Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Pisau


__ADS_3

"Tolong! Tolong!" Laila berteriak, gadis itu panik, ia tidak tahu harus berbuat apa, sementara pintu mobil sudah terkunci dari dalam.


"Percuma kamu minta tolong, tidak ada yang bisa mendengarmu di sini, sekarang tidak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu, Laila." seru Agung dengan tawa jahatnya.


"Apa yang kamu mau dariku, Mas? Kenapa kamu harus melakukan hal ini, aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi meskipun dalam mimpi, apa lagi yang kamu inginkan? Bukankah kamu sudah mendapatkan Mbak Ratna, harusnya kamu temani dia!" ucap Laila sembari terus berusaha untuk membuka pintu mobil itu.


"Laila! Tidak semudah itu kamu bisa pergi dariku begitu saja, aku tidak akan pernah berhenti mengejarmu sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan, dan itu adalah kamu. Aku masih sangat mencintaimu, Laila! Kenapa kamu tidak mengerti juga!" terang Agung sambil terus menyetir.


"Cinta katamu? Itu bukan cinta, jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan ku padamu, Mas! Kamu jelas-jelas melakukan perzinahan dengan Mbak Ratna, itu sudah sangat jelas bagiku untuk membuktikan jika kamu bukanlah pria yang baik, menyesal aku sudah pernah mencintaimu, Mas. Aku sudah mencintai orang yang salah!" sahut Laila yang membuat Agung tiba-tiba mengerem mobil nya secara mendadak.


Setelah mobil itu berhenti, Agung langsung pindah ke kursi belakang di mana Laila sedang ketakutan.

__ADS_1


"Mau apa kamu, Mas? Jangan mendekatiku! Aku tidak sudi disentuh oleh pria macam kamu, pergi!!" Laila berteriak sambil berusaha untuk menendang Agung. Namun, bagaimana pun juga kekuatan Agung lebih besar daripada Laila. Sontak Agung menangkap tangan Laila dan berkata kepada gadis itu.


"Berteriaklah sekencang-kencangnya! Tidak akan ada orang yang bisa mendengarmu, tempat ini jauh dari keramaian, tidak akan ada yang bisa mendengar rintihanmu nanti, Laila. Sudahlah! Kamu sudah cukup membuatku penasaran, sekarang ayo kita coba, aku sangat yakin kamu pasti lebih menantang daripada Ratna, karena aku tahu kamu masih perawan," ucap Agung yang berusaha untuk mencumbu Laila.


Dengan sigap, Laila berontak dan memukul wajah Agung sekeras-kerasnya, sehingga pria itu tampak memalingkan wajahnya karena terkena tamparan dari tangan Laila.


Agung mengusap wajahnya yang terkena tamparan dari Laila. Pria itu semakin geram dan sontak mencengkram rahang Laila.


"Iya, aku sudah melupakannya, dan aku berharap tidak akan pernah mengenangnya, rasa itu, perasaan itu, sudah hilang seiring luka hati yang pernah kamu buat untukku, luka yang teramat dalam, dan aku tidak akan pernah bisa memaafkannya," balas Laila dengan tegas.


"Katakan padaku! Aku tahu kenapa kamu begitu mudah melupakanku, aku tahu betul bagaimana kamu, Laila. Kamu sangat mencintaiku, hanya saja kamu terlalu naif untuk menolakku melihat rambutmu yang cantik. Aku tidak minta yang berlebihan, aku hanya minta melihat kamu tanpa hijab, itu saja. Sayangnya kamu ngeyel, jadi jangan salahkan aku jika aku menjadi seperti itu," ungkap Agung.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Mas! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan jilbabku di depan laki-laki bukan mahramku, aku sangat menjaga jilbab ini agar tidak ternoda oleh pria mata keranjang sepertimu, aku seorang muslimah, dan aku akan menjaga identitas muslimahku sampai aku jatuh ke tanah. Aku rela mati untuk membela jilbabku. Sekarang, sebaiknya kamu pergi dari sini!"


Sontak Agung melototkan matanya saat melihat sebuah pisau yang Laila pegang di salah satu tangannya dan Laila arahkan pada tubuhnya sendiri. Gadis itu mengancam akan menghujamkan pisau yang tak sengaja ia lihat di dalam mobil taksi itu, Laila mengancam Agung dengan pisau yang akan ia hujamkan pada tubuhnya sendiri daripada dirinya harus disentuh oleh laki-laki seperti Agung.


Perlahan, Agung melepaskan tangannya dari wajah dan tangan Laila, pria itu bergeser dan meminta Laila untuk tidak melakukannya.


"Laila, kamu jangan nekat! Berikan pisau itu padaku!" seru Agung sembari meminta pisau yang Laila pegang.


"Buka pintu mobilnya sekarang! Kalau tidak kamu tidak akan pernah melihatku bernafas lagi, cepetan!" titah Laila sembari terus mengancam akan menusukkan pisau itu pada tubuhnya.


"Oke oke! Aku akan membukanya, tapi tolong jangan lakukan itu!" balas Agung yang nyatanya pria itu masih mencintai Laila.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2