Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Malu-malu meong


__ADS_3

Laila salah tingkah dan akhirnya berkata kepada asisten Joko. "Kenapa, Pak?" Laila menoleh ke belakang dan ia tidak menemukan siapapun di belakangnya, kemudian ia melanjutkan pertanyaannya kepada asisten Joko, "Tidak ada siapapun, Bapak bertanya kepada saya?" seru Laila pura-pura tidak tahu sambil menunjuk ke arah dirinya.


"Ya sama kamu, memangnya sama siapa lagi?" balas asisten Joko.


"Sudah-sudah, begitu saja dipermasalahkan, biarkan saja dia panggil aku Mas, Abang, Pak, apa Sayang suka-suka dia, lagipula aku tidak akan marah, toh juga tidak akan ada yang marah nantinya," sahut Fajar yang pastinya membuat Laila memutar bola matanya.


Laila kembali ke tempat duduknya, asisten Joko kemudian mengatakan kepada Fajar jika sudah waktunya bertemu dengan kliennya.


"Maaf Pak Fajar! Bukankah sekarang waktunya Anda harus bertemu dengan Pak Bambang?" tanya sang asisten yang pada akhirnya mengingatkan Fajar akan pertemuan itu. Tapi, entah kenapa kali ini Fajar malas dan menunda pertemuan dengan Pak Bambang.

__ADS_1


"Kita cancel saja dulu sampai besok, hari ini aku ingin istirahat dulu, kepalaku sedikit pusing," ucap Fajar yang pura-pura sakit demi bisa berlama-lama dengan Laila.


"Oh kalau begitu, bagaimana kalau Laila saja yang mewakili Bapak, daripada dicancel, soalnya cuma hari ini Pak Bambang berada di kota ini, besok beliau sudah terbang ke Bali. Bukankah itu sudah tugas Laila?" seru asisten Joko untuk menunjuk Laila agar mewakili Fajar yang saat itu sedang ada pertemuan. Seketika pendapat asisten Joko ditolak oleh Fajar.


"Jangan! Dia masih baru, dia harus belajar banyak dulu, lebih baik kamu saja yang mewakili ku, biarkan aku memberi tahu tugasnya apa saja, karena untuk menjadi sekretarisku harus bisa tahan banting dan tahan dicaci, jika mudah pecah, mending tidur aja di rumah," ucap Fajar yang tak sengaja didengar oleh Laila.


"Hah! Harus tahan banting? Lah dikiranya barang pecah belah apa? Mudah pecah. Nih orang makin lama makin ngeselin, ya! Padahal dulu nggak gitu-gitu amat loh. Hmm mungkin saja Mas Fajar masih frustasi karena bercerai dari Mbak Ratna, makanya sifatnya aneh gitu, astaghfirullah! Kasihan juga!" batin Laila sambil mengelus dadanya.


"Idiiih, siapa juga yang naksir Anda, Pak Fajar! Nggak usah GR deh, ya! Saya tuh kasihan aja sama Bapak, kali aja frustasi dengan perceraian kemarin," sahut Laila dengan suara lirih. Asisten Joko hanya tersenyum geli mendengar keduanya bertengkar.

__ADS_1


"Ya ampun! Aku sudah menduga, kalau Pak Fajar dan mantan Adik iparnya ini bakal kayak Tom and Jerry, bertengkar dulu nanti pada akhirnya mereka pasti saling jatuh cinta. Atau jangan-jangan mereka sudah saling jatuh cinta tapi masih gengsi? Astaga bakalan seru nih!" batin asisten Joko yang sudah merasakan jika bosnya sedang jatuh cinta kepada mantan adik iparnya itu, Laila.


"Frustasi - frustasi, siapa juga yang frustasi, aku bisa dapatkan pengganti Ratna secepatnya, lihat aja nanti! Dan dengan mudah aku akan melupakan dia," sahut Fajar yang terus saja menyahuti ucapan Laila.


"Ya bagus dong! Saya doakan semoga Pak Fajar segera mendapatkan jodoh secepatnya, saya mau tahu seperti apa pengganti Mbak Ratna sehingga bisa membuat Pak Fajar itu move on," ucap Laila.


"Nanti, kamu tenang saja, pasti aku akan tunjukkan padamu siapa wanita itu. Doakan saja aku bisa segera mendapatkannya, karena sekarang aku harus berjuang keras untuk merayunya. Karena dia itu sedikit keras kepala, maklum wanita spesial memang seperti itu, ada jaim-jaimnya dikit, padahal aku tahu dia itu sebenarnya juga suka sama aku. Hanya saja dia itu masih malu-malu meong. Em ngomong-ngomong apa kamu juga sudah mendapatkan pengganti Agung? Kalau belum ya ampun kasihan sekali kamu, Laila. Itu artinya kamu juga belum bisa move on dari Agung," ucap Fajar dengan wajah salah tingkah.


Tak mau kalah dari Fajar, Laila pun menjawab, "Oh itu Pak Fajar tidak usah khawatir, sa-saya sudah mendapatkan sosok pria itu, tapi ya itu dia masih malu-malu tikus sama saya," jawab Laila sembari memalingkan wajahnya, tentu saja jawaban itu hanya rekayasa belaka untuk mengelabui Fajar. Fajar pun terlihat cemberut saat mendengar pengakuan dari Laila.

__ADS_1


Asisten Joko hanya melongo dan garuk-garuk kepala melihat keduanya saling beradu argumentasi, "Ya salam! Ini bagaimana ceritanya bisa kayak gini, dimana-mana pasti bertengkar mulu kalau modelannya seperti ini!" batin asisten Joko.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2