
Sesampainya di rumah. Baik Qia maupun Fira, mencium tangan sang Ummi. Rupanya mereka berdua sudah ditunggu Laila untuk mengunjungi makam Ratna.
"Assalamualaikum, Ummi. Maaf kalau kami sudah membuat Ummi menunggu!" seru Qia saat mencium tangan sang Ibu. Setelah Qia mencium tangan Laila. Ganti Fira mencium tangan ibunya.
"Waalaikum salam Warahmatullah, nggak apa-apa Ummi juga baru bersiap-siap. Kalian berdua mandi dulu setelah itu makan! Ummi sudah siapin makanan untuk kalian berdua. Dan setelah itu kita pergi ke makam Budhe Ratna." Ucap Laila kepada kedua putrinya.
"Oh ya, Ummi. Ngomong-ngomong Budhe Ratna itu pasti cantik kayak Ummi. Emangnya Budhe Ratna meninggal karena apa sih, Ummi?" tanya si bungsu yang selalu ingin tahu. Sambil memeluk ibunya Fira tampak duduk di samping Laila untuk mendengarkan jawaban dari sang Ibu. Begitu juga dengan Qia yang juga ikut duduk di sebelah kanan sang ibu.
"Budhe Ratna itu lebih cantik dari Ummi, dia memiliki kulit yang putih, hidungnya mancung, matanya indah, bibirnya berwarna pink cerah, dan rambutnya panjang, pokonya dia itu idaman banyak cowok, termasuk Abi juga pernah kan jatuh cinta kepada Budhe Ratna," ungkap Laila saat menjelaskan ciri-ciri almarhum sang kakak.
Laila dan Fajar tidak pernah menutupi jika dulu Ratna pernah menikah dengan Fajar namun akhirnya bercerai, hingga akhirnya Fajar menikahi Laila.
__ADS_1
"Hmm ... Budhe Ratna rambutnya panjang, apa dulu Budhe Ratna nggak berjilbab, Ummi? Maaf Fira cuma tanya saja!" sahut si bungsu yang selalu ingin tahu daripada sang kakak.
Laila tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, Budhe Ratna memang tidak berjilbab." Balas Laila.
Mendengar ucapan dari sang ibu, kedua putri Laila cuma bisa mendoakan Ratna, semoga sang budhe diberikan ampunan oleh Allah SWT.
"Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Budhe!" sahut Fira yang diamini oleh Qia.
"Lalu Ummi? Apa yang menyebabkan Budhe meninggal?" sahut Qia.
"Budhe kalian meninggal karena kanker serviks stadium akhir. Sayang di hari akhirnya Ummi belum sempat meminta maaf kepada Budhe kalian. Hari itu adalah hari bahagia sekaligus hari yang sangat menyedihkan bagi Ummi. Di saat pertama kali Ummi tahu jika Qia telah hadir dalam rahim Ummi, di saat itu juga Ummi dikejutkan dengan berita kematian Budhe Ratna yang benar-benar membuat Ummi tidak percaya jika saudara Ummi satu-satunya akan pergi meninggalkan Ummi untuk selamanya."
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Laila mulai membasahi wajah wanita yang sudah melahirkan 2 putri yang cantik-cantik itu.
"Ummi, jangan nangis dong! Fira jadi sedih lihat Ummi sedih. Kami tahu kok kalau Ummi sangat menyayangi Budhe Ratna, seperti Fira juga menyayangi Kakak." Fira mengusap air mata sang Ibu. Sementara itu Qia tampak memeluk Laila dengan sendu.
"Fira benar, Ummi. Kita pasti sedih kalau lihat Ummi sedih. Kita berdua sayang banget sama Ummi," sambung Qia.
Laila memeluk kedua putrinya sambil berkata, "Ummi bangga memiliki anak-anak seperti kalian, Ummi cuma minta. Jangan pernah bertengkar dan jangan pernah bertikai. Saling kasih mengasihilah! Apapun yang terjadi jangan pernah saling menjauh. Kalian berdua lahir dari satu rahim yang sama. Ummi cuma berharap anak-anak Ummi tetap rukun. Jangan sampai karena sebuah kesalahpahaman menjadikan kalian saling menjauh. Ummi tidak ingin kesalahan masa lalu terulang kembali, hingga di akhir hayat Budhe Ratna, Ummi tidak bisa mendampinginya." Ucap Laila penuh penyesalan.
Kedua gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mengerti apa yang dikatakan oleh sang ibu.
"Iya, Ummi. Kita akan selalu ingat ucapan Ummi!" ucap Fira yang diiringi pelukan Qia.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...