
Berita mengenai Kepergian Anin kembali ke Paris terdengar sampai ke telinga dewan direksi yang ingin menggantikan posisi Angga. Hingga mereka memutuskan mengadakan Rapat dadakan untuk memutuskan kelanjutan posisi jabatan tersebut. Tentu saja nenek Angga sebagai pemegang saham terbesar juga hadir di Rapat tersebut.
Pemimpin Rapat berkata kalau kemungkinan besar pernikahan Angga pasti batal, karena perempuan yang Angga cintai dan berencana ia nikahi telah kembali lagi ke Paris. Kemudian salah seorang dari dewan direksi berkata kalau mereka tidak bisa menunggu lagi.
“Apa kau lupa..kaum pria dalam keluarga ini memiliki kecenderungan meninggal di usia awal 30an. Jadi jika Angga tidak menikah tahun ini, dan tahun depan tidak memiliki anak, aku khawatir bukan Angga yang jadi pewaris BC Group”
Untuk sementara waktu Ny Sekar hanya bisa terdiam. Ia tak punya jawaban ataupun solusi untuk hal ini. Lebih baik diam dan membiarkan orang-orang rakus ini.
Di lain tempat Anin merasa sedih sekali karena telponnya tidak pernah sekalipun diangkat oleh Angga sejak hari itu. Ia sedang berlatih hari ini untuk penampilan solonya. Meskipun tanggal pertunjukkannya belum ditetapkan ia harus sering-sering berlatih, tapi saat ini dia sangat ingin mendengar suara Angga. Dia ingin Angga memaafkannya dan memberikan semangat padanya. Tapi ternyata sampai detik ini Angga tidak mau menerima panggilan darinya.
Akhirnya Anin hanya mengirim pesan suara. Sebenarnya Angga mendengarkan pesan itu, tapi karena ia masih kesal pada Anin ia tak membalasnya.
__ADS_1
“Ga..ini aku…Apa kau masih marah padaku? Bagaimana kabarmu? Aku tahu kau melakukan ini karena ingin menghukumku. Aku akan menerimanya. Jadi jangan sedih sendiri, Ga. Seperti kau menungguku, aku juga akan menunggumu. Tapi bisakah kau ijinkan aku mendengar suaramu sekali saja? Aku sangat merindukanmu”
Usai mendengarkan pesan suara, Angga menatap kembali cincin yang sudah dia siapkan untuk melamar Anin. Cincin terbaik yang dia pilihkan untuk calon istrinya itu, tapi semua seolah sia-sia karena Anin lebih memilih piano daripada menikah dengannya.
Tiba-tiba Reza masuk kedalam kantornya dengan membawa kiriman paket yang berisi sebuah USB yang berisi rekaman video adegan di kamar hotel saat Angga berada di Bali dan menghabiskan malam bersama Icha. Angga masih mengingat kenapa malam itu bisa terjadi? Tapi ingatan itu sangat susah dimunculkan dari ingatannya.
Angga syok melihat video tersebut begitu pula dengan Reza. Reza berkata sepertinya wanita di video itu bukan Anin tapi ia merasa pernah bertemu dengan wanita itu. Meskipun wajah wanita tersebut telah diburamkan. Reza seakan yakin pernah melihat wanita itu.
Sementara Angga tampak geram. Dia harus melakukan sesuatu. Ia kesal bukankah kamera yang menangkap video ini sudah masuk ke dalam kolam saat mereka masih di Bali. Lalu bagaimana video ini bisa ada disini?
__ADS_1
Sementara itu Presdir Dodi sedang bersama kakak ipar Icha. Ia berkata kalau setelah mereka keluar dari kamar itu, dia langsung mengeluarkan memory card di kamera tersebut. Oleh karena itu ia bisa mengamankan video itu dan mengirimkannya pada Angga untuk mengancam Angga agar mengurungkan niatnya menjual pabrik sabun yang ia kelola.
Angga sudah sampai di Firma Hukum tempat Icha bekerja. Disana Pak Rudi menyambut dan sudah melihat isi video tersebut. Angga berkata dengan geram, kalau si pembuat dan pengirim video ini adalah salah satu orang di Pulau trmpat Pabrik Sabunnya berada. Dia merasa dirugikan dengan adanya video ini. Dia ingin agar pembuat dan pengirim video itu dipenjara.
Pak Rudi hanya diam saja. Dia malah tertarik dengan sosok wanita di video itu. Angga menjawab kalau dia tidak mengenal siapa wanita itu. Tapi tepat saat itu, Angga menyingkap tirai ruangan Pak Rudi, seolah tengah mencari seseorang.
Tentu saja Pak Rudi seolah tahu siapa yang tengah dicari Angga, sehingga ia langsung memberitahu kalau Icha hari ini mengambil cuti. Angga menutup tirai dan dengan cuek berkata kenapa harus memberitahunya. Memangnya tadi dia tanya dimana Icha?
Pak Rudi kembali fokus pada permasalahan Angga dengan berkata kalau dia akan menyewa tenaga ahli yang bisa memperbaiki gambar di video ini supaya mereka bisa tahu siapa sebenarnya si wanita? Apa wanita ini sengaja dikirim ke kamar Angga atau bukan.
Pak Rudi juga memberitahu bahwa untuknya sangat mudah memenjarakan orang yang melakukan ini dan memenangkan gugatan, tapi jika sampai video ini menyebar luas di internet maka penanganannya akan sangat sulit. Jika publik sampai tahu maka publik akan mengecap Angga sebagai konglomerat yang sewenang-wenang dan tak bermoral.
__ADS_1
Angga pun tertawa dan menyebut kalau kalimat Pak Rudi itu terdengar sangat menggelikan, bagaimana bisa dia dicap sewenang-wenang, secara dia kan membayar penuh karyawan pabrik sabun di pulau itu.
Kemudian Pak Rudi menjelaskan bahwa jalan terbaik bagi Angga adalah datang sendiri ke Pulau itu dan menemui perwakilan dari mereka, lalu menyelesaikan semua masalah. Itu solusi terbaik saat ini.