Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Ratna meninggal


__ADS_3

Dokter Erna dan wanita itu terdiam, bagaimana mereka mengatakan kepada Laila jika itu ternyata adalah kakak kandungnya. Tapi kini Ratna sudah berpulang, Laila terlambat untuk bertemu dengan sang kakak.


"Mbak Ratna!" Spontan Laila berlari menuju ke kamar Anggrek 11 itu, ia Ia yakin jika wanita yang berada di kamar uru adalah kakaknya.


Namun, sangat disayangkan, belum sempat Laila masuk ke dalam kamar itu, langkahnya terhenti lemas saat ia melihat pintu kamar terbuka dan terlihat dua orang petugas medis membawa brankar dorong yang ditutupi dengan kain putih di sekujur tubuhnya. Iya, apalagi kalau itu adalah brankar mayat.


"Mbak Ratna!" Bibir Laila mulai kelu, air matanya tak bisa terbendung lagi. Tubuhnya gemetar, Laila lemas melihat jenazah yang baru keluar dari kamar Anggrek 11 itu.


Sementara itu, Fajar berusaha untuk menenangkan istrinya. Tapi bagaimanapun juga sekuat-kuatnya seorang Laila, ia pasti rapuh saat dihadapkan dengan sesuatu yang buruk tentang kakaknya.


Laila mendekati brankar mayat itu. Petugas medis terkejut saat tiba-tiba saja seorang wanita menghadang mereka. Sang dokter yang melihat itu tampak memerintahkan kepada petugas medis untuk berhenti.

__ADS_1


Tanpa bertanya lagi kepada dokter, Laila pun bergegas mendekati brankar dorong itu dan berusaha untuk membuka penutup wajah dari jenazah yang baru saja keluar dari kamar Anggrek 11. Berharap itu bukanlah sang kakak.


"Ini pasti bukan Mbak Ratna iya, kan!" suara wanita itu terdengar begitu bergetar, berkali-kali Fajar mencoba untuk melarang istrinya melihat wajah jenazah itu. Tapi, Laila tetap ingin melihat dan memastikan jika itu bukanlah sang kakak.


"Sayang, sebaiknya kamu tidak perlu melakukannya, itu pasti bukan Ratna. Ratna pasti masih hidup. Bukan begitu, Dokter?"


"Aku hanya ingin memastikannya, Mas. Tolong jangan larang aku!" jawab Laila yang mulai pasrah.


Dokter menganggukkan kepala seolah ikut berduka cita. Fajar pun sangat terkejut, jadi feeling sang istri itu benar. Jika wanita yang berada di dalam kamar Anggrek 11 adalah Ratna, mantan istrinya.


"Apa, jadi wanita itu memang adalah Ratna. Ya Allah Innailaihi wainnailaihi Raji'un."

__ADS_1


Fajar pun ikut lemas, ia pun segera mendekati istrinya dan tetap berada di samping Laila untuk menguatkan sang istri jika ia tahu bahwa sang kakak lah yang sedang ditutupi dengan kain putih itu.


Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Laila menarik pelan penutup wajah jenazah yang ada di depannya. Hingga akhirnya, rambut mulai terlihat, kain turun hingga akhirnya memperlihatkan wajah yang sangat Laila rindukan selama ini. Iya, siapa lagi kalau bukan wajah kakak kandungnya.


Tak bisa berkata-kata lagi, Laila menahan segala rasa emosinya saat wajah Ratna pucat, hilang sudah kecantikan wanita itu, kecantikan yang dulu sangat dibangga-banggakannya. Menangis, manusiawi jika Laila menangisi kepergian sang kakak, setelah beberapa bulan lamanya mereka hilang kontak sejak Laila meninggalkan rumah.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un." Sebuah kalimat Allah yang diucapkan dari bibir Laila, suaranya terdengar begitu gemetar belum lagi air mata yang sudah mengalir deras di wajah cantiknya.


Fajar spontan memeluk istrinya saat wajah Ratna terlihat begitu nyata, wajah yang sangat pucat dan pasrah. Fajar hanya bisa berdoa semoga Ratna mendapatkan pengampunan dari Nya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2