Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Jangan menyebut nama pria itu


__ADS_3

Spontan Laila memejamkan matanya rapat-rapat saat Fajar melepaskan kacamatanya, sehingga membuat pria itu mengerutkan keningnya.


"Kok malah merem?" seru Fajar sambil menahan tubuh Laila.


"Aku nggak mau lihat, lepaskan!" balas Laila sembari berusaha untuk melepaskan diri dari tangan Fajar.


"Aku tidak akan melepaskannya kalau kamu tidak membuka mata," sahut Fajar yang masih memegang Laila semakin erat.


"Pak Fajar, lepaskan saya! Nanti dilihat banyak orang malu, Pak!" seru Laila sembari terus berusaha untuk tidak melihat tatapan mata mantan kakak iparnya itu. Namun, dirinya merasakan aroma parfum Fajar membuatnya tenang, seolah wangi itu begitu menenangkan bagi dirinya.


"Harum sekali ya Allah! Rasanya semakin betah saja berada di dekat Mas Fajar. Eh ... nggak-nggak apaan sih, kok aku malah jadi gini!" Laila bergumam dalam hati merasakan betapa harumnya parfum yang dipakai oleh Fajar.


Sejenak, Fajar melihat ke sekeliling, dilihatnya beberapa karyawan yang sedang melihat mereka berdua beradegan layaknya di film-film India. Hal berbeda ditunjukkan oleh asisten Joko yang tampak menepuk jidatnya.


Fajar terdiam, para karyawannya pun melongo. Hingga akhirnya, Laila membuka sedikit matanya, ia melihat Fajar yang sedang menoleh ke arah karyawan, sontak Laila melepaskan diri dengan menginjak kaki Fajar agar pria itu melepaskan dirinya.

__ADS_1


"Haaaduuuuhhh!" pekik Fajar yang spontan melepaskan tangannya dari tubuh Laila. Pria yang biasa dipanggil Bos itu merasa kesakitan pada kakinya.


Laila melihat Fajar yang sedang memegangi kakinya, sementara itu para karyawan yang melihat kejadian itu tampak cekikikan melihat Fajar. Sedangkan Laila panik dan sedikit takut, bisa jadi Fajar marah dan memecat dirinya.


Asisten Joko segera menghampiri sang Bos dan mencoba membantunya. "Pak Fajar nggak apa-apa?" seru Asisten Joko.


"Tidak apa-apa, hanya terkena injakan kaki ayam, tidak masalah." Ucapnya sembari melihat ke arah Laila.


"Kaki ayam! Emangnya aku ayam?" gumam Laila lirih.


Melihat para karyawannya cekikikan, Fajar pun berkata kepada mereka dengan tegas, "Heh! Ngapain kalian di situ? Pakai cengar-cengir, kalian menertawakan aku, iya? Mulai hari ini gaji kalian aku potong!"


"Ampun, Pak! Kami mohon jangan potong gaji kami, kasihanilah kami, Pak! Kami tidak sengaja melihatnya," rengek salah satu diantara mereka. Melihat karyawan-karyawan itu merengek, Laila pun tidak tega untuk melihatnya, bagaimana bisa hanya karena masalah sepele, Fajar memotong gaji mereka, sangat tidak manusiawi.


"Pak Fajar! Saya minta maaf jika lancang, saya tahu Bapak memiliki kekuatan besar di sini dan Bapak adalah pimpinan kami. Tapi, apa hanya karena mereka menertawakan Anda, lantas Anda memotong gaji mereka? Ini tidak masuk akal, Pak. Mereka tidak melakukan kesalahan kerja, mereka cuma reflek tertawa melihat kaki Anda terinjak kaki ayam, emm ... iya kaki ayam, itu kan kata Anda!" ucap Laila yang rupanya mendapatkan anggukan dari para karyawan.

__ADS_1


Sejenak, asisten Joko ikut tertawa kecil mendengar ucapan Laila. Sedangkan Fajar terlihat salah tingkah.


"Ya sudah!! Baiklah, aku tidak akan memotong gaji kalian, sekarang bubar! Dan kamu, ikut aku ke dalam, aku mau buat perhitungan, karena kamu sudah berani sekali menginjak sepatuku yang mahal ini, kamu tahu berapa harganya? Gajimu saja tidak akan bisa menggantikan sepatu ini!" seru Fajar berpura-pura bersikap arogan kepada Laila.


"Baiklah saya minta maaf, saya tidak sengaja. Bapak juga sih, saya sudah bilang lepaskan saya, malah nggak didengerin, ya udah saya injak aja kakinya, lagipula masa harga sepatu gitu aja mahal banget, filing saya harga sepatu itu cuma 500 ribu doang," sahut Laila yang sudah memperkirakan harga sepatu tersebut.


"Tidak usah sok tahu kamu, memangnya kamu pernah beli, bilang saja kalau kamu cuma menghindar agar tidak menggantinya," sahut Fajar sambil berjalan menuju ke dalam kantor. Laila pun mengikuti Fajar dari belakang bersama Asisten Joko.


"Dibilangin juga, saya tuh tahu betul harga sepatu merek itu, orang saya sering sekali beli sepatu itu bareng Mas Agung dulu," gumam Laila yang tanpa sadar didengar oleh Fajar.


Seketika Fajar berhenti dan menoleh ke arah belakang di mana Laila dan asisten Joko berada saat dirinya mendengar Laila menyebut nama Agung. Spontan kedua orang itu terkejut dan berhenti.


"Ada apa, Pak! Ada yang ketinggalan?" tanya sang asisten. Tapi, pandangan mata Fajar menyorot ke wajah Laila. Laila pun juga terkejut saat Fajar menatap ke arah dirinya.


"A-ada apa Pak Fajar berhenti?" tanya Laila dengan gugup.

__ADS_1


"Jangan pernah menyebut nama pria itu lagi dari bibirmu! Dan jangan pernah ingatkan masa lalumu dengan dirinya, aku tidak suka itu!" ucap Fajar yang seketika membuat Laila menundukkan kepalanya.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2