Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Pura-pura


__ADS_3

Adam tampak begitu senang dengan kehadiran dosen barunya. Tak disangka tak dinyana ternyata mereka berdua bertemu lagi. Selama kuliah berlangsung. Adam yang biasanya tidak pernah serius, mendadak dirinya menjadi mahasiswa yang rajin, seolah-olah dirinya ingin menunjukkan kepada Qia jika ia adalah mahasiswa yang sangat peduli dengan pelajaran materi kuliah yang Qia berikan.


Sementara itu, Fira tampak meringis melihat ekspresi wajah Adam yang tidak seperti biasanya. "Nih bocah tumben-tumbenan rajin, mendengarkan dosen nerangin, biasanya aja heboh sendiri. Ah ... jangan-jangan nih anak mau godain kakak, pura-pura sok rajin padahal aduhh ... biasanya suka molor di kelas," pikir Fira sambil melirik ke arah Adams yang tampak serius menerima pelajaran baru dari Qia.


"Harus bisa membuat hati cewek seperti ini klepek-klepek, nggak peduli dia dosen, jika Adam sudah membidik target tepat di hatinya. Maka dia tidak akan pernah lepas! Senyum nya Mashaallah!" Adam tampak berbicara pada hatinya. Memuji senyuman dan wajah Qia yang cantik.


"Woi, tumben-tumbenan rajin, mimpi apa aku semalam? Tiba-tiba pagi ini aku melihat temanku yang somplak ini jadi lebih pendiem kayak hello Kitty, dasar caper!" sindir Fira kepada Adam.


Adam menoleh dan terlihat melirik ke arah Fira dengan cuek. "Apa sih, emang nggak boleh aku serius? Repot, aku berisik katanya nggak serius. Sekarang giliran aku serius dibilang caper. Aduh ... ya Allah lindungilah hamba dari segala fitnah yang keji ini ya Allah!" sahut Adam sambil menadahkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Halah gayamu sok-sokan berdoa, Allah tuh tahu kalau kamu tuh cuma pura-pura, kamu pikir aku bisa semudah itu dibodohi. Ingat ya dia itu kakakku, awas saja kalau kamu berani mengganggunya," seru Fira sambil melototkan matanya ke arah Adam.


"Ye ... nih cewek nggak percayaan amat. Ngomong-ngomong jika benar dia kakakmu, kok beda amat yak! Bagaikan langit dan bumi," ucap Adam lirih. Fira pun tidak terima dibilang seperti itu oleh Adam.


"Eh ... bisa diem nggak sih? Berisik! Dia itu memang Kakakku," Fira berusaha meyakinkan Adam. Namun, pemuda itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Fira. Sementara itu obrolan keduanya mendapatkan perhatian dari sang dosen.


Baik Fira maupun Adam kelihatan panik. Adam pun terlihat cengar-cengir sambil garuk-garuk kepalanya.


"Eh ada Bu Dosen, hehehe. Biasa kami ini selalu bercanda, Bu. Dia ini cewek resek, selalu saja bikin saya kesal," ucap Adam sambil cengar-cengir.

__ADS_1


Fira pun tak terima dibilang sebagai cewek resek. Gadis itu pun menghampiri Adam dan berkata. "Heh kamu tuh kalau ngomong jangan sembarangan, ya. Enak saja ngata-ngatain orang resek. Kamu tuh yang bikin resek. Bikin orang emosi aja sih." sahut Fira yang akhirnya berjalan bersembunyi di balik punya punggung sang kakak.


Qia mengerutkan keningnya ketika sang Adik yang sedang menyembunyikan wajahnya. "Kakak, Qia takut banget sama tuh orang! Dia selalu bikin resek Kak. Plis Kakak jewer aja dia!" rengek Fira seolah dirinya selalu diganggu oleh Adam.


Adam dibuat membelalakkan matanya saat mendengar Fira memanggil nama sang dosen dengan panggilan kakak.


"Kakak? Apa benar gadis ini kakaknya Fira?" batin Adam.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2