Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Fajar Untuk Laila


__ADS_3

"Pak Fajar yang terhormat, Anda sampai segitunya menolong sekretaris seperti dia? Mata Anda sudah buta, ya? CK! Coba lihat sekretaris ini? Ya ampun, nggak berkelas sekali," Mega begitu senang menggunjing penampilan Laila, karena menurutnya, dia lebih cantik dan lebih seksi daripada Laila.


Fajar tidak banyak bicara, ia langsung memerintahkan security untuk membawa Mega keluar dari kantornya.


"Maaf Bu Mega, dengan sangat hormat, silakan Anda pergi dari kantor saya, silakan!" titah Fajar.


"Tidak bisa, aku tidak terima kamu mengusirku gara-gara perempuan ini? Apa gara-gara perempuan ini kamu menolak aku, Fajar? Kurang apa aku padamu, aku lebih cantik, lebih menarik, lebih kaya, dia hanya sekretaris biasa, sedangkan aku seorang pemilik perusahaan, dia tidak ada apa-apanya dibanding aku, bisa-bisanya kamu membela dia, cihh! Bukan orang penting saja dibela," Mega menolak untuk dibawa pergi. Akhirnya, Fajar harus berkata jujur kepada wanita itu agar dia tidak mengganggu dirinya dan juga istrinya.


"Ibu Mega Utami yang terhormat, wanita ini, sekretaris biasa ini, wanita yang menurut Anda tidak ada apa-apanya dibanding dengan Anda, bagi saya dia adalah bidadari, dia lebih sempurna dari Anda. Bagaimana bisa saya tertarik dengannya? Iya, tentu saja, karena wanita ini memiliki aura muslimah sejati, dia menjaga betul keimanannya, dia tahu betul batasan berpakaian, mungkin menurut Anda dia ini kampungan, tidak cantik dan tidak seksi. Tapi bagi Fajar, wanita ini teramat seksi, dia teramat cantik sehingga membuat seorang Fajar menjadi tergila-gila padanya."


Mendengar pengakuan dari Fajar, Mega semakin geram, ia pun menatap keji ke arah Laila, Laila sudah mengalihkan perhatian Fajar darinya. Wanita itu pun berusaha untuk menyentuh Laila. Namun, dengan cepat Fajar menghalanginya dan berkata tegas kepada wanita itu. "Jangan sentuh istriku!"


Seketika Mega menatap tajam ke arah Fajar, apa yang baru saja dikatakan oleh Fajar sungguh membuatnya seolah-olah terkena serangan jantung mendadak.


"A - apa katamu? Dia istrimu?" Mega lemas saat Fajar mengakui jika Laila adalah istrinya.

__ADS_1


Dengan sikap tenang, dengan bangga Fajar memperkenalkan Laila kepada wanita yang memiliki hasrat kepadanya itu.


"Benar sekali, Bu Mega! Laila adalah istri saya, dan kami sudah sah menikah. Tinggal kami merayakan resepsi pernikahan nanti. Jangan khawatir, kami pasti mengirimkan undangan untuk Anda, ditunggu saja. Sekarang sudah jelas, bukan? Silakan Anda pergi!" titah Fajar sambil tersenyum.


"Ta-tapi kenapa kamu harus menikah dengan Laila, kenapa kamu tidak menerima tawaranku, Mega akan membantu kamu untuk memperbesar perusahaan ini, aku pasti akan membantumu dan mencintaimu," sahut Mega yang masih tidak percaya dan masih berharap.


"Sayang sekali saya tidak tertarik dengan penawaran Anda, Bu Mega. Bagaimanapun juga Fajar sudah ditakdirkan dengan Laila. Tidak mungkin Fajar beriringan dengan Mega. Sangat bertentangan, Fajar datang untuk menerangi malam yang kelam, bukan untuk menerangi Mega yang hampir tenggelam. Bukan Fajar untuk Mega, tapi Fajar untuk Laila." Ucap pria itu sambil merangkul istrinya mesra.


Bukan hanya Mega, semua karyawan yang melihat kejadian itu dibuat melongo, ternyata dugaan mereka salah besar. Ternyata tuduhan para karyawan itu terhadap Laila adalah sebuah fitnah.


"Kok bisa-bisanya sih mulut kita selemes ini!"


"Kita harus minta maaf, Guys! Secepatnya."


"Bener-bener, kalau saja istrinya nggak terima kita bisa mampooss!"

__ADS_1


"Kamu sih!"


"Kamu juga!"


"Si Dora tuh!"


"Kok aku sih? Itu tuh si Yaki,"


"Diihh! Nyalain aku lagi!"


"Sudah - sudah, kue Dorayaki nggak usah bertengkar! Entar tak makan tahu rasa kalian!"


Para karyawan itu tampak saling dorong dan saling menyalahkan.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2