Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Digigit nyamuk


__ADS_3

Fajar memeluk istrinya dan berusaha untuk menenangkan Laila.


"Sudah, tidak apa-apa, ayo tidur lagi! Kamu cuma bermimpi."


"Tapi mimpi itu sangat jelas, Mas. Aku sangat takut sekali, jangan-jangan Mbak Ratna ada apa-apa, perasaanku jadi nggak enak." Laila tampak menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami.


"Ratna pasti baik-baik saja, kamu jangan terlalu khawatir. Nanti aku akan menyuruh orang untuk mencari informasi tentang dia, biar kamu bisa tenang. Aku tidak mau istriku bersedih!"


Laila mendongak dan menatap wajah sang suami. "Terima kasih banyak, Mas!" serunya sembari tersenyum.


"Buat kamu, apapun akan aku lakukan. Kamu bahagia aku pun juga ikut bahagia." Fajar mencium kening sang istri dan menutupi kembali selimut ke tubuh mereka.

__ADS_1


"Mas, kamu mau apa lagi?" suara Laila terdengar lirih dari balik selimut.


"Nggak apa-apa, udah diam saja. Jangan berontak, tinggal rasakan saja!" suara Fajar pun terdengar begitu seksi seolah berpadu dengan irama nafasnya yang mulai naik turun.


Jam 3 lewat 10 menit, dini hari. Ada yang bergerak-gerak di balik selimut tebal itu, seolah yang di dalam begitu heboh gerakannya, entah itu apa yang jelas gerakan dibalik selimut itu terlihat begitu menggemaskan. Apalagi diiringi suara manja yang bisa membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi merinding.


Aktivitas itu berlangsung cukup lama, sekitar jam 4 dini hari, bertepatan dengan adzan subuh. Gerakan itu berhenti seolah tidak ada apapun di dalam. Tak berselang lama, satu kaki turun dari atas ranjang kokoh itu, ranjang yang tahan banting dengan segala macam gempa dan getaran-getaran hebat yang cukup membuat geleng-geleng kepala siapa saja yang melihatnya.


Satu kaki yang lainnya mengikuti. Iya, itu adalah sepasang kaki Laila. Wanita itu turun dari ranjang tidurnya dengan sedikit tertatih, kelihatan sekali jika dirinya cukup kepayahan malam ini.


Fajar mendengar suara teriakan kecil sang istri, pria itu pun segera bangun dan menghampiri sang istri yang sedang berjalan sedikit tertatih, tentu saja Fajar spontan berdiri sehingga si burung hantu yang semula menakutkan, kini terlihat teler dan tertunduk seperti burung Anis merah saat berbunyi, kepalanya neler ke bawah.

__ADS_1


"Kamu mau kemana, hati-hati!" suara Fajar terdengar tiba-tiba di telinga Laila, spontan wanita itu menoleh dan melihat sang suami yang berada di sampingnya. Kondisi kamar tidur yang masih dalam keadaan gelap, membuat Laila tidak tahu jika Fajar dalam keadaan polos.


"Aku mau ke kamar mandi, Mas!"


Fajar berusaha menyalakan lampu, karena matanya baru saja terbuka sehingga ia harus menyalakannya, agar dirinya bisa mengantarkan Laila sampai ke kamar mandi yang letaknya sekitar lima langkah dari ranjang tidurnya.


Suara saklar lampu pun terdengar, kini kondisi dalam kamar itu menjadi terang benderang. Spontan Laila menoleh ke arah sang suami dan langsung dirinya menutup kedua mata dengan telapak tangannya.


"Astaghfirullah, Mas. Kamu apa-apaan sih, tutup dong nanti digigit nyamuk loh, bentol!" seru Laila yang seketika membuat Fajar tersadar jika dirinya sedang tidak memakai apapun.


"Eh iya, aku lupa. Maaf, tadi panik denger kamu teriak, ya maklum lah. Lagian ngapain juga kamu takut, manis banget loh, cute abis. Udah aku bersihin kok, nggak gondrong lagi!" sahut Fajar sambil mengambil piyama tidurnya yang tergeletak manja di atas lantai. Sementara itu terlukis senyum smirk dari sudut bibir pria itu.

__ADS_1


"Ihhh ... manis, cute apaan. Serem gitu kok, astaghfirullah dosa nggak sih aku nggak sengaja lihat?" pikir Laila yang tampak tersipu-sipu.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2