
"Baik, Mas! Aku akan bilang padanya," Laila bergegas menuju ke luar ruangan untuk mengatakan jika sang Bos tidak ingin bertemu dengan wanita yang bernama Mega Utami. Sedangkan Fajar tidak menyangka jika Mega masih saja mengejar dirinya, padahal ia sudah tidak ingin bertemu dengan wanita itu lagi.
Laila membuka pintu ruangan, alangkah terkejutnya saat dirinya melihat seorang wanita cantik, putih, tinggi dan terlihat sangat anggun berdiri di depan pintu sambil memperhatikan penampilan Laila yang menurutnya itu sangat norak sekali.
"Hai, siapa kamu? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya?" tanya wanita itu dengan memicingkan mata.
"Saya Laila, sekretaris Pak Fajar. Maaf, Bu! Ibu siapa, ya?" Laila balik bertanya.
"Oh sekretaris baru, pantas saja aku tidak kenal dengan wajah kampungan seperti ini. Minggir! Aku ingin bertemu dengan Fajar,"
Rupanya ucapan wanita itu sudah membuat Laila mulai geram, siapa wanita ini berani sekali dia memanggil nama suaminya dengan namanya saja.
__ADS_1
"Maaf! Saya tidak bisa mengizinkan sebelum Anda mengatakan siapa Anda?" Laila berusaha untuk menghalangi wanita itu agar tidak masuk ke dalam ruangan suaminya.
"Oke! Aku yang memberi tahu padamu jika aku ingin bertemu dengan Bos kamu, aku Mega Utami, dan sekarang aku harus bertemu dengan Fajar!"
Ternyata, wanita itu adalah Mega, wanita yang tidak ingin Fajar temui. Laila pun menyampaikan kepada Mega jika Fajar tidak ingin bertemu dengannya.
"Maaf, Bu! Sesuai perintah dari Pak Fajar, beliau sedang sibuk dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Jadi, silakan Anda pergi!" Laila mempersilahkan Mega untuk pergi dari kantor suaminya. Namun, rupanya wanita itu tidak mau meninggalkan kantor Fajar begitu saja.
"Ya elah, masih calon pacar saja bangga, pantesan aja Mas Fajar tidak mau bertemu dengan wanita ini, sebenarnya mereka ada hubungan apa, ya?" Laila mulai berpikir keras.
"Eh ... cepetan bilangin sama Bos kamu, kalau aku sudah datang, Fajar!" teriak Mega dari arah luar. Laila pun terlihat mulai geram dengan ulah Mega, ia pun memanggil security untuk membawa Mega pergi. Namun sayang, security itu tidak berani membawa Mega pergi karena Mega memiliki pengaruh besar.
__ADS_1
Mega menyunggingkan senyumnya, ia mengejek Laila yang sok bisa mengusir dirinya dari kantor Fajar. Tentu saja Laila bingung, kenapa security tidak berani kepada wanita ini. Begitu besarkah pengaruhnya?
"Nggak usah sok pahlawan, sebaiknya kamu minggir dan biarkan aku bertemu dengan Fajar, minggir!" Mega mendorong tubuh Laila hingga wanita itu hampir terjatuh, beruntung Fajar segera menangkap tubuh sang istri sehingga Laila tidak sampai terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" Fajar memeluk istrinya dan melihat apakah kondisi sang istri baik-baik saja.
"Fajar! Kamu menolong sekretaris kampungan ini? Hello, seorang Fajar menolong sekretaris modelan gini?" sahut Mega yang tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Fajar.
"Maaf Bu Mega, Anda adalah wanita yang terhormat, pantaskah Anda melakukan ini kepada bawahan saya? Apa Anda tuli, saya sudah bilang jika saya memang tidak ingin bertemu dengan Anda, bukan salah sekretaris saya," ungkap Fajar sembari terus memeluk Laila.
Kejadian itu disaksikan oleh beberapa karyawan yang tak sengaja melihat sang Bos yang sedang berbicara serius dengan Mega.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...