Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Besar sekali


__ADS_3

"Allahu Akbar!" Fajar mengawalinya dengan takbiratul ihram diikuti oleh Laila di belakangnya. Mereka berdua melaksanakan perintah Allah untuk menunaikan ibadah sholat isya. Laila mengikuti gerakan sang suami dengan tertib, keduanya terlihat sangat khusyuk.


Tiba waktunya di rakaat terakhir, setelah membaca tahiyat akhir, Fajar mengucapkan salam.


"Assalamualaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah!"


Sungguh pemandangan yang sangat romantis, untuk kali pertama, Fajar memiliki makmum seorang wanita, yang tak lain adalah istrinya sendiri, karena dulu saat masih menikah dengan Ratna, Fajar dan Ratna belum pernah melakukan sholat berjamaah, dengan alasan dari Ratna yang bermacam-macam, dari haid hingga mengeluh kelelahan.


Laila mencium tangan sang suami setelah keduanya usai berdoa. Setelah itu Fajar pun segera melepaskan peci dan bajunya. Begitu juga dengan Laila juga mulai melepaskan mukena yang dipakainya.


Laila menyimpan kembali sajadah dan mukena itu, setelahnya ia beranjak untuk mengganti pakaiannya. Tiba-tiba saja, Fajar mendapatkan telepon dari salah satu klien bisnisnya. Ia pun meminta izin kepada sang istri untuk berbicara sebentar dengan Tuan Cheng.


"Aku keluar dulu! Tuan Cheng menelponku, kamu istirahatlah!" seru Fajar sambil membawa ponsel miliknya.


"Tuan Cheng yang genit itu? Aku kurang suka dengan dia, Mas! Maaf, dia agak lain dari yang lain!" kata Laila yang masih ingat betul bagaimana saat dirinya bertemu dengan Tuan Cheng dalam rapat saat itu.

__ADS_1


"Hmm ... iya, aku juga kurang suka dengannya, karena dia sudah berani sekali melirik istriku. Baiklah! Karena ini urusan bisnis aku akan berbicara dengannya," ucap Fajar sambil membuka pintu dan keluar dari kamar.


Laila menghela nafasnya, pandangannya mengedar ke seluruh ruangan, sejenak Laila melihat gaun berwarna merah yang ia letakkan di atas ranjang tidur bersprei warna putih itu.


Perlahan, Laila mendekati lingerie itu dan mengambilnya. Laila memutar bola matanya dan sempat berpikir bagaimana kalau dirinya mencoba memakainya, mumpung Fajar masih berada di luar kamar.


Laila mengulas senyum di bibirnya, ia pun segera pergi ke kamar ganti untuk mencoba lingerie yang sengaja Mama Ida persiapkan untuk menantunya.


Sesampainya di ruangan ganti, Laila mulai melepaskan gamis panjang yang masih melekat pada tubuhnya. Setelah ia menanggalkan gamis miliknya, Laila segera mengambil lingerie itu dan memakainya.


"Astaghfirullah! Ini baju bener-bener bikin gerah yang lihat, nggak kebayang kalau Mas Fajar lihat, malu banget ya Allah!" Laila tampak berputar-putar di depan cermin sembari sesekali menatap penampilan dirinya yang seperti wanita-wanita nakal di luar sana.


Di saat yang bersamaan, Fajar masuk ke dalam kamar, ia sudah selesai berbicara dengan Tuan Cheng. Fajar pun memutuskan untuk beristirahat. Tapi, di saat ia masuk ke dalam kamar, ia tidak melihat keberadaan sang istri. Fajar berpikir jika Laila sedang berada di dalam kamar mandi.


Fajar pun menutup tirai jendela kamarnya yang terletak di ujung ruangan, setelah menutup tirai jendela, Fajar duduk sebentar di sebuah sofa untuk mengecek pesan WhatsApp dari ponselnya sembari menunggu Laila keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Di saat itulah Laila lupa untuk mengunci pintu kamar, jika Fajar hendak masuk dirinya bisa tahu dan Ia bisa segera berganti pakaian secepatnya sebelum Fajar mengetahui dirinya yang sedang memakai lingerie itu.


Gadis itu mulai menyembulkan kepalanya, ia melihat kamarnya sepi, itu artinya Fajar masih berada di luar kamar.


"Ah ... aman!" batin Laila sembari keluar dari kamar mandi dengan sangat percaya diri. Gadis itu berjalan santai menuju ke arah pintu kamar untuk menguncinya. Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sedang melihat dirinya.


'Ceklek-ceklek'


Laila menghela nafasnya, akhirnya ia bisa mengunci pintu sebelum suaminya masuk.


"Alhamdulillah, untung Mas Fajar belum masuk, mendingan aku segera melepaskan baju ini, sumpah malu banget!" Laila pun berusaha untuk melepaskan baju itu tanpa tahu jika Fajar sedang memperhatikannya lekat-lekat.


"Ya Allah! Apakah ini yang dinamakan godaan wanita? Kenapa mataku tidak bisa berkedip ya? Subhanallah ternyata besar sekali!"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2