
Tak berselang lama, pesanan makanan pun tiba. Bulan memang sudah dibriefing untuk membuat Laila cemburu. Gadis itu pun selalu berusaha untuk mendekati dan bersikap manja kepada Fajar.
Bulan menggeser tempat duduknya untuk duduk lebih dekat dengan Fajar. Spontan apa yang dilakukan oleh Fajar membuat Laila memperhatikannya. Sedangkan Asisten Joko terlihat menahan senyum ketika Fajar didekati Bulan dan Laila melihatnya dengan tatapan tajam.
"Ngapain mereka? Dihhh norak banget!" lagi-lagi Laila mengumpat mereka dalam hati melihat Bulan yang sedang menyuapi Fajar. Demi agar aktingnya totalitas. Fajar pun berusaha untuk bersikap biasa meskipun sebenarnya dalam hatinya menjerit.
"Ya Allah, kenapa nih cewek mendekati terus! Mana bajunya kekecilan gitu. Astaghfirullah aladzim! Demi Laila aku harus bisa membuat Laila sadar jika dia juga punya perasaan yang sama denganku,"
Fajar pun mengikuti akting Bulan dengan membuka mulutnya. Laila semakin panas melihat Fajar yang bermesraan di depannya. Laila tidak memakan makanan yang ada di depannya, ia terlihat menggenggam sendok dan garpu itu dengan kesal.
"Lama-lama kesel juga lihat tingkah norak mereka, astaghfirullah aladzim kuatkan hati hamba ya Allah, kendalikan emosi hamba. Mas Fajar sudah mendapatkan pilihannya, untuk apa aku harus sakit melihat mereka? Apa jangan-jangan aku cemburu, ya! Ini tidak mungkin," gumam Laila yang mulai tidak tenang.
Melihat Laila yang tidak mau memakan makanannya, asisten Joko pun berkata, "Mbak Laila kenapa? Kok nggak dimakan makanannya? Apa rasanya tidak enak?" seru asisten Joko.
__ADS_1
"Oh tidak, Pak! Sa-saya sedang tidak nafsu makan, saya masih kenyang. Em ... saya permisi ke toilet dulu!" pamit Laila yang kemudian ia beranjak untuk pergi ke kamar mandi.
"Masih kenyang? Ya ampun dasar wanita, pinter banget menyembunyikan perasaannya." batin asisten Joko yang pastinya tahu bagaimana karakter seorang wanita yang sedang cemburu dengan orang yang dicintainya jika dekat dengan wanita lain.
Sejenak, Fajar berhenti berakting saat melihat Laila pergi. Ia pun meminta Bulan untuk menjauh darinya.
"Sudah-sudah, kamu menjauhlah sedikit!" titah Fajar kepada Bulan.
"Saya minta maaf, Pak! Saya cuma melaksanakan perintah pak Joko, saya sebenarnya tidak tahu apa-apa dan gadis itu, dia cantik sekali dan kelihatan ramah," seru Bulan memuji kecantikan Laila.
Bulan dan Asisten Joko tertawa kecil mendengar penuturan dari sang Bos.
"Itu artinya Pak Fajar sudah jatuh cinta kepada Mbak Laila. Waduh! Kayaknya akting saya berhasil tuh, Pak! Mbak Laila sepertinya cemburu, iya kan Pak Joko?" seru Bulan dengan senang.
__ADS_1
"Iya kamu benar, aku rasa juga begitu. Kalau menurut saya nih pak, ya! Sebaiknya Anda ngomong langsung sama Mbak Laila. Keburu dia gondok beneran, Pak!" seru Asisten Joko.
"Bukan cuma gondok yang ditakutkan, tapi kalau tiba-tiba ada yang suka dengan Mbak Laila? Nah loh, Pak Fajar bakalan ada saingannya," imbuh Bulan. Untuk sejenak Fajar mulai berpikir jika apa yang dikatakan oleh Asisten dan Bulan ada benarnya.
"Kalau soal itu, aku tidak akan membiarkan pria manapun mendekati Laila, hampir saja aku kehilangan dia. Sekarang, aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Kalian benar, mungkin dengan mengatakannya kepada Laila, aku bisa tenang. Tapi, ngomong-ngomong apa dia akan menerimaku? Bagaimana kalau Laila menolakku? Bisa-bisa aku malu sekali, aku belum tahu bagaimana perasaannya padaku," sahut Fajar yang masih bingung dengan apa yang harus Ia lakukan.
Disaat mereka bertiga sedang berembug, tiba-tiba saja Laila mengejutkan mereka semua. Gadis itu langsung duduk tanpa disadari oleh ketiganya. Karena Asisten Joko dan Bulan terlihat serius mendengarkan cerita Fajar. Suasana ramai itu membuat Fajar tidak sadar jika Laila sudah duduk di kursinya. Karena Fajar saat itu sedang berbicara dengan menundukkan kepalanya.
"Yeah! Kalau begitu baiklah, mungkin aku harus mengatakan kepadanya jika aku suka dengannya, aku cinta kepadanya!" ucapan Fajar spontan membuat Laila bersuara.
"Cinta sama siapa, Pak? Sama Mbak Bulan?" tanya Laila dengan membulatkan matanya.
Seketika semuanya tercengang menoleh ke arah Laila.
__ADS_1
"Laila!!"
...BERSAMBUNG...