
Saat ini Anin tengah berada di Paris. Sudah dua tahun lamanya Anin menetap di negeri asing ini. Ia harus terbiasa menikmati segala hal yang baru disini demi mengejar impiannya. Jauh dari tanah airnya, jauh dari orang-orang terkasih dan tentu saja jauh dari kekasih hatinya, Angga.
Selama berada di Paris, tak pernah terbesit dalam benak Anin menemukan pria lain. Hatinya selalu ia jaga untuk Angga. Begitu juga dengan Angga. Selalu setia menunggu Anin tiba di Indonesia. Tak ada yang dapat menggantikan posisi Anin dalam hatinya sebagai cinta pertama.
Awalnya Anin keberatan untuk pergi. Namun impiannya sangatlah besar. Ia hanya punya satu kesempatan untuk mewujudkannya.
Anin sangat bersyukur memiliki kekasih pengertian seperti Angga. Ia sangat baik, perhatian dan setia. Bahkan Ia tak keberatan dan tak pernah mengeluh dalam menunggu Anin hingga detik ini.
Anin sadar ia telah banyak membuat Angga menunggu, tapi ia harus meminta Angga bersabar karena impiannya tinggal sedikit lagi didepan mata.
Saat ini Ia tergabung dalam orchestra yang cukup terkenal di negeri ini. Impiannya setelah ini bisa menjadi pianist solo dan menampilkan pertunjukkan di panggung yang megah ini. Oleh karena itu ia harus berjuang dan bekerja keras mewujudkannya.
Setelah itu, ia akan kembali ke Indonesia. Hidup bahagia membalas kerja keras Angga yang sudah menunggunya.
"bagaimana pertunjukkanmu?" Angga mengirim pesan pada Anin.
__ADS_1
"berjalan lancar seperti biasa" balasnya.
"aku merindukanmu ❤" tulis Angga
"aku juga, terimakasih kau sudah bersedia menungguku." balas Anin lagi
"kapan kau akan kembali? aku tak bisa lagi tanpamu" Angga mengirim lagi
"kenapa kau menyukaiku?" Anin malah balik bertanya tanpa menjawab Angga
"akhir bulan ini, aku usahakan pulang ke Indonesia menemuimu. Aku juga rindu padamu ❤" Anin mengatakan ia akan segera pulang ke Indonesia
"aku akan menunggumu dan siapkan kejutan untukmu" balas Angga
"aku menantikan." balas Anin mengakhiri percakapan via chat tersebut.
__ADS_1
Mereka menjalin kasih sudah 7 tahun lamanya. Sudah banyak hal yang mereka lalui. Hubungan dimulai saat pertama kali mereka bertemu di sebuah kegiatan di kampus.
Angga jatuh cinta saat menyaksikan pertunjukan piano yang dimainkan oleh Anin. Cinta pertama pada pandangan pertama. Hatinya langsung saja bergetar saat melihat senyum Anin kala itu. Serta jari-jemari Anin yang lihai memainkan piano mampu membiusnya tak sadarkan diri.
Butuh perjuangan baginya mendapatkan cinta Anin. Tak hanya dirinya yang tergila-gila pada Anin. Seisi kampus memuja kecantikan dan kebaikan Anin. Angga harus melawan ratusan pria yang mengantri untuk mendapatkan Anin. Setiap hari Angga mendekati Anin.
Awalnya Anin tak begitu mengacuhkan Angga. Ia tak mengetahui siapa Angga dan bagaimana latar belakang Angga. Namun disaat ia menggelar pertunjukkan piano maka Angga akan selalu datang mengirimkannya papan bunga ucapan selamat yang besar. Anin selalu bertanya-tanya siapa yang mengirimkan ini padanya. Sebab tak ada alamat pengirimnya. Hingga akhirnya Anin mengetahui sendiri, di saat Angga dengan susah payah membawa dan meletakkan papan bunga selamat itu sendiri.
Bagi Anin, Angga adalah penggemarnya di bagian terdepan. Paling setia padanya. Hingga pada akhirnya Anin membiarkan Angga masuk ke dalam hatinya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan sampai lulus dari kampus. Namun saat lulus, mereka dihadapkan pada cobaan menjalani hubungan jarak jauh.
Berkat permainan piano Anin yang bagus ia mendapatkan tawaran dari orkestra terkenal di Paris. Tentu saja, Anin tak melepaskan kesempatan emas itu. Ia mengambilnya dan sudah dua tahun ia tergabung di dalamnya.
Ia pergi tepat saat Angga ingin melamarnya. Dua tahun yang lalu. Ia meminta Angga untuk menunggu. Setelah impiannya terwujud maka ia akan menikahi Angga.
__ADS_1
Angga tak keberatan, karena cintanya begitu besar untuk Anin. Ia rela berkorban apapun demi Anin. Menunggu bukanlah hal yang sulit baginya. Ia bisa menghabiskan waktu dua tahun ini untuk memajukan perusahaan neneknya sambil menunggu.