Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Remote AC


__ADS_3

Lingerie itu hampir terlepas dari tubuh Laila, keindahan tubuh gadis itu nyaris terlihat semuanya, tiba-tiba dirinya berbalik arah dan seketika kedua matanya membulat sempurna, Laila melihat sang suami yang sedang duduk di sebuah sofa tak jauh dari posisinya saat ini. Saking paniknya Laila tidak menyadari jika Fajar sedang duduk di sana.


"Mas Fajar!" Laila langsung menurunkan bajunya lagi, dirinya begitu malu saat Fajar melihatnya saat hendak melepaskan lingerie itu. Laila berjalan mundur ke arah tempat tidur. Ia segera menarik selimut dari tempat tidur dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut itu.


"Aduh! Gawat, kok bisa sih Mas Fajar ada di dalam, aku pikir masih di luar, aduh malunya. Dia lihat nggak, ya!"


Melihat itu, Fajar meletakkan ponselnya dengan segera dan beranjak ikut berbaring bersama Laila. Pria itu melepaskan bajunya terlebih dahulu sebelum beranjak beristirahat. Sedangkan itu, Laila mengintip dari dalam selimut sang suami yang sedang berganti pakaian.


"Mas Fajar mau ngapain kok bajunya dibuka segala? Jangan-jangan dia!" Laila sempat berpikir negatif karena Fajar baru saja melihat dirinya dalam kondisi hampir saja telanjang.


Fajar mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, setelah itu ia pun beranjak untuk beristirahat. Ia menoleh ke arah sang istri yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kamu kenapa?" pertanyaan Fajar seketika membuat Laila perlahan membuka sedikit kepalanya.


"A-aku kedinginan, Mas!" ucapnya mencari alasan.


"Kedinginan? Ya sudah, biar aku matikan AC nya, sekarang tidurlah!" seru Fajar sembari mengambil remote control untuk mematikan AC di kamar itu.

__ADS_1


"Sudah mati, sekarang kamu bisa beristirahat, selamat malam!"


"Selamat malam!"


Setelah Fajar mematikan lampu meja, Ia mulai memejamkan matanya, tapi sungguh, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, bayangan Laila baru saja terus menghantui pikirannya, apalagi Fajar melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Berkali-kali Fajar ingin melupakan bayangan itu. Namun, semakin ia ingin melupakan semakin dirinya tidak bisa tidur.


"Kenapa aku membayangkan itu? Apa karena bentuknya yang besar? Besar sekali loh beneran, selama ini Laila menyembunyikan harta Karun yang tak ternilai harganya, keindahannya melebihi emas permata, ah Fajar! Itu adalah milikmu, kamu yang berhak memilikinya,"


Mereka berdua saling diam dalam beberapa menit. Hingga akhirnya, Laila merasa mulai gerah, bagaimana tidak dirinya bersembunyi di balik selimut yang tebal, sedangkan AC sengaja dimatikan oleh Fajar karena sang istri mengeluh kedinginan.


"Ya Allah, gerah banget sumpah! Panas. Aduh, AC nya dimatikan lagi, eh Mas Fajar udah tidur belum, ya?" pikir Laila saat melihat Fajar yang sudah memejamkan matanya.


Laila dengan sangat pelan mencoba mengambil remote AC yang diletakkan Fajar di atas nakas yang terletak di sampingnya.


Setelah memastikan Fajar sudah tidur, Laila perlahan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, kondisi ruangan terlihat cukup temaram karena Fajar sengaja mematikan lampu meja.


Kaki jenjang itu turun dari tempat tidur, dengan berjalan hati-hati dan pelan sekali, Laila menghampiri meja yang terletak di samping suaminya di mana remote AC berada.

__ADS_1


"Semoga saja Mas Fajar tidak terbangun!"


Laila berusaha mengambil remote AC itu, namun nahas, tiba-tiba saja terdengar dering telepon dari ponsel Fajar yang terletak di atas sofa di mana dirinya duduk di sana sebelumnya.


Spontan Laila menjatuhkan remote AC itu karena terkejut dengan dering ponsel milik Fajar.


Seketika Fajar sangat terkejut saat ada seseorang yang tiba-tiba berada begitu dekat dengannya, apalagi suara remote AC yang terjatuh tentu saja sangat mengagetkan Fajar yang baru saja memejamkan matanya. Spontan Fajar menarik lengan istrinya dan berusaha menguncinya dengan melingkarkan tangannya pada leher sang istri.


"Haaaa!" suara Laila sangat mengejutkan Fajar, dalam cahaya temaram Fajar tidak melihat dengan jelas wajah Laila.


"Laila!"


Fajar baru menyadari jika itu adalah sang istri.


"Ampun, Mas! Aku hanya ingin mengambil remote AC itu, aku bukan maling Mas!" lirih Laila sembari memegang tangan Fajar yang melingkar pada lehernya.


Bukannya melepaskan, Fajar justru menyunggingkan senyumnya dan melingkarkan satu tangan yang lain pada perut Laila. Entah kenapa, Fajar tidak bisa melepaskan Laila begitu saja, apalagi dirinya dapat menyentuh tubuh Laila dengan sempurna.

__ADS_1


"Mas ...!" suara Laila mulai terdengar serak, gadis itu pun mulai gugup, apakah dirinya harus melayani sang suami malam ini. Jujur, sebenarnya ia masih sangat malu, untuk kali pertama dirinya disentuh oleh tangan laki-laki.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2