Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Menyelamatkan seorang wanita


__ADS_3

Di tahun ke lima setelah kematian Ratna, Agung keluar dari penjara. Pria yang kini sudah kembali ke jalan yang benar itu memutuskan untuk pergi menjauh dari kota semula, agar dirinya bisa melupakan kehidupan masa lalunya yang penuh dosa.


Agung berencana tinggal di kota kelahirannya. Keluarga besarnya sangat terharu saat mendengar jika Agung akan pulang, apalagi melihat perubahan Agung yang sekarang sangat berbeda, dilihatnya dari potret-potret terbaru Agung yang dikirimkan kepada keluarganya. Sebenarnya, Agung terlahir dari keluarga sederhana yang notabennya adalah keluarga alim. Hanya saja Agung adalah anak yang sedikit membangkang. Dulu ia pergi meninggalkan keluarga hanya untuk mewujudkan obsesinya menjadi orang kaya. Hingga akhirnya, pria itu terperangkap dalam dosa.


Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah orang tuanya, Agung dikejutkan dengan seorang wanita yang meminta tolong kepadanya. Wanita itu terlihat begitu ketakutan dan memohon kepada Agung untuk melindunginya.


"Tolong saya, Tuan. Saya tidak mau ikut dengan mereka, saya tidak mau lagi menjadi pelacur. Tolong bebaskan saya, Tuan!" rengekan itu terlihat begitu memilukan hati. Wanita itu bersimpuh di depan Agung. Memohon dengan sangat agar Agung bisa menolongnya. Wanita yang memakai pakaian serba minim itu terlihat menangis ketakutan seolah ada orang yang sedang mengejarnya.


"Maaf, Mbak. Maksud Mbak apa? Tolong berdirilah, tidak usah seperti ini!" Agung meminta wanita itu untuk berdiri. Hingga akhirnya, dua orang datang menghampiri Agung dan wanita itu.


"Berikan wanita itu kepada kami!" titah salah satu diantara mereka. Mendengar suara laki-laki itu, sang wanita tampak bersembunyi di balik punggung Agung dan memohon kepada Agung untuk melindunginya.


"Saya tidak mau ikut mereka, Tuan. Mereka pasti menyiksa saya, saya tidak mau lagi melayani pria hidung belang. Saya capek!"


Suara itu terdengar di telinga Agung begitu menusuk hati. Wanita itu benar-benar gemetaran dan memang sangat ketakutan.


"Maaf Tuan-Tuan. Jika wanita ini tidak berkenan ikut. Saya mohon Anda tidak usah memaksanya. Kasihanilah dia!" balas Agung yang kini merasa iba dengan rengekan sang wanita.

__ADS_1


"Heh! Kamu tidak perlu ikut campur! Perempuan itu harus melakukan tugasnya. Dia harus melayani tamu kami. Dan kamu tidak perlu sok pahlawan melindungi wanita itu. Kami sudah membayar mahal untuk membeli dia. Kalau kamu tidak ingin terluka, sebaiknya kamu menyingkir darinya!" ucap salah satu pria gundul dan bertato.


Agung tahu, jika wanita yang sedang meminta tolong kepadanya adalah wanita pelacur. Tapi, sepertinya wanita itu sedang membutuhkan pertolongannya. Karena faktor kemanusiaan, Agung pun berusaha untuk membela sang wanita.


"Maaf, wanita ini juga butuh haknya untuk bebas. Berapa saya harus mengganti uang kepada kalian untuk menebusnya?" ucapan Agung membuat wanita itu terharu. Ternyata masih ada orang baik di dunia ini yang mau menolongnya.


Dua pria itu saling melirik, mereka berdua pun menyebutkan jumlah uang yang harus Agung bayar. "10 juta!"


Agung pun segera memberikan uang kepada kedua orang itu. Uang dari sisa ia menjual rumahnya yang dulu. Ia mengambil 10 juta dari beberapa ratus juta yang akan ia gunakan untuk membangun sebuah musholla di kampung halamannya nanti.


"Ambil ini dan biarkan wanita ini bersamaku!"


"Oke terima kasih. Uang ini sudah cukup bagi kami, dan selamat bersenang-senang dengannya!" ucap kedua pria itu sambil pergi meninggalkan Agung dan si wanita.


Wanita itu sangat berterima kasih sekali kepada Agung. Wanita yang memakai gaun di atas lutut nan ketat, dengan belahan dada yang rendah tampak berdiri di depan Agung dengan wajah yang memelas.


"Terima kasih banyak, Tuan. Berkat Tuan saya bisa terbebas dari perbudakan mereka, sekarang saya adalah milik Tuan. Tuan bebas melakukan apapun kepada saya. Saya ikhlas, asalkan saya tidak kembali lagi ke tempat mereka." Wanita itu berkata dengan nada yang sangat memelas. Suaranya serak dan hampir habis.

__ADS_1


Melihat sang wanita memohon di hadapannya, Agung segera mengambil sebuah sorban yang pernah didapatkannya dari seorang ustadz saat dirinya masih di dalam penjara. Agung menutupi tubuh wanita itu agar bagian sensitifnya bisa tertutup. Karena bagaimanapun juga itu adalah aurat wanita.


Meskipun sorban itu hanya menutupi area dada sampai paha, setidaknya bagian-bagian tubuh yang menonjol tidak terlihat begitu mencolok.


"Maaf, Mbak. Saya bukan pembeli Anda. Saya cuma menolong saja, saya ikhlas." Balas Agung sembari menundukkan wajahnya. Ia tidak berani menatap wajah wanita itu. Mungkin dulu Agung adalah pria yang senang dengan wajah cantik dan seksi. Tapi sekarang, Allah benar-benar menutupi mata Agung dari godaan syaitan.


Kemudian Agung mengeluarkan sejumlah uang kepada wanita itu. "Ambillah! Mbak sekarang sudah bebas. Dengan uang ini Inshallah cukup untuk Mbak bisa pergi dari tempat ini. Di kota ini tidak aman untuk wanita seperti Anda. Banyak tempat maksiat di sini. Saya harus pergi, Assalamualaikum!"


Wanita itu melihat uang berwarna merah sekitar 15 lembar. Setelah itu Agung pergi meninggalkan sang wanita yang tampak tercengang. "Waalaikum salam!" wanita itu menjawab salam Agung dan menatap kepergian pria yang sudah menyelamatkannya.


Agung berjalan di sepanjang trotoar sambil menuju ke halte bus. Namun, ada sesuatu yang membuat Agung berhenti berjalan. Pria itu membalikkan badannya dan melihat wanita yang ditolongnya sedang mengikuti dirinya.


"Astaghfirullah aladzim, kenapa Mbak mengikuti saya terus? Apa uang yang saya berikan masih kurang?" seru Agung saat melihat wanita itu masih berada di belakangnya.


Wanita itu menggelengkan kepalanya, kemudian terucap dari bibir kecil itu. "Saya ingin ikut, Tuan. Tak mengapa jika saya harus menjadi pembantu Tuan. Di kota ini saya tidak punya siapa-siapa lagi. Saya mohon bawa saya, Tuan. Saya takut mereka akan datang membawa saya lagi."


Wanita itu memohon dengan sangat kepada Agung agar ikut bersamanya. Tapi bagaimana Agung harus mengatakannya kepada keluarganya nanti jika dirinya tiba-tiba membawa seorang wanita pulang ke rumah. Mengingat keluarga Agung sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan agama.

__ADS_1


Demi menyelamatkan sang wanita. Agung terpaksa membawanya ke suatu tempat.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2