Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Bab 15 : Ke luar kota


__ADS_3

Fajar pulang ke rumah orang tuanya. Kembalinya Fajar ke rumah membuat Mama Ida terkejut. Pasalnya sang anak terlihat lesu dan bersedih.


"Assalamualaikum, Ma!" Fajar mencium tangan sang Mama.


"Waalaikum salam. Fajar, kenapa kamu kembali lagi? Bukannya kamu harus pulang? Nanti istrimu mencarimu, Nak!" seru Mama Ida.


Fajar duduk bersimpuh di depan sang Mama, ia memeluk kaki Mama Ida seraya berkata, "Maafkan Fajar, Ma! Fajar menyesal, Fajar tidak mendengar nasihat Mama. Sekarang, Fajar mengerti kenapa Mama tidak setuju Ratna menjadi istri Fajar."


Mama Ida sungguh terkejut mendengar pengakuan dari sang anak, wanita paruh baya itu pun memegang pundak Fajar dan menyuruhnya berdiri.


"Bangunlah! Sekarang katakan pada Mama, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mama Ida sembari mengajak putranya untuk duduk.

__ADS_1


Fajar menundukkan wajahnya, ia begitu malu untuk mengatakannya.


"Katakan, Fajar? Apa yang terjadi? Kamu dan istrimu baik-baik saja, kan?" desak Mama Ida.


Fajar menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang baik-baik saja, Ma. Semuanya kacau, Fajar baru saja men-Talak Ratna," ungkap Fajar sembari menatap wajah sang Mama dengan sendu.


"Apa? Kamu menceraikan, Ratna? Tapi kenapa? Bukankah kamu sangat mencintainya?" ucap Mama Ida yang masih penasaran.


"Sebenarnya, Fajar sangat malu untuk mengatakannya kepada Mama. Karena Ratna adalah gadis pilihan Fajar sendiri. Ratna selingkuh, Ma. Fajar melihat dengan mata kepala sendiri jika Ratna dan pria itu ada di dalam kamar dan mereka ...." Fajar tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Karena terlalu sakit yang dirasakannya.


"Astaghfirullah aladzim! Ratna di dalam kamar bersama pria lain? Nauzubillah!!" sahut Mama Ida sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Itulah, Ma! Fajar sangat kecewa dengan Ratna. Fajar sangat mencintainya dan Fajar ingin menunjukkan kepada Mama, jika Ratna itu adalah pilihan yang tepat. Tapi ternyata, apa yang Mama katakan itu benar. Sekali lagi Fajar minta maaf kepada Mama," ucap Fajar yang terus menerus mencium tangan sang ibunda. Sungguh pria itu begitu bersalah kepada Mama Ida.


"Sudahlah, Fajar! Sabarkan hatimu, ini semua adalah cobaan, kamu bisa mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa dirimu. Jangan percaya dari luarnya seseorang, Ratna memang cantik dan pintar, Mama akui itu. Tapi, sejak kamu memperkenalkan Ratna kepada Mama. Dari awal Mama kurang suka dengan cara berbicara dan perangainya. Tapi, karena kamu bersikeras ingin menikahinya dan meyakinkan Mama kamu bisa menjadikan Ratna sebagai istri yang baik. Ya sudah, Mama mengalah. Kalau kamu bahagia, Mama juga ikut bahagia. Sekarang, Allah sudah membuka tabir kepalsuan dari istrimu. Alhamdulillah, setidaknya kamu masih belum terlalu jauh berumah tangga dengan Ratna. Masa depanmu masih panjang, jangan bersedih!"


Mama Ida berusaha untuk menenangkan sang anak. Tapi, bagaimanapun juga bagi Fajar, sangat susah untuk melupakan cinta pertamanya. Ia pun agak sulit menerima kenyataan jika Ratna tega mengkhianati dirinya.


"Entahlah, Ma! Fajar akan berusaha untuk melupakan Ratna. Meskipun itu butuh waktu yang tidak sebentar." Fajar berusaha untuk tidak mengingat lagi kenangan bersama Ratna. Fajar berencana setelah mengajukan permohonan cerai dengan Ratna. Ia akan pergi ke luar kota, ia ingin melupakan kota di mana dirinya bertemu dengan Ratna untuk pertama kali.


Dengan begitu, secara perlahan ia akan melupakan rasa cintanya kepada Ratna. Kebetulan Fajar ada bisnis di luar kota yang memaksanya untuk pergi dari kota saat ini. Untuk sejenak, Fajar melupakan Laila, adik kandung mantan istrinya itu. Karena Fajar terlalu memikirkan proses perceraian dan juga bisnis barunya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2