Fated To Love You

Fated To Love You
36


__ADS_3

Pernikahan dilaksanakan. Angga masuk terlebih dahulu menuju altar. Ia berjalan dengan malas dan tanpa ekspresi apapun di mukanya. Ini bagaikan mimpi buruk baginya.



Setelah itu, Icha masuk dengan senyuman manis tergambar di wajahnya. Ia kelihatan sangat cantik. Semua orang bertepuk tangan saat Icha menampakkan diri. Orang-orang memujinya.



Saatnya pengucapan janji pernikahan. Presdir Dodi yang memimpin kedua pengantin tersebut untuk saling bergantian mengucapkan janji pernikahan.


“Apakah kau, Anisa Icha berjanji untuk menerima Anggara Budiman sebagai suamimu yang sah, dalam suka maupun duka? Mencintai dia sepenuhnya, dan tidak berubah?” Presdir Dodi mengucapkan kalimat itu dan meminta Icha menjawabnya terlebih dahulu.



Sebelum menjawan iya, Icha terlebih dahulu melirik Angga. Lalu hal itu juga ditanyakan pada Angga. Namun Angga menjawab sedikit lama. Hal itu sempat membuat semua orang cemas, terutama Ny Sekar.


Tapi kemudian dia berkata iya. Ia mengucapkannya dengan begitu keras. Semua orang bertepuk tangan saat Angga mengucapkannya mengira Angga sangat bersungguh-sungguh dan jantan sekali. Namun sebenarnya Angga kesal dan geram dengan semua ini.



Kini adalah saatnya bertukar cincin. Ibu Icha telah memberikan cincin ayahnya dahulu kepada Icha. Kemudian Icha memasangkannya pada jari Angga.


Sementara dengan Angga, ia menyematkan cincin yang dibelinya untuk Anin sebelumnya ke jari manis Icha.


Angga nampak gamang melakukannya. Dia menatap cincin itu berkali-kali, karena dia tahu cincin itu harusnya ada di jari manis Anin. Icha pun menatap cincin tersebut dan merasa tidak enak.


Dia ingat cincin itulah yang harusnya diberikan Angga pada perempuan yang dicintainya. Tapi akhirnya Angga malah terpaksa memasangkan cincin itu di jari manis Icha.


Prosesi pernikahan pun berakhir, tak ada adegan ciuman di akhir prosesi seperti layaknya prosesi pernikahan pada umumnya.


Semua sudah kembali pada keadaan yang normal. Icha dan Angga sudah berganti pakaian. Angga dan keluarganya akan pergi kembali ke ibukota. Sebelum Angga pergi, Icha berbicara padanya. Icha meminta pada Angga untuk mengurungkan niatnya menjual pabrik sabun yang berada disini. Ia memohon agar Angga menyelamatkan penduduk pulau ini.


Setelah itu, Ibu Icha berbicara berdua saja dengan Angga. Ibu Icha mengancam Angga, apabila Angga menyakiti putrinya sedikit saja, maka ia takkan segan mencari dan membunuh Angga.

__ADS_1


Mendengar Ibu Icha berkata demikian, Angga menjadi ngeri dan takut dengan Ibu Icha. Walaupun Icha berkata Ibunya baik tetap saja yang namanya mertua menakutkan.


Di waktu yang bersamaan, Ny Sekar berbicara pada Icha. Ia akan menunggu Icha tiba dirumahnya dan akan mempersiapkan kamar yang indah untuk Icha tempati bersama dengan Angga.


Mendengar perhatian Ny Sekar yang begitu baik padanya Icha tersenyum dan berterimakasih. Namun Ny Sekar kembali berkata, jangan berterimakasih padanya. Ia yang harusnya berterimakasih pada Icha karena sudah memberikan pewaris untuknya. Ia benar-benar bangga pada Icha dan Angga. Ia mengucapkan itu sambil memegang perut Icha, tempat dimana bayi Icha berada.


Sebelum mereka naik kapal, Presdir Dodi menyerahkan sesuatu pada Angga. Namun Angga tak begitu menghiraukannya. Ia hanya mengambilnya saja.


Lalu Presdir Dodi berkata dengan berbisik pada Angga, "terimakasih sudah memutuskan tidak menjual pabrik ini dan tidak memecat karyawannya, sebagai ucapan terimakasih aku berikan lagi itu padamu agar malammu selalu kuat. Seteguk saja kau akan langsung jadi superman. Lihatlah dan itu sudah berhasil"


Kapal pun segera berlayar. Angga, Ny Sekar dan Reza sudah naik. Icha bersama keluarganya dan penduduk lain mengantar Angga dan melambaikan tangannya. Kapal terus berjalan.


Disaat Angga sudah hampir sampai ditengah, Ia melihat ke barang yang diberikan Presdir Dodi tadi dan apa maksudnya ia berkata demikian?


Namun Akhirnya Angga baru sadar akan perkataan Presdir Dodi. Angga ingat atas jebakan yang dilakukan Presdir Dodi di Bali saat itu.


"Ia berkata lagi? Apa ini adalah rencananya? Dia yang membuat semua ini terjadi? Aku sudah dijebak olehnya" Angga kesal setelah mengingat apa yang menimpa dirinya.


Angga kemudian berteriak pada Icha untuk mengklarifikasi kembali apa Icha mengetahui ini semua? Namun apa yang ditanyakan Angga, tak terdengar jelas oleh Icha.


Icha bertanya pada Zaki, apa yang diucapkan oleh Angga?


Disebabkan Angga terlalu jauh, suaranya bergema dengan deru ombak dan angin pantai. Apa yang ia ucapkan tidak terdengar dengan jelas. Zaki mengira dan mengatakan pada Icha kalau Angga berkata apakah Icha mau tinggal dengannya? Apakah Icha akan segera menyusulnya?


Jika hal itu yang ingin Angga katakan, Icha mengerti. Maka ia hanya harus mengangguk dan berkata iya. Icha menjawab pertanyaan Angga dengan berteriak mengatakan iya dengan senang sampai terdengar oleh Angga.


Tak sesuai dugaannya dengan jawaban Icha. Angga menjadi terpukul. Ia tak mengira dengan wajah polosnya Icha juga ikut mempermainkannya. Ia sudah masuk jebakan seluruh penduduk pulau itu.


Malam harinya Angga sudah tiba di kediamannya. Di luar sedang hujan deras ditambah petir menyambar-nyambar. Sementara Angga tampak tertawa dengan terbahak-bahak karena saking stresnya dengan hari yang dia lalui tadi.


Dia menunjuk ke atas dan berkata pada Reza kalau dia bisa melihat bintang disini. Angga kemudian menatap foto pernikahannya dengan Icha. Angga tampak mabuk berat karena di meja tempat ia duduk tampak begitu banyak botol minuman.


__ADS_1



Kemudian Angga berkata pada Reza yang menemaninya malam ini. Semua tampak bahagia dengan pernikahannya. Semua orang bahagia. Tapi dia hanya bisa menertawakannya. Ini benar-benar konyol.


Lalu Reza bertanya, apakah Angga menyukai Icha?


Bagaimana Angga tertarik dengan Icha? Padahal Icha sangat jauh berbeda dari Anin.


Awalnya Angga tertawa kenapa Reza berkata demikian?


Apakah Reza sedang menertawakannya?


Lalu Angga menendangnya. Ia masih dalam keadaan mabuk dan kesal, Kenapa Reza menanyakannya hal itu?


Reza pun ketakutan sehingga dia hanya diam, tapi Angga kemudian berkata, kalau itu bukan karena tertarik tapi karena kesalahan dan ia pun tertawa lagi. Lalu ia kembali berkata jangan samakan Anin dengan perempuan itu.


 “Dia tampak lugu di depan. Tapi di belakang ternyata menipu seperti ini” ujar Angga


Lalu Angga menjadi geram, dia berkata kalau dia tidak bisa memaafkan semua ini, termasuk Icha.


Angga telah salahpaham menduga Icha ikut terlibat menjebaknya. Ia menjadi sangat benci dan kesal pada Icha. Dia berkata kalau ia ditipu. Dia kira ini adalah tanggung jawabnya, tapi ternyata tidak. Ia sudah dipermainkan dan dijebak.


Angga kembali bergumam dalam keadaan setengah sadar kalau menurutnya ini tidak adil. Jika bukan karena obat itu dan jika bukan karena wanita itu maka semuanya tidak menjadi seperti ini.


Dia yakin kalau perempuan itu yang tak lain adalah Icha, merupakan bagian dari rencana jahat ini. Ia bahkan mengepal erat tangannya sebagai tanda dia sangat marah. Dia bahkan menatap cincin kawinnya dengan ekspresi tidak suka, seolah dia ingin menelan cincin kawinnya itu.


Dia berkata “hal yang sangat membuatku marah adalah kenyataan bahwa aku menjalani pernikahan dengan wanita siput(Icha) itu.”


Reza yang sudah setengah sadar bertanya, Kenapa?


“Siput. Mereka terlihat lugu dari luar, tapi kekuatan menghisapnya sangat kuat. Jika kau dihisap oleh siput itu sangat mengerikan. Perlahan, sedikit demi sedikit, sepotong demi sepotong. Dengan rumah besar di punggungnya dia berjalan menuju targetnya. Perlahan, sedikit demi sedikit, sepotong demi sepotong dia mendekat.” ujar Angga menggambarkan Icha layaknya seekor siput yang menjijikan.


Angga benar-benar sudah salahpaham pada Icha.

__ADS_1



Lalu mereka berdua menjadi tepar dan tak sadar diri sampai keesokkan harinya.


__ADS_2