Saya doakan semoga pernikahannya berjalan dengan lancar. Kalau begitu saya permisi Om Fajar dan Tante Laila. Saya sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang-orang hebat seperti kalian, pantas saja Ayah selalu bercerita tentang kebaikan kalian, semoga suatu saat nanti saya bisa menjadi bagian dari keluarga hebat ini. Ayah, Ibu. Adam ke mobil dulu!"


Adam mencium tangan Fajar dan Laila sebelum dirinya meninggalkan tempat. Setelah itu ia tersenyum kepada Qia dan Fira.


"Mari Bu Qia, Fira! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam Warahmatullah!"


"Oh ya sudah, Mas! Saya minta maaf jika istri saya lancang berbicara seperti itu. Bukan bermaksud apa-apa. Kalau begitu Kami permisi pulang dulu!" seru Agung sembari mengajak istrinya pulang.


"Oh ya nggak apa-apa santai saja. Kalaupun Allah menjodohkan anak-anak kita aku sih setuju-setuju saja. Cuma si bontot ini yang belum ada jodohnya. Kalau Fira mau kita bareng kan saja pernikahan mereka," balas Fajar yang membuat Fira menepuk jidatnya.

__ADS_1


Agung dan Lela tersenyum. "Kami sih tidak mau terlalu memaksakan, Mas. Kalau Allah menjodohkan mereka ya sudah kami sebagai orang tua nurut saja. Karena kami sangat yakin sekali jika kedua putri Mas Fajar adalah Inshallah gadis-gadis yang Sholihah,"


"Aamiin Allahhumma Aamiin!"


Setelah itu, Agung pun pergi meninggalkan mereka dan Laila tidak lupa mengingatkan kepada Agung dan Lela untuk datang ke hotel Shangrila untuk jamuan makan siang.


Fajar dan Laila melihat kepergian Agung beserta istrinya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya, Mas. Sekarang Mas Agung sudah kembali ke jalan Allah!" seru Laila.


"Iya kamu benar. Aku juga sangat gembira bisa bertemu dengan Agung dalam situasi seperti ini. Kita dipisahkan karena Ratna. Tapi, di makam Ratna kita dipertemukan kembali. Semoga Ratna bisa tersenyum bahagia melihat kita," balas Fajar sambil berjalan menuju ke pusara Ratna yang masih segar dengan bunga-bunga yang bertaburan di atasnya.


"Aamiin!"

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan berdoa untuk Ratna dengan khusyuk.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2