Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Di pusara Ratna


__ADS_3

Setelah beberapa menit, semuanya sudah siap untuk pergi ke makam Ratna. Fajar membawa anak dan dua Istrinya untuk menyambangi almarhum mantan istri pertamanya.


"Semuanya sudah siap?"


"Siap Abi!"


"Baiklah, ayo kita berangkat. Bismillahirrahmanirrahim!"


Fajar mengemudikan sendiri kendaraannya. Makam Ratna letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Fajar. Sekitar setengah jam perjalanan mereka akan sampai ke makam Ratna.


Sementara itu di tempat lain. Ada satu keluarga yang juga sedang duduk di samping pusara Almarhum Ratna Salsabila. Sepasang suami istri dan seorang anaknya yang ikut memanjatkan doa di pusara itu. Iya, itu adalah Agung beserta istri dan anaknya, Adam.


"Allahhumma firlaha warhamha waafihi wa'fu anha. Subahana Robbil Izzati amma yasifun wassalamun alal Mursalin walhamdulillahi robbil Aalamin. Alfatihah!"


Ketiganya mengusapkan telapak tangan mereka pada wajah setelah doa itu diakhiri. Setelah itu Agung mengusap pusara Ratna sambil berkata. "Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu, Ratna. Dan aku juga minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan padamu. Sekarang, kamu sudah tenang di alam sana. Inshallah kamu ditempatkan di tempat yang terbaik!"


Adam melihat betapa sang Ayah begitu dalam memanjatkan doa untuk Ratna. Mungkin Agung merasa sangat menyesal dengan apa yang pernah ia perbuat terhadap Ratna. Karena keegoisannya ia sudah membuat hubungan kakak beradik menjadi menjauh. Karena dirinya lah ia merasa begitu berdosa dan sangat bersalah kepada Laila.


"Andai saja aku bertemu dengan Laila. Aku juga ingin meminta maaf kepadanya. Semoga saja aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Laila. Setidaknya hidupku akan jauh lebih tenang setelah mendapatkan maaf darinya." ucap Agung sembari menaburkan bunga mawar di atas tanah kuburan Ratna.

__ADS_1


Lela, sang istri pun turut menabur bunga dan menyiramkan air ke atas pusara mantan istri dari sang suami. Ia pun turut mendoakan Ratna agar mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya.


Mendengar sang Ayah menyebut nama Laila, seketika Adam mengerutkan keningnya dan penasaran siapa sebenarnya yang dimaksud oleh sang Ayah.


"Laila? Siapa itu Laila, Yah?" tanya pemuda itu sambil memperhatikan wajah Ayahnya yang kini terlihat mulai ditumbuhi jenggot.


Agung menoleh ke arah sang anak dan tersenyum. Setelah itu ia menepuk pundak putranya dan berkata, "Laila, dia adalah adik kandung dari almarhum Ratna. Dulu, Ayah dan Laila pernah memiliki hubungan, kami sempat merencanakan untuk menikah. Tapi, karena keegoisan Ayah, akhirnya Laila pergi meninggalkan Ayah. Dan dia menjadi membenci Ayah!" ungkap Agung.


"Memangnya apa yang Ayah lakukan sehingga Laila pergi meninggalkan Ayah?" tanya Adam penasaran.


Agung menghela nafas panjang. Sebagai mantan pendosa rasanya Agung sangat bersalah kala mengingat saat itu. Saat dirinya sudah dikuasai oleh nafsu setan yang sudah membutakan mata hatinya.


"Laila meninggalkan Ayah karena Ayah telah memintanya untuk membuka jilbab yang ia kenakan. Karena dia tetap bersikeras untuk mempertahankan jilbabnya. Ayah menjadi marah dan sangat kesal. Karena sifat egois Ayah yang bodoh itu. Akhirnya Ayah terjebak dalam hubungan terlarang yaitu zina. Ayah dan almarhum Ratna telah melakukan sebuah kesalahan besar yang sangat dibenci oleh Allah. Laila melihat kami sedang berduaan di rumah, dan itulah yang membuat Laila meninggalkan Ayah!" pengakuan Agung tentu saja membuat Adam sangat terkejut. Ternyata sang Ayah menyembunyikan sosok Laila yang pernah hadir dalam hidupnya. Yang ia tahu jika Ratna adalah istri pertama Agung tanpa tahu sejarahnya.


Sang Ibu tertawa kecil mendengar ucapan dari putranya. "Jaga pandanganmu, Nak! Godaan terberat laki-laki adalah dari pandangannya, biasakan matamu untuk melihat kebaikan dan jangan biarkan syaitan menguasai dirimu dengan berganti-ganti pacar. Ibu tidak suka itu, kamu harus jadi pemuda yang taat, dan ingat! Jangan pernah sakiti hati seorang wanita. Karena kamu dilahirkan dari seorang wanita,"


Ucapan dari sang ibu membuat Adam mengerti kenapa saat itu Citra memberikan sumpah serapah kepadanya. Apa mungkin dirinya sudah keterlaluan terhadap gadis itu. Meskipun hanya iseng, tapi Citra menanggapi perhatian yang diberikan oleh Adam.


"Astaghfirullah, iya Bu. Adam mengerti. Adam selalu menyebut nama Allah saat sedang melihat wajah cantik seorang gadis. Apalagi saat menatap wajah Bu Qia. Mashaallah, apakah Adam berdosa jika terlalu sering membayangkan wajahnya!" balas pemuda itu.

__ADS_1


Spontan Agung dan Lela saling menatap.


"Bu Qia? Siapa dia?" tanya Agung penasaran.


"Ohhh ... hehe dia dosen baru di kampus. Tidak apa-apa kan, Yah? Misal kita cuma lihat wajahnya sekilas. Habis, dia salah satu dosen yang manis banget senyumnya, Yah. Aku tuh suka banget lihatin mukanya, cute banget sih. Itu bukan termasuk Zina, kan? Apa itu termasuk melanggar larangan Allah?" pertanyaan Adam kali ini membuat Agung berpikir jika putranya itu sedang menyukai lawan jenisnya.


"Ya enggak lah! Toh kamu juga lihatnya sebentar aja, kan? Kecuali kamu lihatnya dari atas hingga bawah tanpa berkedip dan dengan pandangan syahwat. Itu yang nggak boleh. Dan Ayah ingatkan sekali lagi, jangan berani-berani menyentuh wanita manapun baik itu teman baik atau sahabatmu. Ingat! Kalian itu bukan mahram. Cukup Ayah saja yang nakal. Kamu anakku Ayah berusaha sekuat tenaga untuk membesarkanmu dengan ajaran Islam, agar kelak kamu tidak menyesal seperti Ayah saat ini!"


"Iya, Yah! Inshallah." balas Adam mengerti.


Akhirnya, setelah cukup lama mereka berada di pusara Ratna. Tiba waktunya mereka untuk pulang.


"Ayo kita pulang!" ajak Agung kepada anak dan istrinya.


Mereka bertiga beranjak untuk pergi meninggalkan tempat pemakaman umum itu. Baru beberapa langkah Agung dan keluarganya meninggalkan pusara Ratna. Tiba-tiba Agung dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat membuatnya tercengang.


Mereka bertiga berhenti baik Agung, Lela dan Adam berhenti saat Fajar, Laila dan kedua putrinya sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Mas Agung!"

__ADS_1


"Laila!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2