Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Minyak kayu putih


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu, hari-hari Laila mulai terlihat sedikit lemas, tidak seperti biasanya. Beruntung Fajar sudah menemukan pengganti sekretaris pribadinya, sehingga Laila bisa beristirahat di rumah. Kali ini Fajar hanya menerima sekretaris pria karena ia ingin menjaga perasaan sang istri, karena bagaimanapun juga ia bekerja seharian bersama sekretarisnya di kantor.


Tidak menutup kemungkinan kebersamaan bersama sang sekretaris akan sangat dekat. Jika Fajar memiliki sekretaris pria maka ia tidak akan khawatir meskipun pulang malam. Laila tidak akan curiga atau cemburu. Sejauh ini Laila belum tahu jika sekretaris sang suami adalah seorang laki-laki bukan perempuan. Laila pun mengira itu hal yang biasa Fajar memiliki sekretaris wanita, ia sangat percaya kepada sang suami jika Fajar tidak akan berbuat macam-macam.


Hari ini ada yang aneh saat Fajar menyemprotkan minyak wangi ke badannya, Laila tidak mendapati aroma harum parfum sang suami yang biasa ia gunakan, tapi aroma minyak kayu putih yang sangat menyengat.


Laila mengendus-endus tubuh suaminya, bau badan Fajar full aroma minyak kayu putih. Fajar pun memperhatikan tingkah sang istri yang tengah menciumi seluruh tubuhnya.


"Kamu kenapa, Sayang? Bukankah semalam kamu sudah puas tidur dengan pakai bantal ketek ku? Masa sekarang minta di ketekin lagi sih!" ucap Fajar sambil merapikan jasnya.


"Tumben bau kamu jadi gini, Mas? Apa parfum luxury ini sudah berubah aromanya? Ganti minyak kayu putih?" pertanyaan Laila tentu saja membuat Fajar terkekeh. Ia pun menjelaskan kepada sang istri kenapa dirinya tiba-tiba ingin menghirup aroma minyak kayu putih.


"Aku sengaja ingin memakai minyak kayu putih, nggak tahu aja aku mulai candu dengan aromanya, serasa begitu nyaman dan rileks."


Mendengar pengakuan dari suaminya, Laila pun tertawa kecil, sang suami yang biasanya cerewet dengan parfum, jika aromanya kurang cocok Fajar pasti tidak akan mau memakainya, tapi hari ini ia justru lebih suka dengan aroma minyak kayu putih.


"Kamu tuh aneh banget deh, Mas. Kamu nggak sakit, kan? Kamu akhir-akhir ini beda banget loh, dari yang asalnya nggak suka daging-dagingan, sekarang doyan banget, dan hari ini malah suka dengan aroma minyak kayu putih," seru Laila tak habis pikir.


"Kamu juga sih yang ngenalin aku daging-dagingan, ya lama-lama aku jadi suka." Fajar berkata sambil melirik ke arah sang istri yang pagi itu terlihat cantik dengan dress panjang berwarna ungu muda, sementara rambutnya tergerai indah. Di dalam kamar, Laila haram menggunakan jilbabnya, ia akan kembali berjilbab jika dirinya keluar dari kamar pribadinya bersama sang suami.


"kapan aku mengajari kamu untuk makan daging, perasaan nggak pernah deh. Ngarang banget!" ucapnya sembari merapikan dasi sang suami. Fajar memegang pinggang sang istri seraya berkata, "Kamu lupa, apa pura-pura lupa?"


Laila menatap bola mata sang suami yang nakal, ia pun tersenyum malu-malu, seakan dirinya faham dengan maksud suaminya berkata seperti itu.


"Iya, aku tidak akan lupa, dari situ aku tahu, ternyata pak Fajar sangat menyukainya, pakai sok-sokan nggak ngerti segala, modus banget!" balas Laila yang ingat betul bagaimana reaksi sang suami saat mereka di malam pertama. Lagi-lagi Fajar terkekeh dengan ucapan sang istri.


"Namanya juga masih perjaka, pasti aku takutlah," sahut Fajar yang membuat geli Laila. "Takut? Justru aku yang harusnya takut, Mas. Kamu sih enak nggak pakai robek, beda lah sama aku!" protes Laila yang ingat betul bagaimana rasanya di saat pertama kali ditusuk.

__ADS_1


"Tapi sekarang kan enggak lagi, kamunya juga tambah suka gitu kok," goda Fajar.


"Bagaimana aku tidak suka, karena rasanya sangat enak dan bikin nagih." Ucapan Laila spontan membuat Fajar memeluk istrinya.


"Ya udah, ah. Kamu berangkat cepetan, nanti terlambat ke kantor loh, kamu itu Bos. Harus memberi contoh yang baik untuk karyawannya, sekarang kita sarapan dulu," Laila kembali merapikan jas untuk suaminya.


"Oke, aku makan di kantor saja, perutku sedikit mual, makanya aku lebih suka mencium aroma minyak kayu putih untuk menghilangkan rasa mual ku," ungkap Fajar.


"Ya Allah, kamu beneran sakit, Mas? Nanti kita ke dokter yuk!" seru Laila yang semakin khawatir dengan kondisi sang suami.


"Aku tidak apa-apa, kamu jangan khawatir. Ini hanya masalah perut, aku sudah biasa seperti ini. Nanti juga baik-baik saja," Fajar berusaha untuk menenangkan sang istri agar tidak terlalu khawatir, meskipun sebenarnya perutnya agak kurang nyaman.


"Benar kamu nggak apa-apa?"


"Iya, Sayang!" Fajar mencium kening sang istri sebelum dirinya pergi ke kantor.


"Baiklah, kamu istirahat saja. Aku usahakan tidak pulang terlalu malam, karena aku takut nanti istriku mencari ketek ku yang harum ini," Laila tertawa kecil saat Fajar berkata demikian. Kemudian ia pun mencium tangan sang suami sebelum Fajar meninggalkan rumah.


"Terima kasih, Sayang. Semua ini aku lakukan demi kamu dan dia," mata Laila membulat sempurna saat Fajar menyebut kata dia.


"Dia? Dia siapa?" Laila menatap serius wajah sang suami.


"Dia ... calon anak kita nanti, Inshallah. Aku berharap kita secepatnya segera dikaruniai seorang anak, biar aku tidak sia-sia berolahraga malam setiap hari,"


Laila tersenyum malu-malu ketika Fajar berkata sambil memegangi perut sang istri.


"Aamiin, semoga ya Mas.

__ADS_1


*


*


*


Hari itu seperti biasa, Fajar datang ke kantor lebih pagi. Namun, ada yang aneh saat Fajar mulai memasuki ruangan kantor, para karyawan terlihat menggerak-gerakkan hidung mereka karena mencium aroma minyak kayu putih yang cukup semerbak memenuhi seisi ruangan.


"Eh ini bau minyak siapa sih?"


"Bukan aku!"


"Aku juga nggak!"


"Tunggu-tunggu, apa mungkin pak Fajar yang udah pakai tuh minyak?"


"Bisa jadi!"


"Memang bener, Guys. Itu bau pak Fajar,"


"Kok aneh sih Pak Fajar, biasanya dia wangi banget, sekarang kok ganti bau minyak kayu putih sih!"


Asisten Joko melihat para karyawan yang menatap aneh pada sang Bos, pria itu pun mulai menebak apa yang membuat para karyawan itu menatap sang Bos sambil cekikikan.


"Tumben sih Pak Fajar minyak kayu putih, pantesan nih anak-anak pada lihatin, pasti Pak Fajar makainya satu botol tuh!" pikir asisten Joko sambil tertawa kecil.


Sementara itu, Sekretaris baru yang bernama Dian memberi tahukan jika ada klien dari luar kota bernama Tuan Solikhin ingin bertemu dengan sang Bos. Fajar pun segera bersiap untuk bertemu dengan rekan bisnisnya untuk membicarakan tentang rencana proyek baru mereka.

__ADS_1


Sementara itu sang asisten pribadi melihat perubahan Bos nya kali ini cukup signifikan, Fajar memakai minyak wangi yang cukup banyak sehingga tubuh pria itu full aroma minyak kayu putih.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2