
Icha kembali datang ke kantor dan membawakan makan siang untuk Angga. Tapi kali ini nasi yang dia bawa tidak berbentuk wajah mereka berdua. Angga bertanya heran dan Icha menjelaskan kalau hari ini dia sedikit sibuk sehingga tak bisa membuatnya tapi besok ia akan buatkan lagi untuk Angga.
Angga tersenyum dan berkata kalau besok Icha tidak usah membawakan makan siang karena besok dia akan mengajak Icha makan di luar. Besok juga akan ada acara lelang yang harus dia hadiri, jadi dia mau Icha ikut bersamanya. Setelah acara, dia akan mentraktir Icha makan malam di tempat yang indah.
Icha tak ingin berlama-lama di kantor Angga. Dia tak ingin kedatangannya malah menghambat pekerjaan Angga. Dia tahu Angga pasti sibuk.
Ketika pulang Icha berpapasan dengan pengacara Rudi, atasannya dahulu. Pengacara Rudi memang adalah konsultan hukum Angga. Jadi dia sering bolak-balik datang ke kantor Angga. Mereka memutuskan untuk saling menyapa dan berbicara sebentar di tempat yang lebih nyaman. Pengacara Rudi memberitahu dan akhirnya mengakui tentang surat perjanjian cerai tersebut. Ia mengatakan bahwa Anggalah yang memintanya dahulu untuk melakukan itu. Seharusnya dia tidak boleh melakukan ini, tapi dia mengkhawatirkan Icha.
Dia datang ke kantor Angga hari ini karena Angga memintanya untuk merevisi isi surat perjanjian tersebut. Ia juga mengatakan hal demikian pada Icha. Tapi Icha tampak tenang dan tidak mempermasalahkan hal itu. Icha malah berterima kasih karena Pak Rudi sudah mengkhawatirkannya dan dia berkata itu tidak apa-apa. Ini memang sudah jadi kesepakatan antara dirinya dan Angga. Jadi Pak Rudi tak perlu merasa tak enak dengannya.
Setelah selesai bertemu dengan Icha. Pak Rudi kini berbalik ke kantor Angga dan Angga sudah siap mengatakan isi surat perjanjian yang baru. Namun Pak Rudi meminta Angga untuk mempertimbangkan keputusan ini lagi, ia kembali mengkhawatirkan Icha. Dia tahu Icha sangat baik dan polos tapi Angga malah memarahinya dan berkata kalau Pak Rudi lebih baik mematuhi saja kata-katanya. Sehingga Pak Rudi tak bisa membantah. Dia mengikuti permintaan Angga dengan merevisi surat perjanjian itu sesuai keinginan Angga.
Sesampainya di rumah, Icha sedang membereskan lemari. Dia menata jas-jas milik Angga agar terlihat rapi, tapi saat itulah tanpa sengaja Icha menemukan hadiah yang Anin berikan untuk Angga. Ternyata Angga menyimpan hadiah itu dan Icha juga menemukan surat yang Anin tulis dan membacanya. Kemudian Icha teringat kembali saat dimana Angga mengungkapkan semua. Saat hari berhujan itu. Ia kembali merasa bersalah pada mereka berdua. Ia sudah menjadi penghambat diantara mereka.
Tiba-tiba Icha dikejutkan dengan adanya pesan masuk di ponselnya. Pesan dari Pak Rudi yang berkata kalau kali ini Icha tak usah takut, Icha bisa menandatangani surat perjanjian cerai itu tanpa ragu saat Angga memintanya nanti. Icha tak tahu apa maksudnya dan dia juga tampak ingin mencari tahu. Ia hanya mengiyakan saja.
__ADS_1
****
Setelah sedih menemukan hadiah dari Anin. Icha memutuskan datang untuk mengunjungi ibunya, Icha tiba tepat ketika ibunya tengah memarahi suami Alia. Ibunya marahi Zaki karena ia menerima uang dari Angga. Betapa pun baiknya Angga, tidak seharusnya Zaki menerima itu.
Tapi Alia membela suaminya dan meminta ibunya berhenti memarahi suaminya. Icha mendekat dan Zaki berkata kalau Icha dan Angga hidup rukun, jadi tidak akan ada masalah jika meminta bantuan seperti ini pada Angga yang kaya-raya itu.
Icha tentu kecewa. Dia berkata semua itu salah. Sambil menangis Icha berkata kalau seharusnya mereka tidak menerima bantuan dari Angga.
“Jangan ada lagi hal yang ku ambil darinya. Maksudku, aku tidak boleh mengambil lagi darinya. Jika kau menerima uang sebanyak itu, aku tidak tahu harus bagaimana,” isak Icha dalam tangisannya.
*****
Icha sudah tiba di acara lelang, dia tampak cantik tapi dia tak ditemani Angga di sebelahnya. Angga memintanya datang terlebih dahulu karena masih ada urusan di kantor jadi dia mungkin datang telat.
Icha ragu untuk melangkah masuk karena semua tampak bersama pasangan masing-masing. Sampai tiba-tiba ada yang menepuk pundak Icha dan ternyata itu Reza. Ia tahu Icha tampak bingung dan langsung menggandeng tangan Icha untuk bersama-sama masuk ke gedung acara.
__ADS_1
Acara lelang dimulai dan ternyata Angga sudah datang. Dia sudah duduk berdampingan dengan Icha. Host meminta semua hadirin bertepuk tangan karena Angga dan istrinya menyempatkan datang ke acara lelang ini.
Benda yang dilelang pertama kali adalah sebuah perhiasan dengan safir sebagai intinya. Tampak cantik dengan warna birunya. Host menjelaskan kalau safir ini disebut Airmata Maladewa.
Icha tampak tertarik melihat kalung itu tapi ia menyembunyikannya. Ia tak punya uang untuk ikut menawar dan tak ingin juga merepotkan Angga dengan memintanya. Ia harus sadar diri dengan posisinya.
Lalu tiba-tiba seorang menawarnya dengan harga 1000 dolar, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Reza. Ia sudah memperhatikan Icha dari tempatnya duduk. Ia melihat Icha tertarik dengan kalung itu dan tentu saja ia ingin memberikan itu pada Icha.
Icha terkejut dan menatap ke arah Reza. Ternyata Reza punya banyak uang. Ia tak terlihat seperti itu. Lalu dengan isyarat wajah, Reza tersenyum dan berbisik bahwa ia akan memberikan kalung itu pada Icha. Tapi Icha menggeleng dan memberi isyarat pada Reza ia tak perlu melakukan hal seperti ini. Tapi Reza mengayunkan tangannya dan menyuruh Icha tak perlu khawatir. Dia hanya ingin memberikan hadiah pada adiknya.
Tapi yang terjadi selanjutnya adalah Angga menangkap Reza dan Icha sedang memberi isyarat. Ia merasa risih dan akhirnya tahu bahwa Reza menawar dan akan memberikan kalung itu kepada Icha. Tentu saja Angga menjadi kesal dan marah. Reza secara terang-terangan mengajaknya berperang.
Angga dan Reza saling berebut menawar dengan harga tinggi dan membuat Icha tercengang. Dia heran. Dia tidak menginginkan ini. Dia meminta Angga untuk berhenti.
Tapi Angga menjawab “Itu untuk ibunya Pangeran kecil. Aku tidak bisa berhenti sekarang. Aku harus mendapatkan kalung itu agar ibu dari Pangeran kecil bisa selalu terlihat cantik”
__ADS_1
Sampai akhirnya kalung tersebut ditawar Angga dengan harga 30 ribu dolar. Sebelumnya Reza sudah menawar seharga 10 ribu dolar. Ia tak berani menawar lagi dan lagipula kalung itu tetap akan berakhir untuk Icha. Meskipun bukan dia yang memberikannya. Akhirnya kalung itu jatuh ke tangan Angga dan semua pengunjung bertepuk tangan untuknya.