Fated To Love You

Fated To Love You
9


__ADS_3

**Icha Pov


Setelah seharian bekerja terasa amat melelahkan. Malam ini, aku mengeluh kenapa tidak ada yang mau kuajak pergi berlibur gratis ini?


Tadi aku sudah menelpon dan mengajak ibu pergi bersamaku, tapi ibu juga tidak mau. Harus aku apakan tiket liburan ini? Padahal aku sangat menantikannya jika aku bisa memenangkannya. Tapi setelah aku dapatkan kenapa malah jadi galau begini?


Mira tadi berkata coba saja sekarang ini ada hujan pria, pasti mudah memilih salah satu dari pria-pria itu untuk menemaniku. Kenapa Mira menolak aku ajak? Candaan Mira memang sangat menggelitik. Namun akan percuma saja, tidak ada yang mau denganku. Penampilan seperti cupu begini siapa yang tertarik? Bahkan sudah mau kepala tiga ini, aku belum juga pernah merasakan bagaimana pacaran. Tapi kenapa aku tiba-tiba teringat pengacara Malik?


Ting... Pesan masuk di ponselku.


Aku mengeceknya. Sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.


Icha keluarlah, aku sudah berada diluar


- Malik


Apa benar pengacara Malik ada diluar, darimana dia tahu aku tinggal disini?


Setelah membaca pesan tersebut aku memeriksa lewat jendela, memang benar ternyata diluar sudah ada pengacara Malik menunggu di bawah.


Aku hanya mengenakan cardigan menemuinya "kenapa anda kesini, pengacara Malik?" tanyaku setibanya dibawah

__ADS_1


"Maaf aku menggangu waktu istirahat mu, aku hanya merasa bersalah padamu" ujarnya


"Apa?" aku tak mengerti maksudnya,


"Maaf aku meninggalkan mu begitu saja saat makan siang tadi dan aku kurang ajar sepertinya meninggalkanmu dalam keadaan seperti itu, aku berjanji mentraktirmu tapi malah kamu yang membayar setelah aku pergi begitu saja" Ia menjelaskan alasannya kemari.


Aku hanya mendengarkan dan berkata "tidak apa-apa, saya tahu saat itu anda ada urusan mendesak, makanya anda pergi tergesa-gesa" aku memakluminya saat itu


Namun Pengacara Malik kembali mengajakku keluar saat ini untuk makan malam di sebuah restoran. Aku harap bukan restoran jepang lagi. Namun saat sampai di depan restoran. Aku salah, ini restoran jepang yang berbeda dari mall tadi siang. Pengacara Malik sangat menyukai makanan Jepang rupanya.


Di restoran ini kita bisa melihat sendiri cara memasak makanan yang mereka pesan.



Setelah makanan tersaji, Pengacara Malik menaruh semua makanan yang disiapkan dengan atraksi yang menakjubkan tadi ke piring yang ada di hadapanku.


"ini okonomiyaki namanya" ucapnya dengan lembut sambil menaruh potongan okonomiyaki itu.


Tentu saja aku tersipu dengan perlakuannya. Ia memperlakukanku seperti tuan putri. Hatiku jelas berdebar saat ia tersenyum padaku.


__ADS_1


Saat aku mencicipi makanannya, Pengacara Malik bertanya "apa makanan itu enak?"


Aku mengangguk. Walaupun sebenarnya rasa makanan ini sama saja tidak enak seperti yang di mall tadi.


"gakpapa kok kalau kamu bilang itu tidak enak" kemudian Pengacara Malik berkata saat melihat ekspresi tertekanku mengatakan bahwa makanan ini enak.


“Kenapa kamu pandai bicara di bawah tekanan?” lanjutnya


Aku menatapnya dengan bingung. Bagaimana aku harus berkata saat aku sudah tertangkap basah begini? Namun Aku hanya menatapnya.


"bagaimana pendapatmu tentangku? apa kamu tertarik denganku?" pertanyaannya benar-benar mengejutkanku.


Aku bingung harus memberikan jawaban apa. Aku hanya meneguk air karena kerongkonganku kering setelah mendengar pertanyaannya yang tiba-tiba.


Ia tertawa melihatku. "kamu gak harus jawab sekarang kalau kamu masih bingung dengan jawabannya, kapan-kapan saja. Aku akan menunggunya."


Aku hanya diam dan kembali meneguk air.


"Icha, apa aku boleh menghubungimu terus-menerus?" tanya meminta izinku.


Dia pria yang manis. Itu saja pakai bertanya. Aku hanya mengangguk memperbolehkan.

__ADS_1


__ADS_2