Fajar Untuk Laila

Fajar Untuk Laila
Lemparan bola kertas


__ADS_3

Adam tampak cengar-cengir saat Qia berdiri di depan sang adik.


"Em ... jadi benar Bu dosen kakaknya Fira?" tanya Adam memberanikan diri. Qia tersenyum. "Iya benar, saya kakaknya Fira." jawaban Qia seketika membuat Adam tersenyum malu.


"MasyaAllah, ternyata Bu dosen beneran kakaknya Qia. Senang sekali bisa bertemu dengan Bu Qia yang cantik, mudah-mudahan Bu dosen tidak bosan mengajarkan kepada kami ilmu-ilmu yang bermanfaat, agar kami nantinya bisa menjadi orang yang berhasil dan sukses," ucap pemuda itu yang ditanggapi ledekan oleh Fira.


"Preetttt gombal!" Fira berkata sambil memutar bola matanya. Spontan Adam tersenyum dan menunjukkan sikap ramahnya yang tiba-tiba.


"Astaghfirullah, Fira. Kok kamu gitu sih! Apa yang aku katakan benar, kan. Bukan begitu Bu Qia?" seru Adam yang berusaha terlihat baik di depan sang dosen.


"Dasar Adam! Nggak usah coba-coba berkata seperti itu di depanku, aku nggak bakalan percaya, sok rajin padahal pemalas banget dia, Kak. Pasti molor mulu kerjanya di kelas. Sekarang sok-sokan paling rajin, hadeehh playboy cap kadal!" sahut Fira.

__ADS_1


Qia hanya tertawa kecil melihat tingkah keduanya, rupanya sang adik dan Adam terlihat akrab.


"Sudah-sudah jangan berdebat. Fira, kamu tidak boleh ngomong seperti itu, Adam benar. Seharusnya kamu mendukung temanmu. Hmm ... baiklah saya akan lanjutkan pelajaran selanjutnya," ucap Qia sambil beranjak pergi ke depan kelas.


"Oh iya, Bu. Silakan-silakan!" Adam tampak begitu ramah dan murah senyum saat di depan Qia. Sementara itu Fira tampak menarik salah satu ujung bibirnya seolah dirinya meledek sang teman.


"Nggak usah sok cool deh! Sok imut!"


Mendengar ucapan dari Fira, Adam pun berkata kepada gadis itu. "Jadi cewek tuh kayak kakakmu tuh! Anggun, feminim, kalem dan lembut. Nggak kayak kamu, bar-bar, pecicilan, aduhhh ampun punya temen cewek kaya gini, masih untung aku nggak kena smackdown!" sahut Adam yang pastinya dia tahu jika Fira gadis yang pandai bela diri.


Adam pun tampak garuk-garuk kepalanya, dan Ia pun tidak terlalu menghiraukan ucapan Fira. Ia justru sibuk memperhatikan Qia yang dengan anggunnya berdiri di depan kelas sambil menerangkan materi kuliah.

__ADS_1


Fira yang melihat temannya itu senyum-senyum sendiri sambil menyangga dagunya dengan tangan, Fira pun mencoba mengerjai Adam dengan melemparkan bulatan kertas pada kepalanya.


"Satu ... dua ... tiga, ah kena!" seru Fira saat melemparkan bulatan kertas itu tepat mengenai dahi Adam.


"Eh asseemm! Siapa nih yang lempar kepala ku?" ucap pemuda itu saat ia merasa ada seseorang yang melemparkan bola kertas itu padanya.


Fira pun pura-pura tidak tahu, namun bibirnya sedang tertawa kecil. "Mampus lu!" batin gadis itu sambil cekikikan.


Adam pun tampak memperhatikan sekeliling, sorot matanya tertuju pada salah satu temannya yang duduk di kursi depan yang tidak sengaja menoleh ke arah dirinya sambil tersenyum. Dan Adam pun mengira jika temannya itu yang sedang melemparkan bulatan kertas itu padanya.


"Sialan! Pasti si Bakul nih yang ngelempar, awas kamu ya, bakalan aku balas!" pikir pemuda itu sambil menyiapkan bulatan kertas untuk melempar Bakul.

__ADS_1


"Satu ... dua ... tiga ...! Yess ... waduh gawat! Kok kena pantatnya Bu dosen sih! Aduhhh!!" seru Adam yang ternyata salah sasaran.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2