Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Sedang lucu-lucunya


__ADS_3

Laila pun cuma bisa menggelengkan kepalanya, kemudian ia melepaskan mukenanya dan kembali menyimpannya di dalam tas kecil. Setelah itu Laila merapikan hijabnya, tanpa bedak atau polesan lainnya, Laila tetap terlihat cantik dan segar.


Sementara itu, Fajar dan Asisten Joko sudah menunggu Laila di luar musholla. Laila keluar dari Musholla dan melihat kedua pria itu sedang berdiri menunggunya.


"Pak Fajar dan Pak Joko menunggu saya?" pertanyaan Laila seketika membuat Pak Joko lemas.


"Aduh Mbak Laila, memangnya kita sedang menunggu janji yang tak kunjung ditepati?" balas Pak Joko yang membuat Fajar tertawa kecil.


"Sudah-sudah, ayo kita pergi! Kasihan nanti Bulan pasti menungguku lama." Sahut Fajar sambil berlalu pergi. Laila tampak mengerucutkan bibirnya saat Fajar berjalan mendahuluinya.


"Huhh! Ngapain sih harus ikut makan siang bersama mereka? Bikin mata sepet saja. Mending makan sendirian," batin Laila sembari berjalan mengikuti di belakang Fajar.


Pada akhirnya mereka bertiga tiba di depan kantor, sebuah mobil mewah datang menghampiri sang Bos. Mobil itu sudah dipersiapkan oleh pak Joko untuk membawa sang Bos ke sebuah restoran ternama di dekat kantor.


Mobil itu berhenti tepat di depan Fajar dan asistennya. Sang asisten membukakan pintu untuk Fajar.


"Mari Pak Fajar!" seru Pak Joko. Namun, Fajar tidak jua masuk ke dalam mobil. Ia justru menyuruh Laila untuk masuk terlebih dahulu.


"Masuk!" titah Fajar kepada sekretarisnya. Tentu saja Laila terkejut dan bingung.

__ADS_1


"Saya, masuk?" tanya Laila tercengang.


"Iya, kamu!" sahut Fajar tanpa menatap wajah Laila.


"Udah, masuk aja Mbak Laila, daripada nanti dipotong gajinya," Asisten Joko menyahuti ucapan Laila.


"Dipotong? Masa gitu aja dipotong, sadis banget jadi Bos." Gumam Laila sambil masuk ke dalam mobil. Fajar hanya tersenyum miring mendengar ucapan Laila.


Setelah Laila masuk ke dalam mobil, kemudian Fajar turut masuk ke dalam. Kini, keduanya duduk di kursi belakang. Laila terlihat menjauh dari posisi Fajar, seolah dirinya merasa tidak nyaman saat duduk berdua dengan mantan kakak iparnya itu.


Fajar terlihat santai, tapi sebenarnya ia juga sangat gugup, siapa tahu hati seseorang.


"Ya Allah! Kenapa seperti ini rasanya, jantungku mau copot, nafasku mulai sesak. Rasanya aku ingin keluar saja dari mobil ini, sumpah malu banget ya Allah!" batin Laila yang juga merasa tidak tenang.


Sementara itu pak Joko yang melihat keduanya dari arah spion. Pria itu tampak tersenyum melihat tingkah keduanya yang saling memalingkan wajah.


"Astaga!! Nih dua orang sedang lucu-lucunya, sama-sama gengsi. Mudah-mudahan kehadiran Bulan bisa membuat mereka berdua saling dekat, ide Pak Fajar memang benar-benar keren," Gumam asisten Joko yang berharap sang bos segera menyatakan cintanya kepada Laila.


Tak berselang lama, mobil berhenti di depan sebuah restoran mewah. Mereka turun dari mobil. Dari kejauhan seorang wanita tampak sedang melambai-lambaikan tangannya ke arah Fajar.

__ADS_1


Sontak Fajar merapat kepada asistennya dan berbisik. "Pak Joko! Siapa wanita itu, ngapain dia melambaikan tangannya kayak kalah perang?"


"Aduh! Dia bukan kalah perang, Pak! Ya itu si Bulan, Pak Fajar bersiap untuk berakting lagi," balas Pak Joko.


"Oh kirain!! Oke, kok saya rada geli ya sama tuh cewek," sahut Fajar.


"Geli kenapa, Pak?"


"Dia terlalu seksi, Pak! Tuh bulu keteknya kelihatan item banget dari sini," sahut Fajar sambil melihat wanita yang bernama Bulan itu masih melambaikan tangannya kepada mereka.


Sedangkan Laila terlihat melototkan matanya saat melihat sosok wanita yang bernama Bulan.


"Astaghfirullah! Jadi itu calon pengganti Mbak Ratna? Pak Fajar nggak salah nih! Mending pacaran sama Bibi aja daripada sama tuh cewek, Bibi aja meskipun udah tua tapi masih sopan bajunya, lah ini? Dia bukan pemain sirkus kan, Pak?" celetuk Laila.


Fajar pun mendekati Laila dan berkata, "Ya nggak lah, pemain sirkus apaan, memangnya dia tukang akrobat, ngapain aku salah pilih. Daripada pacaran sama Bibi, ya mending sama kamu lah! Cantik kan dia? Kamu pasti iri, bilang saja!" seloroh Fajar yang langsung membuat asisten Joko tidak bisa menahan tawanya.


...BERSAMBUNG ...


MAMPIR DULU YUK! 🥰🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2