
Hari demi hari dilalui dengan kesibukan mempersiapan pernikahan. Bukan hanya Mike dan Floryn saja, namun seluruh keluarga besar mereka.
Untung saja Papa Jo memiliki banyak cabang hotel, hingga untuk acara resepsi, mereka tak perlu pusing menyewa tempat.
Untuk gaun pengantin, semua di serahkan pada Mom Lisa. Mengingat suaminya memiliki perusahaan yang bergerak di bidang fashion. Mom Lisa bahkan meminta langsung salah satu designer terbaik perusahaan untuk merancang tuxedo dan gaun penganti Mike dan Floryn.
Sedangkan untuk dekorasi, make up pengantin dan seserahan akan di urus Mama Rani dan Ayura. Mengingat keduanya memiliki selera yang tinggi dan berkelas.
Jika Mom Lisa, Mama Rani dan Ayura sudah menjalankan tugasnya, kini Mama Sita pun akan menjalankan tugasnya dengan baik. Mama Sita mendapat bagian untuk mengurus catering.
Mama Sita nampak antusias berpindah dari satu dapur ke dapur lain hanya untuk mencari makanan terbaik yang akan di sajikan di acara penting putranya.
Tak mau kalah, Ello dan Alex pun ikut sibuk membantu. Jika para wanita melakukan ini itu, maka kedua sahabat calon pengantin pria ini akan sibuk menjadi tim hore yang siap sedia memberi semangat.
Walaupun terkesan tak begitu berfungsi, namun Mike tetap mengapresiasi apa yang kedua sahabatnya itu lakuakan.
...***...
Hari yang tunggu pun akhirnya tiba. Semalaman Mike sibuk menghafal ikrar ijab kabul sampai tak bisa tidur. Mike terlalu khawatir dirinya akan gagal menjadi suami Floryn jika ikrar ijab kabul itu tidak dirinya hafal dengan benar.
"Saudara Jonathan Michael."
"Iya saya."
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Jonathan Michael bin Jonathan Gu dengan putri kandung saya Floryn Angelica Hermawan binti Hermawan dengan mas kawin uang dua ratus dua puluh dua ribu dua puluh tiga rupiah dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Floryn Angelica Hermawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," jawab Mike dengan sangat jelas dan dalam satu tarikan nafas.
__ADS_1
"Bagaiamana para saksi? Sah?"
"Sah..."
"Yes..." Mike bersorok sembari berjingkrak senang, hingga akhirnya sebuah toyoran mendarat tepat di kepalanya.
"Jangan seneng dulu. Ini baru simulasi," ujar Alex sembari tersenyum meledek. Hal itupun akhirnya membuat Mike mencebikkan bibirnya karena sangat kesal.
Ijab kabul yang baru saja berlangsung memang hanya latihan yang di perankan Ello sebagai ayah pengantin wanita dan Alex sebagai saksi.
"Udah bercandanya. Noh si Mike udah di suruh ke ballroom. Katanya ijab kabulnya udah mau di mulai," ujar Hiro yang tiba-tiba saja sudah ada di sudut kamar hotel bersama Fano.
Wajah dua pemuda itu nampak kusut. Bukan tak senang dengan pernikahan Mike, tapi kedua pria tampan itu merasa kalah saing dan kalah pamor.
Bagaimana bisa bocil-bocil seperti Mike, Ello dan Alex justru sudah lebih dulu sold out. Sedangkan mereka dua masih sibuk mencari dan terus mencari.
Tuhan, jika jodohku masih jauh, tolong suruh naik gojek saja. Nanti ongkosnya biar aku yang bayar. Do'a Hiro yang mulai sedikit putus asa akan keberadaan jodohnya.
...***...
"SAH.."
"Sah, sah, sah..."
Kata SAH yang bergema di seluruh sudut ballroom membuat air mata Mike jatuh. Ini bukan tangisan kesedihan, tapi tangisan bahagianya.
Setelah semua jalan terjal yang dirinya lewati, akhirnya saat ini ia bisa menikah dengan wanita yang sangat di cintainya. Ini merupakan salah satu hadiah terindah yang sang pencipta berikan padanya, seletah banyaknya kesakitan yang harus Mike lalui sebelumnya.
__ADS_1
"Cium tangan suaminya," perintah pak penghulu setelah Mike memasangkan cincin nikah di jari manis Floryn.
Hati Mike berdesir saat bibir kenyal istrinya mendarat tepat di punggung tangannya. Ah, rasanya Mike ingin acara ini segera berakhir agar bisa megurung kekasihnya. Ralat, bukan kekasihnya tapi istrinya. Mike sudah tak sabar ingin mengurung istrinya di dalam kamar pengantin mereka.
"Sekarang gantian, istrinya yang pasang cincin ke suaminya." Tanpa di minta dua kali, Floryn menjalankan tugasnya. Dengan perlahan gadis cantik itu memasang cincin di jari manis suaminya.
"Sekarang giliran suami yang cium......"
Tanpa babibu, Mike langsung menyambar bibir Floryn. Bibir mungil itu sejak tadi seolah mengodanya, meminta untuk kembali di sesa* seperti kala itu.
Floryn yang kaget langsung mendorong tubuh suaminya. Hingga Mike pun harus merelakan tautan bibir mereka yang akhirnya terlepas.
"Sayang cium kening bukan cium bibir," bisik Floryn dengan wajah yang sudah merah padam menahan malu.
Sedangkan disisi lain, Papa Jo hanya bisa menepuk jidatnya. Dia juga merasakan hal yang sama dengan sang menantu. Papa Jo malu dengan para tamu undangan yang mayoritas adalah kolega bisnisnya. Bisa-bisanya putranya itu bertingkah tak tak sabaran di depan banyak orang.
Acarapun berlanjut di atas pelaminan dengan para tamu undangan yang silih berganti memberi selamat pada sepasang pengantin baru.
"Selamat ngab, abis ini langsung di unboxing. Gue yakin lo bakal ketagihan," bisik Alex sembari menepuk punggung sahabatnya yang baru saja melepas status lajangnya.
Mendengar kata unboxing membuat Mike menelan salivanya dengan susah payah. Tubuhnya mulai memanas. Beriuman saja membuatnya kecanduan, apalagi lebih dari itu.
Mike menatap barisan tamu yang tengah mengantri untuk bisa bersalaman dengannya dan Floryn. Masih sangat panjang, belum lagi ada banyak tamu lainnya yang baru saja tiba. Bisa-bisa acara resepsi pernikahan ini akan berakhir sampai malam.
Pada akhirnya tanpa pikir panjang, Mike langsung membopong istrinya tanpa pemberitahuan, hingga membuat Floryn yang kaget berteriak cukup kencang.
"Mau kemana?" bisik Floryn sembari menyembunyikan wajahnya di dada sang suami. Wanita itu sangat malu karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
__ADS_1
"Kita ke kamar sayang. Aku menginginkanmu...."
...TAMAT...