Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Sumpah serapah Citra


__ADS_3

Hari pertama Qia datang di kampus itu disambut dengan perlakuan manis salah satu mahasiswanya yang tak lain adalah teman sang adik. Namun bagi Qia, Adam cuma seorang mahasiswa yang lucu, meskipun sedikit somplak tapi pemuda itu terlihat sopan dan hormat kepadanya.


Di saat Qia dan Fira beranjak untuk pulang. Tiba-tiba mereka berdua melihat pemandangan yang cukup membuat Qia mengerutkan keningnya. Tapi hal yang lumrah bagi Fira.


Sementara itu di seberang sana, "Adam plis jangan tinggalkan aku dong! Aku sayang banget sama kamu!" rengek seorang gadis kepada Adam yang saat itu sedang berjalan menuju ke mobilnya.


"Apa sih, lepaskan tanganku, aku mau pulang!" balas Adam sambil menepis tangan sang gadis.


"Adam dengerin aku dulu, kamu nggak bisa dong gini in aku!" sahut gadis itu.


"Apa lagi yang kamu mau? Kita itu tidak punya hubungan apa-apa ngerti ngga!" Adam tetap saja tidak memperdulikan rengekan gadis itu.


"Aku nggak mau, Dam. Kamu nggak bisa seenaknya bersikap gini ke aku, aku sudah terlanjur cinta sama kamu, bahkan aku sudah bilang sama kedua orang tuaku kalau kamu akan melamarku, sekarang kenapa kamu tega banget melakukan hal ini padaku!" gerutu sang gadis.


Adam pun tersenyum sinis dan terlihat habis kesabaran menghadapi gadis yang bernama Citra itu.


"Citra, berapa kali aku bilang sama kamu, aku hanya bersenang-senang saja, aku tidak pernah serius padamu. Kamu tahu aku melakukan semua itu kepada semua gadis, bukan kamu saja. Dan aku tidak pernah mengaggap kamu sebagai pacar. Kamu saja yang terlalu serius mengambil hati. Aku menganggap kamu sebagai teman biasa nggak lebih!" ucap Adam tanpa ada ragu.


Karena Citra mulai kesal dengan sikap Adam, gadis itu pun mengeluarkan sesuatu dari tasnya, yaitu sebuah gelang yang pernah Adam berikan kepada Citra.

__ADS_1


Citra melemparkan gelang itu ke wajah Adam sambil berkata, "Nih ambil! Aku nggak butuh gelang itu, ternyata kamu itu laki-laki brengsek, buaya cap kadal, dasar playboy, aku sumpahi kamu bakal susah nikah, kamu akan mendapat cobaan berat, ujian cinta yang sesungguhnya. Dan suatu saat nanti kamu akan mengalami patah hati paling dalam, agar kamu bisa merasakan bagaimana sakitnya hati yang pernah kamu lukai, sudah berapa gadis yang kamu permainkan, ingat kata-kataku ini, suatu saat kamu akan mendapatkan balasannya!" ucapan dan sumpah serapah Citra sontak membuat Qia dan Fira melongo.


Setelah gadis itu mengumpat habis-habisan Adam, ia pun segera pergi meninggalkan Adam yang sedang memegang gelang yang pernah diberikannya kepada Citra.


"Dasar gadis-gadis aneh, kenapa mereka selalu menganggapku serius, padahal aku hanya berlemah lembut saja kepada mereka, eh dikiranya aku suka." Gerutu Adam sambil menggelengkan kepalanya.


Adam Nabhan, iya pemuda itu memang memiliki paras yang rupawan, banyak gadis-gadis di kampus nya yang tergila-gila dengan ketampanan putra Agung dan Lela itu. Apalagi bahasa Adam yang selalu membuat cewek-cewek baper, itulah kenapa Adam banyak sekali fans cewek di kampusnya. Namun, rupanya perlakuan Adam yang terlalu baik kepada mereka disalah artikan oleh sebagian besar para gadis.


Seolah-olah Adam memberikan harapan kepada para gadis dengan pujian dan rayuan gombal dari pemuda itu.


Adam kembali berjalan ke arah mobilnya, hingga tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara Fira yang berada di belakangnya.


Qia hanya tersenyum dan setelah itu Ia pun berkata kepada sang adik. "Kakak tunggu di mobil, ya!" ucapnya sembari beranjak meninggalkan Fira dan Adam. Seolah dirinya tidak perduli dengan apa yang terjadi pada mahasiswanya. Baginya itu bukanlah urusannya, Qia pun mencoba untuk tidak mengganggu obrolan sang adik dan Adam.


Fira menganggukkan kepalanya ketika Qia pamit lebih dulu ke mobil, sementara itu Adam hanya bisa melongo saat Qia seolah tidak perduli sama sekali dengannya. Seolah pesona Adam tidak pernah bisa membuat Qia tertarik.


"Loh, Bu Qia kok pergi aja sih?" seru Adam yang memaksa Qia untuk berhenti. Qia menoleh dan tersenyum kepada pemuda itu, "Lanjutkan saja ngobrolnya, saya tidak akan mengganggu kalian, lagipula ini bukan urusan saya, ada hal yang lebih penting lagi daripada sekedar mendengarkan urusan kalian. Fira, cepat ya setelah ini Mama sudah menunggu kita di rumah, Mama akan mengajak kita ke makam Budhe Ratna," ucap Qia yang dimengerti oleh sang adik.


Fira menganggukkan kepalanya, "Iya, kak!"

__ADS_1


Setelah itu, Qia pun akhirnya pergi ke mobilnya yang tidak jauh dari lokasi mobil Adam. Pemuda itu hanya bisa melihat kepergian sang dosen. Sangat terlihat jika pemuda itu tidak begitu suka dicuekin oleh sang ibu dosen.


Fira pun mulai melihat ada sesuatu yang aneh pada temannya itu. Fira merasa jika Adam menaruh perasaan kepada sang kakak.


"Kamu kenapa, Bro? Nggak biasanya tuh muka cemberut, biasanya aja pamer tuh senyum manis setiap hari, sekarang kok agak lain, ya? Ada gejala apa nih orang?" seru Fira sambil memperhatikan wajah Adam yang sedang tidak ingin menunjukkan senyum terindahnya lagi.


"Nggak, aku nggak apa-apa. Hanya saja baru kali ini kegantengan wajahku tidak diperhatikan sama sekali oleh seorang gadis, apa aku sudah kelihatan tua?" jawaban Adam spontan membuat Fira tertawa terbahak-bahak.


"Huahaaaa ... hahaha ... aduh aduh perutku, perutku ya Allah, aduh hari ini ada apa dengan temanku ini ya Allah, ngekek wkwkwk!" Fira tampak menahan perutnya yang kaku karena tidak bisa berhenti tertawa mendengar ucapan Adam.


"Dasar cewek sengklek! Malah ketawa lagi. Eh ngomong-ngomong kakakmu udah punya pacar belum sih?" pertanyaan Adam sekali lagi semakin membuat Fira tertawa semakin kencang, hingga gadis itu berjongkok mendekap perutnya yang kaku akibat tertawa terlalu banyak.


"Ya elah, jahat banget sih kamu ngetawain sampai gitu, aku kan cuma tanya, mbok ya dijawab gitu loh, susah amat!" protes Adam saat melihat Fira mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya karena kebanyakan menertawakan Adam.


Setelah beberapa saat, Fira pun mulai tenang, ia pun beranjak berdiri sambil mengambil nafas dalam-dalam. Namun, saat ia melihat wajah Adam lagi, rasa ingin tertawanya mulai menggoda lagi, tapi sebisa mungkin ia tahan.


"Astaghfirullah, astaghfirullah hufft hufft oke aku minta maaf, sorry Bro aku nggak bisa nahan tawa, habisnya kamu lucu banget sih, baru sadar ya kalau wajah cakep kamu tuh nggak selamanya disukai banyak wanita. Buktinya masih ada cewek yang nolak ketampanan kamu, yang pertama aku yang kedua kakak, jiahaaa!" seru Fira sambil menahan tawanya.


"Jangan gitu dong, aku serius nih." sahut Adam sambil terus memperhatikan Qia yang sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2