Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Hukum cambuk


__ADS_3

Agung tidak merasa penjara adalah sebuah neraka. Mungkin awalnya dia merasa tertekan karena kebebasannya tidak bisa ia rasakan. Namun, semakin bertambahnya waktu, Agung mulai mendapatkan ketenangan hati, setiap hari selalu ada pengajian rutin di dalam lapas itu. Hati Agung tersentuh. Jiwanya menangis saat seorang ustadz memberikan ceramah tentang dosa berzina.


Ia merasa menjadi manusia terkutuk karena pernah terjatuh ke dalam lembah hitam itu. Air matanya tak henti mengalir. Dirinya penuh dosa. Agung menangis di hadapan seorang ustadz.


"Tolong saya Ustadz, saya ingin bertaubat, saya pernah melakukan perzinahan dengan seorang wanita. Sungguh saya manusia paling keji. Saya benar-benar menyesal." Agung menangis sambil tertunduk malu.


"Allah itu maha pengampun, Inshallah Allah akan mengampuni dosa-dosa para hambanya yang mau melakukan taubat nasuha. Dalam agama Islam hukuman bagi seorang pezina ghoru Muhson adalah hukuman cambuk, jika pak Agung bersedia kami akan melakukan hukum cambuk untuk Anda, supaya Anda bisa selalu beristiqomah dan bisa tenang untuk beribadah." Ucapan sang ustad langsung mendapatkan persetujuan dari Agung.


"Iya Ustadz, saya setuju jika harus dihukum cambuk. Saya ingin segera mendapatkan ampunan dari Allah. Jika itu harus dilakukan maka saya bersedia untuk melakukannya."


Karena Agung sudah yakin untuk melakukan hukum Allah itu. Maka, disaksikan oleh para napi dan pak ustadz. Agung pun melakukan hukuman cambuk sebanyak 100x karena Agung melakukan perzinahan itu sebelum dirinya menikah.


Suara cambukan di seluruh tubuh Agung, terdengar merinding. Setidaknya Agung mendapatkan siksaan dan hukuman di dunia dengan apa yang sudah diperbuatnya. Allah akan mengampuni dosanya dan diselamatkan dari api neraka karena telah melaksanakan hukum cambuk yang sudah ditentukan sesuai syariat bagi seorang pezina seperti dirinya.

__ADS_1


Dengan menyebut nama Allah. Agung mantap melewati masa-masa hukum cambuk itu. Tidak perduli betapa perihnya sensasi dicambuk, ia berharap sang Khaliq memaafkan dirinya dan diterima taubatnya.


Setelah beberapa saat hukuman cambuk itu selesai dilakukan, Agung pun bisa bernafas dengan lega, setidaknya ia melaksanakan hukuman yang sesuai perintah Allah. Demi mengharapkan ridho Nya.


"Alhamdulillah, Pak Agung sudah melaksanakan hukuman ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa pak Agung dan semoga kehidupan Pak Agung selanjutnya selalu dalam keberkahanNya." Ustadz pun turut bahagia melihat kegigihan Agung untuk bertaubat.


"Iya Ustadz, Alhamdulillah saya sudah lega. Sekarang saya hanya ingin hidup mencari keridhoan Nya. Dan saya tidak akan mendekati Zina lagi. Semoga saya selalu Istiqomah!" Agung tersenyum bahagia. Hatinya benar-benar begitu tenteram setelah dirinya melaksanakan hukum cambuk itu. Tak perduli tubuhnya penuh memar karena bekas cambukan.


Tiba-tiba saja datang seorang petugas menghampiri Agung yang saat itu selesai melaksanakan hukuman cambuk. Petugas itu membawa berita yang benar-benar membuat Agung sangat terkejut dan tidak percaya.


"Ada apa, Pak?" Agung berseru sambil memakai kembali bajunya.


"Mantan istri Anda. Bu Ratna meninggal dunia kemarin di rumah sakit. Kami baru saja mendapatkan kabar itu dari seorang wanita yang bernama Bu Minah."

__ADS_1


Mendengar pengakuan dari sipir lapas, Agung pun lemas seketika. Ia tidak menyangka Ratna meninggal dunia.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, ya Allah Ratna. Aku minta maaf kepadamu. Aku laki-laki biadab, seharusnya aku selalu bersamamu dan mendampingimu. Ya Allah ya Robbi ampuni Ratna, dia hanyalah korban keegoisan ku. Aku memperalat nya untuk mendapatkan keinginanku. Astaghfirullah aladzim." Agung benar-benar bersedih dengan kepergian mantan istrinya itu.


Mulai detik itu, Agung lebih mendalami agama Islam, ia terus berguru kepada ustadz untuk mendapatkan ilmu tentang Islam. Hingga akhirnya ia pun bisa keluar dari Agung yang dulu. Agung kini terkenal di kalangan narapidana sebagai seorang ustadz. Tak jarang Agung memberikan ceramah tentang agama. Iya, Agung dulu adalah seorang pendosa. Tapi, dirinya telah membuktikan jika ia sudah berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi.


*


*


*


Hari-hari pun berlalu, waktu terasa begitu cepat. Akhirnya Laila melahirkan putri pertamanya dengan selamat. Kebahagiaan mereka lengkap sudah dengan kehadiran bayi perempuan cantik yang diberi nama Khumaira As Sidqia.

__ADS_1


Fajar mengadzani bayi perempuan mereka. Bayi suci itu lahir ke dunia dengan diperdengarkan suara azan di telinga kanannya dan Iqomah di telinga kirinya. Mereka berharap sang putri menjadi anak yang shalihah dan berguna bagi agama dan bangsanya.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2