
Anin tidak bisa datang saat ulang tahun Angga karena Ia mengalami musibah. Saat menuruni tangga dengan tergesa-gesa untuk segera menemui Angga, Ia tergelincir dan jatuh. Hal itu menyebabkan kakinya terluka.
****
Angga mengingat ulang tahunnya kemarin sangat menyenangkan. Ia merasakan perasannya sudah mulai tumbuh pada Icha. Tapi Ia juga kesulitan karena tidak ada tempat bagi Icha di hatinya. Namun Ia juga tidak bisa terima apa yang sudah di lakukan Anin padanya. Ia masih belum tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Anin.
“Halo. Ini aku, Angga. Maafkan aku. Aku ingin meneleponmu sebelumnya. Hari itu aku…” Angga meninggalkan pesan suara untuk Anin.
“Anin, maaf. Aku tidak bisa lagi menunggumu. Jadi, mari kita putus.”
*****
Angga dan Icha kembali pergi ke toko perlengkapan bayi yang kemarin. Angga akan membeli baju pasangan yang disukai Icha kemarin
"Anin, tidak suka ini bukan?” tanya Icha keheranan saat Angga malah kemuuskan untuk membelinya.
“Kamu yang akan memakainya” jawab Angga mantap
“Setelah bayi ini lahir, aku akan pindah. Aku tidak akan bisa memakainya.” jawab Icha
Angga kemudian berbalik dan menatap Icha. “Bagaimana jika aku memintamu untuk tetap tinggal?” Icha seakan tak percaya mendengarnya dan Ia menatap Angga haru.
Entah ini bayangan atau kenyataan, mereka memakai baju pasangan itu berjalan jalan dan terlihat bahagia.
“Benar ini adalah kesempatan langka, berikan Ponselmu” ujar Angga.
“Ponselku?” tanya Icha heran
__ADS_1
“Mari berfoto.” Angga memeluk Icha dari belakang dan Icha terkejut.
“Bertemu denganmu, menikahimu, dan memiliki bayi ini, semua ini adalah takdir. Aku tahu di hari-hari mendatang aku akan jatuh cinta padamu.” Ujar Angga.
****
Angga harus kembali ke kantor dan dia mengajak Icha ikut serta. Kedatangan mereka ke kantor tentu menarik perhatian semua staff. Icha berjalan di belakang Angga dan sedikit menjauh. Ia berkata “Semua orang melihat kita. Aku akan mengikutimu diam-diam.”
"Icha, kau ingat? Kau bukan gadis post it lagi. Jadi jangan sembunyi di belakangku. Berjalan di sisiku dengan penuh percaya diri" perintah Angga
Icha tersenyum dan tangannya sudah di genggam oleh Angga. Mereka pun berjalan bersama menuju lift.
Namun kejutan datang saat Angga masuk ke ruangannya. Dia melihat seseorang duduk di kursinya dan dia terkejut melihat orang itu adalah Anin.
Anin tak menyadari kehadiran Icha, langsung mengahambur memeluk Angga dan berkata kalau dia sangat merindukan Angga. Icha hanya mampu menatap itu dari tempatnya berdiri dengan berbagai perasaan di hatinya.
"Apa aku bisa meminta waktu Presdir Angga sebentar?" tanya Icha pada Anin.
Angga tak bisa menjawab dan hanya bisa mengikuti Icha. Lalu Anin berkata kalau dia akan menunggu Angga disini.
Ketika hanya berdua, Icha berkata kalau lebih baik Anin tidak tahu yang sebenarnya terjadi sekarang, karena Anin mungkin tidak bisa menerima hal ini.
“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Angga.
Icha menjawab kalau dia juga belum tahu bagaimana perasaanya, tapi yang jelas tidak baik memberitahu Anin tentang semuanya saat ini. Terlebih Anin sedang berbahagia karena bisa bertemu dengan Angga.
Lalu Angga menguatkan dirinya dan kembali ke ruangannya. Begitu masuk Angga dan Anin berbicara berdua saja.
__ADS_1
“Aku lelah menunggumu.” tukas Angga
“Kenapa kita harus putus?” Anin tidak terima Angga memutuskannya lewat pesan dari ponsel.
“Aku memikirkanmu selama ini! kamu selalu meninggalkanku berkali kali. Tapi aku masih menunggumu! Tapi kamu hanya bertindak sesuai keinginanmu. Mimpimu adalah menjadi pianis terkenal tapi gadis itu…” Angga teringat betapa tulusnya Icha saat mendoakannya di hari ulang tahunnya. Icha sangat berbeda dari Anin yang lebih memilih kebahagiaan Angga daripada keinginannya.
“Aku berniat pulang pada hari ulang tahunmu.” Anin memotong
“Dia tidak punya apapun kecuali aku, Dia bukan Sekretaris nenekku.” Angga melanjutkan
“Lupakan saja! Akhiri saja sekarang.” Anin berpikir Angga takkan mendengarkannya. Lalu Ia bergegas mengambil koper dan tasnya.
Saat Anin akan pergi, Angga melihat sebelah kaki Anin yang dibebat perban. Ia mulai khawatir “Ada apa dengan kakimu?”
“Tidak apa apa.” ketus Anin
“Kamu cedera?” tanya Angga
“Pada hari ulang tahunmu aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku berencana pulang diam-diam tapi aku tergelincir dan terjatuh. Aku jatuh dari tangga dan pergelangan kakiku patah. Lalu Pelatih mengetahui soal rencanaku. Lalu Dia bilang, dia tidak butuh orang yang tidak profesional di dalam tim sepertiku.” Anin mulai menangis.
”Aku dikeluarkan begitu saja, Mungkin aku tidak bisa bermain piano lagi” Angga melihatnya iba.
*Apa Angga akan luluh dan kembali lagi dengan Anin? Lalu meninggalan Icha sesuai perjanjian?
***
**Berikan cinta kalian dengan like, koment, vote dan favorite supaya Author semangat Update episode berikutnya.. Terimakasih...
__ADS_1
Happy reading guysss***...