
Sebelum pulang Anin meminta Icha untuk tidak menceritakan pertemuan mereka hari ini pada Angga. Dia tidak mau Angga tahu dan salahpaham. Icha mengangguk dan berkata mengiyakan tanda dia mengerti.
Di luar Cafe Reza ternyata masih menunggu Icha dan saat ia akan masuk mencari Icha karena sudah terlalu lama di dalam, ia tak sengaja bertabrakan dengan Anin.
Reza dan Anin saling mengenal. Tapi Reza tak tahu sebenarnya adik kandung yang ia cari adalah Anin. Begitu juga dengan Anin, ia tak tahu jika sebenarnya kakaknya sebagai satu-satunya keluarga yang tertinggal masih mencarinya tak pernah meninggalkannya. Namun kenyataan di masa lalu yang membuat Anin ditinggalkan membuat dirinya menganggap dirinya sendirian tanpa siaapun. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Angga dan menganggap Anggalah satu-satunya tempatnya tinggal. Namun kini ia kembali ditinggalkan sebab Angga sudah menikahi perempuan lain.
"Kau juga mengetahui kalau Angga sudah menikah?" tanya Anin menuntut pada Reza.
Reza tak menjawab hanya menatap Anin dan bertanya kapan Anin tiba di Indonesia. Anin tak menjawab pertanyaan Reza. Dia kembali bertanya kenapa dia tak diberitahu dan kenapa mereka menutupinya.
"Maafkan Aku, Anin. Hal ini terjadi begitu saja. Aku juga tidak berfikir Angga akan menikahi Icha" jawab Reza
"Kau juga mengenal perempuan itu? Perempuan yang terpaksa dinikahi Angga?" Anin terkejut. Dia merasa benar-benar sudah dibodohi dan ditipu.
Lalu Anin bertanya pada Reza dimana Angga bertemu dengan Icha. Lalu Reza menceritakan pada Anin yang sebenarnya terjadi dan itu terjadi saat Anin lebih memilih meninggalkan Angga demi impiannya.
"Harusnya kau tidak egois. Menunggu itu menyiksa dan kau harus tahu satu hal, bahwa yang setia akan ditinggalkan oleh yang selalu ada. Icha perempuan yang baik dan ia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya. Mungkin itu sebabnya Angga memilihnya daripada dirimu. Sebab ia tahu perempuan mana yang menjadikannya prioritas." Komentar Reza memukul telak Anin. Itulah penyebabnya.
"Angga pasti tidak mencintainya. Dia menikah hanya karena merasa bertanggungjawab dengan anaknya. Aku yakin Angga akan kembali padaku." Anin merasa percaya diri mengucapkan kalimat itu. Tanpa ia tahu bahwa sebenarnya Angga sudah mulai jatuh cinta pada Icha, siputnya yang polos dan manis.
Pembicaraan mereka hanya berlangsung singkat. Anin pergi duluan dan Reza segera menemui Icha. Reza sempat terpikir dengan kalimat Anin dan surat perjanjian Icha. Apakah Angga akan kembali pada Anin dan meninggalkan Icha setelah Icha melahirkan anaknya?
Reza benar-benar merasa kasihan pada Icha. Tapi ia juga tak habis pikir kenapa Icha mau menemui Anin yang tak lain adalah mantan Angga. Apakah Anin menemui Icha untuk mengatakan kalimat yang sama seperti yang ia dengar?
__ADS_1
Reza mendekati dan memarahi icha, "Kenapa kau harus menemuinya yang jelas-jelasnya adalah mantannya Angga?"
Icha menjawab kalau setidaknya dia harus menemui Anin walau hanya sekali dan dia juga harus meminta maaf. Lalu Icha berkata kalau dia sekarang lebih baik pulang. Tapi Reza melarang, pulang dalam keadaan seperti ini hanya akan membuat Icha semakin menderita saat melihat Angga. Itu akan menjadi beban terlebih lagi pasti ada sesuatu yang diucapkan Anin yang membuat Icha tersiksa.
Icha bertanya heran kenapa Reza terlihat sangat marah? Lalu Reza menjawab dia juga tidak tahu kenapa dia harus marah saat melihat Icha yang sangat menyedihkan. Apalagi setiap memikirkan Angga yang melakukan hal tidak menyenangkan pada Icha, dia menjadi semakin marah.
“Aku marah karena diriku sendiri yang tidak bisa melakukan apapun untukmu. Aku hanya bisa melihatmu menderita.” jawab Reza dengan khawatir
“Jangan begitu. Ini bukan salah siapa-siapa kok” ujar Icha dengan tenang.
Reza berhasil menyuruh Icha untuk tinggal sebentar di sini. Icha pasti hanya bicara saja dengan Anin tadi dan merasa tertekan setelah mendengar perkataan Anin. Jadi Reza berinisiatif untuk menawarkan jika memesan makanan. Icha pasti belum makan dan dia harus kembali mengisi energinya agar bisa menjadi ibu yang kuat demi anaknya.
Icha setuju atas tawaran Reza. Mereka lalu memesan makanan dan makan bersama. Reza menatap wajah Icha saat makan dan bertanya sendiri kenapa Icha harus memilih jalan yang sulit?
“Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi,” Reza berkata di dalam hatinya. Ia khawatir dan sebenarnya juga tertarik pada Icha. Tapi ia tak bisa membicarakan perasaannya sebab Icha pasti akan merasa tertekan jika ia mengatakannya. Lebih baik dia berada disisi Icha saja seperti ini. Itu akan membuat mereka saling nyaman satu sama lain.
Bahkan dengan konyolnya Angga membuka lemari pakaiannya dan mengira icha bersembunyu di dalamnya. Tapi tetap saja ia tak menemukan Icha. Lalu ia mencoba menghubungi ponsel istrinya itu, tapi ternyata panggilannya tak dijawab. Angga pun merasa sedikit cemas. Ia berpikir, jangan-jangan Icha sedang bersama Reza si playboy kelas teri itu?
Lalu Icha akhirnya pulang juga. Dia pulang diantar oleh Reza. Icha melihat Angga mondar-mandir di teras depan. Icha teringat kembali kalimat Anin padanya tadi. Mengingat itu membuatnya semakin sedih. Lalu Angga akhirnya menyadari kehadiran Icha dan Icha langsung menghilangkan wajah sedihnya. Dia menatap penuh senyum pada suaminya itu. Merekapun saling mendekat.
Angga bertanya, jam berapa sekarang? Kenapa Icha baru pulang? Bukankah tadi dia lebih dulu pulang tapi kenapa Angga yang lebih dulu sampai di rumah Apa Icha ingin membuat dia gila?
Icha tak bisa menjawab, tapi dia malah langsung memeluk Angga dan hal itu tentu membuat Angga heran. Angga sedikit gugup bertanya apa yang Icha lakukan? Apa Icha sengaja ingin membuatnya terpesona?
__ADS_1
Walaupun sedang marah dan sesikit kesal tenu Angga membalas pelukan Icha. Lalu Icha meluluhkan rasa cemas Angga dengan berkata maaf. Dia berjanji tidak akan membuat Angga khawatir lagi. Angga seolah terhipnotis dan mengaku kalau dia tidak bisa berkata-kata lagi. Sebenarnya dia tidak ingin semudah ini memaafkan Icha. Tapi kepolosan Icha membuatnya luluh.
****
Angga dan Reza adalah sahabatan dan sering menjalin hubungan bisnis. Sehingga mereka sering bertemu. Kali ini mereka terlihat duduk berhadapan di sebuah bar dan menikmati minuman mereka. Di depan keduanya sudah ada gelas yang berisi minuman dengan warna berbeda. Tentunya saja semua adalah alkohol. Reza memang adalah teman minum Angga. Bahkan saat Angga terpaksa menikahi Icha dahulu, Reza jugalah yang menemaninya minum dan mendengarkan setiap keluhannya pada pernikahan itu.
Angga berkata meskipun dia sekarang tidak suka Reza dekat-dekat dengan istrinya. Tapi ia tak punya teman lain yang bisa diajak minun. Oleh karena itu, Angga mengajaknya bertemu dan ia juga perlu mengatakan sesuatu untuk memperingati Reza.
Kemudian keduanya sama-sama mengambil gelas yang berisi minuman dan meminumnya sampai habis. Pandangan mereka sama-sama tajam dan seolah akan menusuk ke ulu hati masig-masing. Setelah gelas kedua habis, Angga berkata pada Reza tentang sebuah garis bernama garis Maginot. Garis itu adalah garis yang tidak boleh dilanggar manusia dalam berhubungan dengan manusia lainnya.
“Kau dan istriku. Aku ingin menarik batas yang jelas diantara kalian berdua.” ujar Angga
“Sayang sekali. Aku sudah melewati garis itu.” Jawab Reza santai. Ia juga mengancam Angga bahwa ia siap sedia menerima Icha jika Angga membuatnya sedih dan apabila Angga meninggalkannya.
“Kau bisa kehilangan kakimu, jika kau melangkah ke garis yang salah” ancam Angga. Ia takkan meninggalkan Icha.
“Kurasa kau seharusnya berusaha sekuat tenaga sebelum aku melangkahi garis itu. Sayangnya sekarang kau sudah terlambat” ucap Reza sambil tersenyum sinis.
Mereka pun meminum gelas selanjutnya, seperti itu terus sampai semua gelas yang tersedia sudah kosong tak bersisa. Angga tak mau kalah dengan kuatnya Reza minum, sementara Reza juga melakukan hal yang sama. Gelas kecil yang berjejer sudah kosong dan kini mereka mengambil gelas besar berisi alkohol yang lebih keras. Angga meminumnya dengan sedikit kepayahan, ia tak boleh kalah dari Reza. Sementara Reza tenang-tenang saja. Reza memang lebih kuat minum daripada Angga.
****
Berikan cinta kalian dengan like, komen dan beri vote ya.
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi Author~ Terimakasih
Happy Reading Guyss.